Gelisah Dalam Kehidupan
Herry Mardian, Yayasan Paramartha.
[TANYA] Mas, mengapa sampai dengan sekarang saya masih merasa galau dengan diri saya sendiri (seingat saya saya mulai bertanya-tanya tentang diri saya sejak SD sampai dengan sekarang, kurang lebih 15 th), apalagi setelah saya baca kalimat “Siapa yang mengetahui dirinya, dia akan mengetahui Tuhannya”. Saya sangat berharap dengan balasannya. Terima kasih atas perhatiannya.
Sahabat, seringkah anda dihampiri pertanyaan-pertanyaan seperti ‘untuk apa semua ini? Apakah makna hidup saya? Kenapa hidup saya terasa datar saja, berputar-putar dari hari ke hari? Hanya pergantian episode senang dan sedih? Mengapa saya seperti dikuasai oleh kehidupan saya?’ pun mulai muncul di hati anda.
Sebenarnya, Allah setiap saat ‘memanggil-manggil’ kita untuk kembali kepada-Nya. Dengan cara apa saja. Dia, dengan kasih sayang-Nya, terkadang membuat suasana kehidupan seorang anak manusia sedemikian rupa sehingga kalbunya dibuat-Nya ‘menoleh’ kepada Allah. Hanya saja, teramat sedikit orang yang mendengarkan, atau berusaha mendengarkan, panggilan-Nya ini.
Allah terkadang membuat kita terus menerus gelisah, atau terus menerus mempertanyakan ‘Siapa diri saya ini sebenarnya? Apa tujuan saya? Apa makna kehidupan saya?,’ dan sebagainya. Bukankah kegalauan semacam ini adalah sebuah seruan, panggilan supaya kita mencari kesejatian? Mencari kebenaran? Mencari ‘Al-Haqq’? Allah, percayalah, akan selalu menurunkan pancingan-pancingan pada manusia untuk mencari-Nya.
(selanjutnya…)


