Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Sunday, February 17, 2008

‘Guru Sejati dan Muridnya’ Sudah Diluncurkan

cover guru sejati

“Bawa Muhaiyaddeen tidak mendidik muridnya untuk menjadi Islamolog maupun pengkaji tasawuf yang hafal pelbagai istilah rumit, dan menjadikan para muridnya menang dalam setiap perdebatan ilmiah. Yang Bawa lakukan adalah mendidik para muridnya untuk hidup dan ‘bernafas’ dalam teori-teori tersebut sehingga esensinya mampu ditangkap oleh murid-muridnya.”

BERIKUT kutipan ‘Visi Buku Ini’ dari Pustaka Prabajati, sebagaimana tertulis dalam bukunya:

“…Buku ini langka karena di masa ini cukup sulit bagi kita untuk mendapatkan literatur konkrit tentang cara seorang Mursyid sejati dalam memberikan bimbingan kepada para muridnya, dengan muatan yang mampu menggambarkan interaksi mereka dengan baik. Umumnya literatur yang tersedia dalam mengulas hal tersebut, biasanya ada dalam konteks masa Islam klasik, dengan gaya bahasa maupun istilah yang tidak mudah dipahami oleh pembaca umum. Kadang bimbingannya ditulis dalam bentuk hikayat. Selain itu, karena perbedaan masa yang terpaut jauh dengan masa kita sekarang, biasanya buku-buku tersebut memerlukan interpretasi yang lebih dalam lagi untuk bisa diturunkan dalam level kehidupan kita sehari-hari di masa kini.
(selanjutnya…)

Thursday, December 7, 2006

Ayat-ayat Obsesi

Herry Mardian

Lebih baik kisah satu hikmah yang diraih dengan mati-matian, diminum dan ditelan dengan perjuangan, daripada ribuan hikmah yang diumbar berserakan tapi sebatas kutipan.”

APA novel yang paling saya nikmati? ‘The Alchemist’-nya Paulo Coelho, saya sampai merasa perlu untuk mengecek kesesuaian ‘rasa’ novel tersebut dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Inggrisnya. Apa novel yang paling membuat saya tak bisa menahan diri untuk tidak membuka halaman selanjutnya? ‘Da Vinci Code’-nya Dan Brown. Novel pertama yang saya baca? ‘Di Bawah Lindungan Ka’bah’-nya Hamka, ketika SMP. Air mata saya bercucuran ketika membacanya, dulu sekali.

Kebiasaan membaca sejak SMP ini berlanjut. Setiap bulan, saya biasanya mencari satu novel atau buku untuk ditamatkan. Kebiasaan ini berlanjut hingga masa-masa krisis moneter dulu, yang membuat harga buku melonjak hingga lima kali lipat. Akhirnya, sekarang saya sangat selektif untuk membeli novel: saya hanya membeli yang saya anggap benar-benar layak untuk dibeli. Kriterianya bagi saya, novel yang saya beli harus mampu mencerahkan, memberi inspirasi, membuat saya mengerti sebuah sudut pandang lain tentang kehidupan, dan melembutkan hati. Kriteria terpenting, novel tersebut harus mampu memunculkan insight yang membuat saya semakin bermunajat. Entah itu berupa sebuah ketakjuban, kesyukuran, sebuah pemahaman, atau bahkan sebuah kesedihan: harus ada sebuah penghadapan baru dari diri saya kepada-Nya, setelah membaca apa yang disampaikan pengarang sebuah novel.
(selanjutnya…)

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites