Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Saturday, November 7, 2009

Junaid Al-Baghdadi: Makna ‘Berjihad dalam Kami’

QS 29 : 69

“Dan orang-orang yang berjihad dalam Kami, sungguh, akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allah bersama para Al-Muhsiniin (mereka yang ihsan*)” (Q.S. Al-Ankabut [29] : 69)

“Ayat itu bermakna, ‘mereka yang berjuang melawan hawa nafsunya dan bertaubat sungguh-sungguh hanya demi Kami, pastilah akan Kami tuntun mereka pada jalan-jalan yang menyampaikan mereka pada kebenaran (Al-Haqq) ‘. Sesungguhnya tak seorang pun mampu berjuang melawan musuh yang ada di luar dirinya kecuali jika ia pun berjuang melawan musuh-musuh yang ada dalam dirinya.

(selanjutnya…)

Friday, November 6, 2009

Akar Ketidakyakinan

: :

“Ketika manusia hidup, mereka mengkhawatirkan kematian. Ketika kenyang, mereka khawatir kelaparan. Maka ketidakyakinanlah yang selalu mereka peroleh. Para orang suci tak lagi memikirkan yang telah berlalu, dan tidak menghawatirkan apa yang belum terjadi. Tak juga mereka terpaku pada masa kini. Merekalah yang terus menapaki Jalan Kesejatian dari ’saat ini’ ke ’saat ini’ berikutnya.”

(Bodhidharma, Patriarkh ke-28, pendiri ordo Zen, dan pencipta kungfu Shaolin)

: :

Gambar dari wikipedia. Terjemahan oleh Herry Mardian.

:

Komentar

Monday, November 2, 2009

Pohon dan Buahnya

Oleh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
(diterjemahkan oleh Dimas Tandayu dan Herry Mardian).

Anakku, hidupmu pun demikian. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, sama seperti pohon: keterikatan akalmu, pemikiranmu, dan hasratmu masih pada bumi dan keduniaan. Seperti itulah kondisimu saat ini.

pohon kepel

SEORANG MURID bertanya pada Bawa Muhaiyaddeen, “Bisakah Guru menjelaskan kondisi spiritualku, di mana aku sedang berada saat ini?”

Sang Guru menjawab, “Sebuah benih haruslah ditanam di saat yang tepat. Ketika ia mulai tumbuh, akarnya menyelusup jauh ke dalam tanah, memeluk dari semua penjuru. Segera benihnya tumbuh menjadi sebuah pohon. Seiring perjalanan waktu, pohonnya akan semakin membesar, lalu berbunga dan berbuah. Tatkala berbuah, buahnya tampak tidak lagi memiliki ikatan dengan tanah. Walaupun pohonnya terikat ke dengan tanah, namun buahnya justru terhubung kepada manusia dan seluruh makhluk hidup. (selanjutnya…)

Wednesday, September 16, 2009

Introvert

Oleh Jonathan Rauch, diterjemahkan oleh Hery Mardian
http://www.theatlantic.com/doc/200303/rauch

introvertPERNAH kenal seseorang yang selalu butuh waktu menyendiri, beberapa jam setiap harinya? Yang menyukai obrolan-obrolan tenang seputar perasaan atau gagasan? Yang bisa begitu dahsyat ketika memberikan presentasi di hadapan banyak orang namun tampak canggung ketika ngobrol-ngobrol kecil dalam kelompok, atau skill basa-basinya agak lemah dan ecek-ecek? Yang harus diseret-seret untuk datang ke pesta, lalu perlu menghabiskan waktu sisanya untuk pemulihan diri? Yang justru mengeluh, mengrenyitkan alis, menghela nafas atau meringis; jika disapa dengan cara diledek atau digoda oleh orang yang sebenarnya bermaksud beramah-tamah? (selanjutnya…)

Tuesday, September 1, 2009

Pendidikan Hati (2)

Dikutip dari sebagian isi Bab III buku “Cinta Bagai Anggur”, dengan seijin penerbit.

Tetapi apakah sebenarnya “diuji” itu? Seorang guru menguji para siswanya untuk mengetahui tingkat kemampuan mereka, mengetahui tingkat pemahaman mereka. Si guru tidak tahu sedalam apa para siswanya telah belajar. Tapi bukankah Allah mengetahui?

SETIAP nabi mempunyai tugas spesifik. Peran Nabi Isa a.s. adalah untuk menampilkan tiadanya kepemilikan dan kepedulian akan keduniawian.
(selanjutnya…)

Thursday, August 27, 2009

Esensi Ilmu Pengetahuan

Seseorang zalim penuh ketidakadilan jika dia tahu seratus persoalan tak mendasar dalam ilmu pengetahuan, namun ia tak mengenal jiwanya sendiri.

Ia tahu sifat setiap benda, namun seperti keledai ketika menerangkan tentang dirinya sendiri.

“Aku tahu semua yang sunnah dan bid’ah menurut syariat.” Lalu bagaimana mungkin kau tidak mengetahui bahwa kau termasuk yang sunnah atau cuma seorang nenek nyinyir yang gemar bicara?

(selanjutnya…)

Friday, August 21, 2009

Tentang Tauhid: Imam An-Nifari

Dari Al-Mauqif wal Mukhatabah, Imam An-Niffari,
(dikutip dari sebuah catatan dari Zamzam Ahmad Jamaluddin).

Allah swt berseru kepada hamba-Nya:

Wahai hamba! Engkau tidak memiliki sesuatu pun, kecuali apa-apa yang telah Aku kehendaki untuk menjadi milikmu. Tidak juga engkau memiliki dirimu sendiri, karena Akulah Penciptanya! Tidak pula engkau sekedar memiliki jasadmu, karena Aku Sang Pembentuknya! Hanya dengan Pertolongan-Ku engkau dapat berdiri, dan dengan Kalimat-Ku engkau hadir di dunia ini. (selanjutnya…)

Saturday, March 7, 2009

Justru Karena Kami Yahudi

Rabbi Weberman

Disampaikan oleh Rabbi Mordechi Weberman di bawah perlindungan the Palestine Right of Return Coalition (Al-Awda NY/NJ), pada sebuah demonstrasi di depan Konsulat Israel, Jumat 26, Juli 2002. Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Herry Mardian.

ORANG-ORANG bertanya mengapa kami berdemonstrasi dengan orang-orang Palestina. Mengapa kita mengibarkan bendera Palestina? Kenapa kami mendukung tuntutan-tuntutan Palestina?

“Kalian adalah orang-orang Yahudi!” kata mereka pada kami. Apa yang kalian lakukan? (selanjutnya…)

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites