Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Monday, November 27, 2006

Golongan Yang Selamat Dalam Islam: Golongan Mana?

takfir
 
Oleh Imam Suhadi, Yayasan Paramartha.
 
GOLONGAN YANG SELAMAT DALAM AL-QUR’AN

Orang sekarang ini dengan mudah mengklaim golongan dan jamaahnya sebagai golongan dan jamaah yang selamat. Selain pengikut jamaahnya adalah sesat dan tidak selamat. Karena hal ini, banyak orang yang “kebingungan dalam beragama”, dan sangat mungkin akan timbul pertanyaan dalam diri kita: “Siapakah seseungguhnya golongan yang selamat itu?”

Dalam Surat al Fathihah, Allah Ta’ala menjelaskan bahwa manusia terbagi atas tiga golongan saja, yaitu:

1. Golongan yang berada di Shiraath al Mustaqiim.
2. Golongan yang Dimurkai.
3. Golongan yang Sesat.

Mengacu kepada ayat tersebut sesungguhnya sangat jelas sekali, bahwa golongan yang selamat adalah mereka yang berada di Shiraath al Mustaqiim. Mereka adalah orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah Ta’ala, yang dijelaskan dalam (QS 4:69), bahwa:

“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: An-Nabiyyin, Ash-Shiddiiqiin, Asy-Syuhadaa (QS 57:19) dan Ash-Shalihiin (QS 19:9). Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)”

Tapi pertanyaannya, di masa ini, kelompok yang manakah yang sedang berada di atas Shirat Al-Mustaqiim itu? Kita akan membahas ini di akhir artikel.
(selanjutnya…)

Friday, October 13, 2006

Pengertian ‘Ihsan’

Herry Mardian, yayasan Paramartha.

ihsan

Apa sih sebenarnya makna ‘ihsan’ itu? Kita sering sekali mendengar kata ini, atau membicarakannya pada orang lain. Tapi sebenarnya apa ya maknanya?

Kenapa sangat penting membahas arti kata ‘ihsan’? Karena sebagaimana diajarkan Jibril as. dan Rasulullah Saw (dalam hadits Bukhari 1 : 47), ‘Ihsan’ adalah salah satu dari tiga komponen yang membentuk ad-diin kita, yaitu Iman, Islam, dan Ihsan. Jika satu komponen saja tidak ada, atau tidak paham, maka kita belum ber-diin dengan sempurna.

Jika kita sudah paham makna ‘ihsan’, kita juga akan bisa meraba maksud makna kata-kata turunannya seperti ‘hasan’, ‘ahsan’, ‘muhsin’, ‘hasanah’, dan lain sebagainya.

Umumnya kita secara awam mengartikan kata ‘ihsan’, ‘hasan’, ‘ahsan’ dan semua kata yang berkaitan, dihubungkan dengan kata ‘baik’ sebagaimana tertulis di kamus bahasa Arab. Jika ‘ihsan’ di sana diartikan ‘baik’, maka ‘muhsin’ adalah ‘orang yang baik’, atau ‘orang yang suka berbuat baik’, dan seterusnya. Oke, itu tidak salah sih. Tapi apa bedanya ‘ihsan’ atau ‘hasan’, dengan ‘khair’ (baik)? Masalahnya, istilah Arab dalam Qur’an itu sama sekali bukan bahasa Arab sehari-hari, sehingga beresiko tidak akurat, kabur atau terlalu umum jika diterjemahkan melalui kamus bahasa Arab sehari-hari.
(selanjutnya…)

Monday, October 9, 2006

Menemukan ‘Al-Muthahharuun’ (Hamba Yang Disucikan)

Muthahharuun

[TANYA]

Assalamu’alaikum, Mas Her, ijinkan saya bertanya, bagaimanakah menemukan “Hamba yang Disucikan” atau Al-Muthahharuun? Mohon maaf sebelumnya dan terima kasih atas perhatiannya.

Wassalam.
Anung Suwandaru.

(Catatan: sedikit mengenai Al-Mutahharuun ada di artikel ini.)

[JAWAB]

Wa alaikum salaam wr wb

Tentang Al-Muthahharuun

‘Hamba Yang Disucikan’ itu dikenal dalam Al-Qur’an dengan istilah Al-Muthahharuun. Hanya mereka yang sudah mencapai maqam ini sajalah yang mampu menyentuh makna qur’an yang sejati, sebagaimana disebutkan dalam Q. S. [56] : 77 - 79,

“Sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia (77). Pada kitab yang terpelihara (78). Dan tidak menyentuhnya kecuali Al-muthahharuun (79).” (Q. S. [56] : 77 - 79)

Berbeda dengan umumnya, sesungguhnya ayat tersebut bukanlah perintah untuk berwudhu’ sebelum menyentuh Qur’an, sebagaimana dijelaskan di sini. Ayat itu memberi tahu tentang adanya salah satu status manusia, yaitu tingkatan Al-Muthahharuun.

Bagi mereka yang ada di tingkatan Al-Muthahharuun, Al Qur’an bukan lagi sekedar kitab yang dipahami dengan membaca kata arab secara literal, atau memahami melalui membaca terjemahannya. Bagi mereka, Al Qur’an sudah benar-benar kitab yang aplikatif dan operasional dalam kehidupan sehari-harinya. Bukan sekedar kitab ‘yang tinggi’, hanya dimuliakan, tapi susah untuk dioperasionalisasikan.
(selanjutnya…)

Saturday, October 7, 2006

Shalat dan Transformasi Fitrah Diri

Zamzam A. Jamaluddin dan Kuswandani Yahdin, Yayasan Paramartha.

sujud

Bismillahirrahmaanirrahiim,

Dalam sebuah hadits, Rasulullah Muhammad Saw bersabda bahwa, “Shalat adalah mi’raj-nya mu’minin.” Istilah mi’raj di sini secara spesifik dihubungkan dengan peristiwa isra-mi’raj Nabi Saw pada tanggal 27 Rajab tahun ketiga belas dari Nubuwwah, saat beliau berusia 53 tahun.

Peristiwa isra yang artinya perjalanan malam adalah peristiwa diperjalankannya Nabi Saw secara horizontal dari Masjidil Haram Mekkah ke Masjidil Aqsha Yerussalem, Al-Isra [17] : 1. Dan peristiwa mi’raj adalah peristiwa diperjalankannya beliau Saw secara vertikal dari Masjidil Aqsha naik ke Sidratul Muntaha. Di tempat tertinggi ini secara khusus Nabi Saw menerima perintah kewajiban menjalankan ibadah shalat bagi beliau Saw beserta umatnya sebanyak lima kali (17 rakaat) dalam sehari semalamnya.

Secara umum, makna mi’raj dalam hadits tersebut dihubungkan dengan “tangga” spiritual, yakni suatu perangkat ibadah yang dapat menaikkan derajat si mu’min menjadi lebih dekat kepada Rabb-nya. Maka di dalam kata shalat tersirat suatu dinamika atau suatu proses perjalanan yang sifatnya menaik (‘uruj), dan secara eksplisit bentuk ibadah shalat yang dicontohkan Nabi Saw mengisyaratkan adanya suatu perubahan bertahap dari suatu state ke state yang lain secara tertib. Serangkaian kalimah takbir yang diucapkan dalam ibadah shalat menunjukkan suatu proses kenaikan (mi’raj) bertahap.
(selanjutnya…)

Friday, September 15, 2006

Apakah Makna ‘Taubat’ itu?

HerryMardian, Yayasan Paramartha.

prayer

Sahabat sekalian, jika jauh di dalam qalbu anda sudah ada ada kebutuhan untuk mencari Allah, ingin tenteram, ingin mengetahui agama lebih baik, atau gelisah mencari kesejatian, maka ketahuilah bahwa Allah masih berkenan memanggil anda untuk bertaubat.

Taubat sesungguhnya merupakan panggilan Allah. Manusia sama sekali tidak bisa membuat dirinya sendiri ingin bertaubat. Allah sendirilah yang menumbuhkan keinginan bertaubat di dalam kalbu anda.

Sebagaimana firman-Nya:

“Kemudian Tuhan memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.” (QS 20:122)

“Barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. Dan kamu tidak akan mempu menempuh jalan itu kecuali bila dikehendaki Allah.” (QS. 76:29-30)

“…Bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat mengendaki (menenempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. 81: 28-29)

 

Keinginan Taubat

Keinginan taubat itu timbul karena dipilih-Nya. Maka dari itu, jika sekarang dalam hati anda mulai tumbuh kegelisahan makna hidup, atau keinginan kembali kepada-Nya, mulai timbul keinginan akan ketentraman bersama-Nya, mulai ingin mencari jalan-jalan yang mendekatkan diri kita kepada-Nya, Itu adalah panggilan-Nya. Maka sambutlah panggilan-Nya itu.
(selanjutnya…)

Friday, June 9, 2006

Menghakimi Orang Lain dan Ketidakbersyukuran

Berikut ini nasihat dari seseorang yang sering memberi nasihat kepada saya. Ia menyampaikannya dalam konteks ketidakbersyukuran manusia, dan kecenderungan manusia untuk menghakimi orang lain.

Ini kisah yang pernah terjadi pada seorang wali. Suatu ketika ia melihat seekor kucing di dekatnya. Kucing ini, bulunya kering dan rontok di sana sini… pendek kata, buruk rupanya.

Lalu terlintas kata-kata di hati sang wali, “Buruk sekali kucing ini..”
(selanjutnya…)

Thursday, June 8, 2006

Pengertian ‘Ulil-Albaab’

Herry Mardian, Yayasan Paramartha

Kata ‘ulil-albaab’, secara awam sering diterjemahkan sebagai ‘orang yang berakal’ atau ‘orang yang berfikir’. Pengertian ini tidak salah, tapi mungkin sudah saatnya kita memahami arti kata ‘ulil-albaab’ dengan lebih presisi lagi, sehingga setiap kata ‘ulil-albaab’ yang kita baca dalam Al-Qur’an akan menjadi lebih berbunyi dan bermakna lagi di dalam hati kita.

Sebagai contoh, kita lihat dua ayat dari firman Allah berikut ini:

12:111

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka (para Nabi) terdapat pengajaran bagi ‘ulil-albaab (diterjemahkan menjadi: bagi orang-orang yang berakal)…” Q.S. [12] : 111

13:19

“Apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb mu itu benar, sama dengan orang yang buta? Hanyalah ‘ulul-albaab (diterjemahkan: orang-orang yang berakal) saja yang dapat mengambil pelajaran.” Q.S. [13] : 19.

(selanjutnya…)

Friday, February 17, 2006

Makna ‘Kafir’ dan ‘Syuhada’ : ‘Kafir’ Tidak Dengan Sendirinya Berarti Orang Yang Tidak Beragama Islam

Herry Mardian, Yayasan Islam Paramartha.

Sahabat sekalian, sering sekali kita menyebut orang yang tidak beragama Islam sebagai ‘kafir’. Itu yang diajarkan sejak kecil pada kita. Dan makna yang tidak tepat ini turun temurun diwariskan dari generasi ke generasi, pada akhirnya kita menerimanya dengan taken for granted saja, dan tidak memeriksa lagi kebenarannya.

Seandainya kita mau membuka Al-Qur’an dan mencari definisi qur’aniyahnya, maka akan kita temukan bahwa makna kata ‘kafir’ sebenarnya sama sekali tidak terkait dengan perbedaan agama secara langsung.

 

A. Makna ‘Kafir’

Mari kita buka Al-Qur’an. Kita biasakan mencari definisi qur’aniyah dari segala istilah agama yang kita kenal. Dengan demikian, kita akan terbiasa untuk membuka Al-Qur’an dan pelan-pelan Insya Allah kita akan merasakan Al-Qur’an benar-benar berfungsi bagi kehidupan kita. Kita belajar untuk memahami agama ini, bukan sekedar menghafal dalil-dalil agama yang belum tentu benar, apa lagi menggunakannya untuk, misalnya, mendebat orang lain. Ini tentu bukan hal yang baik.
(selanjutnya…)

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites