Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Monday, March 7, 2005

Fenomena Keberagamaan dan Tashawwuf di Masyarakat Perkotaan

Oleh Alfathri Adlin, aktivis yayasan Paramartha dan editor penerbit Jalasutra
(makalah ini disampaikan pada diskusi ‘Spritualitas dalam Realitas Kebudayaan Kontemporer’; di Fakultas Seni Rupa dan Desain -Institut Teknologi Bandung, di Bandung, 2 Maret 2005).

 

Pada suatu hari, ada sebuah e-mail sampai pada saya:

Image hosted by Photobucket.com

Beberapa tahun sebelum menerima e-mail ini, pada saat buku-buku how to, self-help, atau do it yourself mulai marak di Indonesia, saya berkelakar dengan seorang sahabat, “Jangan-jangan sebentar lagi akan terbit buku berjudul Kiat Praktis Menjadi Sufi dalam 30 Hari.” Sahabat tersebut menimpali, “Dan, tidak lama kemudian, akan terbit buku dengan judul Kiat Praktis Menjadi Sufi Seminggu Lebih Cepat daripada Buku Terbitan Sebelumnya.” Kami berdua tertawa. Ternyata, dugaan kami salah semuanya. Yang muncul bukanlah buku, tapi lebih mengejutkan lagi, sebuah lokakarya. Dan kami juga salah, ternyata bukan dalam waktu sebulan, atau seminggu lebih cepat, tapi malahan hanya dalam sehari saja! E-mail tersebut memunculkan pertanyaan bagi saya: ada apa ini sebenarnya? Apakah karena sekarang adalah zaman instan, berarti seluruh aspek kehidupan manusia, bahkan agama dan spiritualitas, bisa dijadikan instan juga? Apakah spiritualitas kini hanyalah salah satu kiat praktis (how to, self-help, atau do it yourself) dari sekian juta kiat praktis lainnya? Ataukah hanya sebuah terapi, dan bukan lagi praktik penempaan dan penempuhan jalan penyucian seumur hidup? Bagaimana dengan pencarian Tuhan seperti terdapat dalam kisah-kisah hikmah terdahulu? Apakah pencarian Tuhan tersebut sudah digantikan oleh gairah kepenasaran akan berbagai kiat praktis untuk mencapai pengalaman (seolah-olah?) spiritual?
(selanjutnya…)

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites