Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Monday, August 7, 2006

Metamorfosa Seorang Wanita

Oleh Dwi Urika Prihartini, 2006.

metamorphose

Ada dua hal yang pasti dalam hidupku yaitu saat kelahiranku dan saat kematianku. Yang belum aku ketahui adalah kejadian sebelum kelahiranku, yang mungkin tidak akan pernah dapat kuingat, saat aku berada dalam rahim ibuku, dan saat sebelum itu. Lalu kejadian antara kelahiran dan kematianku, yang sedang kujalani saat ini. Setiap detiknya waktu selalu ditambahkan, tidak ada kesempatan mundur. Dan terakhir adalah kejadian sesudah kematianku, sesuatu yang belum aku jalani dan aku takuti.

Kini, aku sedang menjalani kehidupan. Terjebak dalam lingkaran ruang dan waktu. Di atas bumi dan hitungan dua puluh empat jam sehari, yang dibagi-bagi dalam beberapa segmen pekerjaan dan rutinitas yang harus kujalani.

Bosan! Sebenarnya, apa yang sedang kujalani ini? Sesuatu yang absurd. Kesepian dan kegelisahan ada dimana-mana. Wajahku bertahta di setiap muka yang kutatap. Apa yang kucari di kehidupan ini? Kebahagiaan? Seperti apakah kebahagiaan itu. Apa yang membuatku bahagia. Aku menutup buku diariku. Kuputuskan untuk tidak membukanya lagi sebelum ?aku memperoleh sebuah jawaban. Jika tidak, aku akan menulis hal yang sama berulang-ulang. (selanjutnya…)

Friday, June 16, 2006

Potret Kehariinian

Oleh Herry Mardian.

photoframe

SIANG tadi, ibu menghampiriku di tempat aku biasa bekerja. Wajahnya agak miris. Di tangannya ada tiga koran: Kompas, Republika dan Koran Tempo, koran langganan kami setiap hari.

“Coba lihat ini. Kamu sudah baca?” katanya.

Tidak biasa-biasanya ibu mendatangiku hanya untuk membicarakan sesuatu yang tertulis di koran. Pasti berita itu adalah berita yang benar-benar ‘mengganggunya’.
(selanjutnya…)

Thursday, May 11, 2006

Berhentilah Jadi Gelas

Danau

Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung.

“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu?” sang Guru bertanya.

“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya,” jawab sang murid muda.

Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”

Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta.
(selanjutnya…)

Monday, March 14, 2005

Majikan Baru

© 2005 - by Herry Mardian

Teman-teman, sekarang aku punya majikan baru. Rumahnya bagus dan luas. Barang-barangnya juga bagus. Halamannya luas, tanamannya indah-indah. Aku senang di sini.

Keluarganya pun baik-baik. Anak majikanku banyak. Anak yang paling baik namanya Muhammad. Dia yang paling mirip sama Tuan, juga paling disayang sama Tuan. Keluarga yang lain juga suka datang. Oleh teman-teman pembantu yang lain, mereka disebut para wali. Kalau anak-anak Tuan, mereka menyebutnya para Nabi.

Sebelum aku di sini, hidupku susah. Majikan-majikan yang dulu suka pura-pura membantu, pura-pura baik. Tapi kalau aku salah, mereka marah sekali. Atau aku ditinggal sendirian. Diusir juga pernah. Kalau sudah begini, aku biasanya luntang-lantung kelaparan di luar, jadi pengangguran atau gelandangan. Kedinginan dan kesepian sendiri, tidak punya rumah. Tidak tau mau ke mana. Terus kalau mereka butuh, aku dicariin lagi. Tapi kalau sudah tidak butuh, aku ditinggal lagi. Tapi sekarang, kalau aku sedang kena masalah terus bilang ke Tuan, Dia suka ikut nolongin. Mestinya dari dulu aku di sini ya.
(selanjutnya…)

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites