Dikutip dari sebagian isi Bab III buku “Cinta Bagai Anggur”, dengan seijin penerbit.
Selama engkau tidak menceraikan dunia dan segala sifat keduniawiannya, kau tidak akan pernah mengenal Tuhan. Pada persoalan ini, kau harus memahaminya dengan sangat berhati-hati! Nabi Isa a.s. adalah Nabi yang menjadi contoh pelepasan diri dari dunia material secara sempurna. Di sisi lain, kau juga mengenal seorang nabi besar lain, Raja Sulaiman a.s. Beliau adalah manusia yang paling kaya dari yang terkaya, juga yang paling berkuasa.
Intinya adalah menceraikan dunia dengan qalb. Kemiskinan materi bukanlah inti persoalannya.
SEORANG sufi besar, Ibrahim bin Adham rah. [1] sebelumnya adalah sultan kerajaan Balkh. Dia tinggalkan kedudukannya sebagai raja di dunia ini demi merajai kehidupannya yang berikutnya.
Teladan dari beliau mengilustrasikan bahwa selama ini kita mungkin mengira bahwa kitalah pihak yang mencari dan mendapatkan, namun sebenarnya tidak demikian. Sebenarnya Allah-lah yang mencari kita, dan kita semata-mata hanya menjawab panggilan-Nya saja.
Pada tingkatan kita sekarang, seringkali kita tidak segera memutuskan untuk memenuhi undangan Allah. Kita menunda. Kita mempertimbangkan dan merenungkannya. (selanjutnya…)