Suluk | Bayangan Sekeping Cermin…™

Monday, November 2, 2009

Pohon dan Buahnya

Oleh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
(diterjemahkan oleh Dimas Tandayu dan Herry Mardian).

Anakku, hidupmu pun demikian. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, sama seperti pohon: keterikatan akalmu, pemikiranmu, dan hasratmu masih pada bumi dan keduniaan. Seperti itulah kondisimu saat ini.

pohon kepel

SEORANG MURID bertanya pada Bawa Muhaiyaddeen, “Bisakah Guru menjelaskan kondisi spiritualku, di mana aku sedang berada saat ini?”

Sang Guru menjawab, “Sebuah benih haruslah ditanam di saat yang tepat. Ketika ia mulai tumbuh, akarnya menyelusup jauh ke dalam tanah, memeluk dari semua penjuru. Segera benihnya tumbuh menjadi sebuah pohon. Seiring perjalanan waktu, pohonnya akan semakin membesar, lalu berbunga dan berbuah. Tatkala berbuah, buahnya tampak tidak lagi memiliki ikatan dengan tanah. Walaupun pohonnya terikat ke dengan tanah, namun buahnya justru terhubung kepada manusia dan seluruh makhluk hidup.

Anakku, hidupmu pun demikian. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, sama seperti pohon: keterikatan akalmu, pemikiranmu, dan hasratmu masih pada bumi dan keduniaan. Seperti itulah kondisimu saat ini.

Tapi anakku, kau memiliki sebuah penghubung dalam qalb-mu, di dalam hatimu, yang berfikir tentang Tuhan dan mencari-Nya. Akan aku jelaskan cara mengembangkan hubungan tersebut. Ikutilah arahan ini baik-baik.

Sebanyak apa pun keterikatanmu pada dunia, jika kau ingin menemukan Tuhan, jika kau ingin menapaki jalan menuju-Nya; engkau, doa-doamu dan ibadahmu harus seperti pohon. Walaupun sebuah pohon terikat ke tanah, ia memberikan buahnya untuk semua mahluk. Walaupun kau terikat pada dunia seperti pohon, niatmu harus seperti niat sebuah pohon terhadap buahnya: doa-doamu, pengabdianmu, ibadah-ibadahmu, keunggulan-keunggulanmu maupun semua yang kau lakukan harus terhubung dengan Tuhan, dan kau harus melakukan pekerjaanmu dengan diniatkan untuk kemaslahatan semua makhluk, bukan untuk dirimu sendiri. Maka setelah itu, barulah kau akan berjalan dengan baik ketika menapaki jalan menuju-Nya.”

[]

«« Previous Post
'Introvert'
       
.:: TrackBack URI ::.
 

 

3 Comments - (Give Comment) »

  1. Assalamualaikum….. :smile: ,selamat pagi.., Saudaraku teruskan Spiritual Manner, dan artikel ini sesuaia dengan apa yang diajarkan oleh guru spiritulaku…….di batam…..jzklh khair…wassalam…

    Comment #2236 by Slamat — Tuesday, November 3, 2009 @ 11:48

  2. ….terima kasih, ………sebuah bacaan yang bagus dan menyejukan..

    Comment #2237 by Gafar Uddin — Tuesday, November 3, 2009 @ 17:03

  3. inilah watak manembah :cool:

    Comment #2239 by S™J — Friday, November 6, 2009 @ 17:18

 

Give Comment





 


:smile: :grin: :lol: :wink: :cool: :oops: :mrgreen: :???: :sad: :cry: :roll: :shock: :eek: :neutral: :razz: :mad: :evil: :twisted: :!: :?: :arrow: :idea:
 

• Just click ONCE. If your comment doesn't show up immediately, it MAY be moderated.

• Line breaks automatically. To set new paragraph, hit [enter] TWO times.

• Your e-mail address will not be displayed in comments to prevent unwanted mail invading your e-mail account.

• Some HTML codes is allowed : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

 

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites