“Cinta Bagai Anggur” Sudah Bisa Dipesan

Judul: “Cinta Bagai Anggur: Tuangan Hikmah Dari Seorang Guru Sufi di Amerika.”
Karya: Syaikh Muzaffer Ozak, dikompilasikan oleh Syaikh Ragip Frager
Alih bahasa: Nadia Dwi Insani, Herry Mardian, Herman Soetomo
Penerbit: Pustaka Prabajati
17 x 23 cm, 202 hal.
ISBN: 978-979-15115-0-6
Harga: Rp. 48.000,-
: : : : : : : :
Back Cover:
PADA tahun 1980, Dr. Robert Frager, Ph.D untuk pertama kalinya bertemu dengan Syaikh Muzaffer Ozak, pimpinan Tarekat Halveti-Jerrahi dari Turki. Ia, sebagai pendiri dan direktur Institute of Transpersonal Psychology di California Utara, ketika itu mengundang beliau sebagai pembicara di universitasnya.
Frager dan seluruh mahasiswanya, serta seluruh hadirin, dibuat takjub dan terpaku dengan narasi Sang Syaikh yang terasa begitu intens dan dalam. Bukan pembahasan akademis-teoretik tentang Islam dan tashawwuf yang membuat mereka diam terpaku, melainkan tuangan kisah hikmah yang digunakan Syaikh untuk menjelaskan hakikat-hakikat agama dan kehidupan kepada audiens.
Kata Frager, hidupnya pasti akan berubah seandainya saja ia dapat mengingat semua kisah itu. Sebagai jawaban, Syaikh menatapnya begitu dalam dan berkata padanya dengan penuh kesungguhan: “Anda tidak akan pernah bisa melupakannya.”
Buku ini merupakan kumpulan kisah-kisah Syaikh Muzaffer yang begitu memesona para pendengarnya, selama kunjungan rutinnya ke Amerika. Fragerlah—ia memang tidak bisa lupa dengan kisah-kisah itu—yang kemudian mengompilasinya setelah ia sendiri akhirnya memeluk Islam.
Buku ini bukan hanya ditujukan hanya bagi kaum muslim maupun para peminat tashawwuf. Meski kisahnya mengandung elemen-elemen sufisme, namun hikmah yang dikandungnya sungguh-sungguh indah dan dalam, sehingga menyentuh jati diri kemanusiaan kita.
Pustaka Prabajati mempersembahkan buku ini dengan harapan agar pembaca turut mengalami sendiri intensitas dari narasi Syaikh Muzaffer, dan juga memperoleh hikmah yang—sebagaimana kata beliau pada Robert Frager—“Anda tidak akan pernah bisa melupakannya.” []
: : : : : : : :
Dipesan di :
Irene Rosnovian (022)730-19-19, +62-812-2325-192.
irene.husni2 [at] gmail [dot] com
Avan Noer (021)7076-5799, 0812-902-3152
avan [at] iss [dot] co [dot] id
Nanang Sobari (Apuy), 0856-240-67-250.
http://tokobukusobari.blogsome.com/
PS: Di bandung kemarin saya juga lihat buku ini ada di toko buku Togamas, berdampingan dengan buku Guru Sejati dan Muridnya
Artikel terkait: Visi Buku “Cinta Bagai Anggur”




Alhamdulillah
Comment #1818 by dimas — Saturday, December 6, 2008 @ 09:17
salaam..
mas herry, bisa delivery gk…thanks…
Comment #1819 by siska — Tuesday, December 9, 2008 @ 17:55
BIsa kok dikirim via TIKI atau POS, atau delivery kalo pengantarnya sempet
Silahkan hubungi orang-orang di atas…
Comment #1820 by Herry — Tuesday, December 9, 2008 @ 19:10
salam,
bagaimana boleh saya dapatkan buku2 ie cinta bagai anggur & guru sejati dan muridnya? sudah saya kirimkan enquiry pada tb apuy tapi tidak dapat apa2 balasan. can u help kirimkan buku2 ini, terasa amat sangat ingin membacanya, of course, you have to let me hv your full name, a/c# & banker’s name, amount + postage, i will remit the $ to you first then u can proceed with the delivery via post. seandainya anda tahu di toko buku yang mana (di singapore) terdapat buku2 ini,harap maklumkan pada saya, sekelian, terima-kasih.
Comment #1832 by rohaiya — Wednesday, December 17, 2008 @ 14:41
Wa salaam.
Sure, rohaiya. You can also buy tha book from me, if apuy inavailable. I will mail you after this, ok.
Comment #1833 by Herry — Wednesday, December 17, 2008 @ 15:08
ass.wr
mas,kalau mau ngutip dari buku,apakah harus ijin penerbit apa gak ya ?
thanks
Comment #1856 by adakah — Friday, January 23, 2009 @ 12:25
rasanya di halaman copyright ada ketentuan dilarang mengutip bagian apapun dari buku tanpa ijin penerbit? Mau ngutip untuk apa gitu?
Comment #1857 by Herry — Friday, January 23, 2009 @ 14:30
O gitu ya,saya tu baru belajar nulis,atau ngungkapin apa yang saya pikir di blog,atau di fb gitu.
kebetulan ada yang nyangkut di pikiran saya,kemarin itu saya kutip di blog saya ( baru belajar bikin blog juga mas)
kadang saya ngisi semacam kultum gitu juga ngutip-ngutip gitu tapi tanpa minta ijin dari penerbit.
dikesempatan ini boleh saya minta maaf ya mas
makasih
wasalam
Comment #1859 by adakah — Tuesday, January 27, 2009 @ 15:58
gak apa. sebutkan saja sumbernya, dan cantumkan link ke sumbernya
Comment #1860 by Herry — Tuesday, January 27, 2009 @ 22:54
Syukran sdr herry. Hamba memang minat dengan gerakan dan sinar sufisma di Barat. Itu mungkin rahmat Ilahi dihembus kepada jiwa kosong dahaga dibenua modenis gersang. Mari, mari , mari kembali ke Taman Mawar jika kamu sesat dihutan duniawi. Disana musik samawi menawan qalbu yang suci….
Sudi singgah dipondok teh miyazaki setelah 3 tahun terpisah !
Comment #1861 by hakkawi — Thursday, January 29, 2009 @ 21:09
Assalamu’alaikum wr. wb.
Saya sdh menyelesaikan Cinta Bagai Anggur, buku yg mencerahkan dan inspiratif. Selain itu saya tertarik dengan Robert Frager, apakah ada bukunya yg sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia? Kayaknya bukunya yg berjudul “Heart, Self, and Soul: The Sufi Psychology of Growth, Balance, and Harmony” sangat menarik.
Saya berselancar di internet dan menemukan pernyataan bahwa Robert Frager adalah seorang yahudi (http://www.intuition.org/txt/frager.htm).
Saya masih bodoh, ada istilah bani adam dan bani israil di Qur’an. Bagaimana membacanya? Bagaimanakah seharusnya kita memaknai yahudi?
Comment #1863 by kay — Friday, January 30, 2009 @ 11:01
Saya kurang tahu beliau yahudi atau bukan, bagi saya itu tidak penting.
Istilah Yahudi, ada “bangsa” Yahudi, ada “Ideologi” Yahudi. Yahudi sebagai bangsa, tidak serta-merta menyetujui penyerbuan ke palestina. Ada bangsa (keturunan) Yahudi yang beragama Nasrani, bahkan keturunan Yahudi yang masuk Islam pun banyak. Bahkan yang beragama Yahudi pun, kalau kita lihat beberapa artikel koran, contohnya artikel opini koran Tempo hari ini, ada banyak tentara Israel yang menolak untuk ikut serta dalam penyerbuan ke Palestina dengan menerima resiko desersi, dipecat, karir ketentaraannya hancur dan dipenjara.
Pada sisi lain, ada “Yahudi” yang berupa ideologi atau keyakinan, dan ini bisa bangsa apapun, walaupun memang sebagian besar bangsa Israel berideologi Yahudi. Penganut ideologi ini bukan hanya bangsa Israel. Arab, Asia, Afrika, maupun Eropa, banyak yang termasuk ke sini, baik dinyatakan secara formal maupun tidak. Juga dalam ajaran tasawuf, manusia bisa saja tanpa disadari justru membesarkan dan memelihara aspek ke-Yahudi-an dalam batinnya sendiri. Walaupun ia seorang muslim secara lahiriah.
Memang, walaupun seseorang kebetulan keturunan Yahudi, belum tentu ideologinya adalah yahudi. Bisa saja ia memilih menjadi seorang atheis, atau bahkan menjadi muslim. Apakah karena kebetulan seorang anak lahir dari orangtua keturunan Yahudi, maka ia otomatis jadi manusia terkutuk dan dilaknat Allah? tentu tidak.
Maka itu pertanyaan natural: apa sebenarnya yang dimaksud “Yahudi” dalam Qur’an, apakah kaitannya dengan kebangsaan? Atau ada hal lain di sana? Padahal Q. S. [2] : 62 mencantumkan,
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Mari kita cermati hadits, “‘Setiap anak lahir fithrah. Orangtuanyalah yang menjadikannya Nasrani, Yahudi atau Majusi.” Hadits yang “aneh”. Jika orangtuanya muslim, misalnya, mungkinkah ia membesarkan anaknya menjadi nasrani atau yahudi? Maka untuk siapa hadits itu? Ini artinya bahwa dalam setiap diri manusia pun ada aspek ke”yahudi”-an dan aspek ke-”nasrani”-an. Dalam pengertian yang lebih dalam, dalam khazanah tasawuf ini juga berarti bahwa orangtualah yang menjadikan aspek mana yang tumbuh dan dominan dalam batin seorang anak, meskipun ia secara formal mungkin seorang muslim.
Comment #1864 by Herry — Friday, January 30, 2009 @ 13:00
Terima kasih atas penjelasannya.
Buku apa saja yg sdh diterbitkan oleh Pustaka Prabajati selain “Guru Sejati dan Muridnya” & “Cinta Bagai Anggur”? Apakah situs Paramartha masih aktif? Karena saya hanya bisa mengakses halaman depannya saja.
Comment #1865 by kay — Friday, January 30, 2009 @ 13:49
Ada cerita di mana Imam Ali menyarungkan pedangnya ketika wajahnya diludahi. Imam Ali tidak mau membunuh apabila bukan karena Allah. Disebutkan sekiranya seluruh manusia beribadah maka kemuliaan Allah tidak bertambah dan sekiranya seluruh manusia bermaksiat maka kemuliaan Allah tidak berkurang. Dalam konteks di atas, kira2 apa yach yg sesungguhnya dibela oleh Imam Ali? Mustinya manusia dengan segenap relativitasnya tidak akan sanggup melampaui Sang Absolut. Apakah Allah itu juga representasi dari kemanusiaan sehingga membela Allah ekuivalen dengan membela nilai2 kemanusiaan? Mohon maaf, apabila pengertian saya salah.
Comment #1882 by kay — Wednesday, February 11, 2009 @ 08:51
Mas Herry Yth.
Saya sudah baca buku ini, baguuuus sekali. Oleh karena itu saya ingin menghadiahkan pada seorang teman. Saya coba telp. mas Avan Noer (krn di jkt) tapi telpnya semua tdk bisa dihubungi. Juga ke Mas Nanang Sobari, sama saja.
Di jkt, dimana ya bisa mendapatkan buku ini? Coba cari di Gramedia dan TGA tidak ada. Terimakasih
Comment #1898 by tutisusito — Tuesday, March 3, 2009 @ 20:44
Bisa lewat saya. Saya hubungi japri ya.
Comment #1900 by Herry — Tuesday, March 3, 2009 @ 23:50
macamana tu aku mau beli bukunya tapi aku d sabah Malaysia…
ada siapa boleh tolong???
Comment #1931 by iwan — Wednesday, March 11, 2009 @ 18:36
Ass wr wb Dik Herry. Apa kabar? Semoga semua dalam keadaan baik. Salam buat keluarga. Lama tak kunjung, senang bisa baca2 suluk
Dik Herry, saya tertarik tuh baca “Guru Sejati dan Muridnya” & “Cinta Bagai Anggur”. Mohon info japri untuk mendapatkannya ya. Terimakasih. Wass.
Comment #1960 by Sylvia — Friday, April 3, 2009 @ 16:41
hi vi
wa alaikum salaam.
Sudah dijawab via japri yaa…
Comment #1968 by Herry — Monday, April 6, 2009 @ 21:00
kang herry bisa bantu mendapatkan cinta bagai anggur. kalau buku guru sejati dan muridnya sudah punya. karena gampang diperolehnya di gramedia. tapi kalo yg cinta bagai anggur susah bener. saya hubungi telp yang dikasih ga ada yang aktif. saya ditangerang kang. japri aja bagaimana caranya. trimakasih sebelumnya
Comment #1978 by sulaeman — Wednesday, April 15, 2009 @ 11:30
Sudah saya japri ya…
Comment #1979 by Herry — Thursday, April 16, 2009 @ 10:34
Mas Herry Yth..
Bagaimana cara mendapatkan buku “Cinta bagai Anggur” dan “Guru sejati dan Muridnya” ya? Saya tinggal di Cilegon. Tadi sudah menghubungi mas Nanang, tapi nggak diangkat (mungkin sedang sibuk). Bisa nggak kalo japri saja.
Terimakasih atas pertolongannya..
Comment #1983 by jaka susila — Monday, April 20, 2009 @ 22:06
Bukunya sudah dikirim ya Mas Jaka… selamat menikmati.
Comment #1991 by Herry — Friday, April 24, 2009 @ 17:53
Assalaamu’alaikum..
Mas Herry, buku cinta bagai anggur apakah sudah beredar di toko2 buku di Jakarta?kalo sudah, saya minta tolong dong infonya ada dimana? atau lewat japri jg ok. Jazakallah
Comment #2120 by Hasyim — Thursday, July 30, 2009 @ 09:08