<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Bergunjing Sampai Mati</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Wed, 09 Dec 2009 11:01:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: ACI</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-2190</link>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 10:53:42 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-2190</guid>
					<description>Di era informasi dan media elektronik sekarang ini, gunjingan semakin merajalela, misalnya acara infotainment. Kalo toh informasinya berupa fakta tapi hakekatnya cenderung memojokkan atau mempermalukan orang, termasuk membuka aib di muka publik. Lalu bagaimana posisi pembawa acara, produser, termasuk crew yang melakukan peliputan di lapangan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Di era informasi dan media elektronik sekarang ini, gunjingan semakin merajalela, misalnya acara infotainment. Kalo toh informasinya berupa fakta tapi hakekatnya cenderung memojokkan atau mempermalukan orang, termasuk membuka aib di muka publik. Lalu bagaimana posisi pembawa acara, produser, termasuk crew yang melakukan peliputan di lapangan?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: janti</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1692</link>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 11:03:52 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1692</guid>
					<description>tulisan yang bagus n cemerlang, salut buat penulis mas Alfathri.

memang saat ini orang lebih sibuk dengan pencitraan daripada kebenaran diri sejati. semua itu akibat dari arus globalisasi, arus budaya luar  yang sangat kuat masuk tanpa filter dan kesiapan diri. Akhirnya kita menjadi masy dan bangsa yang bingung akan jatidirinya. yang hanya bisa meniru tanpa menempa kwalitas diri
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>tulisan yang bagus n cemerlang, salut buat penulis mas Alfathri.</p>
	<p>memang saat ini orang lebih sibuk dengan pencitraan daripada kebenaran diri sejati. semua itu akibat dari arus globalisasi, arus budaya luar  yang sangat kuat masuk tanpa filter dan kesiapan diri. Akhirnya kita menjadi masy dan bangsa yang bingung akan jatidirinya. yang hanya bisa meniru tanpa menempa kwalitas diri
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Andre</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1686</link>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 09:55:32 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1686</guid>
					<description>Salam kenal... blogwalking</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Salam kenal&#8230; blogwalking
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: iqbal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1681</link>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 14:59:13 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1681</guid>
					<description>mohon ijin kang copy materinya....:razz:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>mohon ijin kang copy materinya&#8230;. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: wahjoe</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1660</link>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 07:00:25 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1660</guid>
					<description>Penulisan yang runut, cerdas, akurat, level penulis di kompas, namun sayangnya tidak memberikan solusi akhir sebagai sekorang muslim hendaknya bagaimana merespon gibah, trik-trik menghindari, mengcounter, dlll...itu menurut saya lho, kalau bisa dibikin tulisan ke 2 lebih asik.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Penulisan yang runut, cerdas, akurat, level penulis di kompas, namun sayangnya tidak memberikan solusi akhir sebagai sekorang muslim hendaknya bagaimana merespon gibah, trik-trik menghindari, mengcounter, dlll&#8230;itu menurut saya lho, kalau bisa dibikin tulisan ke 2 lebih asik&#8230;..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Salik</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1650</link>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 13:39:11 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1650</guid>
					<description>Sungguh indah pesan Rasulullah dalam salah satu sabdanya, bahwa,&quot;Barangsiapa yg berima kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berbicara yg baik atau diam.&quot;[HR. Bukhari].

Memang, kecenderungan diri adalah selalu disibukkan oleh hal-hal di luar diri sendiri. Lebih sibuk melihat cela dan kekurangan sesuatu di luar diri [Bukan berarti berdiam diri dengan kerusakan/keadaan di luar, namun setidaknya bekerja efektif dan proporsional]. Padahal, begitu banyak cela diri yang tak terdeteksi secara kasat mata oleh diri sendiri, bagaimana kecenderungan-kecenderungannya, kebiasaan-kebiasannya, hingga lupa apa yg menjadi tujuan hakiki dari hidup ini. 

Akal senantiasa dibiarkan liar berkelana, hingga sesuatu hal yg tidak bisa dicapai oleh akal serta merta ditolak dan tidak bisa diterima. dan keberadaan Sang Khaliq pun menurutnya harus membutuhkan dalil. Na'udzubillahi min dzalik.

Bukankah untuk menuju kebaikan dalam lingkup lebih luas dan lebih besar harus dimulai dari membaikkan diri sendiri?

Ya Allah,

Kenalkan kami dengan diri kami...

Astaghfirullah..

Wallahu a'lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sungguh indah pesan Rasulullah dalam salah satu sabdanya, bahwa,&#8221;Barangsiapa yg berima kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berbicara yg baik atau diam.&#8221;[HR. Bukhari].</p>
	<p>Memang, kecenderungan diri adalah selalu disibukkan oleh hal-hal di luar diri sendiri. Lebih sibuk melihat cela dan kekurangan sesuatu di luar diri [Bukan berarti berdiam diri dengan kerusakan/keadaan di luar, namun setidaknya bekerja efektif dan proporsional]. Padahal, begitu banyak cela diri yang tak terdeteksi secara kasat mata oleh diri sendiri, bagaimana kecenderungan-kecenderungannya, kebiasaan-kebiasannya, hingga lupa apa yg menjadi tujuan hakiki dari hidup ini. </p>
	<p>Akal senantiasa dibiarkan liar berkelana, hingga sesuatu hal yg tidak bisa dicapai oleh akal serta merta ditolak dan tidak bisa diterima. dan keberadaan Sang Khaliq pun menurutnya harus membutuhkan dalil. Na&#8217;udzubillahi min dzalik.</p>
	<p>Bukankah untuk menuju kebaikan dalam lingkup lebih luas dan lebih besar harus dimulai dari membaikkan diri sendiri?</p>
	<p>Ya Allah,</p>
	<p>Kenalkan kami dengan diri kami&#8230;</p>
	<p>Astaghfirullah..</p>
	<p>Wallahu a&#8217;lam
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1644</link>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 21:48:01 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1644</guid>
					<description>Wa alaikum Salaam, Salam kenal kembali, celine.. 
Perasaan udah kenal deh? SS Bandung kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Wa alaikum Salaam, Salam kenal kembali, celine..<br />
Perasaan udah kenal deh? SS Bandung kan?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: celine</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1643</link>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 11:19:48 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1643</guid>
					<description>assalamu'alaikum wr wb, kang Herry, salam kenal..! :)
bicara yang baik atau diam. tulisan yang bagus, dan mengingatkan. makasih buat reminder-nya...
ghibah, bahkan ketika berdiam dianggap tak beretika [tidak berespon terhadap pembicara]. huah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>assalamu&#8217;alaikum wr wb, kang Herry, salam kenal..! <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
bicara yang baik atau diam. tulisan yang bagus, dan mengingatkan. makasih buat reminder-nya&#8230;<br />
ghibah, bahkan ketika berdiam dianggap tak beretika [tidak berespon terhadap pembicara]. huah..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: kayhan</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1642</link>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 09:59:11 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1642</guid>
					<description>Assalamu'alaikum 

Kebetulan nich artikelnya nyerempet media. Ada istilah &quot;the medium is the message&quot; dari Marshall McLuhan. Saya nggak ngerti komunikasi dan psikologi cuma rasanya koq spiritual banget yach? :idea: Bisa dibedah lebih dalam nggak mas Her. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamu&#8217;alaikum </p>
	<p>Kebetulan nich artikelnya nyerempet media. Ada istilah &#8220;the medium is the message&#8221; dari Marshall McLuhan. Saya nggak ngerti komunikasi dan psikologi cuma rasanya koq spiritual banget yach?  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' />  Bisa dibedah lebih dalam nggak mas Her.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1639</link>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 06:20:51 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1639</guid>
					<description>gibah...ampun...ampun...ampun Ya Allah
sulit terlepas darinya ...
dikantor gibah...merajalela !...bawahan ngomongin atasan.
diangkot gibah...sambil nyalip !...ngomongin orang lain
di televisi ...gila isinya hampir semua gibah ! (Infotaimen..talk show...dll):twisted:
Ya ALLAH hamba berlindung pada Mu dari kejahatan lisanku dan tolong hamba memelihara lisan ini :cry:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>gibah&#8230;ampun&#8230;ampun&#8230;ampun Ya Allah<br />
sulit terlepas darinya &#8230;<br />
dikantor gibah&#8230;merajalela !&#8230;bawahan ngomongin atasan.<br />
diangkot gibah&#8230;sambil nyalip !&#8230;ngomongin orang lain<br />
di televisi &#8230;gila isinya hampir semua gibah ! (Infotaimen..talk show&#8230;dll) <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /><br />
Ya ALLAH hamba berlindung pada Mu dari kejahatan lisanku dan tolong hamba memelihara lisan ini  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ray Raihana</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1638</link>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 09:49:20 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1638</guid>
					<description>Alhamdulillah... diberi banyak masalah dan kepusingan yang cukup menyita energi dan pikiran sampai engga sempat mikirin gosip, (betapa kasih sayang Allah ya.... )
kalo negara masih kepikiran, tapi ujung-ujungnya cuma bikin sedih
kapan rakyatnya engga pusing mikirn perut, 
supaya punya waktu untuk memperpandai dirinya  :???: 
supaya tidak terjebak permainan MEDIA, dan bisa menelaah
what's behind the line ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Alhamdulillah&#8230; diberi banyak masalah dan kepusingan yang cukup menyita energi dan pikiran sampai engga sempat mikirin gosip, (betapa kasih sayang Allah ya&#8230;. )<br />
kalo negara masih kepikiran, tapi ujung-ujungnya cuma bikin sedih<br />
kapan rakyatnya engga pusing mikirn perut,<br />
supaya punya waktu untuk memperpandai dirinya  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_confused.gif' alt=':???:' class='wp-smiley' /><br />
supaya tidak terjebak permainan MEDIA, dan bisa menelaah<br />
what&#8217;s behind the line ?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1637</link>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 23:56:05 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1637</guid>
					<description>Alo Barjo, apa kabar? :) Itu kan tulisannya alfathri. Saya editornya aja. 

Perasaan saya masih utang tulisan deh. Tulisan apa ya? 

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Alo Barjo, apa kabar? <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Itu kan tulisannya alfathri. Saya editornya aja. </p>
	<p>Perasaan saya masih utang tulisan deh. Tulisan apa ya?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: giorgio</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1636</link>
		<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 10:28:27 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/06/25/bergunjing-sampai-mati/#comment-1636</guid>
					<description>wah tulisan mas herry sangat tepat untuk kondisi saat ini. terlebih lagi di saat peran media yang saling berlomba untuk menutup ruang akal sehat di dalam masyarakat Indonesia. Penghakiman terhadap suatu hal menjadi sangat umum dan wajar. satu hal yang paling penting untuk disadari adalah &quot;..manusia bukanlah hakim, yang pantas dan mampu untuk menghakimi..&quot;. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>wah tulisan mas herry sangat tepat untuk kondisi saat ini. terlebih lagi di saat peran media yang saling berlomba untuk menutup ruang akal sehat di dalam masyarakat Indonesia. Penghakiman terhadap suatu hal menjadi sangat umum dan wajar. satu hal yang paling penting untuk disadari adalah &#8220;..manusia bukanlah hakim, yang pantas dan mampu untuk menghakimi..&#8221;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
