Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Wednesday, June 25, 2008

Bergunjing Sampai Mati

Alfathri Adlin (Anggota Forum Studi Kebudayaan ITB, editor Jalasutra dan Pustaka Prabajati)

Di tahun-tahun terakhir hidupnya, Arthur Schopenhauer, filsuf yang menjadi inspirator Nietzsche, sering makan malam di sebuah hotel di Frankfurt yang sering dipenuhi tentara Inggris. Setiap sebelum makan, dia akan menaruh sekeping koin emas di meja, dan selesai makan, dia akan mengambil dan memasukan koin itu ke saku. Kebiasaan aneh tersebut menggelitik seorang pelayan untuk menanyakannya. Schopenhauer menjelaskan bahwa dia membuat sedikit taruhan dengan dirinya sendiri: bila tentara-tentara Inggris tersebut berbicara apa pun selain kuda, anjing, dan perempuan, maka Schopenhauer akan memasukkan koin tersebut ke kotak amal.

BEGITULAH dunia keseharian manusia. Inilah yang merangsang Martin Heidegger sehingga memikirkan ihwal proses kejatuhan manusia secara eksistensial: terperangkapnya manusia ke dalam dunia umum atau dunia keseharian yang bersifat common-sense. (selanjutnya…)

Wednesday, June 4, 2008

No Words…

I have no words for this. I spent hours (and hours, and hours) just looking at her…
These were taken within a couple of hours after her birth.

2
(selanjutnya…)

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites