Sang Mutiara

Setitik air, jatuh, dari awan di langit
alangkah kecil hatinya, melihat samudera luasKatanya,
‘Siapa aku ini, jika ia ada?
Jika ia ada, maka aku mesti tiada.’Saat ia saksikan dirinya rendah
dari matanya yang tunduk ke bawah,
Tiram di dasar menerimanya sepenuh hati
lalu membentuknya, dalam cangkang.
Dan terjadilah, dengan itu
takdirnya tersegel kokoh.
Maka jadilah ia mutiara mahkota,
menambah mulia kepala Sang Raja.Dengan menyelam dalam di kerendahan,
tinggi ia terangkat ke kemuliaan.
Awalnya ia ketuk gerbang ketiadaan diri,
akhirnya ia jadi dirinya sepenuh diri.Sedikit manusia yang ber-aql,
mereka pastilah rendah hati:
sebagaimana cabang pohon yang sarat buah,
begitu rendah ia merunduk ke tanah.
“The Pearl” - Sheikh Muslihuddin Sa’di Al-Shirazi, penyair sufi Persia abad 12.
diterjemahkan oleh Herry Mardian



nice post ! posting puisi-puisi yang banyak dong…
Comment #1525 by siska — Friday, May 16, 2008 @ 14:36
hati adalah raja
ahlak mulia adalah bala tentaranya
jiwa kan hidup bila hikmah tlah merasuk
sejati diri pembimbing menuju jalan ilahi….
Comment #1526 by adjipamungkas — Friday, May 16, 2008 @ 19:51
Betapa sejuknya ya Allah…
Hujan Rahmat-Mu senantiasa membasahi kami semua. Maha Suci Engkau Ya Rabb.
Alhamdulillah…akhirnya saya bertemu dengan versi lengkapnya
Comment #1527 by dimas — Saturday, May 17, 2008 @ 09:09
nice poem in the morning
dengan kerendahan hati yang ikhlas karenaNya
Dia yang akan mengangkat kita pada kemuliaan
just do our best… yang lainnya Tuhan yang atur
I just believe it
Comment #1529 by Ray Raihana — Saturday, May 17, 2008 @ 09:15
bagaimana menjadi rendah hati dengan ikhlas?
Comment #1530 by helmy — Sunday, May 18, 2008 @ 10:24
sebaiknya belajar renda hati dulu …jangan berbangga diri kerana akan berbuah riya ingin di puji…jangan mengingat jasa karena tertanam benih bangga diri…berharap Allah ridha…berbalas pertolonganNya untuk mengajari kita Ikhlas
Comment #1531 by adjipamungkas — Sunday, May 18, 2008 @ 23:15
Pertanyaan bagus! Tapi saya nggak tau jawabannya. mungkin ikhlas memang harus diminta pada Allah ta’ala. Tapi sebelum belajar ikhlas, kita belajar sabar dulu kali ya…
Comment #1532 by Herry — Sunday, May 18, 2008 @ 23:39
hehe jawaban yang tepat kang hery…sabar adalah awal dari segala kebaikan…
..belum ngantuk kang
Comment #1533 by adjipamungkas — Sunday, May 18, 2008 @ 23:46
mohon ijin kang hery mentautkan blog ini dengan blog saya tatahati.blogsome.com
Comment #1534 by adjipamungkas — Sunday, May 18, 2008 @ 23:57
monggo… makasih, adjie
Comment #1535 by Herry — Monday, May 19, 2008 @ 00:49
Puisi adalah lantunan jiwa yang lembut…
jadi, bisa diketahui, bahwa orang - orang sufi itu memiliki jiwa latif yang lembut yang merindui tuhannya..
Comment #1547 by ummul barakah — Sunday, May 25, 2008 @ 11:56
mas herry, sekali2 tampilin puisinya para sufi dong kayak rumi, junayd, sybli (kalo ada), hallaj jg boleh
Comment #1565 by wadah nun — Friday, May 30, 2008 @ 16:53