<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Menemukan Cermin Diri Pada Ajaran Para Wali</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 18:22:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: rahman</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1646</link>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 12:55:02 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1646</guid>
					<description>Subhanalloh..
Sebuah pemikiran tentang makna Islam yang hampir 99,9% sama dengan pemikiran yang saya alami. Saya pernah merasakan aktif di kedua ektrim yang mas hery tulis. Tp sy tdk menemukan &quot;sesuatu&quot; yg dicari. hingga sy dipertemukan dg sebuah pemikiran yg banyak dianut oleh para wali. dan ternyata pemikiran tsb membuat sy merasakan keindahan islam dibalik keberserahdirian yg sederhana. mas hery..kalo ada waktu luang sy ingin berbincang. mudah2an sy dapat manfaat yg banyak guna mencari jalan hidup terbaik setelah mengetahui jati diri?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Subhanalloh..<br />
Sebuah pemikiran tentang makna Islam yang hampir 99,9% sama dengan pemikiran yang saya alami. Saya pernah merasakan aktif di kedua ektrim yang mas hery tulis. Tp sy tdk menemukan &#8220;sesuatu&#8221; yg dicari. hingga sy dipertemukan dg sebuah pemikiran yg banyak dianut oleh para wali. dan ternyata pemikiran tsb membuat sy merasakan keindahan islam dibalik keberserahdirian yg sederhana. mas hery..kalo ada waktu luang sy ingin berbincang. mudah2an sy dapat manfaat yg banyak guna mencari jalan hidup terbaik setelah mengetahui jati diri?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ANDREAS</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1601</link>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 21:45:18 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1601</guid>
					<description>seperti di novel LIFE OF PI....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>seperti di novel LIFE OF PI&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Dedy di Jerman</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1595</link>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 03:51:46 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1595</guid>
					<description>BOCAH ANGON dalam ilir ilir,
kita adalah boca2 angon itu.
dalam diri kita banyak kambing2 (nafs)

Kita jadi orang baik kalau kita bisa jadi gembala atas kambing2 yang ada dalam diri kita. Jangan sampai kambing kita lari bercerai berai.....

www.naqsya.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>BOCAH ANGON dalam ilir ilir,<br />
kita adalah boca2 angon itu.<br />
dalam diri kita banyak kambing2 (nafs)</p>
	<p>Kita jadi orang baik kalau kita bisa jadi gembala atas kambing2 yang ada dalam diri kita. Jangan sampai kambing kita lari bercerai berai&#8230;..</p>
	<p><a href='http://www.naqsya.wordpress.com' rel='nofollow'>www.naqsya.wordpress.com</a>
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Dedy di Jerman</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1594</link>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 03:46:05 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1594</guid>
					<description>Waktu jamannya Syaikh Bahauddin Naqsyabandi (Pelopor Tarekat Naqsyabandi), terdapat university Tarekat (Madrasah) yang menjadi pengaruh terbentuknya negara besar, salah satunya Turkey. Pada umumnya orang2 Yahudi menganggap murid madrasah tersebut sebagai ummat Yahudi. Tetapi ummat katolik menganggap murid2 madrasah tersebut sebagai ummat Kristiani. Begitulah orang2 Sufism / Tasawuf. 

salam,
Dedy di Jerman
www.naqsya.wordpress.com.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Waktu jamannya Syaikh Bahauddin Naqsyabandi (Pelopor Tarekat Naqsyabandi), terdapat university Tarekat (Madrasah) yang menjadi pengaruh terbentuknya negara besar, salah satunya Turkey. Pada umumnya orang2 Yahudi menganggap murid madrasah tersebut sebagai ummat Yahudi. Tetapi ummat katolik menganggap murid2 madrasah tersebut sebagai ummat Kristiani. Begitulah orang2 Sufism / Tasawuf. </p>
	<p>salam,<br />
Dedy di Jerman<br />
<a href='http://www.naqsya.wordpress.com.' rel='nofollow'>www.naqsya.wordpress.com.</a>
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1572</link>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 00:22:14 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1572</guid>
					<description>yap...sejarah sering kali mengingatkan kita untuk tidak sekedar menilai dari penampilan fisik..
Joan of Arc merupakan sebuah ayat...
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>yap&#8230;sejarah sering kali mengingatkan kita untuk tidak sekedar menilai dari penampilan fisik..<br />
Joan of Arc merupakan sebuah ayat&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ANDREAS</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1570</link>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 23:16:14 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1570</guid>
					<description>untuk JOAN OF ARC, memang setelah berabad-abad baru diakui, karena dalam tradisi gereja jika orang akan diberikan gelar SANTO/A ( orang suci ), perlu melalui pembuktian dengan KANONISASI...dan sudah ada dewan yang mengurus ini, tapi proses&amp;amp;syaratnya sangat ketat...agar tidak terjadi kesalahan seperti pada abad pertengahan, yang ahkirnya menimbulkan perpecahan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>untuk JOAN OF ARC, memang setelah berabad-abad baru diakui, karena dalam tradisi gereja jika orang akan diberikan gelar SANTO/A ( orang suci ), perlu melalui pembuktian dengan KANONISASI&#8230;dan sudah ada dewan yang mengurus ini, tapi proses&amp;syaratnya sangat ketat&#8230;agar tidak terjadi kesalahan seperti pada abad pertengahan, yang ahkirnya menimbulkan perpecahan!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ANDREAS</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1569</link>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 23:09:59 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1569</guid>
					<description>soal TAREQAT dalam katolik pemahamannya sama koq! soal JESUIT aku bukan anggota, tapi mengikuti SPIRITUALITAS yang diyakini JESUIT : SEMUA DEMI KEMULIAAN ALLAH YANG SEMAKIN BESAR...KEMANUSIAAN...serta GEREJA...,pernah dulu ikut bimbingan masuk mjd aggota tapi tidak lulus alias gagal...dalam tareqat JESUIT, diwajibkan untuk setiap anggota melakukan penyangkalan terhadap kecenderungan manusiawi...jadi &quot;mati&quot; dalam hidup, akan tetapi bukan dalam artian PESIMIS,PASIF serta tidak BERPENGHARAPAN...semua kehidupan berlandaskan MA'RIFAT SPIRITUALITAS JESUIT tadi....seperti yang pernah ditulis mas HERRY...sebagai insan yang IKHLAS TAPI BERILMU</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>soal TAREQAT dalam katolik pemahamannya sama koq! soal JESUIT aku bukan anggota, tapi mengikuti SPIRITUALITAS yang diyakini JESUIT : SEMUA DEMI KEMULIAAN ALLAH YANG SEMAKIN BESAR&#8230;KEMANUSIAAN&#8230;serta GEREJA&#8230;,pernah dulu ikut bimbingan masuk mjd aggota tapi tidak lulus alias gagal&#8230;dalam tareqat JESUIT, diwajibkan untuk setiap anggota melakukan penyangkalan terhadap kecenderungan manusiawi&#8230;jadi &#8220;mati&#8221; dalam hidup, akan tetapi bukan dalam artian PESIMIS,PASIF serta tidak BERPENGHARAPAN&#8230;semua kehidupan berlandaskan MA&#8217;RIFAT SPIRITUALITAS JESUIT tadi&#8230;.seperti yang pernah ditulis mas HERRY&#8230;sebagai insan yang IKHLAS TAPI BERILMU
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ANDREAS</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1568</link>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 22:58:41 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1568</guid>
					<description>buat mba' SISKA terima kasih untuk sharingnya...wah luas ya wawasannya jadi kelihatan klo pinter...sebuah kesetiaan dengan cobaan penderitaan, untuk menemukan sebuah petunjuk kebahagiaan kepada ALLAH TA'ALA...keraguan spiritualitas pun pernah aku temui...yang paling penting tetap setia pada ritual serta selalu mencari makna akan ajaran yang kita yakini...secara iman pun akan bertambah dewasa...iya ngga sich? wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>buat mba&#8217; SISKA terima kasih untuk sharingnya&#8230;wah luas ya wawasannya jadi kelihatan klo pinter&#8230;sebuah kesetiaan dengan cobaan penderitaan, untuk menemukan sebuah petunjuk kebahagiaan kepada ALLAH TA&#8217;ALA&#8230;keraguan spiritualitas pun pernah aku temui&#8230;yang paling penting tetap setia pada ritual serta selalu mencari makna akan ajaran yang kita yakini&#8230;secara iman pun akan bertambah dewasa&#8230;iya ngga sich? wassalam
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ANDREAS</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1562</link>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 19:38:13 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1562</guid>
					<description>salam hormat serta hangat buat mas DIMAS &amp;amp; mas ADJI...untuk yang di sctv sama nama aja...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>salam hormat serta hangat buat mas DIMAS &amp; mas ADJI&#8230;untuk yang di sctv sama nama aja&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1561</link>
		<pubDate>Wed, 28 May 2008 03:52:52 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1561</guid>
					<description>salam..numpang nimbrung
mas andreas ....bukannya presenter di acara..tv kalo gak salah sebuah tayangan rohani KRISTEN di SCTV:?:...
MOHON MAAF KALO SALAH ORANG</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>salam..numpang nimbrung<br />
mas andreas &#8230;.bukannya presenter di acara..tv kalo gak salah sebuah tayangan rohani KRISTEN di SCTV <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_question.gif' alt=':?:' class='wp-smiley' /> &#8230;<br />
MOHON MAAF KALO SALAH ORANG
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: siska</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1559</link>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 20:00:09 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1559</guid>
					<description>hi mas andreas..,

ttg apa yang gereja lakukan di masa lalu, setiap jaman pasti punya maksud dan pelajarannya sendiri kan? 

Aku jujurnya sedih waktu nonton film joan of arc.. tragic juga gereja baru mengakui ke-waliannya setelah ratusan tahun lalu. Joan of arc itu jadi saint apa ya mas?

ttg anak bajang menggiring angin.. aku juga suka buku itu.. aku baca berulang-ulang.. bahkan sebelum tau kalo senior-seniorku disini baca buku itu..

renungannya.. hmm dalem nih.. buatku bahwa sesuatu yang diijinkan Tuhan terjadi bahkan dosa sekalipun akan membawa seorang manusia dalam kebaikan, apabila dia mengakui dosanya, bertaubat, dan kembali dengan keras kepala untuk berjalan di jalan Tuhan. 

Namun dosa adalah dosa, dia mewujud sebagaimana rahwana, yang lahir dari pergumulan dosa  Dewi Sukesi yang suci dan Begawan Wiraswa. Mungkin juga disini diingatkan manusia jangan pernah terlalu merasa suci..sebab pastinya mereka akan diingatkan akan kegelapannya, kali ya? 

Dan juga peristiwa Sukesi dan Wiraswa seperti suatu paradox.. suatu yang salah, berdosa.. namun akhirnya pun berujung kebaikan :)).pada akhirnya wibisana yang betul-betul manusia lahir dari mereka kan? dan wibisana punya misinya tersendiri.. Tidak akan lahir wibisana, tanpa rahwana, dan saudaranya (aku lupa namanya) yang mendahuluinya. Its the secret of life.. it might be telling us of how a human soul can grow. 

 Agaknya semua manusia pun melalui tahapan seperti itu, ketergelinciran, dosa, kekhilafan melahirkan rahwana, kemudian taubat, kembali lahir raksasa-raksasa yang lebih halus.. dan taubat... akhirnya lahirlah wibisana. 

Dan rahwana pun lahir dengan suatu maksud bukan? untuk menguji Rama?  semuanya terkait, dan dengan suatu maksud. Bahkan kita semua disini terkait, seperti puzzle, dengan suatu maksud. 

Baik, buruk, senang, sedih, dosa, dihadirkan dengan suatu maksud...tapi karena pandangan mata manusia terbatas.. kita masih suka sedih dan bertanya2..mungkin karena itu kita berjalan ya.. 

awalnya setiap pejalan memulai perjalanan pasti untuk mencari makna. Mengenggam substansi dari tiap peristiwa yang dihadirkan di mejanya.  

ttg tariqat dalam katolik itu menarik ya.. sebab  dalam Islam tariqat sebagai suatu tahapan bagi seorang pejalan untuk sampai pada Tuhannya. Proses pembersihan jiwa, raga. Bersiap menemui sang Pencipta. Berusaha &quot;mati&quot; sebelum mati. 
&quot;Bangun&quot; dari ilusi di dunia ini sebelum dibangunkan.  

Apa mas andreas ikut tariqat jesuit? 

ps: tolong aku diingatkan kalo salah ya..:))</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>hi mas andreas..,</p>
	<p>ttg apa yang gereja lakukan di masa lalu, setiap jaman pasti punya maksud dan pelajarannya sendiri kan? </p>
	<p>Aku jujurnya sedih waktu nonton film joan of arc.. tragic juga gereja baru mengakui ke-waliannya setelah ratusan tahun lalu. Joan of arc itu jadi saint apa ya mas?</p>
	<p>ttg anak bajang menggiring angin.. aku juga suka buku itu.. aku baca berulang-ulang.. bahkan sebelum tau kalo senior-seniorku disini baca buku itu..</p>
	<p>renungannya.. hmm dalem nih.. buatku bahwa sesuatu yang diijinkan Tuhan terjadi bahkan dosa sekalipun akan membawa seorang manusia dalam kebaikan, apabila dia mengakui dosanya, bertaubat, dan kembali dengan keras kepala untuk berjalan di jalan Tuhan. </p>
	<p>Namun dosa adalah dosa, dia mewujud sebagaimana rahwana, yang lahir dari pergumulan dosa  Dewi Sukesi yang suci dan Begawan Wiraswa. Mungkin juga disini diingatkan manusia jangan pernah terlalu merasa suci..sebab pastinya mereka akan diingatkan akan kegelapannya, kali ya? </p>
	<p>Dan juga peristiwa Sukesi dan Wiraswa seperti suatu paradox.. suatu yang salah, berdosa.. namun akhirnya pun berujung kebaikan <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ).pada akhirnya wibisana yang betul-betul manusia lahir dari mereka kan? dan wibisana punya misinya tersendiri.. Tidak akan lahir wibisana, tanpa rahwana, dan saudaranya (aku lupa namanya) yang mendahuluinya. Its the secret of life.. it might be telling us of how a human soul can grow. </p>
	<p> Agaknya semua manusia pun melalui tahapan seperti itu, ketergelinciran, dosa, kekhilafan melahirkan rahwana, kemudian taubat, kembali lahir raksasa-raksasa yang lebih halus.. dan taubat&#8230; akhirnya lahirlah wibisana. </p>
	<p>Dan rahwana pun lahir dengan suatu maksud bukan? untuk menguji Rama?  semuanya terkait, dan dengan suatu maksud. Bahkan kita semua disini terkait, seperti puzzle, dengan suatu maksud. </p>
	<p>Baik, buruk, senang, sedih, dosa, dihadirkan dengan suatu maksud&#8230;tapi karena pandangan mata manusia terbatas.. kita masih suka sedih dan bertanya2..mungkin karena itu kita berjalan ya.. </p>
	<p>awalnya setiap pejalan memulai perjalanan pasti untuk mencari makna. Mengenggam substansi dari tiap peristiwa yang dihadirkan di mejanya.  </p>
	<p>ttg tariqat dalam katolik itu menarik ya.. sebab  dalam Islam tariqat sebagai suatu tahapan bagi seorang pejalan untuk sampai pada Tuhannya. Proses pembersihan jiwa, raga. Bersiap menemui sang Pencipta. Berusaha &#8220;mati&#8221; sebelum mati.<br />
&#8220;Bangun&#8221; dari ilusi di dunia ini sebelum dibangunkan.  </p>
	<p>Apa mas andreas ikut tariqat jesuit? </p>
	<p>ps: tolong aku diingatkan kalo salah ya..:))
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: dimas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1558</link>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 19:50:30 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1558</guid>
					<description>&quot;We are the family of God&quot; begitu kata sheikh Bawa Muhaiyaddeen :-)
Salam kenal ya mas Andreas :-D
Kita semua di sini sama-sama belajar untuk mengenal diri dan mengenal siapa Pencipta kita :-)

*mas Herry pinjam bukunya donk :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>&#8220;We are the family of God&#8221; begitu kata sheikh Bawa Muhaiyaddeen <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Salam kenal ya mas Andreas <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /><br />
Kita semua di sini sama-sama belajar untuk mengenal diri dan mengenal siapa Pencipta kita <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>*mas Herry pinjam bukunya donk  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1556</link>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 16:59:21 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1556</guid>
					<description>Wah, Mas Andreas, saya yang terima kasih atas segala waktunya berkunjung ke sini :smile:

Saya pribadi juga sangat menikmati beberapa khazanah katolik, diantaranya tulisan-tulisan Anthony De Mello.

Buku &lt;em&gt;Anak Bajang Menggiring Angin&lt;/em&gt;-nya Sindhunata adalah buku yang luar biasa :smile: di sana tergambarkan tahapan-tahapan transformasi seorang manusia.. kami semua menyukai buku itu (saking sukanya, buku itu nyaris meningkat statusnya seakan-akan jadi bacaan wajib buat kami, hehehe). Dan, di buku itu juga ada sedikit kisah mengenai buku sastra jendra.

Makasih sekali lagi, saudaraku. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Wah, Mas Andreas, saya yang terima kasih atas segala waktunya berkunjung ke sini  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Saya pribadi juga sangat menikmati beberapa khazanah katolik, diantaranya tulisan-tulisan Anthony De Mello.</p>
	<p>Buku <em>Anak Bajang Menggiring Angin</em>-nya Sindhunata adalah buku yang luar biasa  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />  di sana tergambarkan tahapan-tahapan transformasi seorang manusia.. kami semua menyukai buku itu (saking sukanya, buku itu nyaris meningkat statusnya seakan-akan jadi bacaan wajib buat kami, hehehe). Dan, di buku itu juga ada sedikit kisah mengenai buku sastra jendra.</p>
	<p>Makasih sekali lagi, saudaraku.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ANDREAS</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1555</link>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 16:41:26 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1555</guid>
					<description>o..ya lupa...aku tertarik di blog ini karena pengasuhnya rendah hati....saluuut...saudara semua itu pinter2...semoga selalu dalam lindungan ALLAH...pernah baca ANAK BAJANG MENGGIRING ANGIN? karangan SINDHUNATA? aku pengin lho bisa dikasih renungan setelah mas HERRY &amp;amp; mba' SISKA baca...kira2 apa yang bisa di share dengan saya...maaf klo serakah mau dikasih ilmu terus ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>o..ya lupa&#8230;aku tertarik di blog ini karena pengasuhnya rendah hati&#8230;.saluuut&#8230;saudara semua itu pinter2&#8230;semoga selalu dalam lindungan ALLAH&#8230;pernah baca ANAK BAJANG MENGGIRING ANGIN? karangan SINDHUNATA? aku pengin lho bisa dikasih renungan setelah mas HERRY &amp; mba&#8217; SISKA baca&#8230;kira2 apa yang bisa di share dengan saya&#8230;maaf klo serakah mau dikasih ilmu terus ya&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ANDREAS</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1554</link>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 16:18:40 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1554</guid>
					<description>memang ada tareqat religius di iman katolik...mungkin banyak sekali...tareqat berdasarkan aturan yang ditulis oleh pendiri tareqat...tapi semua bermuara pada iman yang diyakini oleh semua orang katolik...mungkin salah satunya adalah JESUIT...para JESUIT ini seperti para sufi...mereka bermeditasi dalam setiap aktifitas yang dijalani...mereka berefleksi&amp;amp;kontempelasi pada setiap pekekerjaan yang dijalani...sesuai yang diajarkan santo ignatius dari loyola pendiri JESUIT...pada tahun 2000 kemarin kami orang katolik meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan GEREJA ketika perang salib...serta pada galileo galilei dengan teori heliosentris yang ditentang oleh gereja waktu itu...terima kasih mba' Siska...atas persaudaraan ini...saya pasti selalu baca koq semua artikel yang ada di blog ini...semoga kita bisa menghadirkan persaudaraan sejati...salam hormat saya</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>memang ada tareqat religius di iman katolik&#8230;mungkin banyak sekali&#8230;tareqat berdasarkan aturan yang ditulis oleh pendiri tareqat&#8230;tapi semua bermuara pada iman yang diyakini oleh semua orang katolik&#8230;mungkin salah satunya adalah JESUIT&#8230;para JESUIT ini seperti para sufi&#8230;mereka bermeditasi dalam setiap aktifitas yang dijalani&#8230;mereka berefleksi&amp;kontempelasi pada setiap pekekerjaan yang dijalani&#8230;sesuai yang diajarkan santo ignatius dari loyola pendiri JESUIT&#8230;pada tahun 2000 kemarin kami orang katolik meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan GEREJA ketika perang salib&#8230;serta pada galileo galilei dengan teori heliosentris yang ditentang oleh gereja waktu itu&#8230;terima kasih mba&#8217; Siska&#8230;atas persaudaraan ini&#8230;saya pasti selalu baca koq semua artikel yang ada di blog ini&#8230;semoga kita bisa menghadirkan persaudaraan sejati&#8230;salam hormat saya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: siska</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1553</link>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 16:01:47 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1553</guid>
					<description>terimakasih juga mas andreas.. 
senang sekali kalo mas andreas bisa merasa lebih dekat pada Tuhan.. itu keinginan kita semua kan... please come again and share your thought.. btw, saya pernah diterangkan sama seorang teman yang juga katolik, kalau di katolik juga ada &quot;tariqat&quot;  ya? tapi untuk para pendeta.. mungkin mas andreas bisa menerangkan lebih jauh..
salaam...  </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>terimakasih juga mas andreas..<br />
senang sekali kalo mas andreas bisa merasa lebih dekat pada Tuhan.. itu keinginan kita semua kan&#8230; please come again and share your thought.. btw, saya pernah diterangkan sama seorang teman yang juga katolik, kalau di katolik juga ada &#8220;tariqat&#8221;  ya? tapi untuk para pendeta.. mungkin mas andreas bisa menerangkan lebih jauh..<br />
salaam&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ANDREAS</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1551</link>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 14:38:37 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1551</guid>
					<description>saya sangat menikmati segala artikel yang ada di blog ini, mas hery ,mbak siska ,alfathri adlin dan semua yang menyumbang tulisan disini, saya sangat menikmati serta menambah keimanan sebagai orang katolik sangat diperkaya, menambah rasa khusuk dalam setiap ibadahku...terima kasiiih sekali...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>saya sangat menikmati segala artikel yang ada di blog ini, mas hery ,mbak siska ,alfathri adlin dan semua yang menyumbang tulisan disini, saya sangat menikmati serta menambah keimanan sebagai orang katolik sangat diperkaya, menambah rasa khusuk dalam setiap ibadahku&#8230;terima kasiiih sekali&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: laras</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1505</link>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 12:16:51 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1505</guid>
					<description>&quot;Ngulat saliro hangroso wani&quot; saya rasa yang lebih mengenal diri itu para salik ilmu kedokteran / psikologi. para sesepuh / wali sangat mengerti diri dan sanggup memetakan tubuh. benerkan, jantung hati dll beliau paham. 
salam pencerahan untuk menyongsong kebangkitan diri dan nasional ke 100x. nuwun</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>&#8220;Ngulat saliro hangroso wani&#8221; saya rasa yang lebih mengenal diri itu para salik ilmu kedokteran / psikologi. para sesepuh / wali sangat mengerti diri dan sanggup memetakan tubuh. benerkan, jantung hati dll beliau paham.<br />
salam pencerahan untuk menyongsong kebangkitan diri dan nasional ke 100x. nuwun
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1473</link>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 06:17:15 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1473</guid>
					<description>wali ketemu wali?
&quot;wali murid ketemu wali kelas&quot;:mrgreen: </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>wali ketemu wali?<br />
&#8220;wali murid ketemu wali kelas&#8221; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: mastoor</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1472</link>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 20:09:47 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1472</guid>
					<description>cukup menarik dan mengesankan apalagi mewalikan yang sudah wali
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>cukup menarik dan mengesankan apalagi mewalikan yang sudah wali
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: arnol</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1465</link>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 12:29:35 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1465</guid>
					<description>Jadi...mari kita gali kembali kebijaksanaan dakwah para wali yg sesuai dgn keluhuran budaya nusantara....dan menerapkannya mulai pada diri kita dan keluarga.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Jadi&#8230;mari kita gali kembali kebijaksanaan dakwah para wali yg sesuai dgn keluhuran budaya nusantara&#8230;.dan menerapkannya mulai pada diri kita dan keluarga.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: arnol</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1464</link>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 12:25:50 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1464</guid>
					<description>dakwah ala wahabi &amp;amp; ikhwanul muslimin justru berkembang pesat dewasa ini. mengapa bisa begitu? padahal selain dakwah Islam mereka juga (secara sengaja atau tidak) menyebar budaya arab yg kontra dgn mayoritas budaya nusantara.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>dakwah ala wahabi &amp; ikhwanul muslimin justru berkembang pesat dewasa ini. mengapa bisa begitu? padahal selain dakwah Islam mereka juga (secara sengaja atau tidak) menyebar budaya arab yg kontra dgn mayoritas budaya nusantara.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: khalisha</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1463</link>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 16:14:15 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1463</guid>
					<description>Menurut saya Walisongo sangat berhasil mendakwahkan ajaran Islam tanpa menghancurkan budaya lokal. Hasilnya orang Indonesia bisa menerima ajaran Islam dengan damai.

Dulu saya menganggap dakwah Walisongo menghasilkan ajaran sinkretisme. Tapi setelah wawasan bertambah, saya sangat menghargai jasa Walisongo yang dengan metode dakwah yang bijaksana dengan menggunakan simbol2 budaya lokal berhasil mendakwahkan ajaran Islam. Coba kalau Islam didakwahkan dengan metode dakwah ala wahabi yang keras dan kaku, barangkali cuma sebagian kecil yang masuk Islam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Menurut saya Walisongo sangat berhasil mendakwahkan ajaran Islam tanpa menghancurkan budaya lokal. Hasilnya orang Indonesia bisa menerima ajaran Islam dengan damai.</p>
	<p>Dulu saya menganggap dakwah Walisongo menghasilkan ajaran sinkretisme. Tapi setelah wawasan bertambah, saya sangat menghargai jasa Walisongo yang dengan metode dakwah yang bijaksana dengan menggunakan simbol2 budaya lokal berhasil mendakwahkan ajaran Islam. Coba kalau Islam didakwahkan dengan metode dakwah ala wahabi yang keras dan kaku, barangkali cuma sebagian kecil yang masuk Islam.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: arnol</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1462</link>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 12:24:47 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1462</guid>
					<description>Herry wrote:
Arnol, di Sumatra kan ada Hamzah Fanzhuri, dan Nuruddin Ar-Raniri? :wink:

Arnol:
Wah Kang...saya cuma pernah denger namanya aja. dikalangan orang awam tokoh2 sufi gak begitu dikenal. biasanya tiap daerah punya tokoh sendiri, tapi paling orang2 dari dari tersebut yg kenal. kecuali buya HAMKA, siapa sih yg gak kenal. di SUmatra Barat, biasanya suluk (bahasa minangnya suluak) itu melekat pada filosofi silat Kang...

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Herry wrote:<br />
Arnol, di Sumatra kan ada Hamzah Fanzhuri, dan Nuruddin Ar-Raniri?  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Arnol:<br />
Wah Kang&#8230;saya cuma pernah denger namanya aja. dikalangan orang awam tokoh2 sufi gak begitu dikenal. biasanya tiap daerah punya tokoh sendiri, tapi paling orang2 dari dari tersebut yg kenal. kecuali buya HAMKA, siapa sih yg gak kenal. di SUmatra Barat, biasanya suluk (bahasa minangnya suluak) itu melekat pada filosofi silat Kang&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1458</link>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 19:24:02 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1458</guid>
					<description>Lir-ilir.. Sunan Bonang apa Kalijaga ya? Seingat saya sih Sunan Kalijaga.

Arnol, di Sumatra kan ada Hamzah Fanzhuri, dan Nuruddin Ar-Raniri? :wink:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Lir-ilir.. Sunan Bonang apa Kalijaga ya? Seingat saya sih Sunan Kalijaga.</p>
	<p>Arnol, di Sumatra kan ada Hamzah Fanzhuri, dan Nuruddin Ar-Raniri?  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1457</link>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 19:23:12 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1457</guid>
					<description>prasaan ada yang aneh deh...:roll: kok banyak budaya jawa...yang &quot;melekat&quot;kepada saya..yah:oops:..padahal saya cuma mlewatkan -+3thn di magelang..besar..di Makasar..tapi..akhir akhir ini kok masa kecil terasa di&quot; rewind&quot; dengan jelas ...:mrgreen:..semoga ini suatu &quot;hikmah&quot; yang harus di pelajari:cool:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>prasaan ada yang aneh deh&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' />  kok banyak budaya jawa&#8230;yang &#8220;melekat&#8221;kepada saya..yah <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> ..padahal saya cuma mlewatkan -+3thn di magelang..besar..di Makasar..tapi..akhir akhir ini kok masa kecil terasa di&#8221; rewind&#8221; dengan jelas &#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> ..semoga ini suatu &#8220;hikmah&#8221; yang harus di pelajari <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cool.gif' alt=':cool:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1456</link>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 19:16:47 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2008/04/01/menemukan-cermin-diri-pada-ajaran-para-wali/#comment-1456</guid>
					<description>:cry:hiks ..dahulu..waktu masih kecil sering didendangkan kalo lagi rewel oleh seorang sepuh..tapi saya sudah lupa namanya..hiks:cry:..semoga Allah merahmati beliau:mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p> <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> hiks ..dahulu..waktu masih kecil sering didendangkan kalo lagi rewel oleh seorang sepuh..tapi saya sudah lupa namanya..hiks <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> ..semoga Allah merahmati beliau <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
