<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Benarkah Manusia Adalah Makhluk Yang Paling Mulia (Mengenal Diri, Mengenal Allah dan Ruh Al-Quds).</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 10:07:00 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: gurandille</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1708</link>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 03:27:42 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1708</guid>
					<description>@herry 
&quot;....sedangkan manusia selain mereka, untuk dapat dianugerahi Ruh Al-Quds, harus melewati perjuangan diri. Mereka harus membuktikan pada Allah bahwa mereka layak untuk dianugerahi ‘unsur’ yang paling agung yang bisa didapatkan oleh makhluk ke dalam jiwanya.&quot;

dari statement diatas Logika saya menangkap bahwa, setelah manusia lahir kedunia, nantinya masih akan  ada kegiatan penganugerahan ruh lagi (Ruh al Quds) dan tentu saja itu akan terjadi pada manusia setelah masa aqil baligh, karena perjuangan baru mungkin bisa dilakukan pada masa itu, gitu kan ..?  Ehm... terus gimana ya mas penjelasan mengenai manusia yang tidak sempat melakukan perjuangan karena berpulang kepadaNYA sebelum mencapai aqil baligh ? bukankah mereka termasuk golongan yang tidak dihisab ? 

Bagaimana pengertian dari &quot;...Kholaqol Insana fii ahsani taqwiim&quot; ..?

Mengenai @H:neutral::sad:erry &quot; .... Yang akan menghadapi dajjal kelak adalah Nabi Isa as di akhir zaman. ......., 
hanya Nabi Isa-lah satu-satunya orang yang oleh Allah diberi kehormatan sebagai manusia yang memiliki Ruh Al-Quds ....... Menghadapi dajjal adalah hak Nabi Isa a.s.&quot;  

saya masih kesulitan memahami hal hal sebagai berikut :
Terkesan bahwa tugas Nabiullah Muhammad, SAW  tidak tuntas dalam misinya, karena masih ada &quot;pending job&quot; membunuh Dajjal yang notabene tidak bisa beliau lakukan

dan apakah ini tidak bertentangan dengan Firman Allah yang mengatakan bahwa beliau adalah Nabi (Penutup) akhir Zaman (KATAMUL AMBIYYA')  ?

mungkin saya tidak bisa memahami dengan baik tulisan Mas Herry dan/atau menyampaikan pertanyaan dengan baik, mohon mas Hery dapat memaklumi dan bersedia memberikan pencerahan.
terimakasih
salam :cry:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@herry<br />
&#8220;&#8230;.sedangkan manusia selain mereka, untuk dapat dianugerahi Ruh Al-Quds, harus melewati perjuangan diri. Mereka harus membuktikan pada Allah bahwa mereka layak untuk dianugerahi ‘unsur’ yang paling agung yang bisa didapatkan oleh makhluk ke dalam jiwanya.&#8221;</p>
	<p>dari statement diatas Logika saya menangkap bahwa, setelah manusia lahir kedunia, nantinya masih akan  ada kegiatan penganugerahan ruh lagi (Ruh al Quds) dan tentu saja itu akan terjadi pada manusia setelah masa aqil baligh, karena perjuangan baru mungkin bisa dilakukan pada masa itu, gitu kan ..?  Ehm&#8230; terus gimana ya mas penjelasan mengenai manusia yang tidak sempat melakukan perjuangan karena berpulang kepadaNYA sebelum mencapai aqil baligh ? bukankah mereka termasuk golongan yang tidak dihisab ? </p>
	<p>Bagaimana pengertian dari &#8220;&#8230;Kholaqol Insana fii ahsani taqwiim&#8221; ..?</p>
	<p>Mengenai @H <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':neutral:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_sad.gif' alt=':sad:' class='wp-smiley' /> erry &#8221; &#8230;. Yang akan menghadapi dajjal kelak adalah Nabi Isa as di akhir zaman. &#8230;&#8230;.,<br />
hanya Nabi Isa-lah satu-satunya orang yang oleh Allah diberi kehormatan sebagai manusia yang memiliki Ruh Al-Quds &#8230;&#8230;. Menghadapi dajjal adalah hak Nabi Isa a.s.&#8221;  </p>
	<p>saya masih kesulitan memahami hal hal sebagai berikut :<br />
Terkesan bahwa tugas Nabiullah Muhammad, SAW  tidak tuntas dalam misinya, karena masih ada &#8220;pending job&#8221; membunuh Dajjal yang notabene tidak bisa beliau lakukan</p>
	<p>dan apakah ini tidak bertentangan dengan Firman Allah yang mengatakan bahwa beliau adalah Nabi (Penutup) akhir Zaman (KATAMUL AMBIYYA&#8217;)  ?</p>
	<p>mungkin saya tidak bisa memahami dengan baik tulisan Mas Herry dan/atau menyampaikan pertanyaan dengan baik, mohon mas Hery dapat memaklumi dan bersedia memberikan pencerahan.<br />
terimakasih<br />
salam  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: sarisal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1704</link>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 13:51:54 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1704</guid>
					<description>Mas herry ...
Bukankah manusia sejak di dalam rahim ibunya sudah di tiup kan Ruh-Nya Allah, dan Allah tidak pernah menciptakan Ruh tetapi meniupkannya kedalam jasad. Jadi menurut saya antara Nabi dan Manusia biasa sama-sama ada percikan Ruh-Nya Allah dan tidak perlu perjuangan agar ALLAH menganugerahkan kita Ruh Al-Quds. Tetapi sebagaimana yg telah di katakan oleh Nabi Kita Nabi Muhammad SAW : “Man arafa nafsahu, faqad arafa Rabbahu,” Barangsiapa yang mengenal diri sejatinya, maka ia mengenal Tuhannya. kalau menurut saya yg perlu di perjuangkan adalah bagaimana kita bisa mencari siapa kita. sebab barang siapa buta di dunia maka niscayah dia akhirat dia juga akan jauh lebih buta. jika kita buta di akhirat bagaimana kita akan bertemu dan pulang kepada Allah?. Mohon maaf kalau tanggapan saya salah, ilmu yg saya miliki jauh sekali di bawah ilmunya Mas herry. Mohon Penjelasannya Mas....:cry:

Jazakumullah
By sarisal / 12 Augutus 2008</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mas herry &#8230;<br />
Bukankah manusia sejak di dalam rahim ibunya sudah di tiup kan Ruh-Nya Allah, dan Allah tidak pernah menciptakan Ruh tetapi meniupkannya kedalam jasad. Jadi menurut saya antara Nabi dan Manusia biasa sama-sama ada percikan Ruh-Nya Allah dan tidak perlu perjuangan agar ALLAH menganugerahkan kita Ruh Al-Quds. Tetapi sebagaimana yg telah di katakan oleh Nabi Kita Nabi Muhammad SAW : “Man arafa nafsahu, faqad arafa Rabbahu,” Barangsiapa yang mengenal diri sejatinya, maka ia mengenal Tuhannya. kalau menurut saya yg perlu di perjuangkan adalah bagaimana kita bisa mencari siapa kita. sebab barang siapa buta di dunia maka niscayah dia akhirat dia juga akan jauh lebih buta. jika kita buta di akhirat bagaimana kita akan bertemu dan pulang kepada Allah?. Mohon maaf kalau tanggapan saya salah, ilmu yg saya miliki jauh sekali di bawah ilmunya Mas herry. Mohon Penjelasannya Mas&#8230;. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Jazakumullah<br />
By sarisal / 12 Augutus 2008
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: m. romzie abduh</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1690</link>
		<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 14:30:20 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1690</guid>
					<description>Sekedar mengingatkan, hati-hati dalam membahas masalah ini, pertama pembahas mesti menguasai betul, kedua sering timbul fitnah (masalah-masalah baru) atau salah interpretasi    </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sekedar mengingatkan, hati-hati dalam membahas masalah ini, pertama pembahas mesti menguasai betul, kedua sering timbul fitnah (masalah-masalah baru) atau salah interpretasi
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: hamba sahaya</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1546</link>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 12:42:37 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1546</guid>
					<description>perbendaharaan tersembunyi ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>perbendaharaan tersembunyi ?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: aku</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1248</link>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 00:36:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1248</guid>
					<description>syariat mengakui hakikat..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>syariat mengakui hakikat..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: aku</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1247</link>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 00:35:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1247</guid>
					<description>syariat mengakui hakikat..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>syariat mengakui hakikat..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: aku</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1246</link>
		<pubDate>Wed, 20 Feb 2008 00:31:59 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-1246</guid>
					<description>sifat menyembah zat..
PATUH PADA YANG HAK..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>sifat menyembah zat..<br />
PATUH PADA YANG HAK..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: shukov</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-975</link>
		<pubDate>Sat, 18 Aug 2007 23:58:02 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-975</guid>
					<description>penngertian  permintaan untuk sujud kepada Adam, menurut pengertian saya bukanlah sujud seperti dalam shalat, melainkan suatu perintah taat mengikuti Adam. Alllah maha adil, dia juga memberikan rakhmat tidak terbatas kepada siapapun, tidak terkecuali kepada iblis pun , akan tetapi iblis menolaknya !.
Jadi manaka kita menolak untuk taat Allah swt dan RasulNya yaa posisi nya sama dong dengan iblis ....:wink:
wallahualam bis sawab</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>penngertian  permintaan untuk sujud kepada Adam, menurut pengertian saya bukanlah sujud seperti dalam shalat, melainkan suatu perintah taat mengikuti Adam. Alllah maha adil, dia juga memberikan rakhmat tidak terbatas kepada siapapun, tidak terkecuali kepada iblis pun , akan tetapi iblis menolaknya !.<br />
Jadi manaka kita menolak untuk taat Allah swt dan RasulNya yaa posisi nya sama dong dengan iblis &#8230;. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /><br />
wallahualam bis sawab
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: kelana</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-906</link>
		<pubDate>Fri, 27 Jul 2007 09:38:33 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-906</guid>
					<description>Pembahasannya cukup menarik. Yang kurang barangkali contoh-contoh orang/ insan yang telah memahami ruh al-quds, seperti misalnya apakah &quot;Ashabul Kahfi&quot; telah memiliki ruh al-quds karena dia telah berjuang melawan penguasa yang zalim? Apakah Para Khalifah termasuk mereka yang telah memiliki ruh al-quds, sebab tidak pernah terdengar berita atau kabar bahwa mereka memberi informasi pernah berbincang dengan Tuhan? Atau apakah Ruh Al-Quds adalah rahasia tersembunyi yang tidak mungkin dibahas kecuali antara sihamba &quot;Al Quds&quot; dengan Tuhan. Wallahualam bisshowab</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Pembahasannya cukup menarik. Yang kurang barangkali contoh-contoh orang/ insan yang telah memahami ruh al-quds, seperti misalnya apakah &#8220;Ashabul Kahfi&#8221; telah memiliki ruh al-quds karena dia telah berjuang melawan penguasa yang zalim? Apakah Para Khalifah termasuk mereka yang telah memiliki ruh al-quds, sebab tidak pernah terdengar berita atau kabar bahwa mereka memberi informasi pernah berbincang dengan Tuhan? Atau apakah Ruh Al-Quds adalah rahasia tersembunyi yang tidak mungkin dibahas kecuali antara sihamba &#8220;Al Quds&#8221; dengan Tuhan. Wallahualam bisshowab
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-885</link>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 16:34:04 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-885</guid>
					<description>@syahru

iya..ya syahru...
tapi kesan saya koq enggga ngenali..herry dan dana juga, apa karena tongkrongannya masih muda...sehingga perlu dijelaskan seperti itu...
menurut pendapat saya, herry dan dana sudah dipenyaksiin, diskusi yg saling jegal dengan pura-pura engga ngerti, hanya memperaya partikel yg sudah ada...
kalau engga keberatan yo diskusi aja...kan kalau sudah menyaksikan Sang Ilmu...bedanyakan hanya kesepahaman...:wink:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@syahru</p>
	<p>iya..ya syahru&#8230;<br />
tapi kesan saya koq enggga ngenali..herry dan dana juga, apa karena tongkrongannya masih muda&#8230;sehingga perlu dijelaskan seperti itu&#8230;<br />
menurut pendapat saya, herry dan dana sudah dipenyaksiin, diskusi yg saling jegal dengan pura-pura engga ngerti, hanya memperaya partikel yg sudah ada&#8230;<br />
kalau engga keberatan yo diskusi aja&#8230;kan kalau sudah menyaksikan Sang Ilmu&#8230;bedanyakan hanya kesepahaman&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: syahru</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-883</link>
		<pubDate>Fri, 20 Jul 2007 09:30:18 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-883</guid>
					<description>ada ilmu rahasia dan ada ilmu yg yg tidak rahasia(umum). Untuk menjelaskan tentang ruhul quds adalah memakai ilmu rahasia...dan tidak bisa di jelaskan oleh orang awam (gak level)...kecuali Allah megizinkan siapa juga bisa melihat Ruhul Quds. ilmu para wali adalah ilmu rahasaia...maknya ada perkataan&quot;hanya wali yg bisa mengenali para wali&quot; karena para wali menyandang ilmu rahasia. ilmu rahasia bisa didpt oleh siapa saja tergantung Allah SWT yg menghendakinya. dah hanya sedikit ilmu rahasia yg di berikan kepd manusia..Sabdanya &quot; tidak Aku beritahu tentang zat ku kecuali sedikit&quot;. maka jadilah kamu yg sedikit itu. Lebih mudah kita mengenal Allah dari pada kita mngenal para wali, krn para wali adalah manusai sama dengan kita dan dia tidak mau mnonjolkan diri, sedangkan Untuk Mengenal Allah sangat mudah, kita menghdap kemana aja disitu ada Allah, masa dulu, sekarang dan masa yg akan datang tidak akan berubah bentuk Nya, hanya satu tiada yg menyamainya, maha besar. sebenarnya pepatah&quot; semut di seberang lautan kelihatn gajah diplupuk mataa gak klihatan&quot; artinya yg kecil bisa kliatan sedang Allah yg MAHA BESAR tidak klihatan olehnya. knp bgitu..? yg jelas manusia itu blom dpt Rahmat dari Allah SWT untuk mendpt kan RUHUL QUDS...belajarlah dan cari terus sampe kelubang kubur klo masih bisa, agar kita bisa memulai beragama yg sempurna untuk mencari keridhoan Allah SWT..bukan mencari surga dan juga bukan menghindar dari neraka. Ridho Allah SWT satu-satunya yg kita cari dalam beribadah.....wassalmlkm wr.wb.:smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ada ilmu rahasia dan ada ilmu yg yg tidak rahasia(umum). Untuk menjelaskan tentang ruhul quds adalah memakai ilmu rahasia&#8230;dan tidak bisa di jelaskan oleh orang awam (gak level)&#8230;kecuali Allah megizinkan siapa juga bisa melihat Ruhul Quds. ilmu para wali adalah ilmu rahasaia&#8230;maknya ada perkataan&#8221;hanya wali yg bisa mengenali para wali&#8221; karena para wali menyandang ilmu rahasia. ilmu rahasia bisa didpt oleh siapa saja tergantung Allah SWT yg menghendakinya. dah hanya sedikit ilmu rahasia yg di berikan kepd manusia..Sabdanya &#8221; tidak Aku beritahu tentang zat ku kecuali sedikit&#8221;. maka jadilah kamu yg sedikit itu. Lebih mudah kita mengenal Allah dari pada kita mngenal para wali, krn para wali adalah manusai sama dengan kita dan dia tidak mau mnonjolkan diri, sedangkan Untuk Mengenal Allah sangat mudah, kita menghdap kemana aja disitu ada Allah, masa dulu, sekarang dan masa yg akan datang tidak akan berubah bentuk Nya, hanya satu tiada yg menyamainya, maha besar. sebenarnya pepatah&#8221; semut di seberang lautan kelihatn gajah diplupuk mataa gak klihatan&#8221; artinya yg kecil bisa kliatan sedang Allah yg MAHA BESAR tidak klihatan olehnya. knp bgitu..? yg jelas manusia itu blom dpt Rahmat dari Allah SWT untuk mendpt kan RUHUL QUDS&#8230;belajarlah dan cari terus sampe kelubang kubur klo masih bisa, agar kita bisa memulai beragama yg sempurna untuk mencari keridhoan Allah SWT..bukan mencari surga dan juga bukan menghindar dari neraka. Ridho Allah SWT satu-satunya yg kita cari dalam beribadah&#8230;..wassalmlkm wr.wb. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-846</link>
		<pubDate>Wed, 11 Jul 2007 13:56:19 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-846</guid>
					<description>@herry, pembahasaan jawa dgn pendengaran &quot;otak-ati&quot;, sbg transportasi datangnya &quot;pengkabulan do'a, dari suatu do'a&quot;, termasuk bagiannya adalah &quot;perenungan&quot;,

@danalingga,  &quot;bagaimanakah kita dapat mengenali mereka yang sudah di tiupkan ruhnya? &quot;...apa perlu...????, Allah saja Yang Empunya Ruh, sangat jarang yg mau ngenalinya...apalagi bagian yg ditiupkan, &quot;kalau di Injil dikatakan mengenal Ruh dengan Ruh&quot; maka hakikatnya siapa yg mengenal siapa&quot;, 
dan ada kalimah lainnya &quot;hanya wali mengenal wali....&quot;..., yach hanya penggemar slank, yg benar mengenali musiknya...ya ngga... dan sesama penggemar kan mendiskusikannya dengan seru dan asik...., yg lain...munkin tinggal tungggu giliran perputaran kali...he..he</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@herry, pembahasaan jawa dgn pendengaran &#8220;otak-ati&#8221;, sbg transportasi datangnya &#8220;pengkabulan do&#8217;a, dari suatu do&#8217;a&#8221;, termasuk bagiannya adalah &#8220;perenungan&#8221;,</p>
	<p>@danalingga,  &#8220;bagaimanakah kita dapat mengenali mereka yang sudah di tiupkan ruhnya? &#8220;&#8230;apa perlu&#8230;????, Allah saja Yang Empunya Ruh, sangat jarang yg mau ngenalinya&#8230;apalagi bagian yg ditiupkan, &#8220;kalau di Injil dikatakan mengenal Ruh dengan Ruh&#8221; maka hakikatnya siapa yg mengenal siapa&#8221;,<br />
dan ada kalimah lainnya &#8220;hanya wali mengenal wali&#8230;.&#8221;&#8230;, yach hanya penggemar slank, yg benar mengenali musiknya&#8230;ya ngga&#8230; dan sesama penggemar kan mendiskusikannya dengan seru dan asik&#8230;., yg lain&#8230;munkin tinggal tungggu giliran perputaran kali&#8230;he..he
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-839</link>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 01:14:57 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-839</guid>
					<description>@ Mas Khairul: saya sepakat. Kita satu-satunya jenis makhluk yang diberi potensi untuk menjadi makhluk yang paling mulia di atas makhluk manapun juga. Tapi memang baru potensi, dan harus di-zahir-kan. Dan itulah jihad yang terbesar, jihad akbar sebagaimana sabda Rasul saw sepulang perang Badar.

:smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@ Mas Khairul: saya sepakat. Kita satu-satunya jenis makhluk yang diberi potensi untuk menjadi makhluk yang paling mulia di atas makhluk manapun juga. Tapi memang baru potensi, dan harus di-zahir-kan. Dan itulah jihad yang terbesar, jihad akbar sebagaimana sabda Rasul saw sepulang perang Badar.</p>
	<p> <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-838</link>
		<pubDate>Tue, 10 Jul 2007 01:07:12 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-838</guid>
					<description>@ zal : Saya kurang menangkap maksudnya, tapi dari yang dikemukakan itu, sependek pengetahuan saya, itu baru 'insan'. Menjadi 'insan' tidak sama dengan menjadi 'Insan yang mulia' di sisi Allah dan di mata alam semesta.

@ danalingga: bagaimana mengenalinya? 

Para insan kamil merupakan hamba Allah. Seorang hamba (budak) hanya taat secara mutlak pada tuannya. Sekeras apapun kita memanggil mereka, mereka tidak akan datang ke kita, karena kita bukan majikannya. Para budak hanya bisa ditemui dengan meminta ijin pada tuannya terlebih dahulu. Ini esensi tulisan &lt;a href=&quot;http://suluk.blogsome.com/2006/11/04/hes-the-one/&quot;&gt;&lt;b&gt;yang ini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.

Selama kedudukan kita di bawah mereka, kita tidak bisa mengenali mereka. Mereka baru bisa dikenali dengan jelas oleh orang-orang yang sejajar atau lebih tinggi tingkat kedekatannya kepada Allah. Atau, jika Allah sendiri yang memerintahkan untuk membuka siapa dirinya kepada kita. Mereka tidak butuh untuk dikenal manusia, kecuali pada orang-orang yang &lt;em&gt;--sungguh-sungguh--&lt;/em&gt; mencari Allah, maka Allah akan mempertemukan pencari-Nya itu dengan seorang Insan Kamil di zamannya, sebagai pertolongan dari Allah. 

Tapi, tanda-tandanya masih mungkin bisa dikenali dengan &lt;i&gt;lubb&lt;/i&gt; ('Aql jiwa, bukan akal jasad/rasio), oleh para ulil-albab, seperti pada &lt;a href=&quot;http://suluk.blogsome.com/2006/06/08/pengertian-ulil-albaab/&quot;&gt;&lt;b&gt;tulisan ini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://suluk.blogsome.com/2006/10/09/menemukan-al-muthahharuun-hamba-yang-disucikan/&quot;&gt;&lt;b&gt;tulisan ini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;.

Makasih, om zal dan om dana :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@ zal : Saya kurang menangkap maksudnya, tapi dari yang dikemukakan itu, sependek pengetahuan saya, itu baru &#8216;insan&#8217;. Menjadi &#8216;insan&#8217; tidak sama dengan menjadi &#8216;Insan yang mulia&#8217; di sisi Allah dan di mata alam semesta.</p>
	<p>@ danalingga: bagaimana mengenalinya? </p>
	<p>Para insan kamil merupakan hamba Allah. Seorang hamba (budak) hanya taat secara mutlak pada tuannya. Sekeras apapun kita memanggil mereka, mereka tidak akan datang ke kita, karena kita bukan majikannya. Para budak hanya bisa ditemui dengan meminta ijin pada tuannya terlebih dahulu. Ini esensi tulisan <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/11/04/hes-the-one/"><b>yang ini</b></a>.</p>
	<p>Selama kedudukan kita di bawah mereka, kita tidak bisa mengenali mereka. Mereka baru bisa dikenali dengan jelas oleh orang-orang yang sejajar atau lebih tinggi tingkat kedekatannya kepada Allah. Atau, jika Allah sendiri yang memerintahkan untuk membuka siapa dirinya kepada kita. Mereka tidak butuh untuk dikenal manusia, kecuali pada orang-orang yang <em>&#8211;sungguh-sungguh&#8211;</em> mencari Allah, maka Allah akan mempertemukan pencari-Nya itu dengan seorang Insan Kamil di zamannya, sebagai pertolongan dari Allah. </p>
	<p>Tapi, tanda-tandanya masih mungkin bisa dikenali dengan <i>lubb</i> (&#8217;Aql jiwa, bukan akal jasad/rasio), oleh para ulil-albab, seperti pada <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/06/08/pengertian-ulil-albaab/"><b>tulisan ini</b></a> dan <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/10/09/menemukan-al-muthahharuun-hamba-yang-disucikan/"><b>tulisan ini</b></a>.</p>
	<p>Makasih, om zal dan om dana <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: khairulu</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-834</link>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2007 09:15:35 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-834</guid>
					<description>saya termasuk percaya bahwa dalam alam semesta yang sangat luas ini sangat mungkin diciptakan makhluk lain yang 'mirip' kita di ujung lain sana. (sangat mungkin artinya tidak pasti, tapi bisa saja ada)

Bumi kita saja sudah memiliki 3 periode kemakhlukan : jaman dinosaurus -lalu punah, jaman phitecantropus erctus -punah juga, lalu jaman kita.

Dan kita bukanlah makhluk termulia, kita cuma diciptakan dengan potensi kemuliaan.

Allah swt juga kuasa untuk menciptakan makhluk2 lain setelah masa kita lewat.

Apapun semua itu, yang paling relevan adalah apakah kita berhasil melalui ujian Allah swt dengan potensi kemuliaan yang dikaruniakan itu. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>saya termasuk percaya bahwa dalam alam semesta yang sangat luas ini sangat mungkin diciptakan makhluk lain yang &#8216;mirip&#8217; kita di ujung lain sana. (sangat mungkin artinya tidak pasti, tapi bisa saja ada)</p>
	<p>Bumi kita saja sudah memiliki 3 periode kemakhlukan : jaman dinosaurus -lalu punah, jaman phitecantropus erctus -punah juga, lalu jaman kita.</p>
	<p>Dan kita bukanlah makhluk termulia, kita cuma diciptakan dengan potensi kemuliaan.</p>
	<p>Allah swt juga kuasa untuk menciptakan makhluk2 lain setelah masa kita lewat.</p>
	<p>Apapun semua itu, yang paling relevan adalah apakah kita berhasil melalui ujian Allah swt dengan potensi kemuliaan yang dikaruniakan itu. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: danalingga</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-831</link>
		<pubDate>Sat, 07 Jul 2007 09:04:03 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-831</guid>
					<description>Dan bagaimanakah kita dapat mengenali mereka yang sudah di tiupkan ruhnya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Dan bagaimanakah kita dapat mengenali mereka yang sudah di tiupkan ruhnya?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-830</link>
		<pubDate>Sat, 07 Jul 2007 01:02:13 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/07/05/benarkah-manusia-adalah-makhluk-yang-paling-mulia-2/#comment-830</guid>
					<description>@Mas Her, jika  &quot;Jadi kurang tepat jika kita mengatakan dengan serta-merta bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia di alam semesta&quot;, berada pada surah terakhir &quot;manusia, adalah yang sudah berlindung pada Rajanya manusia&quot;, itu sudah tepat disebut mulia
Yang Allah ciptakan, dan dicurigai malaikat akan melakukan pertumpahan darah malaikat menyebutnya &quot;orang&quot;,
kaitan lainnya Allah menyebutkan, &quot;setelah aku sempurnakan kejadiannya, kutiupkan sebagian ruhKU&quot; inilah manusia..., karena telah hidupnya setelah matinya....mohon maaf jika salah </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@Mas Her, jika  &#8220;Jadi kurang tepat jika kita mengatakan dengan serta-merta bahwa manusia adalah makhluk yang paling mulia di alam semesta&#8221;, berada pada surah terakhir &#8220;manusia, adalah yang sudah berlindung pada Rajanya manusia&#8221;, itu sudah tepat disebut mulia<br />
Yang Allah ciptakan, dan dicurigai malaikat akan melakukan pertumpahan darah malaikat menyebutnya &#8220;orang&#8221;,<br />
kaitan lainnya Allah menyebutkan, &#8220;setelah aku sempurnakan kejadiannya, kutiupkan sebagian ruhKU&#8221; inilah manusia&#8230;, karena telah hidupnya setelah matinya&#8230;.mohon maaf jika salah
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
