<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Kenapa Al-Qur&#8217;an Tidak Jelas Sistematikanya?</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 21:31:38 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: GURANDILLE</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1672</link>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 15:02:28 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1672</guid>
					<description>hehehe... iya.. mas Her..
tks ya </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>hehehe&#8230; iya.. mas Her..<br />
tks ya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1671</link>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 12:44:57 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1671</guid>
					<description>Monggo :) eh, Al-Qur'a&lt;i&gt;nul&lt;/i&gt; Karim, kali?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Monggo <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  eh, Al-Qur&#8217;a<i>nul</i> Karim, kali?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: gurandille</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1670</link>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2008 09:18:36 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1670</guid>
					<description>maaf ada revisi dikit ..:lol:
Alqur’an nur karim diawali dengan surat fatihah (pembuka) diakhiri dengan surat Anass (Manusia) sehingga Alquran merupakan kita Pembuka Rahasia Manusia, agar dapat mengenal Tuhannya, “Barang siapa mengenal jiwa (diri) nya maka ia akan mengenal Tuhannya” MAN 'AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU”  apakah itu bukan kitab yang sistematik..?

Ass Kang Herry, mohon maaf nyelonong nich, walaupun telat, tapi pengin juga urun rembug, Met Kenal .. baru tau blog ini.
Alhamdulillah saya seneng banget dg isi blog ini serta member membernya.
wass wrwb </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>maaf ada revisi dikit .. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
Alqur’an nur karim diawali dengan surat fatihah (pembuka) diakhiri dengan surat Anass (Manusia) sehingga Alquran merupakan kita Pembuka Rahasia Manusia, agar dapat mengenal Tuhannya, “Barang siapa mengenal jiwa (diri) nya maka ia akan mengenal Tuhannya” MAN &#8216;AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA ROBBAHU”  apakah itu bukan kitab yang sistematik..?</p>
	<p>Ass Kang Herry, mohon maaf nyelonong nich, walaupun telat, tapi pengin juga urun rembug, Met Kenal .. baru tau blog ini.<br />
Alhamdulillah saya seneng banget dg isi blog ini serta member membernya.<br />
wass wrwb
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: gurandille</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1669</link>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 20:11:53 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1669</guid>
					<description>Alqur’an nur karim diawali dengan surat fatihah (pembuka) diakhiri dengan surat Anass (Manusia)  sehingga Alquran merupakan kita Pembuka Rahasia Manusia, agar dapat mengenal Tuhannya, “Barang siapa mengenal jiwa (diri) nya maka ia akan mengenal Tuhannya” MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA NAFSAHU”  apakah itu bukan kitab yang sistematik..?

Ass Kang Herry, mohon maaf nyelonong nich, walaupun telat, tapi pengin juga urun rembug, Met Kenal .. baru tau blog ini.
Alhamdulillah saya seneng banget dg isi blog ini serta member membernya.
wass wrwb</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Alqur’an nur karim diawali dengan surat fatihah (pembuka) diakhiri dengan surat Anass (Manusia)  sehingga Alquran merupakan kita Pembuka Rahasia Manusia, agar dapat mengenal Tuhannya, “Barang siapa mengenal jiwa (diri) nya maka ia akan mengenal Tuhannya” MAN AROFA NAFSAHU FAQOD AROFA NAFSAHU”  apakah itu bukan kitab yang sistematik..?</p>
	<p>Ass Kang Herry, mohon maaf nyelonong nich, walaupun telat, tapi pengin juga urun rembug, Met Kenal .. baru tau blog ini.<br />
Alhamdulillah saya seneng banget dg isi blog ini serta member membernya.<br />
wass wrwb
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: gurandille</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1668</link>
		<pubDate>Tue, 15 Jul 2008 20:04:49 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1668</guid>
					<description>:lol: test </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p> <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  test
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: anginsubuh</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1183</link>
		<pubDate>Sun, 13 Jan 2008 08:41:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1183</guid>
					<description>Shalom, Salam, Shlama   :smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Shalom, Salam, Shlama    <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: onohaw</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1124</link>
		<pubDate>Sun, 25 Nov 2007 23:17:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-1124</guid>
					<description>seingat saya urutan ayat-ayat Quran yang kita kenal saat ini adalah hasil usaha penyeragaman Usman bin Affan. Tadinya ada 8 versi, tapi beliau memilih salah satu dan dijadikan standar. Tapi itu katanya sih :oops:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>seingat saya urutan ayat-ayat Quran yang kita kenal saat ini adalah hasil usaha penyeragaman Usman bin Affan. Tadinya ada 8 versi, tapi beliau memilih salah satu dan dijadikan standar. Tapi itu katanya sih  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ning</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-931</link>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 11:29:14 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-931</guid>
					<description>walaupun al quran [kesannya] tidak beraturan, tapi kalau terus dicoba untuk direnungi, eh, lama-lama hati jadi tentram… al quran memang ajaib …:smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>walaupun al quran [kesannya] tidak beraturan, tapi kalau terus dicoba untuk direnungi, eh, lama-lama hati jadi tentram… al quran memang ajaib … <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: agustinus</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-817</link>
		<pubDate>Sat, 30 Jun 2007 10:30:27 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-817</guid>
					<description>Assalamualaikum, Wr.Wb
Saudara Wisnu.
Setiap penciptaan sesuatu pasti ada tujuan dibalik hal tersebut.
Begitu juga setiap pertanyaan memerlukan jawaban.
tapi apakah hal itu dapat memuaskan penerimanya, yang diciptakan atau yang mendaptkan jawaban.

Saran saya, anda tidak dapat mempelajari isi dan kandungan Al Qur'an secara sendiri. Sebaiknya anda carilah seorang guru yang menguasai atau faham dengan wawasan yang luas.

Karena setiap surah dan ayat, mempunya 2 makna:
1. Tersurat.
2. Tersirat.

Mungkin anda dapat mempelajari makna tersurat dari tafsir yang banyak ditemui di toko buku.

Tetapi utuk makna tersirat anda memerlukan seorang guru yang wawasan dan fahamnya luas.

Kenapa hal ini diperlukan ???
Tujuannya untuk menghindarkan anda dari kekeliruan, dan salah menafsirkan.

Ini saja yang dapat saya sarankan pada anda, mudah-mudahan anda mendapatkan petunjuk dari Allah dan diberi kefahaman yang luas.

Amin
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualaikum, Wr.Wb<br />
Saudara Wisnu.<br />
Setiap penciptaan sesuatu pasti ada tujuan dibalik hal tersebut.<br />
Begitu juga setiap pertanyaan memerlukan jawaban.<br />
tapi apakah hal itu dapat memuaskan penerimanya, yang diciptakan atau yang mendaptkan jawaban.</p>
	<p>Saran saya, anda tidak dapat mempelajari isi dan kandungan Al Qur&#8217;an secara sendiri. Sebaiknya anda carilah seorang guru yang menguasai atau faham dengan wawasan yang luas.</p>
	<p>Karena setiap surah dan ayat, mempunya 2 makna:<br />
1. Tersurat.<br />
2. Tersirat.</p>
	<p>Mungkin anda dapat mempelajari makna tersurat dari tafsir yang banyak ditemui di toko buku.</p>
	<p>Tetapi utuk makna tersirat anda memerlukan seorang guru yang wawasan dan fahamnya luas.</p>
	<p>Kenapa hal ini diperlukan ???<br />
Tujuannya untuk menghindarkan anda dari kekeliruan, dan salah menafsirkan.</p>
	<p>Ini saja yang dapat saya sarankan pada anda, mudah-mudahan anda mendapatkan petunjuk dari Allah dan diberi kefahaman yang luas.</p>
	<p>Amin
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Affan</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-742</link>
		<pubDate>Fri, 25 May 2007 19:55:10 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-742</guid>
					<description>Assalamu 'alaikum wr.wb.

Komentar saya tentang bagaimana orang seharusnya memahami Al Qur'an itu saya coba sarikan dari apa yang Guru saya Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad Attamimi ajarkan, yaitu sebenarnya Allah SWT menurunkan Al Quran itu ada dua macam : Quran Tekstual (kitabnya sendiri) dan Quran Hidup (Orang Allah, ahlillah) yang menjadi pelaksana pertama dari Al Quran itu.

Saya ingat ada hadits dari Siti Aisyah yang menjawab pertanyaan dari Para Sahabat tentang akhlak Rasulullah, jawabannya ternyata simpel &quot;Akhlak Rasulullah itu adalah Al Qur'an&quot;. Rasulullah lah Al Quran hidup. Kalau Para Sahabat ingin tahu seperti apa Al Qur'an itu bisa diimplementasikan, Para Sahabat cukup melihat Rasulullah saja.

Di waktu masih ada Nabi dan Rasul, Qur'an hidupnya adalah Nabi dan Rasul. Di zaman diturunkannya Taurat, Taurat hidupnya adalah Nabi Musa AS. Di zaman diturunkannya Qur'an, maka Rasulullah SAW lah Qur'an hidup nya. Di zaman ini, dimana tidak ada lagi Nabi, maka Guru-guru mursyid dan mujaddid lah Qur'an hidupnya. Ada sedikit tulisan tentang hal ini di http://kawansejati.ee.itb.ac.id/node/15954. 

Satu hal lagi, kalaulah semua orang harus pandai baca Al Qur'an dan faham bahasa Arab, bagaimana dengan orang bukan Arab yang baru masuk Islam ? Apakah semua orang harus memahami Al Qur'an seperti Guru-guru mursyid ? Tidak akan mampu. Maka Tuhan jadikan Islam itu mudah dengan adanya keberkatan seorang pemimpin, seorang guru yang kenalkan kehidupan kita dengan Al Islam. Pemimpin inilah penerjemah, penafsir dan orang yang mempraktekkan Al Qur’an sehingga Al Qur’an bisa di cerna dan dipraktekkan oleh orang-orang biasa seperti kita, tanpa kita merasa ditarik-tarik dan dipaksa-paksa. Tulisan lengkap tentang  hal ini ada di http://affanzbasalamah.wordpress.com/2007/01/05/islam-itu-mudah/

Mudah-mudahan berguna,
wass.wr.wb.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamu &#8216;alaikum wr.wb.</p>
	<p>Komentar saya tentang bagaimana orang seharusnya memahami Al Qur&#8217;an itu saya coba sarikan dari apa yang Guru saya Abuya Syeikh Imam Ashaari Muhammad Attamimi ajarkan, yaitu sebenarnya Allah SWT menurunkan Al Quran itu ada dua macam : Quran Tekstual (kitabnya sendiri) dan Quran Hidup (Orang Allah, ahlillah) yang menjadi pelaksana pertama dari Al Quran itu.</p>
	<p>Saya ingat ada hadits dari Siti Aisyah yang menjawab pertanyaan dari Para Sahabat tentang akhlak Rasulullah, jawabannya ternyata simpel &#8220;Akhlak Rasulullah itu adalah Al Qur&#8217;an&#8221;. Rasulullah lah Al Quran hidup. Kalau Para Sahabat ingin tahu seperti apa Al Qur&#8217;an itu bisa diimplementasikan, Para Sahabat cukup melihat Rasulullah saja.</p>
	<p>Di waktu masih ada Nabi dan Rasul, Qur&#8217;an hidupnya adalah Nabi dan Rasul. Di zaman diturunkannya Taurat, Taurat hidupnya adalah Nabi Musa AS. Di zaman diturunkannya Qur&#8217;an, maka Rasulullah SAW lah Qur&#8217;an hidup nya. Di zaman ini, dimana tidak ada lagi Nabi, maka Guru-guru mursyid dan mujaddid lah Qur&#8217;an hidupnya. Ada sedikit tulisan tentang hal ini di <a href='http://kawansejati.ee.itb.ac.id/node/15954' rel='nofollow'>http://kawansejati.ee.itb.ac.id/node/15954</a>. </p>
	<p>Satu hal lagi, kalaulah semua orang harus pandai baca Al Qur&#8217;an dan faham bahasa Arab, bagaimana dengan orang bukan Arab yang baru masuk Islam ? Apakah semua orang harus memahami Al Qur&#8217;an seperti Guru-guru mursyid ? Tidak akan mampu. Maka Tuhan jadikan Islam itu mudah dengan adanya keberkatan seorang pemimpin, seorang guru yang kenalkan kehidupan kita dengan Al Islam. Pemimpin inilah penerjemah, penafsir dan orang yang mempraktekkan Al Qur’an sehingga Al Qur’an bisa di cerna dan dipraktekkan oleh orang-orang biasa seperti kita, tanpa kita merasa ditarik-tarik dan dipaksa-paksa. Tulisan lengkap tentang  hal ini ada di <a href='http://affanzbasalamah.wordpress.com/2007/01/05/islam-itu-mudah/' rel='nofollow'>http://affanzbasalamah.wordpress.com/2007/01/05/islam-itu-mudah/</a></p>
	<p>Mudah-mudahan berguna,<br />
wass.wr.wb.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: rachman_</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-734</link>
		<pubDate>Wed, 23 May 2007 05:15:52 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-734</guid>
					<description>ikutan share yaa... :)
kenapa urutan ayat-ayat Al quran [kesannya] tidak berurutan ?
saya setuju dengan semua pendapat diatas, saya juga mau nambahin, bahwa itulah salah satu 'rahasia' dari Al quran....
ada ayat-ayat yg maknanya tidak akan pernah tertangkap oleh pemikiran logika manusia secanggih apapun tanpa ijin-Nya. Kalo ndak salah ayat-ayat itu disebut ayat-ayat Mutasyabih.
Dan ada juga urut-urutan ayat Al quran yg kesannya tidak teratur dan [nyaris] tidak bisa dicerna oleh akal. Urut-urutan ayat-ayat itu [mungkin] bisa disebut juga sbg urut-urutan Mutasyabih. Alias tidak mampu kita cerna tanpa ijin-Nya.
Hehehe... maaf ya, saya cuma 'ngarang' doank, alias menjawab dg asal-asalan.....

tapi menurut pengalaman saya dalam membaca Al quran [maksudnya terjemahannya :D...] memang sih awalnya saya bingung, tapi kemudian saya pakai trik tafsir versi saya sendiri, eh, malah nyambung dari satu ayat ke ayat berikutnya. Malah, saya jadi banyak tahu mengenai hal-hal baru khususnya mengenai masalah keimanan saya. Sekarang saya baru sadar, ternyata Al quran memang hebat, bahkan sangat hebat...!!!
Note: Tentu saja, saya menfasirkannya dg bimbingan seorang Mursyid. Soalnya takut sesat...:)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ikutan share yaa&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
kenapa urutan ayat-ayat Al quran [kesannya] tidak berurutan ?<br />
saya setuju dengan semua pendapat diatas, saya juga mau nambahin, bahwa itulah salah satu &#8216;rahasia&#8217; dari Al quran&#8230;.<br />
ada ayat-ayat yg maknanya tidak akan pernah tertangkap oleh pemikiran logika manusia secanggih apapun tanpa ijin-Nya. Kalo ndak salah ayat-ayat itu disebut ayat-ayat Mutasyabih.<br />
Dan ada juga urut-urutan ayat Al quran yg kesannya tidak teratur dan [nyaris] tidak bisa dicerna oleh akal. Urut-urutan ayat-ayat itu [mungkin] bisa disebut juga sbg urut-urutan Mutasyabih. Alias tidak mampu kita cerna tanpa ijin-Nya.<br />
Hehehe&#8230; maaf ya, saya cuma &#8216;ngarang&#8217; doank, alias menjawab dg asal-asalan&#8230;..</p>
	<p>tapi menurut pengalaman saya dalam membaca Al quran [maksudnya terjemahannya <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> &#8230;] memang sih awalnya saya bingung, tapi kemudian saya pakai trik tafsir versi saya sendiri, eh, malah nyambung dari satu ayat ke ayat berikutnya. Malah, saya jadi banyak tahu mengenai hal-hal baru khususnya mengenai masalah keimanan saya. Sekarang saya baru sadar, ternyata Al quran memang hebat, bahkan sangat hebat&#8230;!!!<br />
Note: Tentu saja, saya menfasirkannya dg bimbingan seorang Mursyid. Soalnya takut sesat&#8230;:)
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: harry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-717</link>
		<pubDate>Wed, 09 May 2007 10:17:06 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-717</guid>
					<description>Soalan yang baik. Mari fikir bersama-sama.

Semua soalan akan terjawab apabila kita melalui tertib yang sama sepertimana mereka yang yang telah mendapat anugerah Radhiallhuanhum dari Allah SWT iaitu sahabat-sahabat Nabi SAW.

Contoh. 
Seorang petani yang berusaha menanam sayuran. Mulanya tanah di bersihkan, pokok di tebang, rumput diracun, tanah digemburkan. Kemudian  benih disemai, disiram dan dijaga sehingga besar. Akhirnya barulah dapat hasilnya.
Seorang lagi belajar semua cara-cara menanam dari mula hingga akhir tetapi tidak membuat usaha mananam sayuran.

Disini didapati kedua-dua mempunyai pengetahuan mananam sayuran tetapi petani lebih memahami susah senang menanam sayuran. Maka terdapat perbezaan diantara yang tahu dan yang faham. 

Kefahaman akan diperolehi apabila kita berusaha mengikut tertib yang sama dengan mengorbankan diri, harta dan masa.

Contoh.
Sekiranya kita hendak membuat kek. Kita mesti mengikut tertib dan peraturan cara membuatnya. Jika tidak, kek yang kita masak tidak akan menjadi seperti yang kita hajatkan.

Agama islam hanya satu dan usaha agama hanya satu iaitu cara Nabi SAW.

Sudah tentu terdapat perbezaan kefamahan mengenai beras/padi  antara seorang yang hari-hari makan nasi dengan seorang yang hari-hari buat usaha mananam padi.


</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Soalan yang baik. Mari fikir bersama-sama.</p>
	<p>Semua soalan akan terjawab apabila kita melalui tertib yang sama sepertimana mereka yang yang telah mendapat anugerah Radhiallhuanhum dari Allah SWT iaitu sahabat-sahabat Nabi SAW.</p>
	<p>Contoh.<br />
Seorang petani yang berusaha menanam sayuran. Mulanya tanah di bersihkan, pokok di tebang, rumput diracun, tanah digemburkan. Kemudian  benih disemai, disiram dan dijaga sehingga besar. Akhirnya barulah dapat hasilnya.<br />
Seorang lagi belajar semua cara-cara menanam dari mula hingga akhir tetapi tidak membuat usaha mananam sayuran.</p>
	<p>Disini didapati kedua-dua mempunyai pengetahuan mananam sayuran tetapi petani lebih memahami susah senang menanam sayuran. Maka terdapat perbezaan diantara yang tahu dan yang faham. </p>
	<p>Kefahaman akan diperolehi apabila kita berusaha mengikut tertib yang sama dengan mengorbankan diri, harta dan masa.</p>
	<p>Contoh.<br />
Sekiranya kita hendak membuat kek. Kita mesti mengikut tertib dan peraturan cara membuatnya. Jika tidak, kek yang kita masak tidak akan menjadi seperti yang kita hajatkan.</p>
	<p>Agama islam hanya satu dan usaha agama hanya satu iaitu cara Nabi SAW.</p>
	<p>Sudah tentu terdapat perbezaan kefamahan mengenai beras/padi  antara seorang yang hari-hari makan nasi dengan seorang yang hari-hari buat usaha mananam padi.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Rageh</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-677</link>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2007 23:02:28 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-677</guid>
					<description>TANYA

Mas Herry, saya mau tanya: Kapan seseorang dikatakan tuntas agamanya? terimakasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>TANYA</p>
	<p>Mas Herry, saya mau tanya: Kapan seseorang dikatakan tuntas agamanya? terimakasih
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: DEDI JUKARDI</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-663</link>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2007 21:28:09 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-663</guid>
					<description>
ASWW :untuk memahami Al qura'n harus disertai amal perbuatan coba tafakuri ayat-ayat dibawah ini tq



Aku berlindung kepada-Mu ya Allah dari godaan syaiton yang terkutuk

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang

Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran..???

Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran..???

Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran..???

Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran..???

( Qur’an  Surat Al Qamar ayat 17,22,32,40 )

Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah 
( Al Qur'an ), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.( QS16/An Nahl  ayat 104 )






1.	Apa Al Qur’an itu ?

Al Qur’an adalah Kitab Suci dari Allah S.w.t. untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.  yang di wahyukan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhamad S.a.w .(QS 26 / Asy Syu’Araa’) ayat 192,193,194,195 (QS 04/An Nisaa’) ayat 82.
 
.		(QS 26 / Asy Syu’Araa’) ayat 192,193,194,195
192.	Dan sesungguhnya Al Qur'an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,
193.	dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril),
194.	ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,
195.	dengan bahasa Arab yang jelas
:roll:
(QS 04/ An Nisaa’ ) ayat 82
82.	Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur'an? Kalau kiranya Al Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan    
yang banyak di dalamnya.

2.	Bahasa apakah yang dipergunakan dalam Al Qur’an ?

Bahasa Al Qur’an adalah bahasa Arab yang Jelas dan sangat baik (QS  26/Asyu’araa’ ayat 195; ( QS12/ Yusuf) ayat 1,2 ( QS43/AZ Zukhruf ) ayat 1,2,3 
( QS16/An Nahl ) ayat 103,104 
	(QS26/Asyu’araa’) ayat 195
195.	dengan bahasa Arab yang jelas. ( baca dari mulai ayat 192 !!! )

	(QS 12/ YUSUF ) 	ayat 1,2 
1.	Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (Al Qur'an) yang nyata (dari Allah). 
2.	Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.

 
(QS43/Az Zukhruf ) ayat 1,2,3
1.	Haa Miim.
2.	Demi Kitab (Al Qur'an) yang menerangkan.
3.	Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur'an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).

( Qs16/ An Nahl ) ayat  103,104
103.	Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: &quot;Sesungguhnya Al Qur'an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)&quot;. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa `Ajam, sedang Al Qur'an adalah dalam bahasa Arab yang terang.
104.	Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah 
(Al Qur'an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.





3. 	Mengapa Al Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab ?

Karena Nabi Muhammad S.A.W adalah : orang Arab , berbahasa Arab dan Kaum yang diperingatkan pada sa’at itu berbahasa Arab.
(QS 41/ Fush Shilat ayat 44 ; QS14/Ibrahim ayat 4; QS20/At Thaahaa ayat 2 ,QS44/Ad Dukhan ayat  58; QS19/Mariam ayat 97; QS 54 / Al Qamar ayat 17,22,32,40 )
(QS41/Fush Shilat) ayat 44
44.	Dan jikalau Kami jadikan Al Qur'an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: &quot;Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?&quot;. Apakah (patut Al Qur'an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: &quot;Al Qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh&quot;.
	( Qs 14/ Ibrahim ) ayat  4
4.	Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
	( QS44/ Ad Dukhaan) ayat 58
58.	Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu  dengan bahasamu supaya mereka mendapat   pelajaran
 
		( QS 19/ Mariam  ) ayat 97
97.	Maka Sesungguhnya telah kami mudahkan  Al  Qur’an itu dengan bahasamu , agar kamu dapat memberi kabar gembira  dengan Al Qur’an itu  kepada orang – orang yang bertakwa , dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
		( QS 54/ Al Qamar ) ayat 17,22, 32, 40
17.	Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?
22.	Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?
32.	Dan Sesungguhnya  telah  Kami mudahkan Al  Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang  yang mengambil  pelajaran ?
40.	Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?
	(QS 07 / Al Araaf ) ayat 179
179.	Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

4.	Bagaimana isi Al Qur’an ?

    	   Al Qur’an terdiri dari 2 ( dua ) kelompok ayat yaitu:
a.	Ayat-ayat Mukhamat, yaitu : ayat – ayat yang pengertiannya jelas dan merupakan pokok – pokok isi Al Qur’an.
b.	Ayat – ayat Mutasyabihat, yaitu : ayat-ayat yang pengertiannya harus diuraikan terlebih dahulu oleh para ahlinya. ( Q3/Ali ‘Imran ayat 7 )
Catatan : Kita harus memaklumi bahwa pada ayat-ayat Al-Qur’an ;mengandung hikmah, penuh dengan hikmah dan banyak ungkapan-ungkapan. (Q18./Al Kahfi) ayat  54 (Q 10/Yunus) ayat 1, (Q36/Yaasiin) ayat 2


( QS3/Ali ‘Imran ) ayat 7
7.	Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: &quot;Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.&quot; Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.
            (QS18/Al Kahfi )ayat 54
54.	Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur'an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.

	(QS10/Yunus ) ayat 1
1.	Alif Laam Raa. Inilah ayat-ayat Al Qur'an yang mengandung hikmah.
	(QS36/Yasin) ayat 2
2.	Demi Al Qur'an yang penuh hikmah,

5.	Apa tujuan diturunkan-Nya Al Qur’an ?

    	Al Qur’an diturunkan agar manusia sejahtra ( selamat ) di dunia dan akhirat, 
	(QS 19 / Maryam ) ayat 15,33 dan :
a.	Sebagai Rahmat untuk alam semesta.
b.	Sebagai Berita Gembira dan Peringatan untuk Manusia dan alam semesta
c.	Sebagai Petunjuk untuk orang yang bertaqwa
d.	Sebagai Pemisah antara yang hak dan yang bathil
e.	Dsb.
( Q3/Ali’Imran ayat 138, Q45/Al Jaatiyah ayat 20, Q68/Al Qalam ayat 52, QS 86/ Ath Thariq ayat 13 .dll cari sendiri !! )
	(QS 19 / Maryam ) ayat 15,33
15.	Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.
33.	Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali&quot;.

(QS03/Ali’Imran) ayat 138
138.	(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
	(QS45/Al Jaatsiyah) ayat 20
20.	Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
	(QS68/Al Qalam) ayat 52 
52.	Dan Al Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.
            (QS  86 /Ath Thaariq ) ayat 13
13.	sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil,

6.	Supaya sesuai dengan tujuan-Nya harus diapakan Al Qur’an itu ?

     	Al Qur’an harus di Baca, di Mengerti, di Pahami dan di Amalkan
Untuk dapat Membaca ,Mengerti dan Memahami Al Qur’an ada beberapa cara diantaranya  3 ( tiga ) cara yaitu :
a.	Belajar Baca Tulis Al Qur’an dan belajar Tata bahasa Arab 
      ( Nahu,Sorof dsb)
b.	Membaca , Mengerti dan Memahami dalam bahasa  yang dimengerti 
( Indonesia , Jawa, Sunda, China Dsb ).
c.	Bertanya kepada yang ahlinya.
(QS 96 / Al Alaq ayat 1;QS14/Ibrahim ayat 4, ,QS44/Ad Dukhan ayat 58,QS19/Mariam ayat 97). 

 ( QS 96 / Al Alaq ) ayat 1
1.	Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
	(QS 29 / Al Ankabuut ) ayat 45
45.	Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.



( Qs 14/ Ibrahim ) ayat  4
4.	Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

	( QS44/ Ad Dukhaan) ayat 58
58.	Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu  dengan bahasamu supaya mereka mendapat   pelajaran.

		 ( QS 19/ Mariam  ) ayat 97
97.	Maka Sesungguhnya telah kami mudahkan  Al  Qur’an itu dengan bahasamu , agar kamu dapat memberi kabar gembira  dengan Al Qur’an itu  kepada orang – orang yang bertakwa , dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.

7.	Kapankah waktunya yang tepat untuk membaca ( mengkaji ) Al Qur’an ?

Waktu yang tepat untuk membaca Al Qur’an hanya masing-masing pembacanyalah yang  paling paham karena di sesuaikan dengan keadaannya masing- masing , akan tetapi apabila kita ingin menghayati dan mencermati , dan mendapatkan hikmah-Nya , Allah menyuruh kita untuk membaca ( mengkaji ) di sa’at ½ atau 1/3 malam terakhir.(QS 73  / Al Muzzammil ) ayat  1- 9 dan ayat 20.
		(QS 73/ Al Muzzammil ) ayat 1 s/d ayat 9
1.	Hai orang yang berselimut (Muhammad),
2.	bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),
3.	(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit,
4.	atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan.
5.	Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.
6.	Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
7.	Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).
8.	Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.
9.	(Dia-lah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.

8.	Surat atau ayat apa yang harus dibaca dan didahulukan ?

Mengenai ayat atau surat apa yang harus dibaca kita di sarankan untuk membaca dan mengahayati ayat – ayat yang mudah dan jelas ,dalam hal ini kita bisa memilih sesuai dengan kemampuan kita masing – masing. 
(QS 03/ Ali Imran ) ayat 7 dan ( QS 73/ Al Muzzammil ) ayat 20.



		(QS 73/ Al Muzzammil ) ayat 20
20.	Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur'an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.




9.	Bagaimana tata cara (Adab) membaca ( mengkaji / memahami )  Al Qur’an supaya kita mendapatkan Hikmah -Nya ?

		a.   Berwudhu ( QS.56/ Al  Waaqi’ah) ayat 77-79
b.	Sebelum membaca Al Qur’an kita harus meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk ( Ta’ud ) A’udzubillaahiminas syaithonirroojim. ( QS16/An Nahl ayat 98 )
c.	Kemudian membaca Asma Allah ( Bismillaahirrohmaanirrohiim ).( QS 96/ Al ‘Alaq )ayat 1
d.	Al Qur’an harus dibaca perlahan – lahan, tidak tergesa-gesa ( kecepatannya bukan suaranya ) , dan berdo’a Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan ( QS 73/Al Muzzammil ayat 4, QS 20/Thaahaa ayat 114 ).
e.	 Di baca dalam bahasa yang dimengerti atau dipahami dengan jelas.
(QS14/Ibrahim ayat 4,QS19/Mariam ayat 97 dan QS 44/Ad Dukhaan ayat 58).
f.	Adapun yang memasukan hikmahnya kedalam dada orang yang membaca dan mengamalkannya adalah Allah.( QS 75/Al Qiyamaah ayat 16,17,18,19).
g.	Dan yang memberikan pengertian kepada yang membaca dan mengamalkannya adalah Allah. ( QS 75 /Al Qiyamaah ayat 16,17,18,19).
h.	Selama membaca ( mengkaji, memahami dan mengamalkan ) Al Qur’an harus menggunakan Akal ( QS 10 / Yunus ) ayat 100.
i.	Pada pelaksanaannnya  kontrol diri kita agar tidak mengatakan / menyuruh apa yang kita sendiri tidak / belum melaksanakannya ( QS 61 / Ash Shaff ) ayat 2 dan  3.






a.	Berwudhu ( Qs.56/ Al  Waaqi’ah) ayat 77-79	        
		(Qs.56/Al Waqi’ah ) ayat 77-79
	  	77. 	sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia,
	  	78.	 pada kitab yang terpelihara ( Lauh Mahfuzh )
  	79.	 tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.

	b.    Sebelum membaca Al Qur’an kita harus meminta perlindungan kepada 
	       Allah dari godaan syaitan yang terkutuk ( Ta’ud ) (Q16/An Nahl ayat 98)

		( QS16/ An Nahl ) ayat 98
98. 	Apabila kamu membaca Al Qur’an , hendaklah kamu meminta perlindungan kepada  Allah  dari syaitan yang terkutuk.

	 c.  Kemudian membaca Asma Allah (QS 96/ Al ‘Alaq ayat 1)
			( QS 96/ Al ‘Alaq ) ayat 1
   	1.   	Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan

      d.	 Al Qur’an harus dibaca perlahan – lahan, tidak tergesa-gesa ( kecepatannya 
	bukan  suaranya ) .( Q73/Al Muzzammil ayat 4, Q20/Thaahaa ayat 114 ).

( QS 73/ Al Muzzammil ) ayat 4
4.	atau lebih seperdua itu. Dan Bacalah Al Qur’an  itu dengan perlahan – lahan.



			(QS20/ Thaahaa ) ayat 114
	           114.	Maka  Maha  Tinggi  Allah  Raja  yang  sebenar - benarnya dan janganlah  
                    	kamu   tergesa - gesa  membaca   Al Qur’an  sebelum  disempurnakan
mewahyukannya kepadamu dan katakanlah:” Ya Tuhan  tambahkanlah  kepadaku ilmu pengetahuan.”





e.     Di baca dalam bahasa yang dimengerti atau dipahami dengan jelas.
  (Q14/Ibrahim ayat 4,Q19/Mariam ayat 97 dan Q44/Ad Dukhaan ayat 58).

( QS 14/ IBRAHIM ) ayat 4
4. 	Kami tidak mengutus seorang Rasulpun , melainkan dengan bahasa  kaumnya , supaya dia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka . Maka Allah menyesatkan  siapa yang Dia kehendaki , dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki . Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa  lagi Maha Bijaksana. 
	
			( QS 19/ Mariam  ) ayat 97
		97.	Maka   Sesungguhnya   telah   kami  mudahkan   Al  Qur’an  itu    dengan 
bahasamu , agar kamu dapat memberi kabar gembira  dengan Al Qur’an itu kepada orang – orang yang bertakwa , dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.
			( Q44/ Ad Dukhaan) ayat 58
58. 	Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu  dengan bahasamu supaya 
      	mereka mendapat   pelajaran

f. Adapun yang memasukan hikmah dan pengertiannya kedalam dada orang  
    	   yang membaca   dan  mengamalkannya adalah Allah.
               ( Q75/Al Qiyamaah ayat 16,17,18,19).


(QS75/Al Qiyamah) ayat 16.17,18,19
	16.	Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur'an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.
	17.	Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.
		18.	Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
		19.	Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.


		(QS 10 / Yunus ) ayat 100
100.	Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.

( QS 61 / Ash Shaff ) ayat 2 – 3
2.		Hai Orang – orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak  perbuat ?
3. 	Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa  kamu mengatakan apa -apa yang  tiada   kamu kerjakan.


 

Hindari pengkultusan pribadi
( QS03 / Ali ‘Imron ) ayat 79
Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab,Hikmah dan Kenabian, lalu ia berkata kepada manusia:”Hendaklah kamu menjadi penyembahku bukan penyembah Allah.”akan tetapi ( dia berkata ):”Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.” 
Memohon dan Kembalilah  hanya kepada Allah dan Rasul-Nya.
Qs3/Ali ‘Imran ayat 53
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan  dan telah kami ikuti Rasul , karena itu masukanlah kami kedalam golongan orang-orang yang menjadi saksi ( tentang ke Esaan Allah ). Aamien.
***************************************
Wahai saudara-sadaraku hamba Allah marilah kita sama-sama kembali kepada ridho dan rahmat –Nya. Baca dan pelajari lah Al Qur’an dengan bahasa yang dimengerti , mulailah dengan ayat-ayat mukhamat  dan yang mudah menurut  ukuran pembaca.
Kita akan mendapatkan hikmah dari Al Qur’an apabila kita melaksanakan ayat  yang dibaca serta mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya .
Perintah-Nya adalah : Jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, berbuat baik terhadap  kedua orang tua, Fakir miskin, Yatim, yatim piatu, kaum kerabat , ibnu sabil, tetangga dekat dan tetangga jauh.
Hindari : Iri, dengki , fitnah ,merusak, permusuhan, judi, perjinahan minuman / makanan yang memabukan dsb. Karena sifat tersebut adalah sifat Iblis yang terkutuk dan sudah berjanji dihadapan Allah untuk menyesatkan Manusia.
Kita harus menyadari bahwa Allah menciptakan manusia dalam keadaan yang berbeda-beda (QS Ad Dzariat ayat 4  ):Jenis kelamin, status sosial, bangsa, bahasa , adat istiadat, pendapat , warna kulit dsb.
Jadikanlah perbedaan tersebut sebagai rahmat-Nya.
Kewajiban Rasul, Nabi ,saya dan saudara-saudara sekalian adalah melaksanakan perintah-Nya dan menyampaikan firman-firman-Nya
Dan yang harus selalu diingat janganlah menyuruh orang lain berbuat kebaikan sebelum kita melaksanakannya.agar kita terhindar dari murka-Nya.
Tujuan tulisan singkat ini di  buat untuk mencari ridho-Nya dan  sebagai  sasaran antara  sebelum kita semua  mengerti dan memahami Al Qur’an dalam bahasa aslinya agar kita mempunyai gambaran yang jelas apa Al Qur’an itu ? .dari Allah ( yang tertulis dalam Al Qur’an ). Sehingga  dalam pelaksanaan ritual ibadah  yang terdapat dalam Sunnah Rasul dan Hadist – Hadist Nabi hati kita menjadi lebih khusyu.
( Kami menyarankan untuk  membaca Tafsir Al Qur’an  terbitan DEPAG .RI. karena hasil terjemahan 10 orang tokoh agama yang menurut kami sangat ahli dibidangnya.dan disertai referensi Hadist-Hadist dan Tafsir  yang bisa dipertanggung jawabkan , atau CD Holy Qur’an versi 6.5 Dan kamipun sangat menyadari bahwa  tiap ayat-ayat Al Qur’an  penuh dengan pengertian dan hikmah , dan Allah lah yang  memasukan hikmah tersebut kepada orang yang dikehendaki-Nya.
Akhir kata kami meminta ma’af apabila dalam tulisan singkat ini ada kesalahan. Kami mengharapkan penyempurnaan dari  saudara – saudara / hamba-hamba yang dimulyakan Allah yang lebih paham dan mohon dilengkapi  dengan  hadist-hadistnya Dan semoga kita semua menjadi orang-orang Rabbani. Aammien 
Catatan : 	Dengan Segala Kerendahan Hati  apabila pada tulisan ini mengandung hal hal yang menjurus kepada pendapat pribadi penulis mohon untuk tidak di perselisihkan, akan tetapi penulis hanya menyampaikan firman – firman Allah S.w.t. dan mencermatinya  yang merupakan kewajiban kita semua .
	Dengan kata lain Jangan dilihat siapa yang menulis dan kearah mana penulis maksudkan , akan tetapi bacalah ( Kaji, Hayati dan Amalkan ) sebagian ayat – ayat  Al Qur’an    tersebut ( ayat – ayat tersebut termasuk ayat Mukhamat yaitu ayat yang jelas dan mudah di mengerti ) mudah – mudahan hati kita tergerak untuk biasa membaca ( Mengkaji, menghayati dan mengamalkan ) keseluruhan ayat – ayat Al Qur’an.
Adapun kesimpulam akhir ( Hikmahnya ) pembacalah yang lebih paham sesuai dengan amalan- amalan yang dilakukan , pola pikir, latar belakang pendidikan  dsb.	Wallahu Alam

Wasalamu’alaikum .
Penulis
Dedi Jukardi
Jl : Jl.Bumi Asih No.21-23
Komplek Santosa Asih Jaya 
Rancasari – Bandung 40292
Tlp.(022) -7506664-7507414 Hp.08122182894

































</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ASWW :untuk memahami Al qura&#8217;n harus disertai amal perbuatan coba tafakuri ayat-ayat dibawah ini tq</p>
	<p>Aku berlindung kepada-Mu ya Allah dari godaan syaiton yang terkutuk</p>
	<p>Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang</p>
	<p>Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran..???</p>
	<p>Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran..???</p>
	<p>Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran..???</p>
	<p>Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran , maka adakah orang yang mengambil pelajaran..???</p>
	<p>( Qur’an  Surat Al Qamar ayat 17,22,32,40 )</p>
	<p>Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah<br />
( Al Qur&#8217;an ), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.( QS16/An Nahl  ayat 104 )</p>
	<p>1.	Apa Al Qur’an itu ?</p>
	<p>Al Qur’an adalah Kitab Suci dari Allah S.w.t. untuk seluruh umat manusia dan alam semesta.  yang di wahyukan melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhamad S.a.w .(QS 26 / Asy Syu’Araa’) ayat 192,193,194,195 (QS 04/An Nisaa’) ayat 82.</p>
	<p>.		(QS 26 / Asy Syu’Araa’) ayat 192,193,194,195<br />
192.	Dan sesungguhnya Al Qur&#8217;an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam,<br />
193.	dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril),<br />
194.	ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan,<br />
195.	dengan bahasa Arab yang jelas<br />
 <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /><br />
(QS 04/ An Nisaa’ ) ayat 82<br />
82.	Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur&#8217;an? Kalau kiranya Al Qur&#8217;an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan<br />
yang banyak di dalamnya.</p>
	<p>2.	Bahasa apakah yang dipergunakan dalam Al Qur’an ?</p>
	<p>Bahasa Al Qur’an adalah bahasa Arab yang Jelas dan sangat baik (QS  26/Asyu’araa’ ayat 195; ( QS12/ Yusuf) ayat 1,2 ( QS43/AZ Zukhruf ) ayat 1,2,3<br />
( QS16/An Nahl ) ayat 103,104<br />
	(QS26/Asyu’araa’) ayat 195<br />
195.	dengan bahasa Arab yang jelas. ( baca dari mulai ayat 192 !!! )</p>
	<p>	(QS 12/ YUSUF ) 	ayat 1,2<br />
1.	Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (Al Qur&#8217;an) yang nyata (dari Allah).<br />
2.	Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur&#8217;an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.</p>
	<p>(QS43/Az Zukhruf ) ayat 1,2,3<br />
1.	Haa Miim.<br />
2.	Demi Kitab (Al Qur&#8217;an) yang menerangkan.<br />
3.	Sesungguhnya Kami menjadikan Al Qur&#8217;an dalam bahasa Arab supaya kamu memahami (nya).</p>
	<p>( Qs16/ An Nahl ) ayat  103,104<br />
103.	Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: &#8220;Sesungguhnya Al Qur&#8217;an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)&#8221;. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa `Ajam, sedang Al Qur&#8217;an adalah dalam bahasa Arab yang terang.<br />
104.	Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah<br />
(Al Qur&#8217;an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.</p>
	<p>3. 	Mengapa Al Qur’an diturunkan dalam Bahasa Arab ?</p>
	<p>Karena Nabi Muhammad S.A.W adalah : orang Arab , berbahasa Arab dan Kaum yang diperingatkan pada sa’at itu berbahasa Arab.<br />
(QS 41/ Fush Shilat ayat 44 ; QS14/Ibrahim ayat 4; QS20/At Thaahaa ayat 2 ,QS44/Ad Dukhan ayat  58; QS19/Mariam ayat 97; QS 54 / Al Qamar ayat 17,22,32,40 )<br />
(QS41/Fush Shilat) ayat 44<br />
44.	Dan jikalau Kami jadikan Al Qur&#8217;an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: &#8220;Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?&#8221;. Apakah (patut Al Qur&#8217;an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: &#8220;Al Qur&#8217;an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Qur&#8217;an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh&#8221;.<br />
	( Qs 14/ Ibrahim ) ayat  4<br />
4.	Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.<br />
	( QS44/ Ad Dukhaan) ayat 58<br />
58.	Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu  dengan bahasamu supaya mereka mendapat   pelajaran</p>
	<p>		( QS 19/ Mariam  ) ayat 97<br />
97.	Maka Sesungguhnya telah kami mudahkan  Al  Qur’an itu dengan bahasamu , agar kamu dapat memberi kabar gembira  dengan Al Qur’an itu  kepada orang – orang yang bertakwa , dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.<br />
		( QS 54/ Al Qamar ) ayat 17,22, 32, 40<br />
17.	Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?<br />
22.	Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?<br />
32.	Dan Sesungguhnya  telah  Kami mudahkan Al  Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang  yang mengambil  pelajaran ?<br />
40.	Dan Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran ?<br />
	(QS 07 / Al Araaf ) ayat 179<br />
179.	Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.</p>
	<p>4.	Bagaimana isi Al Qur’an ?</p>
	<p>    	   Al Qur’an terdiri dari 2 ( dua ) kelompok ayat yaitu:<br />
a.	Ayat-ayat Mukhamat, yaitu : ayat – ayat yang pengertiannya jelas dan merupakan pokok – pokok isi Al Qur’an.<br />
b.	Ayat – ayat Mutasyabihat, yaitu : ayat-ayat yang pengertiannya harus diuraikan terlebih dahulu oleh para ahlinya. ( Q3/Ali ‘Imran ayat 7 )<br />
Catatan : Kita harus memaklumi bahwa pada ayat-ayat Al-Qur’an ;mengandung hikmah, penuh dengan hikmah dan banyak ungkapan-ungkapan. (Q18./Al Kahfi) ayat  54 (Q 10/Yunus) ayat 1, (Q36/Yaasiin) ayat 2</p>
	<p>( QS3/Ali ‘Imran ) ayat 7<br />
7.	Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur&#8217;an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur&#8217;an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari ta&#8217;wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta&#8217;wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: &#8220;Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.&#8221; Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.<br />
            (QS18/Al Kahfi )ayat 54<br />
54.	Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al Qur&#8217;an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.</p>
	<p>	(QS10/Yunus ) ayat 1<br />
1.	Alif Laam Raa. Inilah ayat-ayat Al Qur&#8217;an yang mengandung hikmah.<br />
	(QS36/Yasin) ayat 2<br />
2.	Demi Al Qur&#8217;an yang penuh hikmah,</p>
	<p>5.	Apa tujuan diturunkan-Nya Al Qur’an ?</p>
	<p>    	Al Qur’an diturunkan agar manusia sejahtra ( selamat ) di dunia dan akhirat,<br />
	(QS 19 / Maryam ) ayat 15,33 dan :<br />
a.	Sebagai Rahmat untuk alam semesta.<br />
b.	Sebagai Berita Gembira dan Peringatan untuk Manusia dan alam semesta<br />
c.	Sebagai Petunjuk untuk orang yang bertaqwa<br />
d.	Sebagai Pemisah antara yang hak dan yang bathil<br />
e.	Dsb.<br />
( Q3/Ali’Imran ayat 138, Q45/Al Jaatiyah ayat 20, Q68/Al Qalam ayat 52, QS 86/ Ath Thariq ayat 13 .dll cari sendiri !! )<br />
	(QS 19 / Maryam ) ayat 15,33<br />
15.	Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan, dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali.<br />
33.	Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali&#8221;.</p>
	<p>(QS03/Ali’Imran) ayat 138<br />
138.	(Al Qur&#8217;an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.<br />
	(QS45/Al Jaatsiyah) ayat 20<br />
20.	Al Qur&#8217;an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.<br />
	(QS68/Al Qalam) ayat 52<br />
52.	Dan Al Qur&#8217;an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.<br />
            (QS  86 /Ath Thaariq ) ayat 13<br />
13.	sesungguhnya Al Qur&#8217;an itu benar-benar firman yang memisahkan antara yang hak dan yang bathil,</p>
	<p>6.	Supaya sesuai dengan tujuan-Nya harus diapakan Al Qur’an itu ?</p>
	<p>     	Al Qur’an harus di Baca, di Mengerti, di Pahami dan di Amalkan<br />
Untuk dapat Membaca ,Mengerti dan Memahami Al Qur’an ada beberapa cara diantaranya  3 ( tiga ) cara yaitu :<br />
a.	Belajar Baca Tulis Al Qur’an dan belajar Tata bahasa Arab<br />
      ( Nahu,Sorof dsb)<br />
b.	Membaca , Mengerti dan Memahami dalam bahasa  yang dimengerti<br />
( Indonesia , Jawa, Sunda, China Dsb ).<br />
c.	Bertanya kepada yang ahlinya.<br />
(QS 96 / Al Alaq ayat 1;QS14/Ibrahim ayat 4, ,QS44/Ad Dukhan ayat 58,QS19/Mariam ayat 97). </p>
	<p> ( QS 96 / Al Alaq ) ayat 1<br />
1.	Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,<br />
	(QS 29 / Al Ankabuut ) ayat 45<br />
45.	Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.</p>
	<p>( Qs 14/ Ibrahim ) ayat  4<br />
4.	Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.</p>
	<p>	( QS44/ Ad Dukhaan) ayat 58<br />
58.	Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu  dengan bahasamu supaya mereka mendapat   pelajaran.</p>
	<p>		 ( QS 19/ Mariam  ) ayat 97<br />
97.	Maka Sesungguhnya telah kami mudahkan  Al  Qur’an itu dengan bahasamu , agar kamu dapat memberi kabar gembira  dengan Al Qur’an itu  kepada orang – orang yang bertakwa , dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.</p>
	<p>7.	Kapankah waktunya yang tepat untuk membaca ( mengkaji ) Al Qur’an ?</p>
	<p>Waktu yang tepat untuk membaca Al Qur’an hanya masing-masing pembacanyalah yang  paling paham karena di sesuaikan dengan keadaannya masing- masing , akan tetapi apabila kita ingin menghayati dan mencermati , dan mendapatkan hikmah-Nya , Allah menyuruh kita untuk membaca ( mengkaji ) di sa’at ½ atau 1/3 malam terakhir.(QS 73  / Al Muzzammil ) ayat  1- 9 dan ayat 20.<br />
		(QS 73/ Al Muzzammil ) ayat 1 s/d ayat 9<br />
1.	Hai orang yang berselimut (Muhammad),<br />
2.	bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya),<br />
3.	(yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit,<br />
4.	atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al Qur&#8217;an itu dengan perlahan-lahan.<br />
5.	Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat.<br />
6.	Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.<br />
7.	Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).<br />
8.	Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan.<br />
9.	(Dia-lah) Tuhan masyriq dan maghrib, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung.</p>
	<p>8.	Surat atau ayat apa yang harus dibaca dan didahulukan ?</p>
	<p>Mengenai ayat atau surat apa yang harus dibaca kita di sarankan untuk membaca dan mengahayati ayat – ayat yang mudah dan jelas ,dalam hal ini kita bisa memilih sesuai dengan kemampuan kita masing – masing.<br />
(QS 03/ Ali Imran ) ayat 7 dan ( QS 73/ Al Muzzammil ) ayat 20.</p>
	<p>		(QS 73/ Al Muzzammil ) ayat 20<br />
20.	Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwasanya kamu berdiri (sembahyang) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersama kamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu-waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur&#8217;an. Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al Qur&#8217;an dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan) nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
	<p>9.	Bagaimana tata cara (Adab) membaca ( mengkaji / memahami )  Al Qur’an supaya kita mendapatkan Hikmah -Nya ?</p>
	<p>		a.   Berwudhu ( QS.56/ Al  Waaqi’ah) ayat 77-79<br />
b.	Sebelum membaca Al Qur’an kita harus meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk ( Ta’ud ) A’udzubillaahiminas syaithonirroojim. ( QS16/An Nahl ayat 98 )<br />
c.	Kemudian membaca Asma Allah ( Bismillaahirrohmaanirrohiim ).( QS 96/ Al ‘Alaq )ayat 1<br />
d.	Al Qur’an harus dibaca perlahan – lahan, tidak tergesa-gesa ( kecepatannya bukan suaranya ) , dan berdo’a Ya Tuhanku tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan ( QS 73/Al Muzzammil ayat 4, QS 20/Thaahaa ayat 114 ).<br />
e.	 Di baca dalam bahasa yang dimengerti atau dipahami dengan jelas.<br />
(QS14/Ibrahim ayat 4,QS19/Mariam ayat 97 dan QS 44/Ad Dukhaan ayat 58).<br />
f.	Adapun yang memasukan hikmahnya kedalam dada orang yang membaca dan mengamalkannya adalah Allah.( QS 75/Al Qiyamaah ayat 16,17,18,19).<br />
g.	Dan yang memberikan pengertian kepada yang membaca dan mengamalkannya adalah Allah. ( QS 75 /Al Qiyamaah ayat 16,17,18,19).<br />
h.	Selama membaca ( mengkaji, memahami dan mengamalkan ) Al Qur’an harus menggunakan Akal ( QS 10 / Yunus ) ayat 100.<br />
i.	Pada pelaksanaannnya  kontrol diri kita agar tidak mengatakan / menyuruh apa yang kita sendiri tidak / belum melaksanakannya ( QS 61 / Ash Shaff ) ayat 2 dan  3.</p>
	<p>a.	Berwudhu ( Qs.56/ Al  Waaqi’ah) ayat 77-79<br />
		(Qs.56/Al Waqi’ah ) ayat 77-79<br />
	  	77. 	sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia,<br />
	  	78.	 pada kitab yang terpelihara ( Lauh Mahfuzh )<br />
  	79.	 tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.</p>
	<p>	b.    Sebelum membaca Al Qur’an kita harus meminta perlindungan kepada<br />
	       Allah dari godaan syaitan yang terkutuk ( Ta’ud ) (Q16/An Nahl ayat 98)</p>
	<p>		( QS16/ An Nahl ) ayat 98<br />
98. 	Apabila kamu membaca Al Qur’an , hendaklah kamu meminta perlindungan kepada  Allah  dari syaitan yang terkutuk.</p>
	<p>	 c.  Kemudian membaca Asma Allah (QS 96/ Al ‘Alaq ayat 1)<br />
			( QS 96/ Al ‘Alaq ) ayat 1<br />
   	1.   	Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan</p>
	<p>      d.	 Al Qur’an harus dibaca perlahan – lahan, tidak tergesa-gesa ( kecepatannya<br />
	bukan  suaranya ) .( Q73/Al Muzzammil ayat 4, Q20/Thaahaa ayat 114 ).</p>
	<p>( QS 73/ Al Muzzammil ) ayat 4<br />
4.	atau lebih seperdua itu. Dan Bacalah Al Qur’an  itu dengan perlahan – lahan.</p>
	<p>			(QS20/ Thaahaa ) ayat 114<br />
	           114.	Maka  Maha  Tinggi  Allah  Raja  yang  sebenar - benarnya dan janganlah<br />
                    	kamu   tergesa - gesa  membaca   Al Qur’an  sebelum  disempurnakan<br />
mewahyukannya kepadamu dan katakanlah:” Ya Tuhan  tambahkanlah  kepadaku ilmu pengetahuan.”</p>
	<p>e.     Di baca dalam bahasa yang dimengerti atau dipahami dengan jelas.<br />
  (Q14/Ibrahim ayat 4,Q19/Mariam ayat 97 dan Q44/Ad Dukhaan ayat 58).</p>
	<p>( QS 14/ IBRAHIM ) ayat 4<br />
4. 	Kami tidak mengutus seorang Rasulpun , melainkan dengan bahasa  kaumnya , supaya dia dapat memberikan penjelasan dengan terang kepada mereka . Maka Allah menyesatkan  siapa yang Dia kehendaki , dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki . Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa  lagi Maha Bijaksana. </p>
	<p>			( QS 19/ Mariam  ) ayat 97<br />
		97.	Maka   Sesungguhnya   telah   kami  mudahkan   Al  Qur’an  itu    dengan<br />
bahasamu , agar kamu dapat memberi kabar gembira  dengan Al Qur’an itu kepada orang – orang yang bertakwa , dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.<br />
			( Q44/ Ad Dukhaan) ayat 58<br />
58. 	Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu  dengan bahasamu supaya<br />
      	mereka mendapat   pelajaran</p>
	<p>f. Adapun yang memasukan hikmah dan pengertiannya kedalam dada orang<br />
    	   yang membaca   dan  mengamalkannya adalah Allah.<br />
               ( Q75/Al Qiyamaah ayat 16,17,18,19).</p>
	<p>(QS75/Al Qiyamah) ayat 16.17,18,19<br />
	16.	Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur&#8217;an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya.<br />
	17.	Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya.<br />
		18.	Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.<br />
		19.	Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.</p>
	<p>		(QS 10 / Yunus ) ayat 100<br />
100.	Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya.</p>
	<p>( QS 61 / Ash Shaff ) ayat 2 – 3<br />
2.		Hai Orang – orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak  perbuat ?<br />
3. 	Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa  kamu mengatakan apa -apa yang  tiada   kamu kerjakan.</p>
	<p>Hindari pengkultusan pribadi<br />
( QS03 / Ali ‘Imron ) ayat 79<br />
Tidak wajar bagi seorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab,Hikmah dan Kenabian, lalu ia berkata kepada manusia:”Hendaklah kamu menjadi penyembahku bukan penyembah Allah.”akan tetapi ( dia berkata ):”Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang Rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”<br />
Memohon dan Kembalilah  hanya kepada Allah dan Rasul-Nya.<br />
Qs3/Ali ‘Imran ayat 53<br />
Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan  dan telah kami ikuti Rasul , karena itu masukanlah kami kedalam golongan orang-orang yang menjadi saksi ( tentang ke Esaan Allah ). Aamien.<br />
***************************************<br />
Wahai saudara-sadaraku hamba Allah marilah kita sama-sama kembali kepada ridho dan rahmat –Nya. Baca dan pelajari lah Al Qur’an dengan bahasa yang dimengerti , mulailah dengan ayat-ayat mukhamat  dan yang mudah menurut  ukuran pembaca.<br />
Kita akan mendapatkan hikmah dari Al Qur’an apabila kita melaksanakan ayat  yang dibaca serta mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya .<br />
Perintah-Nya adalah : Jangan menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, berbuat baik terhadap  kedua orang tua, Fakir miskin, Yatim, yatim piatu, kaum kerabat , ibnu sabil, tetangga dekat dan tetangga jauh.<br />
Hindari : Iri, dengki , fitnah ,merusak, permusuhan, judi, perjinahan minuman / makanan yang memabukan dsb. Karena sifat tersebut adalah sifat Iblis yang terkutuk dan sudah berjanji dihadapan Allah untuk menyesatkan Manusia.<br />
Kita harus menyadari bahwa Allah menciptakan manusia dalam keadaan yang berbeda-beda (QS Ad Dzariat ayat 4  ):Jenis kelamin, status sosial, bangsa, bahasa , adat istiadat, pendapat , warna kulit dsb.<br />
Jadikanlah perbedaan tersebut sebagai rahmat-Nya.<br />
Kewajiban Rasul, Nabi ,saya dan saudara-saudara sekalian adalah melaksanakan perintah-Nya dan menyampaikan firman-firman-Nya<br />
Dan yang harus selalu diingat janganlah menyuruh orang lain berbuat kebaikan sebelum kita melaksanakannya.agar kita terhindar dari murka-Nya.<br />
Tujuan tulisan singkat ini di  buat untuk mencari ridho-Nya dan  sebagai  sasaran antara  sebelum kita semua  mengerti dan memahami Al Qur’an dalam bahasa aslinya agar kita mempunyai gambaran yang jelas apa Al Qur’an itu ? .dari Allah ( yang tertulis dalam Al Qur’an ). Sehingga  dalam pelaksanaan ritual ibadah  yang terdapat dalam Sunnah Rasul dan Hadist – Hadist Nabi hati kita menjadi lebih khusyu.<br />
( Kami menyarankan untuk  membaca Tafsir Al Qur’an  terbitan DEPAG .RI. karena hasil terjemahan 10 orang tokoh agama yang menurut kami sangat ahli dibidangnya.dan disertai referensi Hadist-Hadist dan Tafsir  yang bisa dipertanggung jawabkan , atau CD Holy Qur’an versi 6.5 Dan kamipun sangat menyadari bahwa  tiap ayat-ayat Al Qur’an  penuh dengan pengertian dan hikmah , dan Allah lah yang  memasukan hikmah tersebut kepada orang yang dikehendaki-Nya.<br />
Akhir kata kami meminta ma’af apabila dalam tulisan singkat ini ada kesalahan. Kami mengharapkan penyempurnaan dari  saudara – saudara / hamba-hamba yang dimulyakan Allah yang lebih paham dan mohon dilengkapi  dengan  hadist-hadistnya Dan semoga kita semua menjadi orang-orang Rabbani. Aammien<br />
Catatan : 	Dengan Segala Kerendahan Hati  apabila pada tulisan ini mengandung hal hal yang menjurus kepada pendapat pribadi penulis mohon untuk tidak di perselisihkan, akan tetapi penulis hanya menyampaikan firman – firman Allah S.w.t. dan mencermatinya  yang merupakan kewajiban kita semua .<br />
	Dengan kata lain Jangan dilihat siapa yang menulis dan kearah mana penulis maksudkan , akan tetapi bacalah ( Kaji, Hayati dan Amalkan ) sebagian ayat – ayat  Al Qur’an    tersebut ( ayat – ayat tersebut termasuk ayat Mukhamat yaitu ayat yang jelas dan mudah di mengerti ) mudah – mudahan hati kita tergerak untuk biasa membaca ( Mengkaji, menghayati dan mengamalkan ) keseluruhan ayat – ayat Al Qur’an.<br />
Adapun kesimpulam akhir ( Hikmahnya ) pembacalah yang lebih paham sesuai dengan amalan- amalan yang dilakukan , pola pikir, latar belakang pendidikan  dsb.	Wallahu Alam</p>
	<p>Wasalamu’alaikum .<br />
Penulis<br />
Dedi Jukardi<br />
Jl : Jl.Bumi Asih No.21-23<br />
Komplek Santosa Asih Jaya<br />
Rancasari – Bandung 40292<br />
Tlp.(022) -7506664-7507414 Hp.08122182894
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-656</link>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2007 14:17:36 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-656</guid>
					<description>[TANYA]

Apakah dengan demikian artinya orang seharusnya hanya menggunakan &lt;i&gt;qalb&lt;/i&gt; untuk memandang persoalan? Apakah artinya ummat islam tidak boleh rasional? Dikit-dikit, hati, kalbu.... 

[JAWAB]

Tentu tidak. Karena 'akal' (akal rasional), yang merupakan akal jasad kita ini, seharusnya hanya menjadi instrumen untuk melaksanakan akal jiwanya &lt;i&gt;('aql)&lt;/i&gt;, yang bersumber dari &lt;i&gt;qalb&lt;/i&gt;. 

Diri kita yang jasadiyah ini seharusnya cukup menjadi instrumen bagi diri sejatinya (jiwa/&lt;i&gt;nafs&lt;/i&gt;) dalam melaksanakan tugasnya di dunia ini. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>[TANYA]</p>
	<p>Apakah dengan demikian artinya orang seharusnya hanya menggunakan <i>qalb</i> untuk memandang persoalan? Apakah artinya ummat islam tidak boleh rasional? Dikit-dikit, hati, kalbu&#8230;. </p>
	<p>[JAWAB]</p>
	<p>Tentu tidak. Karena &#8216;akal&#8217; (akal rasional), yang merupakan akal jasad kita ini, seharusnya hanya menjadi instrumen untuk melaksanakan akal jiwanya <i>(&#8217;aql)</i>, yang bersumber dari <i>qalb</i>. </p>
	<p>Diri kita yang jasadiyah ini seharusnya cukup menjadi instrumen bagi diri sejatinya (jiwa/<i>nafs</i>) dalam melaksanakan tugasnya di dunia ini.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-655</link>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2007 14:06:34 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-655</guid>
					<description>Betul, untuk melengkapi, saya tambahkan...

Dasar-dasar 'qalb' sebagai entitas dalam diri manusia yang seharusnya dipergunakan untuk memahami persoalan adalah ayat-ayat berikut ini:

(1)

[7:179]


وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ
قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا
وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ
هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ&lt;em&gt;


 walaqad dzara/naa lijahannama katsiiran mina aljinni waal-insi ---&lt;strong&gt;lahum quluubun laa yafqahuuna bihaa&lt;/strong&gt;--- walahum a'yunun laa yubshiruuna bihaa walahum aatsaanun laa yasma'uuna bihaa ulaa-ika kaal-an'aami bal hum adhallu ulaa-ika humu alghaafiluuna.&lt;/em&gt;

Terjemahan Depag:

&quot;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&quot;

Perhatikan:

&lt;strong&gt;&quot;...lahum quluubun laa yafqahuuna biha...&quot;&lt;/strong&gt;

makna yang sesuai bahasa qur'annya adalah,

&lt;em&gt;&quot;Mereka mempunyai &lt;strong&gt;qalb-qalb&lt;/strong&gt; (tetapi) tidak mem-&lt;strong&gt;'faqih'&lt;/strong&gt;-i (memahami) dengannya...&quot;&lt;/em&gt;

-----------------

(2)

[22:46]

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ
بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ
وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

 &lt;em&gt;afalam yasiiruu fii al-ardhi fatakuuna ---&lt;strong&gt;lahum quluubun ya'qiluuna bihaa&lt;/strong&gt;--- aw aatsaanun yasma'uuna bihaa fa-innahaa laa ta'maa al-abshaaru walaakin ta'maa alquluubu allatii fii alshshuduuri&lt;/em&gt;

Terjemahan Depag :

&quot;maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.&quot;

Perhatikan:

&lt;strong&gt;&quot;...lahum quluubun ya'qiluuna biha...&quot;
&lt;/strong&gt;
makna yang sesuai bahasa qur'annya adalah,

&lt;em&gt;&quot;mereka mempunyai &lt;strong&gt;qalb-qalb&lt;/strong&gt; (dan) ber-&lt;strong&gt;'aql&lt;/strong&gt; dengannya...&quot;&lt;/em&gt;

------------------

Jadi, untuk 'faqih' akan sebuah persoalan, dan untuk memakai-&lt;em&gt;'aql&lt;/em&gt; (akal jiwa/nafs) tentang sebuah persoalan, adalah menggunakan &lt;em&gt;'qalb'&lt;/em&gt;. Bukan akal dalam pengertian 'rasio'.

Semoga bermanfaat,

wass. wr. wb

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Betul, untuk melengkapi, saya tambahkan&#8230;</p>
	<p>Dasar-dasar &#8216;qalb&#8217; sebagai entitas dalam diri manusia yang seharusnya dipergunakan untuk memahami persoalan adalah ayat-ayat berikut ini:</p>
	<p>(1)</p>
	<p>[7:179]</p>
	<p>وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِّنَ الْجِنِّ وَالإِنسِ لَهُمْ<br />
قُلُوبٌ لاَّ يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لاَّ يُبْصِرُونَ بِهَا<br />
وَلَهُمْ آذَانٌ لاَّ يَسْمَعُونَ بِهَا أُوْلَـئِكَ كَالأَنْعَامِ بَلْ<br />
هُمْ أَضَلُّ أُوْلَـئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ<em></p>
	<p> walaqad dzara/naa lijahannama katsiiran mina aljinni waal-insi &#8212;<strong>lahum quluubun laa yafqahuuna bihaa</strong>&#8212; walahum a&#8217;yunun laa yubshiruuna bihaa walahum aatsaanun laa yasma&#8217;uuna bihaa ulaa-ika kaal-an&#8217;aami bal hum adhallu ulaa-ika humu alghaafiluuna.</em></p>
	<p>Terjemahan Depag:</p>
	<p>&#8220;Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.&#8221;</p>
	<p>Perhatikan:</p>
	<p><strong>&#8220;&#8230;lahum quluubun laa yafqahuuna biha&#8230;&#8221;</strong></p>
	<p>makna yang sesuai bahasa qur&#8217;annya adalah,</p>
	<p><em>&#8220;Mereka mempunyai <strong>qalb-qalb</strong> (tetapi) tidak mem-<strong>&#8216;faqih&#8217;</strong>-i (memahami) dengannya&#8230;&#8221;</em></p>
	<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
	<p>(2)</p>
	<p>[22:46]</p>
	<p>أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ<br />
بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ<br />
وَلَكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ</p>
	<p> <em>afalam yasiiruu fii al-ardhi fatakuuna &#8212;<strong>lahum quluubun ya&#8217;qiluuna bihaa</strong>&#8212; aw aatsaanun yasma&#8217;uuna bihaa fa-innahaa laa ta&#8217;maa al-abshaaru walaakin ta&#8217;maa alquluubu allatii fii alshshuduuri</em></p>
	<p>Terjemahan Depag :</p>
	<p>&#8220;maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.&#8221;</p>
	<p>Perhatikan:</p>
	<p><strong>&#8220;&#8230;lahum quluubun ya&#8217;qiluuna biha&#8230;&#8221;<br />
</strong><br />
makna yang sesuai bahasa qur&#8217;annya adalah,</p>
	<p><em>&#8220;mereka mempunyai <strong>qalb-qalb</strong> (dan) ber-<strong>&#8216;aql</strong> dengannya&#8230;&#8221;</em></p>
	<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
	<p>Jadi, untuk &#8216;faqih&#8217; akan sebuah persoalan, dan untuk memakai-<em>&#8216;aql</em> (akal jiwa/nafs) tentang sebuah persoalan, adalah menggunakan <em>&#8216;qalb&#8217;</em>. Bukan akal dalam pengertian &#8216;rasio&#8217;.</p>
	<p>Semoga bermanfaat,</p>
	<p>wass. wr. wb
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Kalijaga</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-654</link>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2007 12:14:01 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-654</guid>
					<description>Mas Wisnu,

Jawaban pertanyaan anda itu saat erat kaitannya dengan Firman-firmanNYA dalam Al qur'an yang banyak sekali menyatakan : ........apakah kamu berpikir?. Kenapa banyak firman2 yg menyebutkan ayat2 tsb dikarena kita hidup di dunia ini harus mengkaji, menganalisa dan mengaplikasikan ayat2 di al Qur'an dengan mempergunakan AKAL yang diberikan olehNYA utk mengarungi hidup disini. Apabila perangkat AKAL tsb digunakan secara maksimal dan digabungkan dengan penyucian hati dan mengikuti koridor-koridor dariNYA maka insya allah akan dibukakan pemahaman hakikat segala sesuatu termasuk pemahaman isi Al Qur'an tsb.... Setelah disadari maka semua yang kita terima ini adalah karena setitik cinta kasihNYA kepada kita. Semoga kita semua menjadi khusnul kootimah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mas Wisnu,</p>
	<p>Jawaban pertanyaan anda itu saat erat kaitannya dengan Firman-firmanNYA dalam Al qur&#8217;an yang banyak sekali menyatakan : &#8230;&#8230;..apakah kamu berpikir?. Kenapa banyak firman2 yg menyebutkan ayat2 tsb dikarena kita hidup di dunia ini harus mengkaji, menganalisa dan mengaplikasikan ayat2 di al Qur&#8217;an dengan mempergunakan AKAL yang diberikan olehNYA utk mengarungi hidup disini. Apabila perangkat AKAL tsb digunakan secara maksimal dan digabungkan dengan penyucian hati dan mengikuti koridor-koridor dariNYA maka insya allah akan dibukakan pemahaman hakikat segala sesuatu termasuk pemahaman isi Al Qur&#8217;an tsb&#8230;. Setelah disadari maka semua yang kita terima ini adalah karena setitik cinta kasihNYA kepada kita. Semoga kita semua menjadi khusnul kootimah.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: hadijah</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-651</link>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 13:46:13 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-651</guid>
					<description>Jazakillah Mas Wisnu, pertanyaannya direspon dgn sangat &quot;baik&quot; dan memberikan pencerahan. Semoga kita selalu dituntun oleh Nya untuk memahami Al Quran, amin...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Jazakillah Mas Wisnu, pertanyaannya direspon dgn sangat &#8220;baik&#8221; dan memberikan pencerahan. Semoga kita selalu dituntun oleh Nya untuk memahami Al Quran, amin&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-639</link>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2007 14:34:16 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-639</guid>
					<description>:lol:Bravo Mas Wisnu, sepertinya mas Wisnu sudah diajak jalan-jalan tuh..., udah merasakan ada yang janggal, engga banyak joga lho yang menyadari hal ini,

Sepertinya memang sebagaimana penyampaian Allah, &quot;kami jadikan engkau bisa membaca sehingga tidak akan lupa...&quot;, kesannya bahwa untuk membaca garis lurusnya, adalah bentuk, atau manifestnya dari suatu taqwil yang sudah ditanamkanNYA pada hati, kalau dengar-dengar ceritanya, yang mengalami hal ini tiba-tiba saja merasa faham, sehingga katanya sulit diungkapkan bagaimana prosesnya, seperti aliran air yang tiba-tiba ada dibawah tanah..., dibilang payah untuk menemukannya, atau mudah, sepertinya terletak pada Sang Maha Pembolak-Balik Hati...,...&quot;dimudahkan kejalan yang mudah...&quot; semoga segera ya..Mas Wisnu..., salam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p> <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> Bravo Mas Wisnu, sepertinya mas Wisnu sudah diajak jalan-jalan tuh&#8230;, udah merasakan ada yang janggal, engga banyak joga lho yang menyadari hal ini,</p>
	<p>Sepertinya memang sebagaimana penyampaian Allah, &#8220;kami jadikan engkau bisa membaca sehingga tidak akan lupa&#8230;&#8221;, kesannya bahwa untuk membaca garis lurusnya, adalah bentuk, atau manifestnya dari suatu taqwil yang sudah ditanamkanNYA pada hati, kalau dengar-dengar ceritanya, yang mengalami hal ini tiba-tiba saja merasa faham, sehingga katanya sulit diungkapkan bagaimana prosesnya, seperti aliran air yang tiba-tiba ada dibawah tanah&#8230;, dibilang payah untuk menemukannya, atau mudah, sepertinya terletak pada Sang Maha Pembolak-Balik Hati&#8230;,&#8230;&#8221;dimudahkan kejalan yang mudah&#8230;&#8221; semoga segera ya..Mas Wisnu&#8230;, salam&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: QZoners</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-638</link>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2007 10:42:02 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/31/kenapa-al-quran-tidak-jelas-sistematikanya/#comment-638</guid>
					<description>Wah, mantap nih pembahasannya. Tapi alasan diacak-acaknya urutan pembahasan Al-Quran juga upaya untuk menjaga keaslian Al-Qur'an itu sendiri. Sering kita lihat orang salah mengetikkan kata-kata,m tapi jarang kita lihat orang salah mengetikkan nomor telepon (yang biasanya berupa angka acak). Dengan diacaknya urutan pembahasan, maka manusia akan memiliki perhatian per ayat bahkan per huruf, sehingga penyimpangan dan usaha pemalsuan AlQuran bisa diminamilisir bahkan ditiadakan :grin:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Wah, mantap nih pembahasannya. Tapi alasan diacak-acaknya urutan pembahasan Al-Quran juga upaya untuk menjaga keaslian Al-Qur&#8217;an itu sendiri. Sering kita lihat orang salah mengetikkan kata-kata,m tapi jarang kita lihat orang salah mengetikkan nomor telepon (yang biasanya berupa angka acak). Dengan diacaknya urutan pembahasan, maka manusia akan memiliki perhatian per ayat bahkan per huruf, sehingga penyimpangan dan usaha pemalsuan AlQuran bisa diminamilisir bahkan ditiadakan  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
