<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Para Pencari Yang Jujur (Dengan Dirinya)</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 16:16:54 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Ahmad</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-1506</link>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 20:27:17 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-1506</guid>
					<description>Ikutan Curhat:smile:
Ternyata pemahaman agama yg saya dapatkan selama ini masih jauh dr kata cukup dan mungkin saya masih belum memahami makna Islam yang saya yakini ini, tapi apakah jalan yg kita tempuh harus seberat itu mas? kita hrs berani dikucilkan oleh orang byk?
terus kenapa saya terlahir di dunia sebagai orang Islam &quot;turunan&quot; bukan seseorang yg mampu menggali makna Islam sehingga saya dapat meyakini dengan sebenar2nya agama Besar ini???
ada apa dibalik semua rencana besar Allah ini khususnya terhadap saya dan mungkin jg dialami oleh teman2 saya yg lain??
Bagaimana caranya mencari arrti ini semua??:oops:
Apakah Allah akan menjawab semua pertanyaan saya yang hina ini??:sad:
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ikutan Curhat <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' /><br />
Ternyata pemahaman agama yg saya dapatkan selama ini masih jauh dr kata cukup dan mungkin saya masih belum memahami makna Islam yang saya yakini ini, tapi apakah jalan yg kita tempuh harus seberat itu mas? kita hrs berani dikucilkan oleh orang byk?<br />
terus kenapa saya terlahir di dunia sebagai orang Islam &#8220;turunan&#8221; bukan seseorang yg mampu menggali makna Islam sehingga saya dapat meyakini dengan sebenar2nya agama Besar ini???<br />
ada apa dibalik semua rencana besar Allah ini khususnya terhadap saya dan mungkin jg dialami oleh teman2 saya yg lain??<br />
Bagaimana caranya mencari arrti ini semua?? <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /><br />
Apakah Allah akan menjawab semua pertanyaan saya yang hina ini?? <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_sad.gif' alt=':sad:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: tomy</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-1293</link>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 11:36:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-1293</guid>
					<description>HIDUP tak akan pernah mencapai finalitas definisi, akan terus berproses, Sang Pencari sadar dedaunan di dalam hutan tak akan mungkin tergenggam. Sementara mereka 'para pemegang hegemoni' telah mematikan tuhan dalam kitab &amp;amp; pengetahuan mereka</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>HIDUP tak akan pernah mencapai finalitas definisi, akan terus berproses, Sang Pencari sadar dedaunan di dalam hutan tak akan mungkin tergenggam. Sementara mereka &#8216;para pemegang hegemoni&#8217; telah mematikan tuhan dalam kitab &amp; pengetahuan mereka
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: andri</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-1199</link>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 02:28:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-1199</guid>
					<description>mohon maaf.. saya orang baru yang membaca artikel dan koment disini. saya tertarik, pada koment kang zal dan kang wisnu. dan menurut saya... antara kafir dan tidak nya saya, itu tergantung pada nilai &quot;percaya&quot; saya pada Alloh. kalau diibaratkan, seperti benang dibelah tujuh... berarti saking lembutnya, yang tahu hanya diri nya sendiri (itu pun kalo dia diberi sadar oleh Alloh) dan Alloh. jadi antara seruan “Wahai orang-orang kafir….” kalo saya membaca ayat itu, artinya.. didalam diri saya sedang dalam keadaan kafir. jadi kalo kita masih diseru demikian, sudah tentu Alloh Yang Maha Murah masih mengasihi saya dengan seruan-Nya. Apakah pantas... dengan Maha Kasih Alloh.. saya menyangkal kekafiran saya? yang akan dituntun kepada jalan supaya tidak kafir? saya rasa lebih baik perbaiki &quot;percaya&quot; saya kepada Alloh. 

mohon maaf kelancangan saya ikut serta dalam koment ini. saya ingin menambah pemahaman saya yang dangkal. mohon sharring nya dari akang2 atau teteh2 semua. terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>mohon maaf.. saya orang baru yang membaca artikel dan koment disini. saya tertarik, pada koment kang zal dan kang wisnu. dan menurut saya&#8230; antara kafir dan tidak nya saya, itu tergantung pada nilai &#8220;percaya&#8221; saya pada Alloh. kalau diibaratkan, seperti benang dibelah tujuh&#8230; berarti saking lembutnya, yang tahu hanya diri nya sendiri (itu pun kalo dia diberi sadar oleh Alloh) dan Alloh. jadi antara seruan “Wahai orang-orang kafir….” kalo saya membaca ayat itu, artinya.. didalam diri saya sedang dalam keadaan kafir. jadi kalo kita masih diseru demikian, sudah tentu Alloh Yang Maha Murah masih mengasihi saya dengan seruan-Nya. Apakah pantas&#8230; dengan Maha Kasih Alloh.. saya menyangkal kekafiran saya? yang akan dituntun kepada jalan supaya tidak kafir? saya rasa lebih baik perbaiki &#8220;percaya&#8221; saya kepada Alloh. </p>
	<p>mohon maaf kelancangan saya ikut serta dalam koment ini. saya ingin menambah pemahaman saya yang dangkal. mohon sharring nya dari akang2 atau teteh2 semua. terima kasih.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-691</link>
		<pubDate>Sun, 22 Apr 2007 02:37:32 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-691</guid>
					<description>Mas Wisnu, jika Allah memanggil saya, dengan panggilan wahai orang kafir..., jika dikehendakinya niscaya saya akan datang...?..karena itupun terlalu mulia bagi saya....:cry:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mas Wisnu, jika Allah memanggil saya, dengan panggilan wahai orang kafir&#8230;, jika dikehendakinya niscaya saya akan datang&#8230;?..karena itupun terlalu mulia bagi saya&#8230;. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: lutfi123456</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-690</link>
		<pubDate>Sat, 21 Apr 2007 16:25:45 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-690</guid>
					<description>maaf kalau saya salah, ada nabi dari pemuka agama seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>maaf kalau saya salah, ada nabi dari pemuka agama seperti Nabi Zakaria dan Nabi Yahya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: wisnu</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-649</link>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 09:20:51 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-649</guid>
					<description>Jujur memang berat sekali ya.. Waktu kita gagal dalam menghadapi suatu ujian, apakah dengan mudah kita akan mengakui ketidakmampuan kita? Waktu ada orang yang tiba-tiba ngomelin kita karena kesalahan yang kita buat, apakah kata 'maaf' yang pertama terucap atau justru serangan balasan yang bertubi-tubi?  Waktu Allah memanggil : &quot;Wahai orang-orang kafir....&quot; apakah mudah untuk menjawab &quot;Daulat Tuanku, ada apa dengan hamba?&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Jujur memang berat sekali ya.. Waktu kita gagal dalam menghadapi suatu ujian, apakah dengan mudah kita akan mengakui ketidakmampuan kita? Waktu ada orang yang tiba-tiba ngomelin kita karena kesalahan yang kita buat, apakah kata &#8216;maaf&#8217; yang pertama terucap atau justru serangan balasan yang bertubi-tubi?  Waktu Allah memanggil : &#8220;Wahai orang-orang kafir&#8230;.&#8221; apakah mudah untuk menjawab &#8220;Daulat Tuanku, ada apa dengan hamba?&#8221;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-641</link>
		<pubDate>Sat, 31 Mar 2007 19:34:39 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/03/30/para-pencari-yang-jujur-dengan-dirinya/#comment-641</guid>
					<description>Mas Dimas, boleh ya ikut bermajelis, Allah menyiratkan bahwa diriNYA dijulukinya Yang Maha Menunjuki, Yang Maha Mengatur, bahkan &quot;...tidak selembar daun kering yang jatuh yang tidak tercatat dalam kitab yang nyata..&quot;, lamunan yang terlamunkan di saya, menggambarkan bahwa saya umpama domba bodoh, yang digirng memasuki areal kandang, baik sadar maupun tidak sadar, jadi siapa yang ditunjuki beruntunglah dia, dan bentuk ditunjukipun beragam bisa terlihat maupun tidak, seperti gunung yang menurut Allah berjalan sebagaimana awan berjalan, namun kita lihat bahwa gunung tetap pada tempatnya...

rasanya segala sesuatu apapun baik yang dzohir maupun tidak adalah bentuk nyata ciptaannya, apakah dia pemuka maupun tidak,  semua bermanfaat yang menurut Allah bagi pemerhati ciptaannya, pertemuan demi pertemuan ibarat mengumpulkan batu, semen dan bahan bangunan lainnya, yang suatu saat akan terbentuklah suatu bangunan, namun kualitas bangunan tidaklah selalu sama, namun perputaran waktu sepertinya bangunan-bangunan akan semakin baik dan berkualitas

mohon maaf atas persepsi ini, terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mas Dimas, boleh ya ikut bermajelis, Allah menyiratkan bahwa diriNYA dijulukinya Yang Maha Menunjuki, Yang Maha Mengatur, bahkan &#8220;&#8230;tidak selembar daun kering yang jatuh yang tidak tercatat dalam kitab yang nyata..&#8221;, lamunan yang terlamunkan di saya, menggambarkan bahwa saya umpama domba bodoh, yang digirng memasuki areal kandang, baik sadar maupun tidak sadar, jadi siapa yang ditunjuki beruntunglah dia, dan bentuk ditunjukipun beragam bisa terlihat maupun tidak, seperti gunung yang menurut Allah berjalan sebagaimana awan berjalan, namun kita lihat bahwa gunung tetap pada tempatnya&#8230;</p>
	<p>rasanya segala sesuatu apapun baik yang dzohir maupun tidak adalah bentuk nyata ciptaannya, apakah dia pemuka maupun tidak,  semua bermanfaat yang menurut Allah bagi pemerhati ciptaannya, pertemuan demi pertemuan ibarat mengumpulkan batu, semen dan bahan bangunan lainnya, yang suatu saat akan terbentuklah suatu bangunan, namun kualitas bangunan tidaklah selalu sama, namun perputaran waktu sepertinya bangunan-bangunan akan semakin baik dan berkualitas</p>
	<p>mohon maaf atas persepsi ini, terima kasih
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
