<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Waham ‘Kesolehan’, Waham ‘Kekasih Allah’, Waham ‘Pembimbing Spiritual’</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 11:22:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1550</link>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 22:52:28 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1550</guid>
					<description>If you have to ask, you won't need one.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>If you have to ask, you won&#8217;t need one.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: FRE</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1549</link>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 22:12:39 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1549</guid>
					<description>BERGURU KEPADA ALAM TERKEMBANG , APA HARUS MENCARI MURSYID JUGA ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>BERGURU KEPADA ALAM TERKEMBANG , APA HARUS MENCARI MURSYID JUGA ?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1412</link>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 21:11:14 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1412</guid>
					<description>mungkin posting &lt;a href=&quot;http://suluk.blogsome.com/2006/06/08/mursyid-salik-dan-thariqah/&quot;&gt;&lt;b&gt;Mursyid, Salik dan Thariqah&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; ini bisa menjawab? </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>mungkin posting <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/06/08/mursyid-salik-dan-thariqah/"><b>Mursyid, Salik dan Thariqah</b></a> ini bisa menjawab?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: krishna</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1411</link>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 14:33:15 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1411</guid>
					<description>kang. sepertinya ada konklusi yg belum tertulis di bagian akhir, yg intinya : kemursyidan itu seperti apa..( bukan seperti pengajian, ke pasar dll, so what gitu lho.... ).
sekedar saran atau memang pake gaya open ending... :-), 
tx.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>kang. sepertinya ada konklusi yg belum tertulis di bagian akhir, yg intinya : kemursyidan itu seperti apa..( bukan seperti pengajian, ke pasar dll, so what gitu lho&#8230;. ).<br />
sekedar saran atau memang pake gaya open ending&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> ,<br />
tx.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Sidi Om</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1178</link>
		<pubDate>Thu, 10 Jan 2008 14:21:01 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1178</guid>
					<description>Yang mati itu nafsu, akal, jiwa, jasad,..... sakit, salah, sedap ini barang semua mahu diuji di sini.. bumi.... kasi cuci... kasi tanam.
Yang hidup tanafas, nufus, roh... cahaya... nur..... kasi ini barang lembut, harum, ringan dan ghaib. tak ada kena soal.cari ini baranglah!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Yang mati itu nafsu, akal, jiwa, jasad,&#8230;.. sakit, salah, sedap ini barang semua mahu diuji di sini.. bumi&#8230;. kasi cuci&#8230; kasi tanam.<br />
Yang hidup tanafas, nufus, roh&#8230; cahaya&#8230; nur&#8230;.. kasi ini barang lembut, harum, ringan dan ghaib. tak ada kena soal.cari ini baranglah!!!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: dimas ragil</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1171</link>
		<pubDate>Sun, 06 Jan 2008 21:07:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1171</guid>
					<description>Ass,

Jika tak berkesempatan untuk bertemu.
 
Kesadaran penuh akan 'ketidaktahuan' kita adalah modal untuk mulai memberikan kesempatan pada 'sesuatu' di luar sana untuk memperlihatkan sebagian rahasia yang selama ini tertutup oleh rasa diri yang terlalu besar.

Jika kita memang belum bisa memahami pada apa yang sedang kita hadapi, ya.. biarkan aja. Semakin kita memaksa untuk memahami, maka bagai kita memberikan tirai yang semakin tebal pada sesuatu yang ingin kita pahami. 

Ini hanya mengajarkan diri kita untuk lebih 'sadar'. (Dan tentu bukan 'pasif manner' hasil akhir yang akan tercapai). Kita belajar untuk bisa lebih menerima. Menerima diri kita. Mulai belajar untuk lebih mengenal diri kita.

Keindahan akan dapat dipastikan mulai terlihat. Kecintaan akan bersemi. Dan pasti ini benih dari pribadi utama. Pribadi yang mampu menyiratkan makna ke-ikhlas-an dalam tiap langkahnya.
Pribadi yang 'aktif'.

Wss.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ass,</p>
	<p>Jika tak berkesempatan untuk bertemu.</p>
	<p>Kesadaran penuh akan &#8216;ketidaktahuan&#8217; kita adalah modal untuk mulai memberikan kesempatan pada &#8217;sesuatu&#8217; di luar sana untuk memperlihatkan sebagian rahasia yang selama ini tertutup oleh rasa diri yang terlalu besar.</p>
	<p>Jika kita memang belum bisa memahami pada apa yang sedang kita hadapi, ya.. biarkan aja. Semakin kita memaksa untuk memahami, maka bagai kita memberikan tirai yang semakin tebal pada sesuatu yang ingin kita pahami. </p>
	<p>Ini hanya mengajarkan diri kita untuk lebih &#8217;sadar&#8217;. (Dan tentu bukan &#8216;pasif manner&#8217; hasil akhir yang akan tercapai). Kita belajar untuk bisa lebih menerima. Menerima diri kita. Mulai belajar untuk lebih mengenal diri kita.</p>
	<p>Keindahan akan dapat dipastikan mulai terlihat. Kecintaan akan bersemi. Dan pasti ini benih dari pribadi utama. Pribadi yang mampu menyiratkan makna ke-ikhlas-an dalam tiap langkahnya.<br />
Pribadi yang &#8216;aktif&#8217;.</p>
	<p>Wss.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: kw</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1165</link>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2008 13:32:11 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-1165</guid>
					<description>terus gimana cara ngenalin beliaunya...? </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>terus gimana cara ngenalin beliaunya&#8230;?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: andreas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-990</link>
		<pubDate>Fri, 24 Aug 2007 09:48:21 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-990</guid>
					<description>sungguh ini sesuatu yang mencerahkan bagi saya! meski kita beda tapi dapat merasakan bahwa kita sama sebagai seorang peziarah dalam hidup ini, sehingga saya merasakan persaudaraan hati dengan anda</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>sungguh ini sesuatu yang mencerahkan bagi saya! meski kita beda tapi dapat merasakan bahwa kita sama sebagai seorang peziarah dalam hidup ini, sehingga saya merasakan persaudaraan hati dengan anda
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Bagus</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-945</link>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 15:10:49 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-945</guid>
					<description>Bahkan Rasulillah Muhammad SAW dibimbing oleh Sayyidina Jibril a.s. ketika mi'raj, walau pun ada rahasia tersendiri antara Rasulullah dan ALLAh secara langsung yang Jibril sendiri tidak tahu.

Kalau merasa bisa menempu jalan sendiri, kenapa tidak terpikir mengapa Allah perlu mengutus Nabi dan Rasul, bukankah Allah bisa saja memberi hidayah semua umatNYA ?

Pahami dengan hati bukan dengan akal, engkau akan mengerti.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Bahkan Rasulillah Muhammad SAW dibimbing oleh Sayyidina Jibril a.s. ketika mi&#8217;raj, walau pun ada rahasia tersendiri antara Rasulullah dan ALLAh secara langsung yang Jibril sendiri tidak tahu.</p>
	<p>Kalau merasa bisa menempu jalan sendiri, kenapa tidak terpikir mengapa Allah perlu mengutus Nabi dan Rasul, bukankah Allah bisa saja memberi hidayah semua umatNYA ?</p>
	<p>Pahami dengan hati bukan dengan akal, engkau akan mengerti.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: abu zuhri shin</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-910</link>
		<pubDate>Tue, 31 Jul 2007 16:26:16 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-910</guid>
					<description>Mereka yang diberkati dengan dhawq menembusi alam sensori atau memasuki alam kabir malakut, maka lidah tiada terkata dan tiada bahasa bisa menggambarkan fana atau musyahada tersebut. Macam Nabi Ibrahim bermunajat dalam api, Nabi yunus berzikir dalam gelap perut ikan Nun dimalam pekat dan diselubungi kelam lautan. Atau gunung hancur depan mata Nabi Musa digunung Tursina. Apa erti ini semua buat kita ? </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Mereka yang diberkati dengan dhawq menembusi alam sensori atau memasuki alam kabir malakut, maka lidah tiada terkata dan tiada bahasa bisa menggambarkan fana atau musyahada tersebut. Macam Nabi Ibrahim bermunajat dalam api, Nabi yunus berzikir dalam gelap perut ikan Nun dimalam pekat dan diselubungi kelam lautan. Atau gunung hancur depan mata Nabi Musa digunung Tursina. Apa erti ini semua buat kita ?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-775</link>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 14:29:44 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-775</guid>
					<description>Salam...
@Makmum, perdebatan memang layaknya api, jika dimanfaatkan mendatangkan cahaya, namun jika dikobarkan mendatangkan kemusnahan...

@Abdillah, Insya Allah, Allah mempertemukan tiap diri pada jenjang-jenjang kemursyidan, namun intinya berada pada sebagian Kebesaran Allah ...&quot;bahkan pada dirimu sendiri...&quot; Insya Allah, 

@Safia tajul Alam, &quot;sesungguhnya tiada yang mampu menyucikan diri selaia Allahlah yang mensucikannya, dan tiada nafsu tunduk kecuali hanya pada Allah semata, yang Allah sarankan mengingatNYA diperbanyak, sebab dipengingatan itu sungguh-sungguh ada makna yang besar, coba renungkan dengan ketundukan hati kenapa bisa dikatakan mengingatNYA menjadikan kesucian jiwa kita...semoga dipertemukan</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Salam&#8230;<br />
@Makmum, perdebatan memang layaknya api, jika dimanfaatkan mendatangkan cahaya, namun jika dikobarkan mendatangkan kemusnahan&#8230;</p>
	<p>@Abdillah, Insya Allah, Allah mempertemukan tiap diri pada jenjang-jenjang kemursyidan, namun intinya berada pada sebagian Kebesaran Allah &#8230;&#8221;bahkan pada dirimu sendiri&#8230;&#8221; Insya Allah, </p>
	<p>@Safia tajul Alam, &#8220;sesungguhnya tiada yang mampu menyucikan diri selaia Allahlah yang mensucikannya, dan tiada nafsu tunduk kecuali hanya pada Allah semata, yang Allah sarankan mengingatNYA diperbanyak, sebab dipengingatan itu sungguh-sungguh ada makna yang besar, coba renungkan dengan ketundukan hati kenapa bisa dikatakan mengingatNYA menjadikan kesucian jiwa kita&#8230;semoga dipertemukan
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: safia tajul alam</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-774</link>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 11:42:44 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-774</guid>
					<description>  terimakasih kerana tulisan yang bernas ini...buat diri saya sekiranya saya berjaya menundukkan hawa nafsu ini dan menyucikan jiwaku hingga bening..itu sudah satu rahmat dari tuhan..apa saya sudah bertemu mursyid yang sebenar? kata tok guru saya bisa ditemui dengan jalan peyucian jiwa dulu:neutral:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>terimakasih kerana tulisan yang bernas ini&#8230;buat diri saya sekiranya saya berjaya menundukkan hawa nafsu ini dan menyucikan jiwaku hingga bening..itu sudah satu rahmat dari tuhan..apa saya sudah bertemu mursyid yang sebenar? kata tok guru saya bisa ditemui dengan jalan peyucian jiwa dulu <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':neutral:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: abdillah</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-773</link>
		<pubDate>Tue, 12 Jun 2007 06:30:24 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-773</guid>
					<description>Assalamu alaikum
bang Herry, apakah berguru itu pada satu mursyid saja atau bisa lebih. Saya selama ini memandang Rasulullah SAWlah mursyid agung. Yang lain, patut kita ikuti kalau sejalan dengan AL Qur'an dan Sunnah
Wassalam</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamu alaikum<br />
bang Herry, apakah berguru itu pada satu mursyid saja atau bisa lebih. Saya selama ini memandang Rasulullah SAWlah mursyid agung. Yang lain, patut kita ikuti kalau sejalan dengan AL Qur&#8217;an dan Sunnah<br />
Wassalam
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Makmum</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-737</link>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 11:19:58 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-737</guid>
					<description>Wah.., seru nih..!

Buat yg mendebat.., ayoo teruskan..,
Buat yg didebat.., ayoo.., ajukan sanggahan..

Teruskan berdebat, karena dengan berdebat, kita dapatkan kebenaran, sekaligus kesalahan yang hakiki.., selama tujuan dari perdebatan itu sbb:

1.	Mencari perbedaan, untuk kemudian mencari jembatan untuk menjembatani perbedaan yg ditemukan.
2.	Mencari persamaan, untuk kemudian mempergunakan kesamaan2 yg didapat sebagai pengikat dan memperkuat hubungan dan silaturahmi.
3.	Menyebarkan perbedaan dan kesamaan yg ditemukan kepada orang lain yg mencari kebenaran, sehingga baik pendebat maupun yg didebat, menjadi ‘Mursyidin’ bagi saudara2nya..


Sorry.., jadi ngompori, he..he..:grin:

Wassalaam…
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Wah.., seru nih..!</p>
	<p>Buat yg mendebat.., ayoo teruskan..,<br />
Buat yg didebat.., ayoo.., ajukan sanggahan..</p>
	<p>Teruskan berdebat, karena dengan berdebat, kita dapatkan kebenaran, sekaligus kesalahan yang hakiki.., selama tujuan dari perdebatan itu sbb:</p>
	<p>1.	Mencari perbedaan, untuk kemudian mencari jembatan untuk menjembatani perbedaan yg ditemukan.<br />
2.	Mencari persamaan, untuk kemudian mempergunakan kesamaan2 yg didapat sebagai pengikat dan memperkuat hubungan dan silaturahmi.<br />
3.	Menyebarkan perbedaan dan kesamaan yg ditemukan kepada orang lain yg mencari kebenaran, sehingga baik pendebat maupun yg didebat, menjadi ‘Mursyidin’ bagi saudara2nya..</p>
	<p>Sorry.., jadi ngompori, he..he.. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Wassalaam…
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: rachman_</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-735</link>
		<pubDate>Wed, 23 May 2007 05:46:48 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-735</guid>
					<description>isi thread ini benar.
kalo ada yg meragukannya, dia ndak salah, tapi ketahuan banget dia belum punya seorang pembimbing yg sebenar-benarnya pembimbing.
Kalaupun dia punya seorang pembimbing, ketahuan juga level pembimbingnya ada dibawah level isi thread ini.

Wallahu a'lam bishowab.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>isi thread ini benar.<br />
kalo ada yg meragukannya, dia ndak salah, tapi ketahuan banget dia belum punya seorang pembimbing yg sebenar-benarnya pembimbing.<br />
Kalaupun dia punya seorang pembimbing, ketahuan juga level pembimbingnya ada dibawah level isi thread ini.</p>
	<p>Wallahu a&#8217;lam bishowab.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: reza</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-725</link>
		<pubDate>Mon, 14 May 2007 10:36:56 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-725</guid>
					<description>Alhamdulillah..ini artikel merupakan pencerahan kepada kami...
dimana kami bisa gabung mas??
:wink:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Alhamdulillah..ini artikel merupakan pencerahan kepada kami&#8230;<br />
dimana kami bisa gabung mas??<br />
 <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: intan</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-718</link>
		<pubDate>Wed, 09 May 2007 11:12:21 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-718</guid>
					<description>Artikel yg menarik dan byk sekali pengertiannya. Terima kasih utk perkongsian itu.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Artikel yg menarik dan byk sekali pengertiannya. Terima kasih utk perkongsian itu.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-627</link>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2007 12:40:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-627</guid>
					<description>sama-sama, saya juga terima kasih... dan saya yang seharusnya minta maaf sekiranya ada kata-kata yang kurang pas...

maafin yaaa.... :wink:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>sama-sama, saya juga terima kasih&#8230; dan saya yang seharusnya minta maaf sekiranya ada kata-kata yang kurang pas&#8230;</p>
	<p>maafin yaaa&#8230;.  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Chairul</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-626</link>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2007 10:32:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-626</guid>
					<description>Weleh !! :eek: panjang &amp;amp; melebar yach :razz:
bagaimana pun... sy berucap terima kasih pak herry!! bpk sdh menyumbangkan pemikirinnya... :-) ndak sperti sy toh ? :cry:  krn kejelasan yg sy butuhkan (mungkin dianggap telmi?ya gakpapa). sy dpt tambahan wawasan lagi... krn bpk telah menjelaskan pertanyaan2 saya... (tlg jgn dianggap sy ngetest pak herry lho) sy bertanya krn sy memang ingin belajar lebih, lain tidak! 

 pak zal :lol:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Weleh !!  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':eek:' class='wp-smiley' />  panjang &amp; melebar yach  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':razz:' class='wp-smiley' /><br />
bagaimana pun&#8230; sy berucap terima kasih pak herry!! bpk sdh menyumbangkan pemikirinnya&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  ndak sperti sy toh ?  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' />   krn kejelasan yg sy butuhkan (mungkin dianggap telmi?ya gakpapa). sy dpt tambahan wawasan lagi&#8230; krn bpk telah menjelaskan pertanyaan2 saya&#8230; (tlg jgn dianggap sy ngetest pak herry lho) sy bertanya krn sy memang ingin belajar lebih, lain tidak! </p>
	<p> pak zal  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-624</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 22:24:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-624</guid>
					<description>iyah euy... mestinya tidak terpancing.. duh...

makasih diingetin ya zal :D </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>iyah euy&#8230; mestinya tidak terpancing.. duh&#8230;</p>
	<p>makasih diingetin ya zal <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-623</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 22:18:33 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-623</guid>
					<description>he..he..Mas Herry, kejebak jadi tukang debat juga...:lol:
sepertinya memang sulit melepaskan diri jadi talang, yang hanya aliran air..., mungkin karena melekat dalam suatu piranti ya mas....</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>he..he..Mas Herry, kejebak jadi tukang debat juga&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
sepertinya memang sulit melepaskan diri jadi talang, yang hanya aliran air&#8230;, mungkin karena melekat dalam suatu piranti ya mas&#8230;.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-620</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 15:53:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-620</guid>
					<description>santai aja rul... :wink: saya ndak apa-apa kok.

memang benar. saya sedang mencoba menapaki jalan taubat (yang sesuai dengan yang ditempuh Rasulullah). Mungkin itu membuat saya 'terlabeli' sebagai sufi. Tapi di mata Allah ta'ala, belum tentu. Saya masih sangat jauuuuh dari predikat hamba-Nya, 'abdullah. In fact, dosa saya sangat banyak. Apa yang harus saya pelajari pun tidak akan selesai sampai akhir umur saya. Tapi toh tetap saya harus memulainya, selama masih ada nafas... saya harus memahami &lt;i&gt;diin&lt;/i&gt; saya, bukan sekedar kata ustad atau guru ngaji. Saya tidak ingin agama pada saya hanya sekedar mengutip ayat dan hafalan dalil-dalil saja. Saya harus &lt;i&gt;memahami&lt;/i&gt;.

Karena saya mencari esensi (tanpa meninggalkan syari'at, tentunya) sepertinya di dahi saya seakan-akan ada tanda 'tasawuf', maka karena &lt;i&gt;stereotype&lt;/i&gt; jadul orang terhadap tasawuf/sufi adalah 'nrimo', pasrah, menyendiri, tidak mau berdakwah/bermasyarakat, ndak mau usaha, lelaku, puasa mutih, akrab dengan jin dan mujarobat, bid'ah, tidak sesuai sunnah rasul, hanya sibuk dengan puisi dan kata-kata bersayap (aku adalah misteri, aku adalah cinta, dll), dan sebagainya, ya sering pula saya di 'stereotype'-i seperti itu. Sudah biasa banget (btw siapa yang mengajari sih, bahwa sufi pasti seperti itu?)

Nope. Antum menulis: 

&lt;i&gt;klo mursyid bagi saya, yah.. org yg melakukan seperti yg Nabi SAW lakukan &amp;amp; jauh dari bid’ah2 dan mengajarkan apa yg ada dalam Al-Qur’an &amp;amp; Sunnah Nabi SAW, rendah diri serta mengajak berbuat baik &amp;amp; kebajikan serta bermasyarakat dgn ikhsan dan tidak menyendiri seperti sufi. klo jadi sufi.. gimana dia da’wah kekita ya?? gimana dia bisa kenal banyak org ?&lt;/i&gt;

Apakah sufi selalu menyendiri, mengasingkan diri dari keramaian, tidak mengajak masyarakat berbuat baik? Dan membaca komentar lain antum di tulisan lain, cukup jelas tendensi antum ke arah mana... 

Ini blog tentang catatan perjalanan pribadi saya (kebetulan saya belajar umumnya pada sufi yang mencari hakikat/makna/esensi, karena saya juga mencari esensi kehidupan saya, walaupun pernah ikutan harokah dan ikut tarbiyah seperti guru sma yang antum anggap mursyid tadi). Kalo ndak suka sufi, yo monggo cari blog yang lain saja... masih banyak tho.. 

Tapi kalau masih senang membaca ya monggo juga... saya yang terima kasih malah... Oh ya, tentang 'bermasyarakat dengan ikhsan' seperti kata antum, kebetulan saya punya &lt;a href=&quot;http://suluk.blogsome.com/2006/10/13/pengertian-ihsan/&quot;&gt;&lt;strong&gt;tulisan tentang 'ihsan' di sini&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;... monggo...

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>santai aja rul&#8230;  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />  saya ndak apa-apa kok.</p>
	<p>memang benar. saya sedang mencoba menapaki jalan taubat (yang sesuai dengan yang ditempuh Rasulullah). Mungkin itu membuat saya &#8216;terlabeli&#8217; sebagai sufi. Tapi di mata Allah ta&#8217;ala, belum tentu. Saya masih sangat jauuuuh dari predikat hamba-Nya, &#8216;abdullah. In fact, dosa saya sangat banyak. Apa yang harus saya pelajari pun tidak akan selesai sampai akhir umur saya. Tapi toh tetap saya harus memulainya, selama masih ada nafas&#8230; saya harus memahami <i>diin</i> saya, bukan sekedar kata ustad atau guru ngaji. Saya tidak ingin agama pada saya hanya sekedar mengutip ayat dan hafalan dalil-dalil saja. Saya harus <i>memahami</i>.</p>
	<p>Karena saya mencari esensi (tanpa meninggalkan syari&#8217;at, tentunya) sepertinya di dahi saya seakan-akan ada tanda &#8216;tasawuf&#8217;, maka karena <i>stereotype</i> jadul orang terhadap tasawuf/sufi adalah &#8216;nrimo&#8217;, pasrah, menyendiri, tidak mau berdakwah/bermasyarakat, ndak mau usaha, lelaku, puasa mutih, akrab dengan jin dan mujarobat, bid&#8217;ah, tidak sesuai sunnah rasul, hanya sibuk dengan puisi dan kata-kata bersayap (aku adalah misteri, aku adalah cinta, dll), dan sebagainya, ya sering pula saya di &#8217;stereotype&#8217;-i seperti itu. Sudah biasa banget (btw siapa yang mengajari sih, bahwa sufi pasti seperti itu?)</p>
	<p>Nope. Antum menulis: </p>
	<p><i>klo mursyid bagi saya, yah.. org yg melakukan seperti yg Nabi SAW lakukan &amp; jauh dari bid’ah2 dan mengajarkan apa yg ada dalam Al-Qur’an &amp; Sunnah Nabi SAW, rendah diri serta mengajak berbuat baik &amp; kebajikan serta bermasyarakat dgn ikhsan dan tidak menyendiri seperti sufi. klo jadi sufi.. gimana dia da’wah kekita ya?? gimana dia bisa kenal banyak org ?</i></p>
	<p>Apakah sufi selalu menyendiri, mengasingkan diri dari keramaian, tidak mengajak masyarakat berbuat baik? Dan membaca komentar lain antum di tulisan lain, cukup jelas tendensi antum ke arah mana&#8230; </p>
	<p>Ini blog tentang catatan perjalanan pribadi saya (kebetulan saya belajar umumnya pada sufi yang mencari hakikat/makna/esensi, karena saya juga mencari esensi kehidupan saya, walaupun pernah ikutan harokah dan ikut tarbiyah seperti guru sma yang antum anggap mursyid tadi). Kalo ndak suka sufi, yo monggo cari blog yang lain saja&#8230; masih banyak tho.. </p>
	<p>Tapi kalau masih senang membaca ya monggo juga&#8230; saya yang terima kasih malah&#8230; Oh ya, tentang &#8216;bermasyarakat dengan ikhsan&#8217; seperti kata antum, kebetulan saya punya <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/10/13/pengertian-ihsan/"><strong>tulisan tentang &#8216;ihsan&#8217; di sini</strong></a>&#8230; monggo&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Chairul</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-619</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 14:52:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-619</guid>
					<description>waduh !! 
kata2 sy kan : &quot;+ klo mursyid bagi saya...&quot; 
bukan maxud sy kesana lho pak. tp skedar &quot;bagi saya&quot; bkn maxud komentari/nada berdebat deh kayaknya.

kok jd artian pak herry sufi yah? kan sy gak bilang/maxud gt. yaudadeh klo ga berkenan, sy minta maaf!

smoga sy mendapat manfaat dr semua ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>waduh !!<br />
kata2 sy kan : &#8220;+ klo mursyid bagi saya&#8230;&#8221;<br />
bukan maxud sy kesana lho pak. tp skedar &#8220;bagi saya&#8221; bkn maxud komentari/nada berdebat deh kayaknya.</p>
	<p>kok jd artian pak herry sufi yah? kan sy gak bilang/maxud gt. yaudadeh klo ga berkenan, sy minta maaf!</p>
	<p>smoga sy mendapat manfaat dr semua ini.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Chairul</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-618</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 14:38:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-618</guid>
					<description>wah.. sepertinya sy cm tulis &lt;b&gt;&quot;+ klo mursyid bagi saya.....&quot;&lt;/b&gt; bukan sy komentari artikelnya..

lg pula kpan sy bilang pak/mas herry sufi yah ?:roll:

ya klo gak berkenan... sy minta maaf!:smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>wah.. sepertinya sy cm tulis <b>&#8220;+ klo mursyid bagi saya&#8230;..&#8221;</b> bukan sy komentari artikelnya..</p>
	<p>lg pula kpan sy bilang pak/mas herry sufi yah ? <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>ya klo gak berkenan&#8230; sy minta maaf! <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-617</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 13:31:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-617</guid>
					<description>makasih kembali Mo :cool: ... semoga bermanfaat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>makasih kembali Mo  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cool.gif' alt=':cool:' class='wp-smiley' />  &#8230; semoga bermanfaat.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-616</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 13:23:12 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-616</guid>
					<description>Jadi menurut chairul, sufi adalah:

1. banyak bid'ah
2. tidak sesuai dengan qur'an dan sunnah
3. tidak bermasyarakat sehinga tidak bisa berdakwah
4. penyendiri

dan..

5. kalo nulis tidak sesuai kaidah :wink:

hore. stereotype lama. Padahal sufi ada banyak sekali (lagipula, saya tidak pernah bilang bahwa saya seorang sufi kan..)

Kalo baca komen2 ente yang lain, ente senang berdebat ya rul? :wink: ya deh. makasih ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Jadi menurut chairul, sufi adalah:</p>
	<p>1. banyak bid&#8217;ah<br />
2. tidak sesuai dengan qur&#8217;an dan sunnah<br />
3. tidak bermasyarakat sehinga tidak bisa berdakwah<br />
4. penyendiri</p>
	<p>dan..</p>
	<p>5. kalo nulis tidak sesuai kaidah  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>hore. stereotype lama. Padahal sufi ada banyak sekali (lagipula, saya tidak pernah bilang bahwa saya seorang sufi kan..)</p>
	<p>Kalo baca komen2 ente yang lain, ente senang berdebat ya rul?  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />  ya deh. makasih ya&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: 'Mo</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-615</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 11:54:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2007/01/26/p137/#comment-615</guid>
					<description>alhamdulillah....
makasih banyak atas pencerahannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>alhamdulillah&#8230;.<br />
makasih banyak atas pencerahannya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
