Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Saturday, November 4, 2006

He’s The One

Posted by Herry @ 01:40 | in Puisi | e-mail this article | + to del.icio.us

spanduk mursyid

He’s the one sitting next to you,
in the bus you ride everyday to work.

He’s the one selling drinks at the junction,
the one you won’t even bother to look at.

He’s the one in sky-priced suits,
the man your boss once had lunch with.

He could be the one asking to shine your shoes for a coin.
He could be the one driving mercedes in his armani.
He could be anyone you see once in your life.
You look but you don’t really see.

By all means: Did you really search?

What do you look for :
Path to God, or just beard, turban, and robes?

Neither turbans nor robes,
he doesn’t even have to ‘look right’ for you :
no bride dress up but to her Lover’s liking.
God’s highest nobles are kept unseen in ordinariness.

Why tell you who he is,
or when, or where,
we’re not even worth to be told:
what have we done,
to think we deserve such honor?

The messenger for your soul.
The one can lead you to the path,
understands every single secret from the life of yours,
answers every single question you need to ask.

He’s the slave to one God,
serves only to one master.

Slaves won’t come,
no matter how loud you shout:
they can only be met
by permission from the master.

By all means: did you really ask?

‘By all means.’
Did you?

“And they say: Why does this messenger eat food,
and walk abouts in the markets?
Why is not an angel sent down to him,
to be a warner with him?” *

(Herry Mardian - 2006)

Puisi ini adalah ringkasan esensi dari tulisan ini.



* Q. S. [25] Al-Furqaan : 7, “Dan mereka berkata: ‘Mengapa rasul ini memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar (seperti kita) ? Mengapa tidak diturunkan padanya malaikat agar malaikat itu memberikan peringatan bersama-sama dengan dia?’”

«« Previous Post
'Selamat Idul Fithri'
       
 

 

18 Comments - (Give Comment) »

  1. setuju sekali mas Herry.

    kadang2 ikut malu melihat orang yg promo dirinya sebagai ‘kyai’. yang lihat saja ikut merasa malu…, masih beginilah kualitas sebagian (besar?) orang Islam…

    Comment #446 by khairulu — Tuesday, November 7, 2006 @ 10:41

  2. yah, memang demikian mas khairul..

    Kalau peternak butuh susu, ia akan mencari sapi yang mau dipelihara..

    Sulit memang mencari kejujuran, ketulusan, dan (terutama) kesejatian. Yang ‘gratis-gratis’ sebenarnya memang mahal sekali…

    Comment #450 by Herry — Thursday, November 9, 2006 @ 00:40

  3. keren fotonya :mrgreen:
    dapet hunting ya her ?

    Comment #455 by rudi — Monday, November 13, 2006 @ 10:37

  4. hunting? nggak rud. Bikin pake PS :mrgreen:

    Comment #456 by Herry — Wednesday, November 15, 2006 @ 02:50

  5. Saya heran dengan org yang menCela Kyai, padahal org
    yng mencela kalo nanyaa tentang ilmu agama, Fiqh, Tafsir,
    dll, bertanyanya ke Kyai…..yg mencela Kyai kalau ditanyakan
    ilmu(pengetahuan) agama belum tentu lebih tahu banyak
    dari Kyai, misalnya jika diadu soal pengetahuan agama
    spt Muamalah, hukum Waris, Munakahat, Dll…..

    Comment #485 by GodSigma — Friday, December 15, 2006 @ 09:20

  6. He is the one no doubt in jakarta or kuala lumpur
    he sing the Mathnawi of Rumi and Abu Madyan song
    he send you forward, to teach and scatter wisdom
    He stand beside you and go round tawaf at Kaaba
    No doubt he generously give sadaqa and received it
    by two old ladies at the outskirt of masjidil haram
    He who receive your salam and kissed your cheek
    He who says- Allahu..Allahu Allahu and Allahu Karim
    He is the one you meet in Arafa and Mina
    He is the one wave the hands toward the Rawdah
    With tears and chilly night he walked back to Andalus
    Oh Allah , accept our islam, our hajj and our brothers
    He is the one always beside us and gave inspiration ..

    Comment #488 by halimshin — Sunday, December 17, 2006 @ 23:24

  7. Last night, as i prayed, i lost the purpose of praying, my soul felt so empty.. It is well fed by the poem posted above.. Thank you.. May we walk thru this life holding hand, though without knowing one another..

    Comment #497 by i217 — Tuesday, December 26, 2006 @ 14:51

  8. Thank you, i. Let’s walk thru this life holding hand… and holding heart. Whoever you are, wherever you are.

    Comment #499 by Herry — Tuesday, December 26, 2006 @ 20:44

  9. sdr herry,

    Your voice always carry sweet scents
    and we had traversed many paths

    may we humbly beg and ask a question
    who is your teacher, master and guide

    how do you think about abuzuhri teahut
    which serve all kind of teas and thorns

    my venerable western master of darqawi sent
    salam to all fuqara of maulay abdal qadir al-jilani
    khawja yusuf hamadhani, nizamuddin chisti
    and the great nasqhabandi imams of east

    One cup of real Tea is never enough
    Left right they came to steal our names
    city by city and all ribat zawiya pondok
    no longer safe, so my dear embrace the Tiger
    and return to the Mountains !

    By the west putrajaya lakeside
    sunlight pierching thru
    cai jian and peace to
    morning dews of suluk hospitality !

    Comment #515 by abu zuhri shin — Wednesday, January 3, 2007 @ 16:28

  10. wasswrb ya Salik,
    Top banget, sumpah top..
    telat gw nemu ni blog :) (jadi pengen ngebajak isinya :P buat tak posting, j/k )
    Paramartha itu Mawlawiyah ya bro?

    please let me know ur email or YM address…

    Comment #547 by odie — Friday, January 19, 2007 @ 15:21

  11. wasswrb ya Salik,
    Top banget, sumpah top..
    telat gw nemu ni blog :) (jadi pengen ngebajak isinya :P buat tak posting, j/k )
    Paramartha itu Mawlawiyah ya bro?

    please let me know ur email or YM address…

    bounce me back @ black_screamer_hc@hotmail.com

    wasswrb
    semoga Syafaat Mursyid senantiasa melimpah pada para Salik disini

    Odie

    Comment #548 by odie — Friday, January 19, 2007 @ 15:24

  12. jangan kau tanya tentang kenistaan dunia
    semua hanya omong kosong seolah penuh arti
    jangan kau cari kebenaran duniawi
    hanya kan membuatmu terjatuh lebih dalam kedasar kebusukan jiwa………….
    kenapa tak kau cari jalan jiwamu sendiri
    itu lebih baik daripada mencari-cari kesalahan2 itu
    :razz:

    Comment #607 by dby — Wednesday, March 21, 2007 @ 12:18

  13. alih bahasakan donk buatku +coment nya
    percaya deh ane gak ngerti bahasa inggris

    Comment #980 by s — Wednesday, August 22, 2007 @ 17:24

  14. Lidah mengikut usia mengeluarkan kalam.Pulang kemana kalam selama ini?Siapa yang meyampaikan ke tempat pulangnya itu.
    Salam.

    Comment #1089 by Sidi Om — Saturday, October 13, 2007 @ 23:18

  15. biar gelap alam sekeliling,cahaya seminar dijiwa kita.asal wajah tidak berpaling menuju hakikat khaliq pencipta.

    Comment #1095 by zaki shaid — Wednesday, October 24, 2007 @ 21:28

  16. Kelap kelip ku sangka api, jikalau api mana puntongnya.
    Hilang ghaib ku sangka mati,jikalau mati mana kubornya.
    Biar gelap alam sekeliling,asal cahaya di jiwa kita.
    Biar khaliq melihat kita,asalkan kita tidak melihatnya!!!!!!!
    Kuman seberang laut dapat dilihat.
    Gajah depan mata tidak dapat!!!!

    Comment #1097 by Sidi Om — Thursday, October 25, 2007 @ 17:52

  17. Aku telah menerima alamat di dalam mimpiku buat kalian.
    Aku sedang duduk di atas sejadahku di dalam kamar yang gelap hanya cahaya di sekelilingku saja,tiba2 didatangi seorang yang berjubah putih menuju dari pihak kananku,berhenti bertanya kepadaku ” buat apa baca itu ” ,Aku menongak seketika kepada wajah orang berjubah itu lalu menjawab, ” dari awal lagi saya membaca kalimah ini akhir saya nanti pun saya baca kalimah La ilaha illah.Rasullullah tidak suruh baca BismillahirRahmannirRahiim di akhir nanti.Syeikh itu pun ngangguk2 dan terus berjalan menuju keluar dari pihak kanan kamarku.Sekian.

    Comment #1177 by Sidi Om — Thursday, January 10, 2008 @ 14:10

  18. sawah membentang, gunung menjulang
    kulemparkan diri sejauh mata memandang
    tidak kutemukan kedamaian
    kulemparkan diri pada wajah ayu di depan
    tidak kutemukan kedamaian
    lalu kusadar
    seharusnya kulepaskan diri dari diri
    lalu kulemparkan ke kedalaman nurani
    disanalah letak jawaban
    dari rasa sakit yang terus menghunjam
    oh wahai pembalik hati
    betapa sakit kehilangan rasa rindu ini
    serasa mayat hidup berjalan hampa
    dan hati yang tiba-tiba membatu
    betapa sakit tercabutnya rasa rindu

    maafkan
    ampunkan
    dan
    rindukan lagi
    hati ini

    Comment #1536 by hanief — Monday, May 19, 2008 @ 10:53

 

Give Comment





 


:smile: :grin: :lol: :wink: :cool: :oops: :mrgreen: :???: :sad: :cry: :roll: :shock: :eek: :neutral: :razz: :mad: :evil: :twisted: :!: :?: :arrow: :idea:
 

• Just click ONCE. If your comment doesn't show up immediately, it MAY be moderated.

• Line breaks automatically. To set new paragraph, hit [enter] TWO times.

• Your e-mail address will not be displayed in comments to prevent unwanted mail invading your e-mail account.

• Some HTML codes is allowed : <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

 

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites