Kakek Peniup Seruling Bambu
kulihat engkau berjalan dibalut malam. perlahan, berteman butiran hujan. seruling bambu tak pernah berlalu. topi lusuh berceloteh tentang peluh. badan ringkih dililit kain lusuh.
lalu kau dudukkan tubuhmu di bawah temaram lampu sebuah jalan. coba hilangkan letih yang memakan kaki, menusuk menggigit hingga ke nadi.
bulan hanya sepenggal, temani nafasmu yang tersenggal. lelah menopang tubuh yang mulai rapuh.dan lirih serulingmu mulai bernyanyi sendu. temani malam yang kian erat dililit beku. denyut malam di kota tak lagi sendiri. pak tua rela temani dalam sepi.
bdg, 5 april ‘06
~ untukmu, kakek peniup seruling bambu di pinggir gasibu ~
‘Kakek Peniup Seruling Bambu’ karya Nina Kirana
Photo by Kim Groves




Rasakan Kekuatan Sejati….
Comment #286 by musimbunga — Friday, June 16, 2006 @ 18:08
Comment #744 by Anonymous — Sunday, May 27, 2007 @ 16:37
biala bila bila,
aku ga tau bilang apa iki
Comment #1022 by Bilal — Monday, September 10, 2007 @ 22:08