Tabir Perlindungan Allah pada Diri
Dikutip dari terjemah ‘Al-Hikam’ Ibnu Ata’illah:
(144)
“Tutupan Allah itu terbagi dua: ditutup dari bermaksiat, dan ditutup dari perbuatan maksiat. Manusia pada umumnya minta kepada Allah supaya ditutupi perbuatan dosanya, karena khawatir jatuh kedudukannya dalam pandangan sesama manusia. Tetapi orang-orang yang khusus minta kepada Allah supaya ditutupi dari perbuatan maksiat, jangan sampai berbuat dosa karena takut jatuh dari pandangan Allah.”
(145)
“Siapa yang menghormat kepadamu, sebenarnya ia hanya menghormat pada keindahan tutupan Allah terhadapmu. Oleh karena itu seharusnyalah pujian itu disampaikan pada Dia yang menutupi engkau, bukan pada orang yang memuji dan berterima kasih kepadamu.”



