<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Mengenal Diri</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 23:02:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Achmad B. Subanar</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1687</link>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 13:03:47 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1687</guid>
					<description>Ruh memang tidak berayah dan beribu, karena Ruh merupakan bagian dari Sang MAHA, Ruh sangat berbeda dengan Jiwa, Ruh adalah &quot;bagian&quot; sedangkan jiwa adalah &quot;batiniah&quot;, kedua bagian tersebut menetap dalam raga/fisik. Batiniah dipengaruhi oleh Otak/pola fikir dimana tempat bersemayang sang Nafsu, sering kita terkelabui oleh nilai batiniah itu sendiri, sehingga Ruh menjadi sang Yatim Piatu (mengabaikan perintah sang Ruh dan memperdulikan perintah sang Batiniah). </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ruh memang tidak berayah dan beribu, karena Ruh merupakan bagian dari Sang MAHA, Ruh sangat berbeda dengan Jiwa, Ruh adalah &#8220;bagian&#8221; sedangkan jiwa adalah &#8220;batiniah&#8221;, kedua bagian tersebut menetap dalam raga/fisik. Batiniah dipengaruhi oleh Otak/pola fikir dimana tempat bersemayang sang Nafsu, sering kita terkelabui oleh nilai batiniah itu sendiri, sehingga Ruh menjadi sang Yatim Piatu (mengabaikan perintah sang Ruh dan memperdulikan perintah sang Batiniah).
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1663</link>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 15:22:14 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1663</guid>
					<description>ruh?...kembali ke Allah tidak pernah yatim...karena tak beribu apalagi berayah:roll:...sepertinya kita harus membedakan oknum ruh dan jiwa:cool:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ruh?&#8230;kembali ke Allah tidak pernah yatim&#8230;karena tak beribu apalagi berayah <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> &#8230;sepertinya kita harus membedakan oknum ruh dan jiwa <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cool.gif' alt=':cool:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Achmad B. Subanar</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1662</link>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2008 08:58:36 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1662</guid>
					<description>Alhamdulillah, untuk mengenal diri diperlukan suatu &quot;pengakuan&quot;, sehingga kita menjadi dewasa dan semakin arif. Dalam pengenalan diperlukan suatu wawasan secara batiniah yang jernih, karena kalau dengan akal maka yang ada hanya sebatas debat yang tidak selesai. Dalam pengenalan diri diperlukan waktu dan &quot;riyadoh maring Allah&quot;, karena sesungguhnya ruh kita adalah bagian dari Yang Maha Besar. Selama ini kita sering mengabaikan dan tidak memperdulikan  ruh kita, sehingga ruh menjadi sang yatim yang terbelenggu dengan segala hijab yang kita ciptakan sendiri. Sudah waktunya kita mengenal dan mencari, sehingga kita tidak tersesat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Alhamdulillah, untuk mengenal diri diperlukan suatu &#8220;pengakuan&#8221;, sehingga kita menjadi dewasa dan semakin arif. Dalam pengenalan diperlukan suatu wawasan secara batiniah yang jernih, karena kalau dengan akal maka yang ada hanya sebatas debat yang tidak selesai. Dalam pengenalan diri diperlukan waktu dan &#8220;riyadoh maring Allah&#8221;, karena sesungguhnya ruh kita adalah bagian dari Yang Maha Besar. Selama ini kita sering mengabaikan dan tidak memperdulikan  ruh kita, sehingga ruh menjadi sang yatim yang terbelenggu dengan segala hijab yang kita ciptakan sendiri. Sudah waktunya kita mengenal dan mencari, sehingga kita tidak tersesat.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zany zabidi ismail</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1628</link>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 15:50:15 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1628</guid>
					<description>assalammualaikum...saudaraku semua...

&quot;soth&quot;...&quot;ba&quot;...&quot;ro&quot;...


wassalam...senyum selalu...:grin:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>assalammualaikum&#8230;saudaraku semua&#8230;</p>
	<p>&#8220;soth&#8221;&#8230;&#8221;ba&#8221;&#8230;&#8221;ro&#8221;&#8230;</p>
	<p>wassalam&#8230;senyum selalu&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Anto Wijaya</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1627</link>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 14:42:06 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1627</guid>
					<description>Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. 17:72)

jika ikam kadak bisa lihat tuhan di dunia ini, di akhirat pun ikam kadak akan pernah lihat tuhan. jika ikam tersesat jalan, adakah yang bisa tolong ikam selain dari pada tuhan.

kosongkanlah ikam dari yang selain makhluk dan dari ikam sandiri </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. 17:72)</p>
	<p>jika ikam kadak bisa lihat tuhan di dunia ini, di akhirat pun ikam kadak akan pernah lihat tuhan. jika ikam tersesat jalan, adakah yang bisa tolong ikam selain dari pada tuhan.</p>
	<p>kosongkanlah ikam dari yang selain makhluk dan dari ikam sandiri
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Anto Wijaya</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1626</link>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 14:26:03 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1626</guid>
					<description>Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (QS. 41:54)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)

hancurkan badan jadi hati
hancurkan hati jadi roh
hancurkan roh jadi nur
hancurkan nur jadi sirr
hancurkan sirr jadi Aku
(sebenar – benar rahasia dari hatimu)

jangan lupa berguru kepada ahlinya, supaya tidak sesat diwaktu siang</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)<br />
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (QS. 41:54)<br />
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)</p>
	<p>hancurkan badan jadi hati<br />
hancurkan hati jadi roh<br />
hancurkan roh jadi nur<br />
hancurkan nur jadi sirr<br />
hancurkan sirr jadi Aku<br />
(sebenar – benar rahasia dari hatimu)</p>
	<p>jangan lupa berguru kepada ahlinya, supaya tidak sesat diwaktu siang
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zany zabidi ismail</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1625</link>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 13:10:06 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1625</guid>
					<description>assalamualaikum, saudara hery...

saya ingin berkongsi pengatahuan bersama saudara dan umat semua, dimana agaknya kedudukan para wali didalam tubuh kita, rasanya agak tidak keterlaluan persoalan saya ini...

sekian...:oops:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>assalamualaikum, saudara hery&#8230;</p>
	<p>saya ingin berkongsi pengatahuan bersama saudara dan umat semua, dimana agaknya kedudukan para wali didalam tubuh kita, rasanya agak tidak keterlaluan persoalan saya ini&#8230;</p>
	<p>sekian&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Shamsatun Baridun</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1539</link>
		<pubDate>Tue, 20 May 2008 11:10:42 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1539</guid>
					<description>Salam semuanya..

errr..tidak beranak &amp;amp; tidak di peranakan..benar tu.DIA juga tidak bernama, tidak bernama, tidak berbentuk...
Tapi kita seklian semua tau bahawa kebanyakkan memuja &amp;amp; memuji akan ALLAH..benar kan. jadi Allah tu apa ye? adakah Allah itu TUHAN? sedangkan TUHAN tidak bernama..Selagi bernama ianya sifat baru.DIRI yang di cari tu siapa sebenarnya &amp;amp; bagaimana keadaannya? Bagaimana pula proses penzahiran kita yang dari usulnya? Yang asal sudah terserlah &amp;amp; terbujur di bumi yang nyata sekarang nie..usulnya bagaimana? usul kalimat ALLAH &amp;amp; MUHAMMAD tu pula bagaimana? usul SOLAT itu sendiri pula bagaimana? siapa itu SOLAT? ...adakah SOLAT juga mempunyai DIRI? ...adakah NIAT itu juga mempunyai DIRI? ..adakah IMAN juga mempunyai DIRI? adakah ISLAM tu juga mempunyai DIRI? fikir-fikirkan lah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Salam semuanya..</p>
	<p>errr..tidak beranak &amp; tidak di peranakan..benar tu.DIA juga tidak bernama, tidak bernama, tidak berbentuk&#8230;<br />
Tapi kita seklian semua tau bahawa kebanyakkan memuja &amp; memuji akan ALLAH..benar kan. jadi Allah tu apa ye? adakah Allah itu TUHAN? sedangkan TUHAN tidak bernama..Selagi bernama ianya sifat baru.DIRI yang di cari tu siapa sebenarnya &amp; bagaimana keadaannya? Bagaimana pula proses penzahiran kita yang dari usulnya? Yang asal sudah terserlah &amp; terbujur di bumi yang nyata sekarang nie..usulnya bagaimana? usul kalimat ALLAH &amp; MUHAMMAD tu pula bagaimana? usul SOLAT itu sendiri pula bagaimana? siapa itu SOLAT? &#8230;adakah SOLAT juga mempunyai DIRI? &#8230;adakah NIAT itu juga mempunyai DIRI? ..adakah IMAN juga mempunyai DIRI? adakah ISLAM tu juga mempunyai DIRI? fikir-fikirkan lah&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: mario bross</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1499</link>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 20:47:59 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1499</guid>
					<description>mahasuci allah,hai alif kujadikan engkau berbentuk makhluk, sesungguhya manusia hanyalah seorang hamba(budak),dijadikan allah sebagai seorang pemimpin,untuk menyembah kepadaNYA,dan hanya kepadaNYAlah  kembali.
katakanlah;(hai muhammad)
                 dia lah ALLAH
                 tuhan yang maha esa
                 dia tidak beranak dan juga tidak diperanakan
                 tiada satupun makhluk yang menyerupainya </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>mahasuci allah,hai alif kujadikan engkau berbentuk makhluk, sesungguhya manusia hanyalah seorang hamba(budak),dijadikan allah sebagai seorang pemimpin,untuk menyembah kepadaNYA,dan hanya kepadaNYAlah  kembali.<br />
katakanlah;(hai muhammad)<br />
                 dia lah ALLAH<br />
                 tuhan yang maha esa<br />
                 dia tidak beranak dan juga tidak diperanakan<br />
                 tiada satupun makhluk yang menyerupainya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: sartono</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1303</link>
		<pubDate>Sat, 08 Mar 2008 10:15:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1303</guid>
					<description>saya lebih berpikir mengenal diri sendiri berarti tahu semua kelemahan kita shingga tidak menjadi adigang,adigung,adiguna yang itu adalah sifat yang dimiliki tuhan </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>saya lebih berpikir mengenal diri sendiri berarti tahu semua kelemahan kita shingga tidak menjadi adigang,adigung,adiguna yang itu adalah sifat yang dimiliki tuhan
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: arnol</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1269</link>
		<pubDate>Thu, 28 Feb 2008 16:51:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1269</guid>
					<description>“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” Q. S. Al-Hasyr [59] : 19

Apakah makna dari ayat tersebut memang selaras dengan makna 
Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu?

saya kok belum nyambung ya...
mohon pencerahannya kang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” Q. S. Al-Hasyr [59] : 19</p>
	<p>Apakah makna dari ayat tersebut memang selaras dengan makna<br />
Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu?</p>
	<p>saya kok belum nyambung ya&#8230;<br />
mohon pencerahannya kang&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1262</link>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 01:57:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1262</guid>
					<description>&lt;img src=&quot;/images/059_019.gif&quot; alt=&quot;Q. S. 59 : 19&quot; /&gt;

&lt;i&gt;&quot;Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.&quot;&lt;/i&gt; Q. S. Al-Hasyr [59] : 19</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p><img src="/images/059_019.gif" alt="Q. S. 59 : 19" /></p>
	<p><i>&#8220;Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.&#8221;</i> Q. S. Al-Hasyr [59] : 19
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: arnol</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1259</link>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 12:47:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1259</guid>
					<description>Aduh...telat banget baca artikel ini.

mas warsono menyampaikan ayat Quran:
 “walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..”, “janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri”.

itu Surah apa dan Ayat berapa mas?
kang herry bisa bantu  saya?

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Aduh&#8230;telat banget baca artikel ini.</p>
	<p>mas warsono menyampaikan ayat Quran:<br />
 “walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..”, “janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri”.</p>
	<p>itu Surah apa dan Ayat berapa mas?<br />
kang herry bisa bantu  saya?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: akmal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1257</link>
		<pubDate>Sun, 24 Feb 2008 10:32:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1257</guid>
					<description>salam gabung mas harry...saya kul di BINUS...smtr 2 ..dan saya di kash tugas ma dosen saya..pertanyaan y sich simpel..(siapakah aku?)pie..mpe skrng sya msh sulit tuk mendapatkan jawaban yang lebih spesifik...tolong bantuan y...!tanks..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>salam gabung mas harry&#8230;saya kul di BINUS&#8230;smtr 2 ..dan saya di kash tugas ma dosen saya..pertanyaan y sich simpel..(siapakah aku?)pie..mpe skrng sya msh sulit tuk mendapatkan jawaban yang lebih spesifik&#8230;tolong bantuan y&#8230;!tanks..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Achmad</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1254</link>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 19:48:40 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1254</guid>
					<description>Sejelas apapun penjelasan tentang “Hakekat Tuhan”,
barang siapa yang belum pernah merasa, pasti tidak akan mengetahui,
bahkan tidak sedikit yang “membeo” mengatakan Tuhan seperti ini, Tuhan seperti itu,
Tuhan begini, Tuhan begitu, ada juga yang berani mengatakan “Tuhan seperti Aku”
yang hanya karena latah dan akan membuat semakin jauh dari pemahaman tentang
“Hakekat Tuhan”.

***

Siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya,
memangnya siapa “diri” ini ?, kalau salah bisa jadi Fir’aun mengaku dirinya adalah Tuhan, didalam Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas dijelaskan “Tuhan tidak beranak dan diperanakkan”
jadi tidak mungkin kita mengatakan diri kita ini adalah Tuhan
sedangkan kita sendiri mempunyai orang tua (dilahirkan oleh seorang ibu)

Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Segalanya
namun ada yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan, Tuhan tidak bisa makan, minum
karena Tuhan tidak bergantung kepada sesuatu
sedangkan manusia bergantung kepada sesuatu (makan, minum dll)

Jadi jelas “Manusia bukanlah Tuhan”

***

Tapi katanya
“Tuhan itu sangat dekat, lebih dekat dari urat di leher kita”
(Jauh tidak berjarak, Dekat tidak berantara)
“Dia beserta kita dimanapun kita berada”
“Dialah yang awal, Dialah yang akhir, Dialah yang lahir, Dialah yang batin ”

Jika Fir’aun berkata “Aku adalah Tuhan” maka celakalah ia …
Namun bagaimana dengan
Syekh Abdur Rauf dengan “Wahdatul Wujud” nya,
Mansyur Al-Hallaj dengan“Ana Al Haq” nya,
Syekh Siti Jenar dengan “Manunggaling Kawula Gusti” nya,
dan sekarang ini Ahmad Dani (Dewa 19) dengan “Aku ini adalah diri-Mu”
Mungkinkah “Diri” (yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu, tidak bertulang, tidak berdaging) ini
sama seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Dani …… ???

(Barang siapa yang membuka rahasia ketuhanan bukan kepada ahlinya adalah kufur)

***

Awal beragama mengenal Allah,
untuk mengenal Allah dengan cara bertauhid
(Meng-Esa-kan Allah, tidak menduakan, tidak syirik, yakni tidak menyekutukan, hanya tetap satu, tidak berbilang zat-Nya, tidak berbilang sifat-Nya, dan tidak berbilang af’al-Nya)
dan siapa yang telah mengenal Allah maka kelulah lidahnya untuk bercerita.

Kusebut nama-Mu disetiap hembusan nafasku &quot;HU&quot; :sad: detak jantungku :smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sejelas apapun penjelasan tentang “Hakekat Tuhan”,<br />
barang siapa yang belum pernah merasa, pasti tidak akan mengetahui,<br />
bahkan tidak sedikit yang “membeo” mengatakan Tuhan seperti ini, Tuhan seperti itu,<br />
Tuhan begini, Tuhan begitu, ada juga yang berani mengatakan “Tuhan seperti Aku”<br />
yang hanya karena latah dan akan membuat semakin jauh dari pemahaman tentang<br />
“Hakekat Tuhan”.</p>
	<p>***</p>
	<p>Siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya,<br />
memangnya siapa “diri” ini ?, kalau salah bisa jadi Fir’aun mengaku dirinya adalah Tuhan, didalam Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas dijelaskan “Tuhan tidak beranak dan diperanakkan”<br />
jadi tidak mungkin kita mengatakan diri kita ini adalah Tuhan<br />
sedangkan kita sendiri mempunyai orang tua (dilahirkan oleh seorang ibu)</p>
	<p>Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Segalanya<br />
namun ada yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan, Tuhan tidak bisa makan, minum<br />
karena Tuhan tidak bergantung kepada sesuatu<br />
sedangkan manusia bergantung kepada sesuatu (makan, minum dll)</p>
	<p>Jadi jelas “Manusia bukanlah Tuhan”</p>
	<p>***</p>
	<p>Tapi katanya<br />
“Tuhan itu sangat dekat, lebih dekat dari urat di leher kita”<br />
(Jauh tidak berjarak, Dekat tidak berantara)<br />
“Dia beserta kita dimanapun kita berada”<br />
“Dialah yang awal, Dialah yang akhir, Dialah yang lahir, Dialah yang batin ”</p>
	<p>Jika Fir’aun berkata “Aku adalah Tuhan” maka celakalah ia …<br />
Namun bagaimana dengan<br />
Syekh Abdur Rauf dengan “Wahdatul Wujud” nya,<br />
Mansyur Al-Hallaj dengan“Ana Al Haq” nya,<br />
Syekh Siti Jenar dengan “Manunggaling Kawula Gusti” nya,<br />
dan sekarang ini Ahmad Dani (Dewa 19) dengan “Aku ini adalah diri-Mu”<br />
Mungkinkah “Diri” (yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu, tidak bertulang, tidak berdaging) ini<br />
sama seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Dani …… ???</p>
	<p>(Barang siapa yang membuka rahasia ketuhanan bukan kepada ahlinya adalah kufur)</p>
	<p>***</p>
	<p>Awal beragama mengenal Allah,<br />
untuk mengenal Allah dengan cara bertauhid<br />
(Meng-Esa-kan Allah, tidak menduakan, tidak syirik, yakni tidak menyekutukan, hanya tetap satu, tidak berbilang zat-Nya, tidak berbilang sifat-Nya, dan tidak berbilang af’al-Nya)<br />
dan siapa yang telah mengenal Allah maka kelulah lidahnya untuk bercerita.</p>
	<p>Kusebut nama-Mu disetiap hembusan nafasku &#8220;HU&#8221;  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_sad.gif' alt=':sad:' class='wp-smiley' />  detak jantungku  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: aku</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1239</link>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 20:11:10 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1239</guid>
					<description>..aku adalah aku..aku bukan kau..kau bukan aku..siapa aku..siapa kau..di atas ayat-perkataan ( AKU) ini terjawab tentang ke ESA an ALLAH..renung kan..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>..aku adalah aku..aku bukan kau..kau bukan aku..siapa aku..siapa kau..di atas ayat-perkataan ( AKU) ini terjawab tentang ke ESA an ALLAH..renung kan..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: aku</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1238</link>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 19:56:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-1238</guid>
					<description> :???:..AKU adalah AKU..sesungguh nye tanpa MU..AKU tidak ujud..tanpa AKU..KAU tidak di kenali..ZAT dan SIFAT..di sini kebenaran nya..ESA..yang HAK AKU yang BATHIL KAU..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>:???:..AKU adalah AKU..sesungguh nye tanpa MU..AKU tidak ujud..tanpa AKU..KAU tidak di kenali..ZAT dan SIFAT..di sini kebenaran nya..ESA..yang HAK AKU yang BATHIL KAU..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: FKY</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-777</link>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 09:37:52 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-777</guid>
					<description>Ass. wr. wb.

Salam Perkenalan..
Alhamdulillah menemukan blog yg sejalan kepada Tuhan. Boleh ya saya tambahkan blog mas di blog saya ? . Terimakasih sebelumnya.

Wassalam,</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ass. wr. wb.</p>
	<p>Salam Perkenalan..<br />
Alhamdulillah menemukan blog yg sejalan kepada Tuhan. Boleh ya saya tambahkan blog mas di blog saya ? . Terimakasih sebelumnya.</p>
	<p>Wassalam,
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: sastria</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-767</link>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2007 23:22:53 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-767</guid>
					<description>Ass.......
subahanallah

merinding dah gw baca nya mas,....
Salam knl mas herry:mrgreen:
satu pertanyaan yg begitu penting untuk kita jawab dengan penuh renungan... yg khusuk

 mass ada Fs? kpn2 kita diskus fs yach..:D
klikik_99@yahoo.com tuh Fs aku</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ass&#8230;&#8230;.<br />
subahanallah</p>
	<p>merinding dah gw baca nya mas,&#8230;.<br />
Salam knl mas herry <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
satu pertanyaan yg begitu penting untuk kita jawab dengan penuh renungan&#8230; yg khusuk</p>
	<p> mass ada Fs? kpn2 kita diskus fs yach..:D<br />
<a href="mailto:klikik_99@yahoo.com">klikik_99@yahoo.com</a> tuh Fs aku
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: rudykelanacinta</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-738</link>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 15:24:52 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-738</guid>
					<description>Tulisan yang arif..dan penuk makna..hanya dapat teurai ..
oleh pribadi yg sedang mengalami..
selamat menikmati jalan yang sedang tersaji..
jangan lupa berbagi..
sesama insani..
karena itu tujuan &quot;kita di sini&quot;..
berbagi sesuatu yang merasa &quot;kita miliki&quot;..
sewaktu sekolah formal kita harus melalui ..
SD = Sadar Diri..
kemudian SMP =Sadar Menempatkan Posisi..
sikap yg akan kita ambil..harus sinergi..
dengan situasi &amp;amp; kondisi..
lalu..SMA = Sanggup Menanggung Akibat..
atas semua sikap yg kita lalui..
terus PT = Pasrah ke Tuhan..
jika akibat sudah tidak kuat menimpa  diri ini..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Tulisan yang arif..dan penuk makna..hanya dapat teurai ..<br />
oleh pribadi yg sedang mengalami..<br />
selamat menikmati jalan yang sedang tersaji..<br />
jangan lupa berbagi..<br />
sesama insani..<br />
karena itu tujuan &#8220;kita di sini&#8221;..<br />
berbagi sesuatu yang merasa &#8220;kita miliki&#8221;..<br />
sewaktu sekolah formal kita harus melalui ..<br />
SD = Sadar Diri..<br />
kemudian SMP =Sadar Menempatkan Posisi..<br />
sikap yg akan kita ambil..harus sinergi..<br />
dengan situasi &amp; kondisi..<br />
lalu..SMA = Sanggup Menanggung Akibat..<br />
atas semua sikap yg kita lalui..<br />
terus PT = Pasrah ke Tuhan..<br />
jika akibat sudah tidak kuat menimpa  diri ini..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: oittsss</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-733</link>
		<pubDate>Tue, 22 May 2007 20:53:30 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-733</guid>
					<description>Fahami....&quot;Ana AL-Haq&quot;-itulah jwpn untuk siapa aku..
dari Allah kembali ke Allah
dari tanah kembali ketanah(perjalanan hidup) 
p/s: syurga itu hanya ehsan dari Allah</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Fahami&#8230;.&#8221;Ana AL-Haq&#8221;-itulah jwpn untuk siapa aku..<br />
dari Allah kembali ke Allah<br />
dari tanah kembali ketanah(perjalanan hidup)<br />
p/s: syurga itu hanya ehsan dari Allah
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ahmad</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-621</link>
		<pubDate>Fri, 23 Mar 2007 16:47:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-621</guid>
					<description>mengenali diri, aku, kamu dan kita mungkin sepakat dengan pertanyaan.. siapa aku??.

sudah 2 tahun aku mencoba mencari diri. sampai sekarang aku tidak mengenal diri ku sendiri. dan ada dua pertanyaan lagi dalam benak ku yaitu dari mana aku dan mau kemana aku. dua pertanyaan itu kerap kali menggangu malamku. 

sekarang aku lagi mencoba mencari diri ku dengan ilmu cinta dengan landasan keiklasan. sedikit demi sedikit aku mulai menemukan diriku ini, sehingga nantinya nanti aku berani mengataan bahwa aku manusia...

:smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>mengenali diri, aku, kamu dan kita mungkin sepakat dengan pertanyaan.. siapa aku??.</p>
	<p>sudah 2 tahun aku mencoba mencari diri. sampai sekarang aku tidak mengenal diri ku sendiri. dan ada dua pertanyaan lagi dalam benak ku yaitu dari mana aku dan mau kemana aku. dua pertanyaan itu kerap kali menggangu malamku. </p>
	<p>sekarang aku lagi mencoba mencari diri ku dengan ilmu cinta dengan landasan keiklasan. sedikit demi sedikit aku mulai menemukan diriku ini, sehingga nantinya nanti aku berani mengataan bahwa aku manusia&#8230;</p>
	<p> <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Budak Cacat</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-593</link>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 14:22:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-593</guid>
					<description>:smile:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p> <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-552</link>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 01:22:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-552</guid>
					<description>Untuk Zal, tengkiu banget masukannya :) yaa... saya aja ngisi blog ini di sela-sela waktu luang. Kalau ada ruang khusus tanya jawab, jujur aja, nggak akan kepegang, hehe.. 

Lagipula ini hanya sebuah blog, bukan forum. Mudah-mudahan nanti ada website khususnya, yang ditangani secara tim.

Makasih ya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Untuk Zal, tengkiu banget masukannya <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  yaa&#8230; saya aja ngisi blog ini di sela-sela waktu luang. Kalau ada ruang khusus tanya jawab, jujur aja, nggak akan kepegang, hehe.. </p>
	<p>Lagipula ini hanya sebuah blog, bukan forum. Mudah-mudahan nanti ada website khususnya, yang ditangani secara tim.</p>
	<p>Makasih ya&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-551</link>
		<pubDate>Mon, 22 Jan 2007 01:16:24 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-551</guid>
					<description>Wah, makasih banget mas warsono... bener banget. 

Thanks again! Dan salam kenal :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Wah, makasih banget mas warsono&#8230; bener banget. </p>
	<p>Thanks again! Dan salam kenal <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: warsono</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-550</link>
		<pubDate>Sun, 21 Jan 2007 23:55:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-550</guid>
					<description>Ass. w.w.
An intriguing article...!
Sekedar menambahkan, menurut saya hadis &quot;man arafa nafsah waqad arafa rabbah&quot; meski secara sanad tidak sahih, namun maknanya adalah pengulangan dari ayat Quran, &quot;walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..&quot;, &quot;janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri&quot;.
Jadi, &quot;Lupa Allah =&amp;gt; Lupa diri sendiri&quot;, kalau dibalik secara logika menjadi &quot;ingat/mengenal diri =&amp;gt; Mengenal Allah&quot;.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ass. w.w.<br />
An intriguing article&#8230;!<br />
Sekedar menambahkan, menurut saya hadis &#8220;man arafa nafsah waqad arafa rabbah&#8221; meski secara sanad tidak sahih, namun maknanya adalah pengulangan dari ayat Quran, &#8220;walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..&#8221;, &#8220;janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri&#8221;.<br />
Jadi, &#8220;Lupa Allah =&gt; Lupa diri sendiri&#8221;, kalau dibalik secara logika menjadi &#8220;ingat/mengenal diri =&gt; Mengenal Allah&#8221;.</p>
	<p>Salam
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-544</link>
		<pubDate>Tue, 16 Jan 2007 20:25:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/03/17/mengenal-diri-2/#comment-544</guid>
					<description>Assalamu'alaikum Mas Harry,

Blog ini bagus, cuma rasanya kurang interaksi, sebab tidak ada ruang untuk itu, mohon maaf ya Mas Harry, bukan tujuan mencela, saya pernah dikunjungkan pada websitenya bicarasufi, sepertinya di Malaysia, disana ada ruang untuk dikusi baik, fiqih, tariqah tassawuf bahkan aqidah, memang sih, apa yang hendak didiskusikan, dan tidak sedikit juga yang belum difahamkan melontarkan hujatan, namun majlisnya tetap berlangsung, siapa tahu juga blog ini akan menjadi ajang yang baik...semoga... </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamu&#8217;alaikum Mas Harry,</p>
	<p>Blog ini bagus, cuma rasanya kurang interaksi, sebab tidak ada ruang untuk itu, mohon maaf ya Mas Harry, bukan tujuan mencela, saya pernah dikunjungkan pada websitenya bicarasufi, sepertinya di Malaysia, disana ada ruang untuk dikusi baik, fiqih, tariqah tassawuf bahkan aqidah, memang sih, apa yang hendak didiskusikan, dan tidak sedikit juga yang belum difahamkan melontarkan hujatan, namun majlisnya tetap berlangsung, siapa tahu juga blog ini akan menjadi ajang yang baik&#8230;semoga&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
