Mengenal Diri
Catatan: artikel ini saya ambil secara tidak beradab dari blognya Mas Watung
‘Barangsiapa mengenal diri (sejati)nya, akan mengenal Tuhannya’. Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu. Konon itu kata-kata Baginda Rasulullah SAW (walaupun masih ada banyak perdebatan mengenai siapa sebenarnya yang mengucapkan kata-kata tersebut, tapi di kalangan pejalan ruhani yang pernah mimpi bertemu dengan Baginda Rasul SAW, konon Beliau membenarkan bahwa kata-kata tersebut adalah kata-katanya —red.).
Tapi seberapa susahnya sebenarnya mengenal diri itu? Sebegitu pentingnya kah hal itu sehingga bisa mengantarkan seseorang pada suatu pengenalan yang sungguh agung, sesuatu yang dicita-citakan oleh siapa saja yang percaya, pengenalan akan Tuhan? Bukankah yang disebut “saya” ini ya saya, ya yang ini? Tidakkah kita semua tahu dan kenal diri kita sendiri?
Not so fast, fella. Mari kita resapi kisah berikut ini.
: : : : : : :
Dalam keadaan sakratul maut, seseorang tiba-tiba merasa berada di depan sebuah gerbang. “Tok, tok, tok,” pintu diketuk.
“Siapa di situ?” ada suara dari dalam.
Lalu dia seru saja, “Saya, Tuan.”
“Siapa kamu?”
“Watung, Tuan.”
“Apakah itu namamu?”
“Benar, Tuan.”
“Aku tidak bertanya namamu. Aku bertanya siapa kamu.”
“Eh, saya anak lurah, Tuan.” Wajahnya mulai plonga-plongo.
“Aku tidak bertanya kamu anak siapa. Aku bertanya siapa kamu.”
“Saya seorang insinyur, Tuan.”
“Aku tidak menanyakan pekerjaanmu. Aku bertanya: siapa kamu?”
Sambil masih plonga-plongo karena nggak tahu mau menjawab apa, akhirnya ditemukanlah jawaban yang rada agamis sedikit.
“Saya seorang Muslim, pengikut Rasulullah SAW.”
“Aku tidak menanyakan agamamu. Aku bertanya siapa kamu.”
“Saya ini manusia, Tuan. Saya setiap Jumat pergi jumatan ke masjid dan saya pernah kasih sedekah. Setiap lebaran, saya juga puasa dan bayar zakat.”
“Aku tidak menanyakan jenismu, atau perbuatanmu. Aku bertanya siapa kamu.”
Akhirnya orang ini pergi melengos keluar, dengan wajah yang masih plonga-plongo.
Dia gagal di pintu pertama, terjegal justru oleh sebuah pertanyaan yang sungguh sederhana: siapa dirinya yang sebenarnya.
: : : : : : :
Nggak mudah, tho? Coba pikir, kita nggak paham siapa kita, maka kita punya tradisi besar mengasosiasikan sesuatu terhadap diri kita: nama, profesi, titel, jenis kelamin, warna kulit dan rambut, foto wajah (seperti yang di KTP, our identification!). Kita melabeli diri kita dengan sesuatu itu, kita pun nyaman dengan label itu, lalu merasa bahwa label itulah diri kita. Think again: apakah ‘aku’ sama dengan ‘tubuhku’?
Ah, Watung, itu cuma permainan kata!
Mungkin saja. Tapi perhatikanlah kalimat orang-orang agung itu: “Barangsiapa mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya.”
Knowing others is wisdom
Knowing the self is enlightenment.
Mastering others requires force
Mastering the self requires strength.- Tao Te Ching
Does it make you wonder, my dear?
P.S.: Kisah di atas saya adaptasi secara tidak beradab serta sangat kurang ajar dari sebuah buku, Doa Sang Katak, karya Anthony De Mello.
—
Oh, by the way, untuk bacaan selanjutnya tentang mengenal diri, posting ini might help…
Gambar adalah lukisan cat air ‘waiting at the door’ karya Atanatur Dogan




salam,
Sepakat pak,:)….maaf baru mampir…saya pernah baca bukunya dunia sophie, wah dri pertanyaan satu aja ttg ’siapa aku ‘?..itu mampu membuat kita harus merenung kedalam. siapa sebenarnya yg ada dalam bungkus diri kita ini?…sebenarnya saya ada sedikit mau diskusi…ttg Ruh…semoga kapan2 bisa ketemu di YM. id saya: rabiah79@yahoo.com
salam
Comment #103 by vera — Friday, March 24, 2006 @ 03:34
Alhamdulillah, Syukur ada site seperti ini. Terimakasih kepada mas Herry. Salam Kenal.
Kami sangat senang dengan site ini.
Mengenal diri sepertinya adalah sebuah kewajiban. Bagaimana mampu mengimplementasikan perintah Allah, bila diri ini saja tidak dikenal. Lalu bagaimana bisa memahami keinganan Allah SWT. Menjadi murid dari seorang Mursyid tentu akan membantu diri ini untuk bisa tunduk kepada-Nya.
Mas dulu kami aktif di pangajian Bina Qalbu di Makassar yang di bawakan oleh salah seorang teman dari paramartha. Tapi karena tugas kami akhirnya tidak dapat melanjutkannya. Kami tugas didaerah lain. Semoga ini bisa menjadi media pengganti dalam pengajian kami. Kami berkeinginan kuat menjadi salik.
Terimakasih, Wassalam
Comment #157 by akbar — Thursday, April 13, 2006 @ 09:36
what your answer would be if you were that man who knocked?
Comment #189 by tika — Tuesday, April 18, 2006 @ 20:34
Assalamualaikum wr wb
Herry, pa kabr, ini Didin, temen satu angkatan di psikologi. Sedang menjalani salah satu jalan Tuhan rupanya, selamat ya..
Lagi mau browsing tulisan2 kamu nihh, very inspiring.
Please kindly visit my blog at harisantai.blogspot.com. Oke dehh, kontak2 gue di yanesthi2yahoo.com or friendster juga bisa. Sharing2 pengalaman religius oke juga tuuhh. Selamat belajar mengenal Tuhan dan diri sendiri.
Comment #257 by Yanesthi Hardini (Didin) — Thursday, April 27, 2006 @ 10:13
cari jalan kenal diri adalah wajib. carilah jalan itu kerana diri itu yg akan ditrima kembali kepada haqq.
Comment #261 by dali solihin — Tuesday, May 23, 2006 @ 01:24
salamullah, bi izinillah, Assalamu’alaikum.wr.wb…
mohon maaf sebelumnya apabila sy lancang. terus terang pas sy coba buka blog/web ini, sy merasa senang+haru membaca tulisan2 yg ada didalamnya. terutama tentang ‘MENGENAL DIRI’. Bala Asykuru Ilallah…dari seoarang pembimbing, sy sedikit2 telah mengenal apa itu ‘AKU’ yang sebenar-benarnya. siapa itu ‘SAUDARA SEKANDUNG’ kita, apa itu “NAMA GELARAN’ kita dan apa itu ‘BAYANGAN DIRI’. Insya ALLAH, sy mengajak kepada Saudara2 kita disini utk terus berusaha mencari siapakah ‘DIRI/AKU’ kita yg sebenar2nya.
hormat saya,
lam nurrahman
taziku_man2004@yahoo.com
Comment #267 by lam nurrahman — Friday, June 2, 2006 @ 13:42
Wa alaikum salaam Warahmatullah Wabarakatuh.
Terimakasih banyak telah berkunjung dan membaca… Semoga Allah menambahkan manfaat dan hikmah kepada kita melalui doa anda.
Salam Takzim..
Comment #268 by Herry — Friday, June 2, 2006 @ 23:49
mas herry, ni aris. ini adalah pertama kalinya aku masuk ke blok ini dan langsung membaca2 tulisan yang ad di sini, aku sangat tertarik dengan tulisan mengenal diri sendiri, bagi diriku sendiri mungkin seperti yang di gambarkan mas herry dalam cerita pembuka itulah pemahamanku selama ini. aku minta tolong bimbingannya kepada mas herry agar aku bisa lebih mengenal diri sendiri
karena teryata mengenal diri sendiri itu tidak semudah apa yang selama ini aku pahami
terima kasih. semoga mas herry berkenan membantu saya.
Comment #281 by Aris — Thursday, June 15, 2006 @ 12:42
Salam kenal, Aris.. terimakasih udah maen ke sini
Iya memang mengenal diri itu nggak mudah… sangat tidak mudah. Tapi kita harus bermujahadah memulainya…
Oh iya, untuk memperoleh bimbingan, syarat pertama adalah adanya sebuah pencarian (akan Allah, akan makna, akan kesejatian). Lalu, supaya lebih disiplin menapak di atas jalan, kita juga sebaiknya ada di bawah bimbingan seorang mursyid yang haqq. Dan saya tentu saja bukan seorang mursyid. Dalam hal ini saya rasanya cukup tahu diri, hehehe..
“Guru akan datang ketika murid siap,” kata seorang sufi.
Meanwhile, silahkan baca-baca ya ris.. thanks again! Sebagai awalan, mungkin artikel ini membantu? semoga bermanfaat deh…
Comment #282 by Herry — Thursday, June 15, 2006 @ 13:42
saya hanya ingin memberikan sekidit bahan renungan pantun :
mursyidul amin itu gelarnya
laku diam kesenangannya
menjaga alam siang dan malam
itulah dia si “ISMUL AJHAM”…..
janganlah engkau duduk berpikir
laksana tukang, duduk mengukir
kalau tak tahu artinya zikir
hanyut amal mu seperti air…
wangi ruangan berbau dupa
aromanya sedap tiada terkira
sedetikpun tak pernah lupa
itulah dia para ambiya
Comment #528 by al-faqir — Tuesday, January 9, 2007 @ 03:48
Assalamu’alaikum Mas Harry,
Blog ini bagus, cuma rasanya kurang interaksi, sebab tidak ada ruang untuk itu, mohon maaf ya Mas Harry, bukan tujuan mencela, saya pernah dikunjungkan pada websitenya bicarasufi, sepertinya di Malaysia, disana ada ruang untuk dikusi baik, fiqih, tariqah tassawuf bahkan aqidah, memang sih, apa yang hendak didiskusikan, dan tidak sedikit juga yang belum difahamkan melontarkan hujatan, namun majlisnya tetap berlangsung, siapa tahu juga blog ini akan menjadi ajang yang baik…semoga…
Comment #544 by zal — Tuesday, January 16, 2007 @ 20:25
Ass. w.w.
An intriguing article…!
Sekedar menambahkan, menurut saya hadis “man arafa nafsah waqad arafa rabbah” meski secara sanad tidak sahih, namun maknanya adalah pengulangan dari ayat Quran, “walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..”, “janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri”.
Jadi, “Lupa Allah => Lupa diri sendiri”, kalau dibalik secara logika menjadi “ingat/mengenal diri => Mengenal Allah”.
Salam
Comment #550 by warsono — Sunday, January 21, 2007 @ 23:55
Wah, makasih banget mas warsono… bener banget.
Thanks again! Dan salam kenal
Comment #551 by Herry — Monday, January 22, 2007 @ 01:16
Untuk Zal, tengkiu banget masukannya
yaa… saya aja ngisi blog ini di sela-sela waktu luang. Kalau ada ruang khusus tanya jawab, jujur aja, nggak akan kepegang, hehe..
Lagipula ini hanya sebuah blog, bukan forum. Mudah-mudahan nanti ada website khususnya, yang ditangani secara tim.
Makasih ya…
Comment #552 by Herry — Monday, January 22, 2007 @ 01:22
Comment #593 by Budak Cacat — Thursday, March 8, 2007 @ 14:22
mengenali diri, aku, kamu dan kita mungkin sepakat dengan pertanyaan.. siapa aku??.
sudah 2 tahun aku mencoba mencari diri. sampai sekarang aku tidak mengenal diri ku sendiri. dan ada dua pertanyaan lagi dalam benak ku yaitu dari mana aku dan mau kemana aku. dua pertanyaan itu kerap kali menggangu malamku.
sekarang aku lagi mencoba mencari diri ku dengan ilmu cinta dengan landasan keiklasan. sedikit demi sedikit aku mulai menemukan diriku ini, sehingga nantinya nanti aku berani mengataan bahwa aku manusia…
Comment #621 by ahmad — Friday, March 23, 2007 @ 16:47
Fahami….”Ana AL-Haq”-itulah jwpn untuk siapa aku..
dari Allah kembali ke Allah
dari tanah kembali ketanah(perjalanan hidup)
p/s: syurga itu hanya ehsan dari Allah
Comment #733 by oittsss — Tuesday, May 22, 2007 @ 20:53
Tulisan yang arif..dan penuk makna..hanya dapat teurai ..
oleh pribadi yg sedang mengalami..
selamat menikmati jalan yang sedang tersaji..
jangan lupa berbagi..
sesama insani..
karena itu tujuan “kita di sini”..
berbagi sesuatu yang merasa “kita miliki”..
sewaktu sekolah formal kita harus melalui ..
SD = Sadar Diri..
kemudian SMP =Sadar Menempatkan Posisi..
sikap yg akan kita ambil..harus sinergi..
dengan situasi & kondisi..
lalu..SMA = Sanggup Menanggung Akibat..
atas semua sikap yg kita lalui..
terus PT = Pasrah ke Tuhan..
jika akibat sudah tidak kuat menimpa diri ini..
Comment #738 by rudykelanacinta — Thursday, May 24, 2007 @ 15:24
Ass…….
subahanallah
merinding dah gw baca nya mas,….
Salam knl mas herry
satu pertanyaan yg begitu penting untuk kita jawab dengan penuh renungan… yg khusuk
mass ada Fs? kpn2 kita diskus fs yach..:D
klikik_99@yahoo.com tuh Fs aku
Comment #767 by sastria — Sunday, June 10, 2007 @ 23:22
Ass. wr. wb.
Salam Perkenalan..
Alhamdulillah menemukan blog yg sejalan kepada Tuhan. Boleh ya saya tambahkan blog mas di blog saya ? . Terimakasih sebelumnya.
Wassalam,
Comment #777 by FKY — Wednesday, June 13, 2007 @ 09:37
:???:..AKU adalah AKU..sesungguh nye tanpa MU..AKU tidak ujud..tanpa AKU..KAU tidak di kenali..ZAT dan SIFAT..di sini kebenaran nya..ESA..yang HAK AKU yang BATHIL KAU..
Comment #1238 by aku — Tuesday, February 19, 2008 @ 19:56
..aku adalah aku..aku bukan kau..kau bukan aku..siapa aku..siapa kau..di atas ayat-perkataan ( AKU) ini terjawab tentang ke ESA an ALLAH..renung kan..
Comment #1239 by aku — Tuesday, February 19, 2008 @ 20:11
Sejelas apapun penjelasan tentang “Hakekat Tuhan”,
barang siapa yang belum pernah merasa, pasti tidak akan mengetahui,
bahkan tidak sedikit yang “membeo” mengatakan Tuhan seperti ini, Tuhan seperti itu,
Tuhan begini, Tuhan begitu, ada juga yang berani mengatakan “Tuhan seperti Aku”
yang hanya karena latah dan akan membuat semakin jauh dari pemahaman tentang
“Hakekat Tuhan”.
***
Siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya,
memangnya siapa “diri” ini ?, kalau salah bisa jadi Fir’aun mengaku dirinya adalah Tuhan, didalam Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas dijelaskan “Tuhan tidak beranak dan diperanakkan”
jadi tidak mungkin kita mengatakan diri kita ini adalah Tuhan
sedangkan kita sendiri mempunyai orang tua (dilahirkan oleh seorang ibu)
Tuhan Maha Kuasa, Tuhan Maha Segalanya
namun ada yang tidak bisa dilakukan oleh Tuhan, Tuhan tidak bisa makan, minum
karena Tuhan tidak bergantung kepada sesuatu
sedangkan manusia bergantung kepada sesuatu (makan, minum dll)
Jadi jelas “Manusia bukanlah Tuhan”
***
Tapi katanya
“Tuhan itu sangat dekat, lebih dekat dari urat di leher kita”
(Jauh tidak berjarak, Dekat tidak berantara)
“Dia beserta kita dimanapun kita berada”
“Dialah yang awal, Dialah yang akhir, Dialah yang lahir, Dialah yang batin ”
Jika Fir’aun berkata “Aku adalah Tuhan” maka celakalah ia …
Namun bagaimana dengan
Syekh Abdur Rauf dengan “Wahdatul Wujud” nya,
Mansyur Al-Hallaj dengan“Ana Al Haq” nya,
Syekh Siti Jenar dengan “Manunggaling Kawula Gusti” nya,
dan sekarang ini Ahmad Dani (Dewa 19) dengan “Aku ini adalah diri-Mu”
Mungkinkah “Diri” (yang tidak dilahirkan oleh seorang ibu, tidak bertulang, tidak berdaging) ini
sama seperti yang diungkapkan oleh Ahmad Dani …… ???
(Barang siapa yang membuka rahasia ketuhanan bukan kepada ahlinya adalah kufur)
***
Awal beragama mengenal Allah,
untuk mengenal Allah dengan cara bertauhid
(Meng-Esa-kan Allah, tidak menduakan, tidak syirik, yakni tidak menyekutukan, hanya tetap satu, tidak berbilang zat-Nya, tidak berbilang sifat-Nya, dan tidak berbilang af’al-Nya)
dan siapa yang telah mengenal Allah maka kelulah lidahnya untuk bercerita.
Kusebut nama-Mu disetiap hembusan nafasku “HU”
detak jantungku
Comment #1254 by Achmad — Thursday, February 21, 2008 @ 19:48
salam gabung mas harry…saya kul di BINUS…smtr 2 ..dan saya di kash tugas ma dosen saya..pertanyaan y sich simpel..(siapakah aku?)pie..mpe skrng sya msh sulit tuk mendapatkan jawaban yang lebih spesifik…tolong bantuan y…!tanks..
Comment #1257 by akmal — Sunday, February 24, 2008 @ 10:32
Aduh…telat banget baca artikel ini.
mas warsono menyampaikan ayat Quran:
“walaa takuunu kalladzi nasullah, fa ansyahum anfusahum..”, “janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah, maka mereka sebenarnya melupakan diri sendiri”.
itu Surah apa dan Ayat berapa mas?
kang herry bisa bantu saya?
Comment #1259 by arnol — Tuesday, February 26, 2008 @ 12:47
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” Q. S. Al-Hasyr [59] : 19
Comment #1262 by Herry — Wednesday, February 27, 2008 @ 01:57
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” Q. S. Al-Hasyr [59] : 19
Apakah makna dari ayat tersebut memang selaras dengan makna
Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad ‘Arafa Rabbahu?
saya kok belum nyambung ya…
mohon pencerahannya kang…
Comment #1269 by arnol — Thursday, February 28, 2008 @ 16:51
saya lebih berpikir mengenal diri sendiri berarti tahu semua kelemahan kita shingga tidak menjadi adigang,adigung,adiguna yang itu adalah sifat yang dimiliki tuhan
Comment #1303 by sartono — Saturday, March 8, 2008 @ 10:15
mahasuci allah,hai alif kujadikan engkau berbentuk makhluk, sesungguhya manusia hanyalah seorang hamba(budak),dijadikan allah sebagai seorang pemimpin,untuk menyembah kepadaNYA,dan hanya kepadaNYAlah kembali.
katakanlah;(hai muhammad)
dia lah ALLAH
tuhan yang maha esa
dia tidak beranak dan juga tidak diperanakan
tiada satupun makhluk yang menyerupainya
Comment #1499 by mario bross — Sunday, May 4, 2008 @ 20:47
Salam semuanya..
errr..tidak beranak & tidak di peranakan..benar tu.DIA juga tidak bernama, tidak bernama, tidak berbentuk…
Tapi kita seklian semua tau bahawa kebanyakkan memuja & memuji akan ALLAH..benar kan. jadi Allah tu apa ye? adakah Allah itu TUHAN? sedangkan TUHAN tidak bernama..Selagi bernama ianya sifat baru.DIRI yang di cari tu siapa sebenarnya & bagaimana keadaannya? Bagaimana pula proses penzahiran kita yang dari usulnya? Yang asal sudah terserlah & terbujur di bumi yang nyata sekarang nie..usulnya bagaimana? usul kalimat ALLAH & MUHAMMAD tu pula bagaimana? usul SOLAT itu sendiri pula bagaimana? siapa itu SOLAT? …adakah SOLAT juga mempunyai DIRI? …adakah NIAT itu juga mempunyai DIRI? ..adakah IMAN juga mempunyai DIRI? adakah ISLAM tu juga mempunyai DIRI? fikir-fikirkan lah…
Comment #1539 by Shamsatun Baridun — Tuesday, May 20, 2008 @ 11:10
assalamualaikum, saudara hery…
saya ingin berkongsi pengatahuan bersama saudara dan umat semua, dimana agaknya kedudukan para wali didalam tubuh kita, rasanya agak tidak keterlaluan persoalan saya ini…
sekian…
Comment #1625 by zany zabidi ismail — Friday, June 20, 2008 @ 13:10
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)
Ingatlah bahwa sesungguhnya mereka adalah dalam keraguan tentang pertemuan dengan Tuhan mereka. Ingatlah, bahwa sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu. (QS. 41:54)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:115)
hancurkan badan jadi hati
hancurkan hati jadi roh
hancurkan roh jadi nur
hancurkan nur jadi sirr
hancurkan sirr jadi Aku
(sebenar – benar rahasia dari hatimu)
jangan lupa berguru kepada ahlinya, supaya tidak sesat diwaktu siang
Comment #1626 by Anto Wijaya — Friday, June 20, 2008 @ 14:26
Dan barang siapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar). (QS. 17:72)
jika ikam kadak bisa lihat tuhan di dunia ini, di akhirat pun ikam kadak akan pernah lihat tuhan. jika ikam tersesat jalan, adakah yang bisa tolong ikam selain dari pada tuhan.
kosongkanlah ikam dari yang selain makhluk dan dari ikam sandiri
Comment #1627 by Anto Wijaya — Friday, June 20, 2008 @ 14:42
assalammualaikum…saudaraku semua…
“soth”…”ba”…”ro”…
wassalam…senyum selalu…
Comment #1628 by zany zabidi ismail — Friday, June 20, 2008 @ 15:50