<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Makna &#8216;Kafir&#8217; dan &#8216;Syuhada&#8217; : &#8216;Kafir&#8217; Tidak Dengan Sendirinya Berarti Orang Yang Tidak Beragama Islam</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 13:03:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: kasih</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1699</link>
		<pubDate>Sun, 03 Aug 2008 00:49:12 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1699</guid>
					<description>Tulisan di web ini sudah bagus namun perlu digaris bawahi. Bahwa ma'na Kafir itu kan ingkar. Dan kafir itu dibagi menjadi 2 bagian  Kafir Khofii dan Kafir Jaalii . Kafir Jaalii itulah yang memang di peruntukkan dalam konteks perbedaan agama. Sebagai contoh kita umat Islam akan dikatakan kafir oleh agama lain demikian pula sebaliknya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Tulisan di web ini sudah bagus namun perlu digaris bawahi. Bahwa ma&#8217;na Kafir itu kan ingkar. Dan kafir itu dibagi menjadi 2 bagian  Kafir Khofii dan Kafir Jaalii . Kafir Jaalii itulah yang memang di peruntukkan dalam konteks perbedaan agama. Sebagai contoh kita umat Islam akan dikatakan kafir oleh agama lain demikian pula sebaliknya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Dono.</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1698</link>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2008 13:00:05 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1698</guid>
					<description>Ass.wr.wb.
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya yang berikut ini, saya memohon agar kita sebagai muslim agak sedikit melapangkan dada untuk menerima atau tidak menerima cerita saya berikut ini.Apakah ini suatu kenyataan ataukah tidak terserahlah kepada yg mendengarnya, kalau seandainya bapak keberatan untuk menerimanya dan menghapusnnya, untuk pribadi saya, juga saya tidak ada masalah,karena menurut hakikat saya,mendengar atau melihat cerita ini akan menimbulkan kebencian, penghasutan, pencacian dll,jadi saya serahkan saja kepada akal manusia yg sehat untuk menimbang baik atau buruknya.

Beginilah ceritanya:
Pada tanggal 3 bulan juli th 2008 masuk bulan rajab malam jumaat lalu setelah maghrib muncul makhluk bersayap yg sayapnya seperti mutiara-mutiara yg bertebaran di muka bumi ,begitu besarnya beliau dari pandangan saya,yg berjarak kira-kira 5 meter dari hadapan saya,keindahaan beliau tidak terlukiskan.
Perkataan beliau yg pertama adalah: Tuliskan!lantas sekali lagi Tuliskan!
Saya cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk kira-kira satu meter dari hadapan beliau.
Perkataan beliau yg kedua:Assalamualaikum.
Saya jawab wallaikumsalam.
Perkataan beliau yg ketiga:saya Jibril,Tuliskan!
Saya akan datang bersama Isa almasih kedunia bersama sembilan wali-wali dan bersama 200 lebih malaikat-malaikat.
Waktu sudah sangat singkat, mulai tahun 2010 banyak kejadian yg akan merampas jiwa manusia.
Perkataan beliau yg keempat:apa yg engkau inginkan? menyebarkan firman-firman Allah S.W.T, jawab saya.
Perkataan beliau yg kelima:ada lagi?InsyaAllah, Allah S.W.T akan memberikan petunjuk kepada kami,jawab saya.
Perkataan beliau yg keenam:baiklah! lantas beliau mengambil kedua belah tangan saya,beliau menyuruh saya berzikir.
-Allahhuakhbar33x
-Subhanallah33x
-Alhamdulillah33x
-Allah S.W.T33x
-Laillahhailallah33x
-Laillahhailallahmuhammadarasulallah33x
Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!
1.jangan engkau sombong
2.bersabarlah
3.sayang kepada kedua orang tua
4.jangan engkau membuat kesalahan
Beliau tunduk sejenak, lantas beliau berkata,saya musti kembali dan menyapa saya assalamualaikum, saya jawab wallaikumsalam Jibril a.s, dia membuka sayapnya lantas terbang begitu cepatnya.

Saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebagai amanah.
Marilah kita menyimak cerita ini bersama dengan akal yg sehat menurut Alquran dan hadits-hadits rasulallah Muhammad S.A.W.

Apakah kita sudah bersiap untuk kedatangan akhir zaman?

Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ass.wr.wb.<br />
Sebelum saya menceritakan pengalaman saya yang berikut ini, saya memohon agar kita sebagai muslim agak sedikit melapangkan dada untuk menerima atau tidak menerima cerita saya berikut ini.Apakah ini suatu kenyataan ataukah tidak terserahlah kepada yg mendengarnya, kalau seandainya bapak keberatan untuk menerimanya dan menghapusnnya, untuk pribadi saya, juga saya tidak ada masalah,karena menurut hakikat saya,mendengar atau melihat cerita ini akan menimbulkan kebencian, penghasutan, pencacian dll,jadi saya serahkan saja kepada akal manusia yg sehat untuk menimbang baik atau buruknya.</p>
	<p>Beginilah ceritanya:<br />
Pada tanggal 3 bulan juli th 2008 masuk bulan rajab malam jumaat lalu setelah maghrib muncul makhluk bersayap yg sayapnya seperti mutiara-mutiara yg bertebaran di muka bumi ,begitu besarnya beliau dari pandangan saya,yg berjarak kira-kira 5 meter dari hadapan saya,keindahaan beliau tidak terlukiskan.<br />
Perkataan beliau yg pertama adalah: Tuliskan!lantas sekali lagi Tuliskan!<br />
Saya cepat mengambil kertas dan pena kemudian duduk kira-kira satu meter dari hadapan beliau.<br />
Perkataan beliau yg kedua:Assalamualaikum.<br />
Saya jawab wallaikumsalam.<br />
Perkataan beliau yg ketiga:saya Jibril,Tuliskan!<br />
Saya akan datang bersama Isa almasih kedunia bersama sembilan wali-wali dan bersama 200 lebih malaikat-malaikat.<br />
Waktu sudah sangat singkat, mulai tahun 2010 banyak kejadian yg akan merampas jiwa manusia.<br />
Perkataan beliau yg keempat:apa yg engkau inginkan? menyebarkan firman-firman Allah S.W.T, jawab saya.<br />
Perkataan beliau yg kelima:ada lagi?InsyaAllah, Allah S.W.T akan memberikan petunjuk kepada kami,jawab saya.<br />
Perkataan beliau yg keenam:baiklah! lantas beliau mengambil kedua belah tangan saya,beliau menyuruh saya berzikir.<br />
-Allahhuakhbar33x<br />
-Subhanallah33x<br />
-Alhamdulillah33x<br />
-Allah S.W.T33x<br />
-Laillahhailallah33x<br />
-Laillahhailallahmuhammadarasulallah33x<br />
Perkataan beliau yg kesepuluh:ingat!<br />
1.jangan engkau sombong<br />
2.bersabarlah<br />
3.sayang kepada kedua orang tua<br />
4.jangan engkau membuat kesalahan<br />
Beliau tunduk sejenak, lantas beliau berkata,saya musti kembali dan menyapa saya assalamualaikum, saya jawab wallaikumsalam Jibril a.s, dia membuka sayapnya lantas terbang begitu cepatnya.</p>
	<p>Saya beranggapan bahwa ini hanyalah sebagai amanah.<br />
Marilah kita menyimak cerita ini bersama dengan akal yg sehat menurut Alquran dan hadits-hadits rasulallah Muhammad S.A.W.</p>
	<p>Apakah kita sudah bersiap untuk kedatangan akhir zaman?</p>
	<p>Wassalam.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ahmad</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1502</link>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 21:41:23 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1502</guid>
					<description>Comment ti nuy
:grin:Maaf Ikutan ngasih saran:grin:

Semua persoalan milik Allah SWT, semua berawal dariNYa dan akan Berakhir olehNya pula.
Oleh karena itu, dalam perdebatan yg sangat panjang ini kita ambil sisi positifnya --mungkin Allah memang mentakdirkan seperti ini, bahwa hikmah dr ini semua adal;ah:
1. saya orang yg sgt minim pengetahuan bisa memilah-milih dan mengkaji lebih dalam apa arti dari tulusan2 dan coment2nya:smile:
2. Kang Herry, Kang Ferry, dan semua akang2 dan teteh2 yg sudah banyak berilmu akan lebih mengkaji lagi ilmunya tanpa ada yang merasa ini paling benar atau yang itu yg salah :wink:--karena yang benar hanya ilmu Allah yg diturunkan kepada Rasulallah SAW.
:mrgreen:co: hadist yang kita baca sehari2 ada yg sahih ada pula yg hasan dll, kenapa itu bisa terjadi?? Pahamilah wahai akang2 teteh2, semua itu karena tak ada makhluk sempurna yg diciptakan Allah SWT selain drpd para Nabiyullah, meskipun kita makhluk sempurna dimuka bumi, tp ingat (klo saya g salah memahami) kita sbg makhluk sempurna hanya karena ditugaskan sebagai khalifah di muka bumi Makhluk Allah yg lain (bukan Nabiyullah), setiap manusia selalu ada kehilafan atau lupa. Kmbl ke hadis td, bahwa Nabiyullah Muhammad SAW sdh sgt sempurna mengajarkan, memberikan tauladan kepada sahabat2nya, tp kenapa di hadis ada yg berbeda pendapat (yg ini sahih dan yg itu hasan dll) itu karena daya tangkap yg diterima manusia tidak sesempurna Nabiyullah (tanpa ada maksud melecehkan para Sahabat r.a). Itulah mengapa akar yg dulunya sgt sempurna disampaikan pd Nabiyullah tapi sekarang2 jd bercabang??.. Akang2 teteh2 saya yakin bisa merenungkan jauh lebih baik dr saya...

Saran saya hanya, kita umat Islam, umat yg sangat diridhoi oleh Allah, jgn hanya melihat dr sisi yang bertolak belakang dr prinsip yg kita pegang selama ini, adakalanya kita harus &quot;legowo&quot; menerima pendapat orla yg jauh lebih logis dan masuk akal, karena dg sikap spt itu Insya Allah selain perbendaharaan kita semakin bertambah dan juga Insya Allah, Allah pun akan meridhoi semua kaumNya yg bertentangan...

Sekali lg saya tidak bermaksud menggurui pihak mana pun, saya hanya ingin mengingatkan kembali or me-refresh kembali apa yg sudah kita dptkan selama ini...

Inti dr saran saya adalah, mari kang or teh kita kembalikan kepada Allah semua persoalan yg ada, meskipum bagus adanya perdebatan ini tp jgn sampai terjadi perpecahan dalam AGAMA yg SGT AGUNG ini-- ISLAM. karena mungkin orang yg fondasi agamanya masih samar or masih perlu masukan yang baik malah jd berubah pandangannya trhdp agama Islam. karena saya sendiri pun jd bimbang setelah melihat perdebatan di atas (saling melemparkan, saling menuduh, itu, ini, itu, ini)
 Saya yakin anda semua adalah orang2 yang akan diridhoi oleh Allah SWT..AMIN

sekali lg mohon maaf apabila ada kesalahan dalam comen saya ini, dan sekali lg saya tidak ada maksud untuk menggurui siapa pun karena saya sendiri pun masih mencari sosok seorang GURU SEJATI untuk membimbing saya ke arah yg jauh lebih baik...
Mudah2an saya mendapatkannya Amin yaa Robbal 'Alamin:oops:

Syukron:smile:
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Comment ti nuy<br />
 <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' /> Maaf Ikutan ngasih saran <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Semua persoalan milik Allah SWT, semua berawal dariNYa dan akan Berakhir olehNya pula.<br />
Oleh karena itu, dalam perdebatan yg sangat panjang ini kita ambil sisi positifnya &#8211;mungkin Allah memang mentakdirkan seperti ini, bahwa hikmah dr ini semua adal;ah:<br />
1. saya orang yg sgt minim pengetahuan bisa memilah-milih dan mengkaji lebih dalam apa arti dari tulusan2 dan coment2nya <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' /><br />
2. Kang Herry, Kang Ferry, dan semua akang2 dan teteh2 yg sudah banyak berilmu akan lebih mengkaji lagi ilmunya tanpa ada yang merasa ini paling benar atau yang itu yg salah  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> &#8211;karena yang benar hanya ilmu Allah yg diturunkan kepada Rasulallah SAW.<br />
 <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> co: hadist yang kita baca sehari2 ada yg sahih ada pula yg hasan dll, kenapa itu bisa terjadi?? Pahamilah wahai akang2 teteh2, semua itu karena tak ada makhluk sempurna yg diciptakan Allah SWT selain drpd para Nabiyullah, meskipun kita makhluk sempurna dimuka bumi, tp ingat (klo saya g salah memahami) kita sbg makhluk sempurna hanya karena ditugaskan sebagai khalifah di muka bumi Makhluk Allah yg lain (bukan Nabiyullah), setiap manusia selalu ada kehilafan atau lupa. Kmbl ke hadis td, bahwa Nabiyullah Muhammad SAW sdh sgt sempurna mengajarkan, memberikan tauladan kepada sahabat2nya, tp kenapa di hadis ada yg berbeda pendapat (yg ini sahih dan yg itu hasan dll) itu karena daya tangkap yg diterima manusia tidak sesempurna Nabiyullah (tanpa ada maksud melecehkan para Sahabat r.a). Itulah mengapa akar yg dulunya sgt sempurna disampaikan pd Nabiyullah tapi sekarang2 jd bercabang??.. Akang2 teteh2 saya yakin bisa merenungkan jauh lebih baik dr saya&#8230;</p>
	<p>Saran saya hanya, kita umat Islam, umat yg sangat diridhoi oleh Allah, jgn hanya melihat dr sisi yang bertolak belakang dr prinsip yg kita pegang selama ini, adakalanya kita harus &#8220;legowo&#8221; menerima pendapat orla yg jauh lebih logis dan masuk akal, karena dg sikap spt itu Insya Allah selain perbendaharaan kita semakin bertambah dan juga Insya Allah, Allah pun akan meridhoi semua kaumNya yg bertentangan&#8230;</p>
	<p>Sekali lg saya tidak bermaksud menggurui pihak mana pun, saya hanya ingin mengingatkan kembali or me-refresh kembali apa yg sudah kita dptkan selama ini&#8230;</p>
	<p>Inti dr saran saya adalah, mari kang or teh kita kembalikan kepada Allah semua persoalan yg ada, meskipum bagus adanya perdebatan ini tp jgn sampai terjadi perpecahan dalam AGAMA yg SGT AGUNG ini&#8211; ISLAM. karena mungkin orang yg fondasi agamanya masih samar or masih perlu masukan yang baik malah jd berubah pandangannya trhdp agama Islam. karena saya sendiri pun jd bimbang setelah melihat perdebatan di atas (saling melemparkan, saling menuduh, itu, ini, itu, ini)<br />
 Saya yakin anda semua adalah orang2 yang akan diridhoi oleh Allah SWT..AMIN</p>
	<p>sekali lg mohon maaf apabila ada kesalahan dalam comen saya ini, dan sekali lg saya tidak ada maksud untuk menggurui siapa pun karena saya sendiri pun masih mencari sosok seorang GURU SEJATI untuk membimbing saya ke arah yg jauh lebih baik&#8230;<br />
Mudah2an saya mendapatkannya Amin yaa Robbal &#8216;Alamin <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Syukron <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Agus</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1474</link>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 15:17:09 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1474</guid>
					<description>Assalamualaikum Kang Hary
Mau ikutan apreciate jg nih sama artikel ini.Pernah gak kepikiran bgt ttg sesuatu (an idea or theory),dan ternyata ada seseoang yg sudah menuliskan exactly spt yg kita pikirkan,plus penjelasan dn dalil2 yg mendukung pula!
Nah,seperti itulah sy ketika mmbaca artikel2 kang Hary dn coments teman2 di sini.It's like an AHA moent 4 me:idea:
Untuk Kang Ilham (may I ?)
Trm ksh utk.tulisan dn referensinya.Akan sy print out utk tmn sy,seorang kristiani yg sangat curious ttg Islam.Dan sering mengajak sy diskusi ttg perbandingan agama(srg bikin sy kewalahan:wink:) sampai2 akhirnya akhirnya sy speechless dn akhirnya cm bs blg &quot;teh kalau mau mmbndingkan antara kambing dn ayam mah gak akan ktm,coz ke2 nya just simply different! (gak cerdas bgt ya?:mrgreen:)
Soalnya sy tdk mau kejebak dlm debat kusir yg gak penting,krn synya kurang ilmu.
Anyway,thanx 4 having me here.Smg Allah senantiasa meridhai dan membimbing usaha pembelajaran kita.Amin ya Rabbal Alamiin..
Wass.Wr.Wb.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualaikum Kang Hary<br />
Mau ikutan apreciate jg nih sama artikel ini.Pernah gak kepikiran bgt ttg sesuatu (an idea or theory),dan ternyata ada seseoang yg sudah menuliskan exactly spt yg kita pikirkan,plus penjelasan dn dalil2 yg mendukung pula!<br />
Nah,seperti itulah sy ketika mmbaca artikel2 kang Hary dn coments teman2 di sini.It&#8217;s like an AHA moent 4 me <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_idea.gif' alt=':idea:' class='wp-smiley' /><br />
Untuk Kang Ilham (may I ?)<br />
Trm ksh utk.tulisan dn referensinya.Akan sy print out utk tmn sy,seorang kristiani yg sangat curious ttg Islam.Dan sering mengajak sy diskusi ttg perbandingan agama(srg bikin sy kewalahan <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> ) sampai2 akhirnya akhirnya sy speechless dn akhirnya cm bs blg &#8220;teh kalau mau mmbndingkan antara kambing dn ayam mah gak akan ktm,coz ke2 nya just simply different! (gak cerdas bgt ya? <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> )<br />
Soalnya sy tdk mau kejebak dlm debat kusir yg gak penting,krn synya kurang ilmu.<br />
Anyway,thanx 4 having me here.Smg Allah senantiasa meridhai dan membimbing usaha pembelajaran kita.Amin ya Rabbal Alamiin..<br />
Wass.Wr.Wb.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Diah Ramli</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1318</link>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 14:03:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1318</guid>
					<description>Wah.. seru sekali artikelnya.. perdebatannya lebih seru lagi.. (walaupun terjadinya udah tahun lalu) hehehe..

Dari tadi saya mau komen, udah panjang ta apus.. soalnya takutnya pemahamannya akan berbeda..

tapi yang jelas.. saya setuju dengan tulisan mas Herry dengan poin, sbb:
    “(1) kafir itu bermakna qalb yang tidak mampu melihat, atau tertutup dari, Al-Haqq; bukan (semata-mata) bermakna non-islam.
     
    (2) Jangan sekali-kali mengkafirkan orang lain.”

Buat saya, Tuhan itu personal.. dan semua orang mau mereka agama apapun atau tidak beragama sekalipun, mereka punya Tuhan. Tapi seorang itu dikatakan kafir ketika mereka tidak mampu melihat KEBENARAN yang sesungguhnya. dan Kebenaran itu cuma milik Tuhan. Buat saya Islam yang paling benar, karena saya melihat Tuhan dalam Islam.. Tapi itu jadi urusan saya, sekali lagi karena hubungan saya dengan Tuhan adalah personal buat saya.

Saya rasa yang mau mas Herry jelaskan di sini juga bertujuan untuk mengungkapkan buah pemikirannya, agar yang memahami bisa  belajar dari pemikirannya 

misalnya kalau saya, dari artikelnya, saya belajar untuk tidak terburu-buru menjudge seseorang menjadi kafir. Kata &quot;bukan (semata-mata) bermakna non islam&quot; juga berarti mas Herry mempercayai kecerdasan yang membaca untuk memutuskan either maksudnya: &lt;b&gt;bukan non islam aja yang kafir.. tapi orang islam juga ada yang kafir.. atau.. pemahaman ada juga non islam yang ga kafir..&lt;/b&gt;
Statement yang di bold tadi ga ada dalam kata-kata mas herry.. jadi pembaca dipercayai untuk berfikir sendiri &lt;i&gt; dan semoga pemahaman yan benar mendapat terang dari Allah swt. amin &lt;/i&gt;

Kecemasan akan menurunkan semangat berjuang/jihad bisa saya pahami. Tapi pembaca ga bisa cuma dikenalkan pada satu sisi saja.

Untuk memilih artikel mana yang lebih disukai pun hak masing-masing orang. Tapi akan jadi sangat bias sekali ketika lagi-lagi judgement yang terburu-buru dikenakan dalam pendapat seseorang (yang bilang banyak mudharat dan lain sebagainya). Berhak sih berpendapat, tapi berhati-hatilah seperti hati-hatinya NabiAllah sebisa mungkin baik dalam mengungkapkan pendapat. (saya juga lagi belajar untuk itu sekarang)

Allah sudah memberikan akal pada manusia. Dan dengan berserah diri padaNyalah (Yang Mempunyai Akal para manusia) akal bisa digunakan dengan baik.

So, tulisan liberal atau bukan? IMHO, menurut saya bukan. Tapi pasti pendapat lain ada.

Lagian emang liberal, pluralisme, udah pasti salah? yang seperti apa dulu? manusia kadang2 cuma mengcluster dan memberikan judgement dangkal tanpa tau akar dari kata-kata tersebut. (wh.. bisa-bisa saya dijudge liberal/pluralisme nih setelah pendapat saya dibaca :lol:. Untuk pencegahan itu, saya akan memberikan statement kalo saya bukan liberal, atau masuk dalam kelompok islam manapun. Saya cuma seorang muslimah)

Semoga dengan adanya ini semua bisa lebih cerdas dan dewasa dalam berfikir. Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Wah.. seru sekali artikelnya.. perdebatannya lebih seru lagi.. (walaupun terjadinya udah tahun lalu) hehehe..</p>
	<p>Dari tadi saya mau komen, udah panjang ta apus.. soalnya takutnya pemahamannya akan berbeda..</p>
	<p>tapi yang jelas.. saya setuju dengan tulisan mas Herry dengan poin, sbb:<br />
    “(1) kafir itu bermakna qalb yang tidak mampu melihat, atau tertutup dari, Al-Haqq; bukan (semata-mata) bermakna non-islam.</p>
	<p>    (2) Jangan sekali-kali mengkafirkan orang lain.”</p>
	<p>Buat saya, Tuhan itu personal.. dan semua orang mau mereka agama apapun atau tidak beragama sekalipun, mereka punya Tuhan. Tapi seorang itu dikatakan kafir ketika mereka tidak mampu melihat KEBENARAN yang sesungguhnya. dan Kebenaran itu cuma milik Tuhan. Buat saya Islam yang paling benar, karena saya melihat Tuhan dalam Islam.. Tapi itu jadi urusan saya, sekali lagi karena hubungan saya dengan Tuhan adalah personal buat saya.</p>
	<p>Saya rasa yang mau mas Herry jelaskan di sini juga bertujuan untuk mengungkapkan buah pemikirannya, agar yang memahami bisa  belajar dari pemikirannya </p>
	<p>misalnya kalau saya, dari artikelnya, saya belajar untuk tidak terburu-buru menjudge seseorang menjadi kafir. Kata &#8220;bukan (semata-mata) bermakna non islam&#8221; juga berarti mas Herry mempercayai kecerdasan yang membaca untuk memutuskan either maksudnya: <b>bukan non islam aja yang kafir.. tapi orang islam juga ada yang kafir.. atau.. pemahaman ada juga non islam yang ga kafir..</b><br />
Statement yang di bold tadi ga ada dalam kata-kata mas herry.. jadi pembaca dipercayai untuk berfikir sendiri <i> dan semoga pemahaman yan benar mendapat terang dari Allah swt. amin </i></p>
	<p>Kecemasan akan menurunkan semangat berjuang/jihad bisa saya pahami. Tapi pembaca ga bisa cuma dikenalkan pada satu sisi saja.</p>
	<p>Untuk memilih artikel mana yang lebih disukai pun hak masing-masing orang. Tapi akan jadi sangat bias sekali ketika lagi-lagi judgement yang terburu-buru dikenakan dalam pendapat seseorang (yang bilang banyak mudharat dan lain sebagainya). Berhak sih berpendapat, tapi berhati-hatilah seperti hati-hatinya NabiAllah sebisa mungkin baik dalam mengungkapkan pendapat. (saya juga lagi belajar untuk itu sekarang)</p>
	<p>Allah sudah memberikan akal pada manusia. Dan dengan berserah diri padaNyalah (Yang Mempunyai Akal para manusia) akal bisa digunakan dengan baik.</p>
	<p>So, tulisan liberal atau bukan? IMHO, menurut saya bukan. Tapi pasti pendapat lain ada.</p>
	<p>Lagian emang liberal, pluralisme, udah pasti salah? yang seperti apa dulu? manusia kadang2 cuma mengcluster dan memberikan judgement dangkal tanpa tau akar dari kata-kata tersebut. (wh.. bisa-bisa saya dijudge liberal/pluralisme nih setelah pendapat saya dibaca  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> . Untuk pencegahan itu, saya akan memberikan statement kalo saya bukan liberal, atau masuk dalam kelompok islam manapun. Saya cuma seorang muslimah)</p>
	<p>Semoga dengan adanya ini semua bisa lebih cerdas dan dewasa dalam berfikir. Amin
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1316</link>
		<pubDate>Fri, 14 Mar 2008 16:26:07 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1316</guid>
					<description>salam ...kasih dan damai bagi kalian semua wahai ahli kubur..

kafir....mmmh sering kali kita menghakimi orang ..(bukan yang beragama islam) tapi apakah kita sadar kalo kita ...punya bibit kafir....????...khan kita tidak punya hak mengkafirkan orang...hanya Allah yang maha menghakimi ...mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi serta di dalam benak sanubari kita ..termasuk kekafiran kekafiran yang ada tersembunyi tertutup rapat oleh rasa ujub...riya..sombong..angkuh ...

ampuni kami wahai Sang Pemberi Ampun... salam buat mas hery... istri.. dan sang jabang bayi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>salam &#8230;kasih dan damai bagi kalian semua wahai ahli kubur..</p>
	<p>kafir&#8230;.mmmh sering kali kita menghakimi orang ..(bukan yang beragama islam) tapi apakah kita sadar kalo kita &#8230;punya bibit kafir&#8230;.????&#8230;khan kita tidak punya hak mengkafirkan orang&#8230;hanya Allah yang maha menghakimi &#8230;mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi serta di dalam benak sanubari kita ..termasuk kekafiran kekafiran yang ada tersembunyi tertutup rapat oleh rasa ujub&#8230;riya..sombong..angkuh &#8230;</p>
	<p>ampuni kami wahai Sang Pemberi Ampun&#8230; salam buat mas hery&#8230; istri.. dan sang jabang bayi&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: elza</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1314</link>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 18:59:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1314</guid>
					<description>Assalamualaikum Wr wb.

Hendaklah kita merendah diri kepada Allah SWT.
sebaiknya tidak berkata hal-hal yang kita sendiri tidak mampu mempertanggungjawabkannya di akhirat nanti, apalagi jika kata-kata itu menjadi sebab orang lain tersesat apalagi sampai murtad sehingga mendapat azab kekal.
kewajiban kita hanyalah memberi peringatan, menyampaikan ayat-ayat Allah dengan santun, karena sesungguhnya peringatan itu sangat penting, terutama bagi yang belum tahu, masalah Hidayah kita serahkan kepadaNya. kita sama sekali tidak punya hak menyakiti orang lain, karena urusan Hidayah adalah Hak Allah semata. Kita tidak berhak memerangi orang lain, kecuali karena kita membela hak kita, keluarga kita, dan agama yang benar ini demi keselamatan diri kita dan orang lain di dunia terutama di akhirat.
Apalagi sampai membunuh begitu banyak orang tak bersalah (sipil) yang mereka juga punya hak yang sama untuk mendapat pengetahuan kebenaran sehingga mencapai hidayah Allah.

Jika Al Qur'an menyampaikan azab Neraka, ya sudah sampaikan saja, tidak perlu disembunyikan, karena jika orang sudah diberi peringatan bahaya tentu diharapkan jauh lebih waspada, berhati-hati dan bersungguh-sungguh mencari kebenaran. Jadi bukan berarti jika kita menyampaikan ayat tentang Neraka ini lalu berarti kita menuding orang lain masuk neraka, bukan itu maksudnya. Sama halnya ketika kita beri satu peringatan, awas disini banyak pencuri, lalu artinya kita menuduh orang yang kita ingatkan sebagi pencuri kan?, tujuannya hanya untuk berhati-hati.
Orang yang diberi tahu suatu bahaya seharusnya berterima kasih, bukan sebaliknya, malah ingin agar orang melupakan Qur'an ini atau kalau bisa menghapuskannya dari muka bumi.
Itulah fenomena yang kita baca akhir-akhir ini. 

Sesungguhnya Islam ini membawa keselamatan, diajarkan kepada manusia pertama hingga akhir zaman.
Janganlah kita menyekutukan Allah dalam bentuk apapun, jangan kita samakan Dia dengan mahluk apapun, jangan menyembah selain Dia Allah yang Maha Esa.
Dialah Allah, Tidak ada tuhan delain Dia, 
Dia yang menciptakan Mahluk, Dia bukan mahluk, maka tidak ada sesuatupun mahluk yang sama/setara dengan Dia, tidak ada seuatupun mahluk yang patut disembah, maka jangan sembah mahluk apapun dalam bentuk apapun
Dia Maha Kuasa, tiada butuh sekutu.
Dia yang Pertama, Dia yang menciptakan segala sesuatu sebelum segala sesuatu itu ada, Tiada dia diperanakkan siapapun. Dia yang Akhir, saat segala sesuatu binasa, Dia Maha Mewarisi, Dia Maha Kekal, tiada butuh keturunan.

Semoga kita diberikan Allah kekuatan untuk mengikuti jalan kebenaran dan membimbing keluarga kita di jalan kebenaran pula.
Semoga kita dan keluarga kita kelak diRidhoi Allah SWT sehingga dapat mencapai Husnul khatimah.
Janganlah hanya karena imbalan sekeping uang kita membantu kaum yang dilaknatiNya untuk menyesatkan umat ini.
sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sekejap mata, tidak akan sampai 100 tahun, tidak ada sekeping uangpun yang kita bawa mati, hanya amal yang kita bawa mati, dan akhirat itulah negeri yang kekal, tergantung pilihan kita mau mengikuti jalan kekal di Surga atau jalan kekal di Neraka.
jangan ragu jika Qur'an sudah berkata seperti itu, karena yang menjamin adalah Allah yang Maha Kekal.
semoga kita ingat ketika kelak saat malaikat penjaga pintu neraka berkata, apakah tidak ada nabi yang diutus kepada kalian, sesungguhnya telah ditetapkanNya neraka yang kekal bagi orang kafir, maka mintalah pertolongan kepada apa yang kalian sembah (batu, manusia, jin, matahari, benda keramat dsb) jika mereka mampu menolong kalian dari azab ini.

Astagfirullah hal Adzim...

Wassalamualaikum wr wb.

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualaikum Wr wb.</p>
	<p>Hendaklah kita merendah diri kepada Allah SWT.<br />
sebaiknya tidak berkata hal-hal yang kita sendiri tidak mampu mempertanggungjawabkannya di akhirat nanti, apalagi jika kata-kata itu menjadi sebab orang lain tersesat apalagi sampai murtad sehingga mendapat azab kekal.<br />
kewajiban kita hanyalah memberi peringatan, menyampaikan ayat-ayat Allah dengan santun, karena sesungguhnya peringatan itu sangat penting, terutama bagi yang belum tahu, masalah Hidayah kita serahkan kepadaNya. kita sama sekali tidak punya hak menyakiti orang lain, karena urusan Hidayah adalah Hak Allah semata. Kita tidak berhak memerangi orang lain, kecuali karena kita membela hak kita, keluarga kita, dan agama yang benar ini demi keselamatan diri kita dan orang lain di dunia terutama di akhirat.<br />
Apalagi sampai membunuh begitu banyak orang tak bersalah (sipil) yang mereka juga punya hak yang sama untuk mendapat pengetahuan kebenaran sehingga mencapai hidayah Allah.</p>
	<p>Jika Al Qur&#8217;an menyampaikan azab Neraka, ya sudah sampaikan saja, tidak perlu disembunyikan, karena jika orang sudah diberi peringatan bahaya tentu diharapkan jauh lebih waspada, berhati-hati dan bersungguh-sungguh mencari kebenaran. Jadi bukan berarti jika kita menyampaikan ayat tentang Neraka ini lalu berarti kita menuding orang lain masuk neraka, bukan itu maksudnya. Sama halnya ketika kita beri satu peringatan, awas disini banyak pencuri, lalu artinya kita menuduh orang yang kita ingatkan sebagi pencuri kan?, tujuannya hanya untuk berhati-hati.<br />
Orang yang diberi tahu suatu bahaya seharusnya berterima kasih, bukan sebaliknya, malah ingin agar orang melupakan Qur&#8217;an ini atau kalau bisa menghapuskannya dari muka bumi.<br />
Itulah fenomena yang kita baca akhir-akhir ini. </p>
	<p>Sesungguhnya Islam ini membawa keselamatan, diajarkan kepada manusia pertama hingga akhir zaman.<br />
Janganlah kita menyekutukan Allah dalam bentuk apapun, jangan kita samakan Dia dengan mahluk apapun, jangan menyembah selain Dia Allah yang Maha Esa.<br />
Dialah Allah, Tidak ada tuhan delain Dia,<br />
Dia yang menciptakan Mahluk, Dia bukan mahluk, maka tidak ada sesuatupun mahluk yang sama/setara dengan Dia, tidak ada seuatupun mahluk yang patut disembah, maka jangan sembah mahluk apapun dalam bentuk apapun<br />
Dia Maha Kuasa, tiada butuh sekutu.<br />
Dia yang Pertama, Dia yang menciptakan segala sesuatu sebelum segala sesuatu itu ada, Tiada dia diperanakkan siapapun. Dia yang Akhir, saat segala sesuatu binasa, Dia Maha Mewarisi, Dia Maha Kekal, tiada butuh keturunan.</p>
	<p>Semoga kita diberikan Allah kekuatan untuk mengikuti jalan kebenaran dan membimbing keluarga kita di jalan kebenaran pula.<br />
Semoga kita dan keluarga kita kelak diRidhoi Allah SWT sehingga dapat mencapai Husnul khatimah.<br />
Janganlah hanya karena imbalan sekeping uang kita membantu kaum yang dilaknatiNya untuk menyesatkan umat ini.<br />
sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya sekejap mata, tidak akan sampai 100 tahun, tidak ada sekeping uangpun yang kita bawa mati, hanya amal yang kita bawa mati, dan akhirat itulah negeri yang kekal, tergantung pilihan kita mau mengikuti jalan kekal di Surga atau jalan kekal di Neraka.<br />
jangan ragu jika Qur&#8217;an sudah berkata seperti itu, karena yang menjamin adalah Allah yang Maha Kekal.<br />
semoga kita ingat ketika kelak saat malaikat penjaga pintu neraka berkata, apakah tidak ada nabi yang diutus kepada kalian, sesungguhnya telah ditetapkanNya neraka yang kekal bagi orang kafir, maka mintalah pertolongan kepada apa yang kalian sembah (batu, manusia, jin, matahari, benda keramat dsb) jika mereka mampu menolong kalian dari azab ini.</p>
	<p>Astagfirullah hal Adzim&#8230;</p>
	<p>Wassalamualaikum wr wb.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Gagank</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1157</link>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 13:06:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1157</guid>
					<description>Setahu saya arti kafir adalah menolak eksistensi Allah SWT sebagai tuhan dan menolak juga Rasul2 -NYA. Jadi mereka yang tidak mengakui hal tsb ya disebut kafir. Hanya saja kita dilarang memanggil dg sebutan kafir, cukup meyakininya secara aqidah. 

Sering2lah mengunjungi eramuslim dan syariah online, sebagai penyeimbang. 

Salam, 
Gagank</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Setahu saya arti kafir adalah menolak eksistensi Allah SWT sebagai tuhan dan menolak juga Rasul2 -NYA. Jadi mereka yang tidak mengakui hal tsb ya disebut kafir. Hanya saja kita dilarang memanggil dg sebutan kafir, cukup meyakininya secara aqidah. </p>
	<p>Sering2lah mengunjungi eramuslim dan syariah online, sebagai penyeimbang. </p>
	<p>Salam,<br />
Gagank
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Fajri</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1101</link>
		<pubDate>Sun, 28 Oct 2007 18:46:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1101</guid>
					<description>Bagaimana dengan adanya aliran2 yang katanya 'sesat' yang sering muncul saat ini?

Ada yang bilang kalau hal itu terjadi karena belajar tasawuf tanpa syariat (yang kuat) dan tanpa guru...
Apa bisa dikatakan kafir?
Mereka kan juga menyembah Allah SWT</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Bagaimana dengan adanya aliran2 yang katanya &#8217;sesat&#8217; yang sering muncul saat ini?</p>
	<p>Ada yang bilang kalau hal itu terjadi karena belajar tasawuf tanpa syariat (yang kuat) dan tanpa guru&#8230;<br />
Apa bisa dikatakan kafir?<br />
Mereka kan juga menyembah Allah SWT
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ilham d sannang</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1093</link>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 13:18:20 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1093</guid>
					<description>wah wah wah ... diskusinya makin seru saja. saya ingin berkomentar lagi ah.

utk Mas Ferry, yang ingin membimbing istrinya ke dalam Islam, mungkin bisa mengajak istrinya membaca blog ini: http://genenetto.blogspot.com/2006/04/saya.html
kisah seorang mualaf eks-kristen asal New Zealand yang kini tinggal di Indonesia.

dan, link ini: http://media.isnet.org/index.html
cari artikel “Haruskah Anda Percaya Tritunggal”? Buku ini milik sekte Kristen Kesaksian Yehova yang menolak bahwa Yesus adalah Tuhan.

Atau, cukup tanyakan pada istri Anda, apa kira-kira makna ucapan Yesus di tiang salib, &quot;Eli, Eli, lama sabakhtani?&quot; (Matius 27:46) &quot;Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: &quot;Eli, Eli, lama sabakhtani?&quot; Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?&quot;

Kalau Yesus adalah Allah (Tuhan), maka mengapa Tuhan berseru pada Tuhan, “mengapa Tuhan meninggalkan Tuhan”? Apakah Tuhan berseru pada diri-Nya sendiri, mengapa diri-Nya meninggalkan diri-Nya?

Atau, bacalah Matius 4:1-11. Di sana, Iblis menggoda Yesus, bahkan mencoba menyuap Yesus, menawarinya kerajaan dunia. Kalau Yesus memang Tuhan, apakah logis jika iblis--makhluk ciptaan Tuhan--mencoba untuk merayu Tuhan dengan memberikan kerajaan dunia, sementara seluruh dunia ini adalah milik Tuhan?    

Atau, tanyakan padanya, bagaimana mungkin Tuhan Yang Mahakuat kuasa, Yang sanggup menghidupkan dan mematikan, justru bisa dibunuh oleh orang Romawi di tiang salib? Apakah wajar kalau Tuhan Yang Mahakuat bisa dibunuh oleh manusia yang mahalemah? Kalau dikatakan bahwa “kematian Tuhan” itu untuk menebus dosa-dosa manusia, maka “kematian dan penderitaan Tuhan” itu sungguh suatu sandiwara saja, karena tokh—kalaupun Yesus itu Tuhan—“sang Tuhan” itu bisa hidup lagi dan menyembuhkan segala “luka-luka-Nya”. Dia hanya pura-pura mati di tiang salib. “Sebagai Tuhan”, Yesus punya stok nyawa yang tak terhitung, karena tokh “Dia” sendirilah yang menciptakan nyawa itu. Justru kalau Yesus adalah manusia (dan memang beliau hanya manusia, bukan Tuhan), maka pengorbanannya itu menjadi sangat berharga ketimbang dia sebagai Tuhan. Tuhan kan Maha Pengampun. Dia bisa dengan mudah langsung mengampuni manusia, tanpa perlu menjadi tumbal berkorban di tiang salib.

Salah satu buku yang cukup bagus dan saya rekomendasikan adalah karya Purwanto Abd Ghaffar, terbitan Serambi, Tuhan Yang Menenteramkan Bukan Yang Menggelisahkan. http://toko.serambi.co.id/modules.php?name=TBSShop&amp;amp;op=pengarang&amp;amp;aid=118
Penulisnya juga mualaf eks-nasrani dan menulis dengan santun dan argumentatif berdasarkan sumber-sumber Bibel sendiri.

Saudara-saudaraku, Islam memang agama yang benar. Dan kalau kita beriman, berislam, dan beramal saleh, insya Allah kita akan selamat berkat rahmat Allah. Tapi, “muslim” belum tentu mengamalkan Islam. Muslim belum tentu mukmin kan? Lihat QS 49:14. Sekadar beragama Islam bukan jaminan untuk selamat kalau tidak berserah diri pada Allah dan membuktikan keberserahdiriannya itu dengan beramal/berbuat baik. 
Lalu, lihat juga QS 14:7. Kalau bersyukur, nikmat ditambah. Kalau ingkar/kafir (“kafartum”), azab Allah maha pedih. Jadi, muslim yang tidak mengingkari nikmat Allah pun mendapat azab pedih.  

Saudara-saudara kita yang belum beragama Islam sangat kita harapkan mereka mendapat hidayah. Tapi, bukan berarti ini menjadikan kita ge-er bahwa kita punya petunjuk dan pasti selamat, semata-mata karena kita beragama Islam. Bukan mustahil kita pun juga bisa tersesat kan? (karena itu kita selalu berdoa minimal 17 kali sehari dalam shalat, “tunjukilah kami jalan yang lurus”). Umat Kristiani yang meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan atau anak Tuhan, memang betul mereka itu sesat, karena jelas-jelas bertentangan dengan Bibel mereka sendiri, bertentangan dengan Al-Quran QS 114 dan QS 4:171-172, QS 5:72; selain bertentangan dengan akal sehat. 

Karena itu, menjadi kewajiban kitalah untuk mengingatkan mereka dengan arif bijaksana, agar mereka tidak mempertuhankan manusia Yesus, bukan mengkafir-kafirkannya sehingga mereka akan semakin menjauh dari kita. Mereka perlu dirangkul dan diajak diskusi baik-baik. Bukan dikafir-kafirkan. Bukan di-“neraka-neraka”-kan. Kan harus dengan hikmah dan pengajaran yang paling baik? (QS 16: 125; QS 29:46).

Namun, terlepas dari siapa yang salah siapa yang benar, siapakah kita sehingga kita merasa berhak menentukan bahwa orang Kristen, Yahudi, atau non-muslim lain manapun itu akan masuk neraka dan tidak beroleh keselamatan? Bukankah segalanya adalah hak prerogatif Allah saja? Coba simak jawaban bijaksana Nabi Isa Almasih as dalam dialog antara beliau dengan Allah dalam Al-Quran, menyangkut nasib umatnya yang kadung sesat mempertuhankannya:

“Dan  ketika Allah berfirman: &quot;Hai 'Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: &quot;Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?&quot;. 'Isa menjawab: &quot;Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib&quot;.
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: &quot;Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu&quot;, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 5: 116-118).

Nah, Nabi kita ini, Nabi Isa as, menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Allah. Nabi saja tahu diri, tidak merasa berhak memasuki wilayah prerogatif Allah. Kalau mau disiksa, silakan, karena mereka memang hamba-Nya. Tapi, tetap ada kemungkinan lain: kalau mau diampuni, maka memang sifat Tuhanlah yang Mahaperkasa—yang dengan keperkasaannya itu memang sanggup untuk menyiksa—tapi di lain pihak, Tuhan itu pun bijaksana. Nabi Isa mengakui kesalahan umatnya yang mempertuhankan dirinya, dan beliau tidak memintakan ampunan untuk kesalahan umatnya ini, alih-alih menyerahkan sepenuhnya pada keputusan Allah. Persis sama dengan firman Allah dalam QS 22:17 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin  orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.”

Jadi, kalau Allah sendiri sudah menyatakan demikian, mengapa pula kita manusia bersibuk-sibuk diri mengkafir-kafirkan orang lain, atau memasukkan orang non-muslim ke neraka? Kita hanya wajib menyampaikan kebenaran yang kita yakini, bukan memvonis siapa masuk neraka siapa masuk surga. Vonis itu ada pada Allah saja. 

Bagaimanapun juga, syarat mendasar untuk mendapat keselamatan adalah dengan beriman dan beramal saleh. Maka kita bermohon pada Allah untuk dirahmati dengan iman dan amal (perbuatan) saleh. Jangan sampai kita terpancing untuk bersibuk diri rebut-rebutan klaim surga-neraka seperti anak kecil berebut mainan, sehingga kita lupa berbuat baik. Bahwa agama non-Islam telah mengalami penyimpangan di tangan umatnya (sama seperti agama Islam pun suka diselewengkan oleh umatnya), itu benar, dan perlu kita koreksi. Tapi, keputusan selamat atau tidak, surga atau neraka, kita serahkan pada Tuhan saja. Kita doakan dan kita dakwahkan, agar sebanyak mungkin manusia mencapai keselamatan. 

Al-Quran sudah mengajarkan, tak perlu kita ribut-ribut berebut klaim kebenaran. Cukuplah berserah diri pada Tuhan (aslama) sambil sibuk berbuat baik: 

“Dan mereka  berkata: &quot;Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang  Yahudi atau Nasrani&quot;. Demikian itu angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: &quot;Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar&quot;.
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak  mereka bersedih hati. Dan orang-orang Yahudi berkata: &quot;Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan&quot;, dan orang-orang Nasrani berkata: &quot;Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,&quot; padahal mereka  membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.(QS 2: 111-113)

Allahu a’lam
Ilham D. Sannang
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>wah wah wah &#8230; diskusinya makin seru saja. saya ingin berkomentar lagi ah.</p>
	<p>utk Mas Ferry, yang ingin membimbing istrinya ke dalam Islam, mungkin bisa mengajak istrinya membaca blog ini: <a href='http://genenetto.blogspot.com/2006/04/saya.html' rel='nofollow'>http://genenetto.blogspot.com/2006/04/saya.html</a><br />
kisah seorang mualaf eks-kristen asal New Zealand yang kini tinggal di Indonesia.</p>
	<p>dan, link ini: <a href='http://media.isnet.org/index.html' rel='nofollow'>http://media.isnet.org/index.html</a><br />
cari artikel “Haruskah Anda Percaya Tritunggal”? Buku ini milik sekte Kristen Kesaksian Yehova yang menolak bahwa Yesus adalah Tuhan.</p>
	<p>Atau, cukup tanyakan pada istri Anda, apa kira-kira makna ucapan Yesus di tiang salib, &#8220;Eli, Eli, lama sabakhtani?&#8221; (Matius 27:46) &#8220;Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: &#8220;Eli, Eli, lama sabakhtani?&#8221; Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?&#8221;</p>
	<p>Kalau Yesus adalah Allah (Tuhan), maka mengapa Tuhan berseru pada Tuhan, “mengapa Tuhan meninggalkan Tuhan”? Apakah Tuhan berseru pada diri-Nya sendiri, mengapa diri-Nya meninggalkan diri-Nya?</p>
	<p>Atau, bacalah Matius 4:1-11. Di sana, Iblis menggoda Yesus, bahkan mencoba menyuap Yesus, menawarinya kerajaan dunia. Kalau Yesus memang Tuhan, apakah logis jika iblis&#8211;makhluk ciptaan Tuhan&#8211;mencoba untuk merayu Tuhan dengan memberikan kerajaan dunia, sementara seluruh dunia ini adalah milik Tuhan?    </p>
	<p>Atau, tanyakan padanya, bagaimana mungkin Tuhan Yang Mahakuat kuasa, Yang sanggup menghidupkan dan mematikan, justru bisa dibunuh oleh orang Romawi di tiang salib? Apakah wajar kalau Tuhan Yang Mahakuat bisa dibunuh oleh manusia yang mahalemah? Kalau dikatakan bahwa “kematian Tuhan” itu untuk menebus dosa-dosa manusia, maka “kematian dan penderitaan Tuhan” itu sungguh suatu sandiwara saja, karena tokh—kalaupun Yesus itu Tuhan—“sang Tuhan” itu bisa hidup lagi dan menyembuhkan segala “luka-luka-Nya”. Dia hanya pura-pura mati di tiang salib. “Sebagai Tuhan”, Yesus punya stok nyawa yang tak terhitung, karena tokh “Dia” sendirilah yang menciptakan nyawa itu. Justru kalau Yesus adalah manusia (dan memang beliau hanya manusia, bukan Tuhan), maka pengorbanannya itu menjadi sangat berharga ketimbang dia sebagai Tuhan. Tuhan kan Maha Pengampun. Dia bisa dengan mudah langsung mengampuni manusia, tanpa perlu menjadi tumbal berkorban di tiang salib.</p>
	<p>Salah satu buku yang cukup bagus dan saya rekomendasikan adalah karya Purwanto Abd Ghaffar, terbitan Serambi, Tuhan Yang Menenteramkan Bukan Yang Menggelisahkan. <a href='http://toko.serambi.co.id/modules.php?name=TBSShop&amp;op=pengarang&amp;aid=118' rel='nofollow'>http://toko.serambi.co.id/modules.php?name=TBSShop&amp;op=pengarang&amp;aid=118</a><br />
Penulisnya juga mualaf eks-nasrani dan menulis dengan santun dan argumentatif berdasarkan sumber-sumber Bibel sendiri.</p>
	<p>Saudara-saudaraku, Islam memang agama yang benar. Dan kalau kita beriman, berislam, dan beramal saleh, insya Allah kita akan selamat berkat rahmat Allah. Tapi, “muslim” belum tentu mengamalkan Islam. Muslim belum tentu mukmin kan? Lihat QS 49:14. Sekadar beragama Islam bukan jaminan untuk selamat kalau tidak berserah diri pada Allah dan membuktikan keberserahdiriannya itu dengan beramal/berbuat baik.<br />
Lalu, lihat juga QS 14:7. Kalau bersyukur, nikmat ditambah. Kalau ingkar/kafir (“kafartum”), azab Allah maha pedih. Jadi, muslim yang tidak mengingkari nikmat Allah pun mendapat azab pedih.  </p>
	<p>Saudara-saudara kita yang belum beragama Islam sangat kita harapkan mereka mendapat hidayah. Tapi, bukan berarti ini menjadikan kita ge-er bahwa kita punya petunjuk dan pasti selamat, semata-mata karena kita beragama Islam. Bukan mustahil kita pun juga bisa tersesat kan? (karena itu kita selalu berdoa minimal 17 kali sehari dalam shalat, “tunjukilah kami jalan yang lurus”). Umat Kristiani yang meyakini bahwa Yesus adalah Tuhan atau anak Tuhan, memang betul mereka itu sesat, karena jelas-jelas bertentangan dengan Bibel mereka sendiri, bertentangan dengan Al-Quran QS 114 dan QS 4:171-172, QS 5:72; selain bertentangan dengan akal sehat. </p>
	<p>Karena itu, menjadi kewajiban kitalah untuk mengingatkan mereka dengan arif bijaksana, agar mereka tidak mempertuhankan manusia Yesus, bukan mengkafir-kafirkannya sehingga mereka akan semakin menjauh dari kita. Mereka perlu dirangkul dan diajak diskusi baik-baik. Bukan dikafir-kafirkan. Bukan di-“neraka-neraka”-kan. Kan harus dengan hikmah dan pengajaran yang paling baik? (QS 16: 125; QS 29:46).</p>
	<p>Namun, terlepas dari siapa yang salah siapa yang benar, siapakah kita sehingga kita merasa berhak menentukan bahwa orang Kristen, Yahudi, atau non-muslim lain manapun itu akan masuk neraka dan tidak beroleh keselamatan? Bukankah segalanya adalah hak prerogatif Allah saja? Coba simak jawaban bijaksana Nabi Isa Almasih as dalam dialog antara beliau dengan Allah dalam Al-Quran, menyangkut nasib umatnya yang kadung sesat mempertuhankannya:</p>
	<p>“Dan  ketika Allah berfirman: &#8220;Hai &#8216;Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: &#8220;Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?&#8221;. &#8216;Isa menjawab: &#8220;Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib&#8221;.<br />
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: &#8220;Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu&#8221;, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.<br />
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS 5: 116-118).</p>
	<p>Nah, Nabi kita ini, Nabi Isa as, menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Allah. Nabi saja tahu diri, tidak merasa berhak memasuki wilayah prerogatif Allah. Kalau mau disiksa, silakan, karena mereka memang hamba-Nya. Tapi, tetap ada kemungkinan lain: kalau mau diampuni, maka memang sifat Tuhanlah yang Mahaperkasa—yang dengan keperkasaannya itu memang sanggup untuk menyiksa—tapi di lain pihak, Tuhan itu pun bijaksana. Nabi Isa mengakui kesalahan umatnya yang mempertuhankan dirinya, dan beliau tidak memintakan ampunan untuk kesalahan umatnya ini, alih-alih menyerahkan sepenuhnya pada keputusan Allah. Persis sama dengan firman Allah dalam QS 22:17 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin  orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.”</p>
	<p>Jadi, kalau Allah sendiri sudah menyatakan demikian, mengapa pula kita manusia bersibuk-sibuk diri mengkafir-kafirkan orang lain, atau memasukkan orang non-muslim ke neraka? Kita hanya wajib menyampaikan kebenaran yang kita yakini, bukan memvonis siapa masuk neraka siapa masuk surga. Vonis itu ada pada Allah saja. </p>
	<p>Bagaimanapun juga, syarat mendasar untuk mendapat keselamatan adalah dengan beriman dan beramal saleh. Maka kita bermohon pada Allah untuk dirahmati dengan iman dan amal (perbuatan) saleh. Jangan sampai kita terpancing untuk bersibuk diri rebut-rebutan klaim surga-neraka seperti anak kecil berebut mainan, sehingga kita lupa berbuat baik. Bahwa agama non-Islam telah mengalami penyimpangan di tangan umatnya (sama seperti agama Islam pun suka diselewengkan oleh umatnya), itu benar, dan perlu kita koreksi. Tapi, keputusan selamat atau tidak, surga atau neraka, kita serahkan pada Tuhan saja. Kita doakan dan kita dakwahkan, agar sebanyak mungkin manusia mencapai keselamatan. </p>
	<p>Al-Quran sudah mengajarkan, tak perlu kita ribut-ribut berebut klaim kebenaran. Cukuplah berserah diri pada Tuhan (aslama) sambil sibuk berbuat baik: </p>
	<p>“Dan mereka  berkata: &#8220;Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang  Yahudi atau Nasrani&#8221;. Demikian itu angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: &#8220;Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar&#8221;.<br />
(Tidak demikian) bahkan barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak  mereka bersedih hati. Dan orang-orang Yahudi berkata: &#8220;Orang-orang Nasrani itu tidak mempunyai suatu pegangan&#8221;, dan orang-orang Nasrani berkata: &#8220;Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan,&#8221; padahal mereka  membaca Al Kitab. Demikian pula orang-orang yang tidak mengetahui, mengatakan seperti ucapan mereka itu. Maka Allah akan mengadili diantara mereka pada hari Kiamat, tentang apa-apa yang mereka berselisih padanya.(QS 2: 111-113)</p>
	<p>Allahu a’lam<br />
Ilham D. Sannang
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: widy thayf</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1090</link>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 08:43:43 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-1090</guid>
					<description>Buat kang herry, tulisan ini bagus, membuka wawasan dalam memahami kata kafir. hmmmm, kalo dicoba diselami, kedalam diri ini, saya juga mungkin masih kafir, walaupun saya muslim (islam), yaa Allah berikanlah rahmatMu, karena dengan rahmatMulah keselamatan saya bergantung.
BTW, mas .... pengajian serambi suluk apa masih ada, di makassar masih ada gak? yang dulu dilaksanakan di gedung telkom? minta infonya ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Buat kang herry, tulisan ini bagus, membuka wawasan dalam memahami kata kafir. hmmmm, kalo dicoba diselami, kedalam diri ini, saya juga mungkin masih kafir, walaupun saya muslim (islam), yaa Allah berikanlah rahmatMu, karena dengan rahmatMulah keselamatan saya bergantung.<br />
BTW, mas &#8230;. pengajian serambi suluk apa masih ada, di makassar masih ada gak? yang dulu dilaksanakan di gedung telkom? minta infonya ya?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Rizma</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-968</link>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 11:26:56 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-968</guid>
					<description>Ckckck,, mas Ferry ini,, Ma jadi spicles lama lama,, :|

btw Ma setuju sama kalimat pak Herry yang,,
&lt;blockquote&gt;(1) Sebenernya yang berhak menentukan menyesatkan dan berbahaya atau tidaknya sebuah tulisan itu siapa sih ya? mudharat atau manfaat? Ferry kah?

(2) Tadinya saya kira para pembaca blog sudah cukup cerdas untuk memilih sendiri mana yang baik dibaca dan mana yang tidak. Ternyata belum toh, masih harus dipilihkan, gitu ya? Oh gitu. Tadinya saya kira mereka sudah bisa memilih sendiri bacaannya.&lt;/blockquote&gt; 

kalo segitu khawatirnya bisa ngebunuh orang,, itu pisau dihentiin aja produksinya,,

lagian kalo ga dibenturkan dengan berbagai pemikiran lain, gimana bisa berkembang? :?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ckckck,, mas Ferry ini,, Ma jadi spicles lama lama,, <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>btw Ma setuju sama kalimat pak Herry yang,,</p>
	<blockquote><p>(1) Sebenernya yang berhak menentukan menyesatkan dan berbahaya atau tidaknya sebuah tulisan itu siapa sih ya? mudharat atau manfaat? Ferry kah?</p>
	<p>(2) Tadinya saya kira para pembaca blog sudah cukup cerdas untuk memilih sendiri mana yang baik dibaca dan mana yang tidak. Ternyata belum toh, masih harus dipilihkan, gitu ya? Oh gitu. Tadinya saya kira mereka sudah bisa memilih sendiri bacaannya.</p></blockquote>
	<p>kalo segitu khawatirnya bisa ngebunuh orang,, itu pisau dihentiin aja produksinya,,</p>
	<p>lagian kalo ga dibenturkan dengan berbagai pemikiran lain, gimana bisa berkembang? <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_confused.gif' alt=':?' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: sherly</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-891</link>
		<pubDate>Sun, 22 Jul 2007 08:18:19 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-891</guid>
					<description>
Buah Duren....
setiap orang ada yang menyukainya atau tidak...bagi yang tidak menyukainya akan beranggapan &quot;kulitnya aja dah tajem2..apalagi baunya...bikin 'eneg:eek:'&quot; tanpa belum mencoba rasanya,,,
bagi yang menyukainya karena mereka sudah merasakan rasa manisnya duren, tanpa melihat kulitnya yang tajam dan baunya yang menyengat....karena yang dicari 'rasa'nya...
Gitu juga dengan tulisannya kang Herry...

menurut saya rasanya manis kayak rasa duren:wink:...karena saya berusaha tidak melihat kulit dan baunya...'tapi Siapa yang telah Menciptakan buah duren ini? '....dan kita pun tak bisa menilai dan mencap bahwa orang suka duren adalah orang yang memiliki citra rasa yang rendah, begitu juga sebaliknya...karena kita bukan yang menciptakan buah duren dan tak ada hak untuk menganggap pro duren atau yang kontra dengan duren adalah yang lebih unggul....yang pasti:
&quot;Jika Pengetahuan datang dariNya...kenapa kita menyimpulkan ini baik atau buruk..siapa tahu ketika kita mencap ini baik atau buruk..Allah lebih Memuliakan orang yang sudah kita label-i/cap'i &quot;
semoga nyambung dengan topik di atas....

maaf kalo ada salah kata...
oia bukan bukan maksud nyamain tulisannya kg Herry dengan buah duren, punten...:grin:...ini mah cuman perumpamaannya aja...
seneng bisa baca n semoga bermanfaat tulisannya kg...eh tapi bermanfaat ko buat aku mah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Buah Duren&#8230;.<br />
setiap orang ada yang menyukainya atau tidak&#8230;bagi yang tidak menyukainya akan beranggapan &#8220;kulitnya aja dah tajem2..apalagi baunya&#8230;bikin &#8216;eneg <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_surprised.gif' alt=':eek:' class='wp-smiley' /> &#8217;&#8221; tanpa belum mencoba rasanya,,,<br />
bagi yang menyukainya karena mereka sudah merasakan rasa manisnya duren, tanpa melihat kulitnya yang tajam dan baunya yang menyengat&#8230;.karena yang dicari &#8216;rasa&#8217;nya&#8230;<br />
Gitu juga dengan tulisannya kang Herry&#8230;</p>
	<p>menurut saya rasanya manis kayak rasa duren <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /> &#8230;karena saya berusaha tidak melihat kulit dan baunya&#8230;&#8217;tapi Siapa yang telah Menciptakan buah duren ini? &#8216;&#8230;.dan kita pun tak bisa menilai dan mencap bahwa orang suka duren adalah orang yang memiliki citra rasa yang rendah, begitu juga sebaliknya&#8230;karena kita bukan yang menciptakan buah duren dan tak ada hak untuk menganggap pro duren atau yang kontra dengan duren adalah yang lebih unggul&#8230;.yang pasti:<br />
&#8220;Jika Pengetahuan datang dariNya&#8230;kenapa kita menyimpulkan ini baik atau buruk..siapa tahu ketika kita mencap ini baik atau buruk..Allah lebih Memuliakan orang yang sudah kita label-i/cap&#8217;i &#8221;<br />
semoga nyambung dengan topik di atas&#8230;.</p>
	<p>maaf kalo ada salah kata&#8230;<br />
oia bukan bukan maksud nyamain tulisannya kg Herry dengan buah duren, punten&#8230; <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' /> &#8230;ini mah cuman perumpamaannya aja&#8230;<br />
seneng bisa baca n semoga bermanfaat tulisannya kg&#8230;eh tapi bermanfaat ko buat aku mah..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: zal</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-881</link>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 18:08:54 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-881</guid>
					<description>@fer Assalamu'alaikum

Sebenarnya kamu itu beruntung banget, jika terfahami..., tidaklah tiap pertemuan dengan apapun, adalah warna dari kehendak yg kita bentuk, seperti ungkapan langkah, rezeki, pertemuan, maut, Allahlah penentunya....
Kalau berkenan, sebaiknya tidak kaku terhadap apa yg ditemui, apakah bertentangan atau tidak dengan fikiran, sebab pada saat waktu ketetapan terjadi pada kita (bukan kematian dzohir yg termaksud) maka kekakuan ibaratnya seperti urat yg tidak pernah dipijet, namun harus dipijet....

Percayalah bahwa sebelum Muhammad SAW menjadi nabi, ada Rasul yg diutus yaitu Isa AS, namun Rasulullah tidaklah menjadi pengikut/ menjalani ajarannya, malah Beliau  juga  sebagai Rasulullah...bukankah Beliau mengatakan &quot;bahwa aku juga manusia sebagaimana kamu, dan akupun bisa marah...&quot;. Beliau juga dilahirkan, menjalani masa kecil, berkembang sebagaiman kita bertumbuhkembang....dan Beliau juga engga takut dikatakan kafir, baik oleh penganut kristen  atau lainnya maupun kafir quraisy  pada waktu itu,…bahkan Beliau juga dikatakan gila..pada waktu menyampaikan kepada khalayak bahwa Beliau adalah Rasulullah, dan juga pada waktu menceritakan Isra’ mi’raj…jadi beliau engga seperti kita yg sdh seenaknya mengklaim bahwa saya beragama anu…Cuma karena Ibu/ Bapaknya beragama anu…. 

Ridho, menurut Allah, adalah kadar dimana waktu kembalinya seorang insan menuju Allah.dan ini juga bukan termaksud “kealmarhuman” sebagaimana yg kita kenal, memang ada mati, namun bukan kematian yg seperti yg kita kenal sebelumnya...namun …insya Allah secara pribadi Allah jadikan suatu pengalaman, dan sebagai pembuka pengetahuan yg secara otomatis terjadinya.., ingatkan… kalau Rasulullah pada saat turunnya surat iqra' mengatakan “ana ummiy...” dan ada ayat yg mengatakan &quot;Kami jadikan engakau bisa membaca agar engkau tidak lupa...&quot;, itu bukanlanlah menunjukkan Rasulullah buta aksara, sebab Rasulullah, adalah cucu Pemuka Arab dan juga Keponakan Pemuka Arab, sekaligus saudara sepupu Abu Jahal....pemuka arab juga…

Tetaplah kritis…harus itu…, namun berfikirlah pada tiap-tiap yg Allah pertemukan, apapun bentuknya…dan sesungguhnya tidak ada yg bukan berasal dari Allah…apapun….apapun….!!!  
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@fer Assalamu&#8217;alaikum</p>
	<p>Sebenarnya kamu itu beruntung banget, jika terfahami&#8230;, tidaklah tiap pertemuan dengan apapun, adalah warna dari kehendak yg kita bentuk, seperti ungkapan langkah, rezeki, pertemuan, maut, Allahlah penentunya&#8230;.<br />
Kalau berkenan, sebaiknya tidak kaku terhadap apa yg ditemui, apakah bertentangan atau tidak dengan fikiran, sebab pada saat waktu ketetapan terjadi pada kita (bukan kematian dzohir yg termaksud) maka kekakuan ibaratnya seperti urat yg tidak pernah dipijet, namun harus dipijet&#8230;.</p>
	<p>Percayalah bahwa sebelum Muhammad SAW menjadi nabi, ada Rasul yg diutus yaitu Isa AS, namun Rasulullah tidaklah menjadi pengikut/ menjalani ajarannya, malah Beliau  juga  sebagai Rasulullah&#8230;bukankah Beliau mengatakan &#8220;bahwa aku juga manusia sebagaimana kamu, dan akupun bisa marah&#8230;&#8221;. Beliau juga dilahirkan, menjalani masa kecil, berkembang sebagaiman kita bertumbuhkembang&#8230;.dan Beliau juga engga takut dikatakan kafir, baik oleh penganut kristen  atau lainnya maupun kafir quraisy  pada waktu itu,…bahkan Beliau juga dikatakan gila..pada waktu menyampaikan kepada khalayak bahwa Beliau adalah Rasulullah, dan juga pada waktu menceritakan Isra’ mi’raj…jadi beliau engga seperti kita yg sdh seenaknya mengklaim bahwa saya beragama anu…Cuma karena Ibu/ Bapaknya beragama anu…. </p>
	<p>Ridho, menurut Allah, adalah kadar dimana waktu kembalinya seorang insan menuju Allah.dan ini juga bukan termaksud “kealmarhuman” sebagaimana yg kita kenal, memang ada mati, namun bukan kematian yg seperti yg kita kenal sebelumnya&#8230;namun …insya Allah secara pribadi Allah jadikan suatu pengalaman, dan sebagai pembuka pengetahuan yg secara otomatis terjadinya.., ingatkan… kalau Rasulullah pada saat turunnya surat iqra&#8217; mengatakan “ana ummiy&#8230;” dan ada ayat yg mengatakan &#8220;Kami jadikan engakau bisa membaca agar engkau tidak lupa&#8230;&#8221;, itu bukanlanlah menunjukkan Rasulullah buta aksara, sebab Rasulullah, adalah cucu Pemuka Arab dan juga Keponakan Pemuka Arab, sekaligus saudara sepupu Abu Jahal&#8230;.pemuka arab juga…</p>
	<p>Tetaplah kritis…harus itu…, namun berfikirlah pada tiap-tiap yg Allah pertemukan, apapun bentuknya…dan sesungguhnya tidak ada yg bukan berasal dari Allah…apapun….apapun….!!!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ferry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-879</link>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 12:21:11 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-879</guid>
					<description>Tentulah kafir Kang, meskipun mempercayai Tuhan itu esa tetapi memiliki 3 wujud, itulah kenapa saya selalu berusaha mencari postingan yang bisa saya jadikan sandaran membimbing istri saya Kang.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Tentulah kafir Kang, meskipun mempercayai Tuhan itu esa tetapi memiliki 3 wujud, itulah kenapa saya selalu berusaha mencari postingan yang bisa saya jadikan sandaran membimbing istri saya Kang.</p>
	<p>Salam
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-877</link>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 11:51:55 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-877</guid>
					<description>Wa salaam.

numpang tanya fer..

Menurut anda, istri anda itu orang kafir ndak? makasih sebelumnya. 

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Wa salaam.</p>
	<p>numpang tanya fer..</p>
	<p>Menurut anda, istri anda itu orang kafir ndak? makasih sebelumnya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ferry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-876</link>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 11:36:02 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-876</guid>
					<description>Wah, Kang Herry, bukan maksud saya membenci sama orang yang berusaha memahami hakikat dari apa yang dibawa Rasulullah, walah bukan Kang, cuma sebagai sesama muslim saya lebih cenderung kepada hal yang lebih besar manfa'at dari mudarat nya Kang, para pembaca bodoh atau tidak tentu akan lebih baik berhati - hati, Salam kenal Kang, istri saya juga bukan muslim, dia seorang katolik dan saya berusaha untuk toleran tanpa mengikis akidah saya.

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Wah, Kang Herry, bukan maksud saya membenci sama orang yang berusaha memahami hakikat dari apa yang dibawa Rasulullah, walah bukan Kang, cuma sebagai sesama muslim saya lebih cenderung kepada hal yang lebih besar manfa&#8217;at dari mudarat nya Kang, para pembaca bodoh atau tidak tentu akan lebih baik berhati - hati, Salam kenal Kang, istri saya juga bukan muslim, dia seorang katolik dan saya berusaha untuk toleran tanpa mengikis akidah saya.</p>
	<p>Salam.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-875</link>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 11:23:25 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-875</guid>
					<description>ooooooooooooohhh.....

Blog ini lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, gitu ya? Tidak selayaknya dijadikan bacaan ummat... hehe..

Jadi inget sebuah tulisan sindiran satirnya &lt;a href=&quot;http://omaigat.wordpress.com/2007/05/30/tips-menghujat-secara-islami/&quot;&gt;omaigat&lt;/a&gt;:

&lt;blockquote&gt;“Memang antum selama ini terlihat baik, dan tulisan antum pun sebenarnya tidak terlalu ofensif. Tapi apabila kita telaah, terdapat berbagai kekurangan, coba kita bandingkan dengan tulisan Al-ustadz [sensor], subhanallah, terdapat perbedaan yang cukup jauh. Oleh sebab itulah, ana merasa bahwa tulisan antum adalah syubhat dan tidak layak diterbitkan untuk menjadi bacaan ummat.”
&lt;/blockquote&gt;

(1) Sebenernya yang berhak menentukan menyesatkan dan berbahaya atau tidaknya sebuah tulisan itu siapa sih ya? mudharat atau manfaat? Ferry kah? 

(2) Tadinya saya kira para pembaca blog sudah cukup cerdas untuk memilih sendiri mana yang baik dibaca dan mana yang tidak. Ternyata belum toh, masih harus dipilihkan, gitu ya? Oh gitu. Tadinya saya kira mereka sudah bisa memilih sendiri bacaannya. 

(3) Kenapa ya sebagian orang begitu benci pada mereka yang tidak sefaham, atau pada mereka yang berusaha memahami hakikat dari apa yang dibawa Rasulullah ya... 

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ooooooooooooohhh&#8230;..</p>
	<p>Blog ini lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya, gitu ya? Tidak selayaknya dijadikan bacaan ummat&#8230; hehe..</p>
	<p>Jadi inget sebuah tulisan sindiran satirnya <a href="http://omaigat.wordpress.com/2007/05/30/tips-menghujat-secara-islami/">omaigat</a>:</p>
	<blockquote><p>“Memang antum selama ini terlihat baik, dan tulisan antum pun sebenarnya tidak terlalu ofensif. Tapi apabila kita telaah, terdapat berbagai kekurangan, coba kita bandingkan dengan tulisan Al-ustadz [sensor], subhanallah, terdapat perbedaan yang cukup jauh. Oleh sebab itulah, ana merasa bahwa tulisan antum adalah syubhat dan tidak layak diterbitkan untuk menjadi bacaan ummat.”
</p></blockquote>
	<p>(1) Sebenernya yang berhak menentukan menyesatkan dan berbahaya atau tidaknya sebuah tulisan itu siapa sih ya? mudharat atau manfaat? Ferry kah? </p>
	<p>(2) Tadinya saya kira para pembaca blog sudah cukup cerdas untuk memilih sendiri mana yang baik dibaca dan mana yang tidak. Ternyata belum toh, masih harus dipilihkan, gitu ya? Oh gitu. Tadinya saya kira mereka sudah bisa memilih sendiri bacaannya. </p>
	<p>(3) Kenapa ya sebagian orang begitu benci pada mereka yang tidak sefaham, atau pada mereka yang berusaha memahami hakikat dari apa yang dibawa Rasulullah ya&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ferry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-874</link>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 10:51:46 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-874</guid>
					<description>@ Abi Zahra, 

Bukan salah tanggap, tapi kalau mau jujur sekarang banyak sekali fenomena pengkufuran dengan metode pencarian diri tentang Tuhan atau pencarian tentang ISLAM, bahwasanya yang dituliskan oleh Mas Herry itu adalah untuk diri kita pribadi bisa jadi ada benarnya, tetapi postingan seperti ini bisa ditelan dengan makna yang berbeda pula oleh sebagian orang.

Abi Zahra --&amp;gt; &quot;Kebenaran yang tersembunyi maksudnya adalah bahwa apa yang diungkapkan Mas Herry dalam tulisan-tulisannya (bukan hanya yang ini) sudah mendekati (hampir) kepada ilmu hakikat.&quot;

==&amp;gt; walah apa sudah boleh diangkat sufi ? saya pribadi lebih cenderung menyukai postingan seperti di http://www.eramuslim.com/ustadz/ lebih banyak manfa'at dari mudarat nya, sementara disini walau sepintas kelihatan baik dan mencerdaskan tetapi saya koq melihat lebih banyak mudarat nya dari pada manfa'atnya, jangan lupa postingan ini dibaca semua kalangan dan dari beragam tingkat pemahaman, bisa jadi postingan ini menyuburkan paham jaringan islam liberal dan juga sepertinya melemahkan semangat jihad yang seharusnya terpelihara. Bukan kita setuju dengan tindakan terorisme tetapi adalah nyata bahwa musuh ISLAM tetap ada dan semangat jihad fisabillilah tentu tetap relevan tetapi tentunya harus terarah dan bukan di negeri kita yang tercinta ini atau dinegeri manapun yang ummat muslimnya tidak dianiaya.

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@ Abi Zahra, </p>
	<p>Bukan salah tanggap, tapi kalau mau jujur sekarang banyak sekali fenomena pengkufuran dengan metode pencarian diri tentang Tuhan atau pencarian tentang ISLAM, bahwasanya yang dituliskan oleh Mas Herry itu adalah untuk diri kita pribadi bisa jadi ada benarnya, tetapi postingan seperti ini bisa ditelan dengan makna yang berbeda pula oleh sebagian orang.</p>
	<p>Abi Zahra &#8211;&gt; &#8220;Kebenaran yang tersembunyi maksudnya adalah bahwa apa yang diungkapkan Mas Herry dalam tulisan-tulisannya (bukan hanya yang ini) sudah mendekati (hampir) kepada ilmu hakikat.&#8221;</p>
	<p>==&gt; walah apa sudah boleh diangkat sufi ? saya pribadi lebih cenderung menyukai postingan seperti di <a href='http://www.eramuslim.com/ustadz/' rel='nofollow'>http://www.eramuslim.com/ustadz/</a> lebih banyak manfa&#8217;at dari mudarat nya, sementara disini walau sepintas kelihatan baik dan mencerdaskan tetapi saya koq melihat lebih banyak mudarat nya dari pada manfa&#8217;atnya, jangan lupa postingan ini dibaca semua kalangan dan dari beragam tingkat pemahaman, bisa jadi postingan ini menyuburkan paham jaringan islam liberal dan juga sepertinya melemahkan semangat jihad yang seharusnya terpelihara. Bukan kita setuju dengan tindakan terorisme tetapi adalah nyata bahwa musuh ISLAM tetap ada dan semangat jihad fisabillilah tentu tetap relevan tetapi tentunya harus terarah dan bukan di negeri kita yang tercinta ini atau dinegeri manapun yang ummat muslimnya tidak dianiaya.</p>
	<p>Salam
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Abi Zahra</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-873</link>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 10:32:52 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-873</guid>
					<description>Buat Ferry, jangan salah tanggap ya. Sebenarnya menurut saya apa yang dituliskan oleh Mas Herry itu adalah untuk diri kita pribadi bukan untuk orang lain artinya kita tanya hati kita, apakah aku ini masih kafir...? Kita munajat kepada Tuhan, &quot;Ya Allah, bukakanlah hatiku untuk menerima kebenaran yang hakiki. Tunjukilah aku ke jalanMu yan lurus.&quot;
Jadi bukan berarti kita boleh mengkafirkan orang lain. Tidak. Sekali-kali Tidak. Siapapun dia kecuali yang sudah jelas kekafirannya seperti firaun, abu jahal dan abu lahab.

Kebenaran yang tersembunyi maksudnya adalah bahwa apa yang diungkapkan Mas Herry dalam tulisan-tulisannya (bukan hanya yang ini) sudah mendekati (hampir) kepada ilmu hakikat.

Begitupun ini adalah pendapat saya pribadi. 
Hanya Allah Yang Maha Tahu hakikat segala sesuatu.
:cool:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Buat Ferry, jangan salah tanggap ya. Sebenarnya menurut saya apa yang dituliskan oleh Mas Herry itu adalah untuk diri kita pribadi bukan untuk orang lain artinya kita tanya hati kita, apakah aku ini masih kafir&#8230;? Kita munajat kepada Tuhan, &#8220;Ya Allah, bukakanlah hatiku untuk menerima kebenaran yang hakiki. Tunjukilah aku ke jalanMu yan lurus.&#8221;<br />
Jadi bukan berarti kita boleh mengkafirkan orang lain. Tidak. Sekali-kali Tidak. Siapapun dia kecuali yang sudah jelas kekafirannya seperti firaun, abu jahal dan abu lahab.</p>
	<p>Kebenaran yang tersembunyi maksudnya adalah bahwa apa yang diungkapkan Mas Herry dalam tulisan-tulisannya (bukan hanya yang ini) sudah mendekati (hampir) kepada ilmu hakikat.</p>
	<p>Begitupun ini adalah pendapat saya pribadi.<br />
Hanya Allah Yang Maha Tahu hakikat segala sesuatu.<br />
 <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cool.gif' alt=':cool:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ferry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-871</link>
		<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 08:58:03 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-871</guid>
					<description>@ Kang Herry,

Nah yang diatas itu saya setuju Kang, tapi koq ya berlawanan dengan komen Kang herry sebelumnya ?

Herry --&amp;gt; &quot;All I am saying is:

“(1) kafir itu bermakna qalb yang tidak mampu melihat, atau tertutup dari, Al-Haqq; bukan (semata-mata) bermakna non-islam.&quot;

==&amp;gt; jadi golongan non ISLAM yang belum tentu kafir yang mana ? padahal ahli kitab saat ini seharusnya menuruti perintah ALLAH karena ALLAH sudah menunjuk Muhammad sebagai nabi terakhir dan untuk semua ummat ? dan sangat jelas saat ini hanya ummat nabi Muhammad yang masih memegang TAUHID tetapi malah masih mungkin dianggap kafir ?

Kang Herry mungkin bukan pluralis, atau liberalis tetapi postingan Kang Herry justru menyuburkan ISLAM liberal yang memang sekarang sedang menjamur. 

Salam Damai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@ Kang Herry,</p>
	<p>Nah yang diatas itu saya setuju Kang, tapi koq ya berlawanan dengan komen Kang herry sebelumnya ?</p>
	<p>Herry &#8211;&gt; &#8220;All I am saying is:</p>
	<p>“(1) kafir itu bermakna qalb yang tidak mampu melihat, atau tertutup dari, Al-Haqq; bukan (semata-mata) bermakna non-islam.&#8221;</p>
	<p>==&gt; jadi golongan non ISLAM yang belum tentu kafir yang mana ? padahal ahli kitab saat ini seharusnya menuruti perintah ALLAH karena ALLAH sudah menunjuk Muhammad sebagai nabi terakhir dan untuk semua ummat ? dan sangat jelas saat ini hanya ummat nabi Muhammad yang masih memegang TAUHID tetapi malah masih mungkin dianggap kafir ?</p>
	<p>Kang Herry mungkin bukan pluralis, atau liberalis tetapi postingan Kang Herry justru menyuburkan ISLAM liberal yang memang sekarang sedang menjamur. </p>
	<p>Salam Damai.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-868</link>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 17:02:32 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-868</guid>
					<description>Diinul Islam sebenarnya adalah satu kesatuan tiga hal yang tidak bisa dipisah: Iman (nur iman, bukan sekedar percaya doktrinal kognitif), Islam (syariat Muhammad), dan Ihsan (hakikat dari apa yang dibawa Muhammad, atau apa yang dibawa para Nabi).

'Syariat Islam' yang dibawa Rasulullah yang mulia baru ada sejak Beliau, Nabi Muhammad, ada. Tapi nilai Islam-nya sendiri, ada sejak manusia pertama. Itu sebabnya orang cenderung menyamakan antara 'syariat Islam' dengan 'syariat Muhammad'. Pada zaman Musa as, 'syariat Islam' adalah 'syariat Musa'. Di zaman Isa, 'Syariat Islam' = 'Syariat Isa'. Pada zaman Daud as, namanya 'Syariat Daud'. Dan seterusnya, dan seterusnya.

Islam = keberserahdirian, sebuah ketundukan yang mutlak pada Allah ta'ala yang membawa pada keselamatan. Allah-nya sendiri sama, yang 'itu-itu juga', apapun syariat yang dibawa nabi-Nya, dan dengan nama apapun Dia disebut pada zaman masing-masing nabi-Nya. 

Setiap Nabi membawa syariatnya sendiri-sendiri, dan ditutup oleh syariat Muhammad. Setelah kenabian Beliau saw, tidak boleh ada syariat baru. Syariat-syariat sebelumnya bisa jadi sudah berubah, karena jauhnya aliran air dari sumbernya. Tapi bukan berarti seratus persen salah, dan kebenarannya nol persen. Sisa-sisa kebenaran masih ada yang tertinggal. Kadarnya berbanding lurus dengan jarak dan selang waktu dari sumbernya, kecuali Al-Qur'an, karena Allah telah bersumpah untuk menjaga Al-Qur'an. Kitab-kitab yang lain tidak dijanjikan-Nya untuk dijaga.

Saya sendiri sedang belajar ber-Islam yang tiga kesatuan itu, bukan Islam yang syariatnya saja. 

ya monggo, tidak setuju pun boleh kok...

Oh ya, saya juga bukan pluralis, liberalis, atau apa lah namanya. Tapi saya menghargai jejak Allah dalam berbagai agama. Merasakan kehadiran Allah pada syariat-syariat lama, walaupun hanya sebagai sebuah jejak yang hampir sirna, menambah dalam sujud saya pada-Nya. 

Mungkin ada baiknya Ferry baca &lt;a href=&quot;http://suluk.blogsome.com/2006/02/08/memahami-nama-dia-yang-tak-bernama/&quot;&gt;&lt;b&gt;tulisan ini&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dulu, untuk lebih memahami Allah sedikit lebih dalam?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Diinul Islam sebenarnya adalah satu kesatuan tiga hal yang tidak bisa dipisah: Iman (nur iman, bukan sekedar percaya doktrinal kognitif), Islam (syariat Muhammad), dan Ihsan (hakikat dari apa yang dibawa Muhammad, atau apa yang dibawa para Nabi).</p>
	<p>&#8216;Syariat Islam&#8217; yang dibawa Rasulullah yang mulia baru ada sejak Beliau, Nabi Muhammad, ada. Tapi nilai Islam-nya sendiri, ada sejak manusia pertama. Itu sebabnya orang cenderung menyamakan antara &#8217;syariat Islam&#8217; dengan &#8217;syariat Muhammad&#8217;. Pada zaman Musa as, &#8217;syariat Islam&#8217; adalah &#8217;syariat Musa&#8217;. Di zaman Isa, &#8216;Syariat Islam&#8217; = &#8216;Syariat Isa&#8217;. Pada zaman Daud as, namanya &#8216;Syariat Daud&#8217;. Dan seterusnya, dan seterusnya.</p>
	<p>Islam = keberserahdirian, sebuah ketundukan yang mutlak pada Allah ta&#8217;ala yang membawa pada keselamatan. Allah-nya sendiri sama, yang &#8216;itu-itu juga&#8217;, apapun syariat yang dibawa nabi-Nya, dan dengan nama apapun Dia disebut pada zaman masing-masing nabi-Nya. </p>
	<p>Setiap Nabi membawa syariatnya sendiri-sendiri, dan ditutup oleh syariat Muhammad. Setelah kenabian Beliau saw, tidak boleh ada syariat baru. Syariat-syariat sebelumnya bisa jadi sudah berubah, karena jauhnya aliran air dari sumbernya. Tapi bukan berarti seratus persen salah, dan kebenarannya nol persen. Sisa-sisa kebenaran masih ada yang tertinggal. Kadarnya berbanding lurus dengan jarak dan selang waktu dari sumbernya, kecuali Al-Qur&#8217;an, karena Allah telah bersumpah untuk menjaga Al-Qur&#8217;an. Kitab-kitab yang lain tidak dijanjikan-Nya untuk dijaga.</p>
	<p>Saya sendiri sedang belajar ber-Islam yang tiga kesatuan itu, bukan Islam yang syariatnya saja. </p>
	<p>ya monggo, tidak setuju pun boleh kok&#8230;</p>
	<p>Oh ya, saya juga bukan pluralis, liberalis, atau apa lah namanya. Tapi saya menghargai jejak Allah dalam berbagai agama. Merasakan kehadiran Allah pada syariat-syariat lama, walaupun hanya sebagai sebuah jejak yang hampir sirna, menambah dalam sujud saya pada-Nya. </p>
	<p>Mungkin ada baiknya Ferry baca <a href="http://suluk.blogsome.com/2006/02/08/memahami-nama-dia-yang-tak-bernama/"><b>tulisan ini</b></a> dulu, untuk lebih memahami Allah sedikit lebih dalam?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ferry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-867</link>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 16:12:35 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-867</guid>
					<description>@ Kang Herry,

--&amp;gt; *- All I am saying is:

“(1) kafir itu bermakna qalb yang tidak mampu melihat, atau tertutup dari, Al-Haqq; bukan bermakna non-islam. -*

wahh ini saya tidak setuju Kang, sebab ISLAM itulah pegangan yang diperintahkan ALLAH, apakah Kang Herry termasuk yang percaya ISLAM itu ada setelah Nabi Muhammad ada ?
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@ Kang Herry,</p>
	<p>&#8211;&gt; *- All I am saying is:</p>
	<p>“(1) kafir itu bermakna qalb yang tidak mampu melihat, atau tertutup dari, Al-Haqq; bukan bermakna non-islam. -*</p>
	<p>wahh ini saya tidak setuju Kang, sebab ISLAM itulah pegangan yang diperintahkan ALLAH, apakah Kang Herry termasuk yang percaya ISLAM itu ada setelah Nabi Muhammad ada ?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-866</link>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 12:13:40 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-866</guid>
					<description>:smile: kirain...

Ya memang tulisan apapun bisa dikutak-katik untuk dijadikan dalil menyerang orang, atau sebaliknya untuk kemanfaatan. jangankan tulisan, Al-qur'an saja sering 'dikutak-katik' untuk tujuan tertentu oleh segolongan orang, baik oleh sesama muslim atau oleh para teolog. 

Ya tergantung niat...

All I am saying is: &lt;blockquote&gt;&quot;(1) kafir itu bermakna qalb yang tidak mampu melihat, atau tertutup dari, Al-Haqq; bukan (semata-mata) bermakna non-islam.&lt;br/&gt;&amp;nbsp;&lt;br/&gt; (2) Jangan sekali-kali mengkafirkan orang lain.&quot;&lt;/blockquote&gt;

salam damai juga. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p> <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />  kirain&#8230;</p>
	<p>Ya memang tulisan apapun bisa dikutak-katik untuk dijadikan dalil menyerang orang, atau sebaliknya untuk kemanfaatan. jangankan tulisan, Al-qur&#8217;an saja sering &#8216;dikutak-katik&#8217; untuk tujuan tertentu oleh segolongan orang, baik oleh sesama muslim atau oleh para teolog. </p>
	<p>Ya tergantung niat&#8230;</p>
	<p>All I am saying is:<br />
<blockquote>&#8220;(1) kafir itu bermakna qalb yang tidak mampu melihat, atau tertutup dari, Al-Haqq; bukan (semata-mata) bermakna non-islam.<br/>&nbsp;<br/> (2) Jangan sekali-kali mengkafirkan orang lain.&#8221;</p></blockquote>
	<p>salam damai juga.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ferry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-865</link>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 11:51:50 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-865</guid>
					<description>@ Kang Herry,

Dua komen saya terakhir buat Abi Zahra Kang, tidak ada maksud saya mengatakan bahwa Kang Herry agen kristenisasi, walaah nauzubillah bukan begitu Kang, hanya saja isu yang Kang Herry angkat sama persis dengan dalil teman diskusi saya yang kebetulan seorang teolog katolik. Dan menurut saya yang kadar ke-ISLAM-an nya masih rendah dan bodoh ini, wacana Kang Herry diatas tentu sangat diamini dan di syukuri oleh mereka.

Menurut saya yang bodoh ini, tentu dalam ISLAM segala sesuatu mesti dilihat dari kadarnya, dalam hal ini apakah postingan Kang Herry kadarnya bisa lebih bermanfa'at atau malah berbahaya buat keimanan kita sesama muslim, dan tentu postingan Kang Herry dibaca oleh rekan - rekan kita sesama muslim dari beragam tingkat pemahaman tentang ISLAM, bisa jadi poin yang nanti diambil berbeda-beda Kang, dan sepertinya makin menyuburkan faham liberalisasi ISLAM di negeri kita tercinta ini. :cry:

Salam Damai.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>@ Kang Herry,</p>
	<p>Dua komen saya terakhir buat Abi Zahra Kang, tidak ada maksud saya mengatakan bahwa Kang Herry agen kristenisasi, walaah nauzubillah bukan begitu Kang, hanya saja isu yang Kang Herry angkat sama persis dengan dalil teman diskusi saya yang kebetulan seorang teolog katolik. Dan menurut saya yang kadar ke-ISLAM-an nya masih rendah dan bodoh ini, wacana Kang Herry diatas tentu sangat diamini dan di syukuri oleh mereka.</p>
	<p>Menurut saya yang bodoh ini, tentu dalam ISLAM segala sesuatu mesti dilihat dari kadarnya, dalam hal ini apakah postingan Kang Herry kadarnya bisa lebih bermanfa&#8217;at atau malah berbahaya buat keimanan kita sesama muslim, dan tentu postingan Kang Herry dibaca oleh rekan - rekan kita sesama muslim dari beragam tingkat pemahaman tentang ISLAM, bisa jadi poin yang nanti diambil berbeda-beda Kang, dan sepertinya makin menyuburkan faham liberalisasi ISLAM di negeri kita tercinta ini.  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Salam Damai.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-864</link>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 11:14:18 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-864</guid>
					<description>maksudnya? 

Apa Ferry mau bilang bahwa saya ini sebenarnya agen kristenisasi, dan menggunakan wacana ini untuk diam-diam mengangkat trinitas, dan nanti saya akan mengajak orang untuk jadi ahli kitab karena (menurut tafsiran anda pada tulisan saya), umat muslim lebih tertutup qalbnya dibanding (semua) ahlul kitab?

Begitu maksudnya? Dan dari tulisan saya di atas, yang bisa anda tangkap bahwa tulisan itu isinya adalah mengajak orang untuk berpandangan 'mending jadi ahlul kitab, daripada jadi muslim'. Apa itu yang anda tangkap? 

Komentar anda itu sebenarnya untuk tulisan saya, atau untuk komentar Abi Zahra di atas?

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>maksudnya? </p>
	<p>Apa Ferry mau bilang bahwa saya ini sebenarnya agen kristenisasi, dan menggunakan wacana ini untuk diam-diam mengangkat trinitas, dan nanti saya akan mengajak orang untuk jadi ahli kitab karena (menurut tafsiran anda pada tulisan saya), umat muslim lebih tertutup qalbnya dibanding (semua) ahlul kitab?</p>
	<p>Begitu maksudnya? Dan dari tulisan saya di atas, yang bisa anda tangkap bahwa tulisan itu isinya adalah mengajak orang untuk berpandangan &#8216;mending jadi ahlul kitab, daripada jadi muslim&#8217;. Apa itu yang anda tangkap? </p>
	<p>Komentar anda itu sebenarnya untuk tulisan saya, atau untuk komentar Abi Zahra di atas?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ferry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-863</link>
		<pubDate>Wed, 18 Jul 2007 09:22:02 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/02/17/makna-kafir-dan-syuhada-kafir-bukanlah-berarti-orang-yang-tidak-beragama-islam/#comment-863</guid>
					<description>Abi Zahra -&amp;gt; “Alhamdulillah. Ternyata masih ada saudara saya yang menyampaikan kebenaran yang tersembunyi ini. Teruskan perjuangan anda Mas Herry. Sudah waktunya hakikat ini dibukakan. Saya dan sahabat-sahabat saya tetap akan mendukung anda 100% dan melanjutkan perjuangan anda dalam “bentuk yang lain”.
Salam dari “kami” untuk anda dan guru-guru anda.”

==&amp;gt; Kebenaran yang tersembunyi maksudnya bahwa ahli kitab yang ada saat ini bukan dari golongan kafir &amp;amp; justru ummat muslimlah yang kebanyakan masih kafir dengan alasan “qalb yang masih tertutup” padahal mereka mengukuhkan TAUHID dalam hati mereka ?

Semoga ALLAH menyelamatkan saya dari yang demikian.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Abi Zahra -&gt; “Alhamdulillah. Ternyata masih ada saudara saya yang menyampaikan kebenaran yang tersembunyi ini. Teruskan perjuangan anda Mas Herry. Sudah waktunya hakikat ini dibukakan. Saya dan sahabat-sahabat saya tetap akan mendukung anda 100% dan melanjutkan perjuangan anda dalam “bentuk yang lain”.<br />
Salam dari “kami” untuk anda dan guru-guru anda.”</p>
	<p>==&gt; Kebenaran yang tersembunyi maksudnya bahwa ahli kitab yang ada saat ini bukan dari golongan kafir &amp; justru ummat muslimlah yang kebanyakan masih kafir dengan alasan “qalb yang masih tertutup” padahal mereka mengukuhkan TAUHID dalam hati mereka ?</p>
	<p>Semoga ALLAH menyelamatkan saya dari yang demikian.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
