Mati Menjelma Lebah
Galagasi di tapal, merentas.
Pedarnya kini sayup, meranggas.
Enam puluh purnama ia meranduk
menuai hikmah.
Sujud galagasi kecil
pada senyum Sang Guru,
waktu Ia datang malam itu![[galagasi]](/images/spider1.jpg)
“Sebentar lagi kau mati, nak.
Menjelma lebah.”
Alhamdulillah.
© Herry Mardian, 1 Muharram 1427 H.
—
** Galagasi: laba-laba; Tapal: batas; Merentas: mencari-cari jalan, Pedar: amarah, Sayup: hampir sunyi, Meranggas: berguguran, Meranduk: mengarungi padang.



apa makna ianya menjelma lebah?
Comment #325 by nai — Tuesday, June 27, 2006 @ 08:51
mati menjelma lebah :
kurang lebih dari pemikiran akal saya yang lemah seperti ini :
laba laba diperumpamakan si penulis / kita / manusia yang telah melalui berbagai bagai macam perjalanan hidup yang dijalanin dan menimbulkan berbagai macam rasa dan hikmah , dan berharap dari apa yang dialami dan dirasa akan mengubah dia /penulis/manusia untuk sampai ke tingkat makrifat kpd Allah hingga dari laba laba yang lemah menjadi lebah mampu menembus alam hikmah..mati ini melambangkan sudah tidak tertarik pada dunia
wallahu’alam
Comment #328 by firdaus — Tuesday, June 27, 2006 @ 16:25