<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Sedikit Tentang  &#8216;Ana Al-Haqq&#8217; : Samakah Dengan &#8216;Akulah Allah&#8217;?</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 10:38:36 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: joko</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1139</link>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 15:23:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1139</guid>
					<description>ma'af, lupa give comment-nya di atas. :oops:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ma&#8217;af, lupa give comment-nya di atas.  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Anonymous</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1138</link>
		<pubDate>Wed, 05 Dec 2007 15:16:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1138</guid>
					<description>Assalamualikum wr, wb.

astaghfirullah, masih sempit sekali diri ini setelah membaca uraian2 teman2 di atas.

sungguh demikianlah keadaannya jika qt sama2 membahas ttg ke&quot;ma'rifat&quot;an. sangat pelik, dan kalau mao jujur kesemuanya qt hanya baru ber&quot;cerita&quot; dan men&quot;cerita&quot;kan saja (jarene), tapi bukan berarti salah (sy tdk bilang begitu) dan juga berarti tidak penting (sy tdk sependapat dgn itu) oleh karena setidak-tidaknya ke&quot;ma'rifat&quot;an adalah merupakan (se)bagian kesempurnaan dari ajaran pengetahuan islam.

ini bs jadi hanya dugaan sy saja, barang kali qt sebelum menginjak ke level tersebut ada baiknya lebih dulu mempelajari makna ke&quot;hidup&quot;an (sangkan paraning dumadi (kalo tdk salah)) dgn demikian insya allah ada wawasan kelanjutan untuk memahami sampai ke level tsb di atas. artinya insya allah qt jadi tdk terburu-buru (sabar) dalam hal membaca, berkata dan bahkan menulis ttg pemahaman tsb. misalnya qt bertafakur sendiri bhw yang di katakan &quot;hidup&quot; itu tidak ada kata &quot;mati&quot; atau &quot;hidup&quot; itu sendiri tidak tersentuh ke&quot;mati&quot;an, lantas qt yg berada di dunia ini sdh pasti &quot;mati&quot; dan apakah ini yg disebut &quot;hidup&quot; ? (ini contoh saja).

dan bukan berarti saya tidak setuju berbicara ttg ke&quot;ma'rifat&quot;an, tapi haruslah arif karena sebagian besar qt semua masih dalam ber&quot;wacana&quot;. yang terpenting kesemuanya dalam rangka &quot;watawa shoubil haq&quot; (berwasiat dlm kebenaran).

mohon ma'af jika ada kata2 yg tidak berkenan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualikum wr, wb.</p>
	<p>astaghfirullah, masih sempit sekali diri ini setelah membaca uraian2 teman2 di atas.</p>
	<p>sungguh demikianlah keadaannya jika qt sama2 membahas ttg ke&#8221;ma&#8217;rifat&#8221;an. sangat pelik, dan kalau mao jujur kesemuanya qt hanya baru ber&#8221;cerita&#8221; dan men&#8221;cerita&#8221;kan saja (jarene), tapi bukan berarti salah (sy tdk bilang begitu) dan juga berarti tidak penting (sy tdk sependapat dgn itu) oleh karena setidak-tidaknya ke&#8221;ma&#8217;rifat&#8221;an adalah merupakan (se)bagian kesempurnaan dari ajaran pengetahuan islam.</p>
	<p>ini bs jadi hanya dugaan sy saja, barang kali qt sebelum menginjak ke level tersebut ada baiknya lebih dulu mempelajari makna ke&#8221;hidup&#8221;an (sangkan paraning dumadi (kalo tdk salah)) dgn demikian insya allah ada wawasan kelanjutan untuk memahami sampai ke level tsb di atas. artinya insya allah qt jadi tdk terburu-buru (sabar) dalam hal membaca, berkata dan bahkan menulis ttg pemahaman tsb. misalnya qt bertafakur sendiri bhw yang di katakan &#8220;hidup&#8221; itu tidak ada kata &#8220;mati&#8221; atau &#8220;hidup&#8221; itu sendiri tidak tersentuh ke&#8221;mati&#8221;an, lantas qt yg berada di dunia ini sdh pasti &#8220;mati&#8221; dan apakah ini yg disebut &#8220;hidup&#8221; ? (ini contoh saja).</p>
	<p>dan bukan berarti saya tidak setuju berbicara ttg ke&#8221;ma&#8217;rifat&#8221;an, tapi haruslah arif karena sebagian besar qt semua masih dalam ber&#8221;wacana&#8221;. yang terpenting kesemuanya dalam rangka &#8220;watawa shoubil haq&#8221; (berwasiat dlm kebenaran).</p>
	<p>mohon ma&#8217;af jika ada kata2 yg tidak berkenan.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: herman</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1110</link>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2007 08:10:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1110</guid>
					<description>Assalamualikum wr, wb.

Yth : Seluruh Anggota Room

Saya sangat tertarik dgn room ini (dgn bahasan makrifatnya), untuk mas harry terimakasih mas. Cuman sayang masih ada anggota lain yg masih menyimpan ilmunya jadi saya yg awam makrifat ini jadi tambah bingung, contohnya kata2x mas alif seperti &quot;udah deh, damai aja. kalau mau tau soal kebenaran yang hakiki, mau comot ayat apa saja juga bisa buat nerangin. dg ayat bismillaahirrahmaanirrahiim saja, kita bisa belajar tentang ahadiyah sampai insan kamil, tentang segala aneka ruh, tentang surga neraka, tentang reinkarnasi, tentang bulu sampai sumsum. gitu aja kok ribut. maunya semua benar ya?
yeee… anak kecil! kagak pantes ngomongin ana al haqq. masih pada mau benernya sendiri…
candra/alif malik, — kyai kirik. kagak butuh surga, kagak takut neraka&quot; gimana yah maksudnya. Untuk rekan2 yg lain yang sudi membagi ilmunya saya harapkan sekali dan bisa menghubungi email saya hermansyah_jaya@walla.com (bagi yg sudi lho :cry:)
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualikum wr, wb.</p>
	<p>Yth : Seluruh Anggota Room</p>
	<p>Saya sangat tertarik dgn room ini (dgn bahasan makrifatnya), untuk mas harry terimakasih mas. Cuman sayang masih ada anggota lain yg masih menyimpan ilmunya jadi saya yg awam makrifat ini jadi tambah bingung, contohnya kata2x mas alif seperti &#8220;udah deh, damai aja. kalau mau tau soal kebenaran yang hakiki, mau comot ayat apa saja juga bisa buat nerangin. dg ayat bismillaahirrahmaanirrahiim saja, kita bisa belajar tentang ahadiyah sampai insan kamil, tentang segala aneka ruh, tentang surga neraka, tentang reinkarnasi, tentang bulu sampai sumsum. gitu aja kok ribut. maunya semua benar ya?<br />
yeee… anak kecil! kagak pantes ngomongin ana al haqq. masih pada mau benernya sendiri…<br />
candra/alif malik, — kyai kirik. kagak butuh surga, kagak takut neraka&#8221; gimana yah maksudnya. Untuk rekan2 yg lain yang sudi membagi ilmunya saya harapkan sekali dan bisa menghubungi email saya <a href="mailto:hermansyah_jaya@walla.com">hermansyah_jaya@walla.com</a> (bagi yg sudi lho  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_cry.gif' alt=':cry:' class='wp-smiley' /> )
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: joko</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1106</link>
		<pubDate>Mon, 05 Nov 2007 11:42:37 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1106</guid>
					<description>ass. ?
sy baru brtemu lewat searching :oops:, sy sungguh &quot;haus&quot; dgn pengetahuan yg mas sajikan. sangat menarik dan sangat2 membantu. &quot;haus&quot; dgn harapan dapat tr&quot;buka&quot;, sehigga &quot;tahu&quot;lah sy bhw peng&quot;galian&quot; ttg manunggaling kawulo gusti memang ada dlm al qur'an.

singkat kata, &quot;berbagi pendapat&quot; dalam forum ini demikian banyak membantu dan memperluas wawasan.

salam kenal dulu mas, belum bisa bertanya. dan kalo sudi sekiranya bisa berkunjung ke url sy, karena sypun baru belajar.

thx banget. :grin:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ass. ?<br />
sy baru brtemu lewat searching  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> , sy sungguh &#8220;haus&#8221; dgn pengetahuan yg mas sajikan. sangat menarik dan sangat2 membantu. &#8220;haus&#8221; dgn harapan dapat tr&#8221;buka&#8221;, sehigga &#8220;tahu&#8221;lah sy bhw peng&#8221;galian&#8221; ttg manunggaling kawulo gusti memang ada dlm al qur&#8217;an.</p>
	<p>singkat kata, &#8220;berbagi pendapat&#8221; dalam forum ini demikian banyak membantu dan memperluas wawasan.</p>
	<p>salam kenal dulu mas, belum bisa bertanya. dan kalo sudi sekiranya bisa berkunjung ke url sy, karena sypun baru belajar.</p>
	<p>thx banget.  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: dimas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1103</link>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2007 00:22:23 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1103</guid>
					<description>assl, maaf mas saya manusia cuma mo buka sedikit nih
Dzat milik Allah
Sifat milik Muhammad
Asma milik Adam
Afa'l milik Manusia

aku bersaksi tiada tuhan (tuhan tiada) selain Allah, dan bersaksi aku muhammad, adalah utusan Allah

pemahaman kejawennya manunggaling kaulo gusti
dzat, sifat, asma, afa'l di nasrani Allah bapa, Tuhan Yesus, Roh kudus.

asmaul husna di islam = tuhan mempunyai 99 wajah di hindu

wujudku adalah rabbku:mrgreen::mrgreen::grin::grin::grin::grin::grin::grin::grin:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>assl, maaf mas saya manusia cuma mo buka sedikit nih<br />
Dzat milik Allah<br />
Sifat milik Muhammad<br />
Asma milik Adam<br />
Afa&#8217;l milik Manusia</p>
	<p>aku bersaksi tiada tuhan (tuhan tiada) selain Allah, dan bersaksi aku muhammad, adalah utusan Allah</p>
	<p>pemahaman kejawennya manunggaling kaulo gusti<br />
dzat, sifat, asma, afa&#8217;l di nasrani Allah bapa, Tuhan Yesus, Roh kudus.</p>
	<p>asmaul husna di islam = tuhan mempunyai 99 wajah di hindu</p>
	<p>wujudku adalah rabbku <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':grin:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Sidi Om</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1078</link>
		<pubDate>Sat, 13 Oct 2007 21:31:54 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-1078</guid>
					<description>Ana Al-Haq bermaksud Ana Al-haq qul Yakin!!!
salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ana Al-Haq bermaksud Ana Al-haq qul Yakin!!!<br />
salam.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: banaX UABT</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-747</link>
		<pubDate>Tue, 29 May 2007 08:22:45 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-747</guid>
					<description>ALLAH GUMBEL:mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ALLAH GUMBEL <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: y.hendrayana</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-712</link>
		<pubDate>Fri, 04 May 2007 09:30:15 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-712</guid>
					<description>ini ada sebuah tulisan yang mungkin bisa jadi perenungan teman teman sekalian. saya ambil dari Soeprie

Perjalanan Mencari Yang Haq 
Jumat Februari 16th 2007, 3:03 adalah 

 Ada dua jalan yang ditempuh orang dalam mencari yang haq dengan masing-masing dalilnya :
Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu
Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. (Dalil ini yang sangat populer dikalangan sufi, meditator , filosof, teolog)
Man `arafa rabbahu faqad `arafa nafsahu
Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.
Pada jalan pertama, biasanya di lakukan oleh para pencari murni, mereka belum memiliki panduan tentang tuhan dengan jelas. Dia hanya berfikir dari yang sangat sederhana …yaitu ketika ia melihat sebuah alam tergelar, muncul pemikiran pasti ada yang membuatnya atau ada yang berkuasa dibalik alam ini, … mustahil alam ini ada begitu saja … dan alam merupakan jejak-jejak penciptanya … Dengan filsafat inilah orang akhirnya menemukan kesimpulan bahwa Tuhan itu ada.
Sebagian meditator atau ahli sufi menggunakan pendekatan filsafat ini dalam mencari Tuhan, yaitu tahapan mengenal diri dari segi wilayah-wilayah alam pada dirinya, misalnya mengenali hatinya dan suasananya, pikiran, perasaannya, dan lain-lain sehingga dia bisa membedakan dari mana intuisi itu muncul, … apakah dari fikirannya, dari perasaannya, atau dari luar dirinya… 
Akan tetapi penggunaan jalur seperti ini sering kali membuat orang mudah tersesat, karena pada tahapan-tahapan wilayah ini manusia sering terjebak pada ‘kegaiban’ yang dia lihat dalam perjalanannya, … yang kadang-kadang membuat hatinya tertarik dan berhenti sampai disini, karena kalau tidak mempunyai tujuan yang kuat kepada Allah pastilah orang itu menghentikan perjalanannya …. Karena disana dia bisa melihat fenomena / keajaiban alam-alam dan mampu melihat dengan kasyaf apa yang tersembunyi pada alam ini … akhirnya mudah muncul ‘keakuannya’ bahwa dirinyalah yang paling hebat …akan tetapi jika dia kuat terhadap Tuhan adalah tujuannya, pastilah dia selamat sampai tujuannya…..
Teori yang dilakukan tersebut adalah jalan terbalik, karena dalam pencariannya ia telusuri jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkannya (melalui ciptaan / alam), … ibarat seseorang mencari kuda yang hilang, yang pertama di telusuri adalah jejak tanda kaki kuda, kemudian memperhatikan suara ringkik kuda dan akhirnya di temukan kandang kuda dan yang terakhir dia menemukan wujud kuda yang sebenarnya ….Hal ini sebenarnya sangat menyulitkan para pelaku pencari Tuhan, … karena terlalu lama di dalam mengidentifikasi alam-alam yang akan di laluinya ….
Dalil yang ke dua : adalah melangkah kepada yang paling dekat dari dirinya …yaitu Yang Maha Dekat, … langkah ini yang paling cepat di tempuh dibanding dalil pertama… Karena dalil pertama banyak dipengaruhi oleh para filosof pada jaman pertengahan dalam hal ini filsafat Yunani. Teologi Kristen dan Hindu telah banyak mempengaruhi filsafat ini. sehingga Al Ghazali gencar mengkritik kaum filosof dengan menulis kitab tentang tidak setujunya dengan ide filsafat masa itu yaitu Tahafut Al Falasifah / kerancuan filsafat ….
Alghazali membantah pemikiran yang dimulai dengan rangkaian berfikir terbalik, … beliau mengajukan gagasan bahwa ummat islam harus memulai pemikirannya dari sumber pangkal ilmu pengetahuan yaitu Tuhan, bukan dimulai dari luar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, artinya sangat berbahaya karena di dalam filsafat memulai berfikirnya dari tahapan yang real menuju esensi dibalik semuanya berasal. Sedangkan di dalam Islam menunjukkan keadaan Tuhan serta jalan yang akan di tempuh sudah di tulis dalam Alqur’an agar ummat manusia tidak tersesat oleh rekaan-rekaan pikiran yang belum tentu kebenarannya…
Pencarian kita telah di tulis dalam Alqur’an dan Allah menunjukkan jalannya dengan sangat sederhana dan mudah …tidak menunjukkan alam-alam yang mengakibatkan menjadi rancu dan bingung … karena alam-alam itu sangat banyak dan kemungkinan menyesatkan kita amat besar…
Mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari Tuhannya .
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perinta-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS. Al Qaaf: 16)
Ayat-ayat diatas, mengungkapkan keberadaan Allah sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara utuh. Alqur’an mengungkapkan jawaban secara dimensional dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia seutuhnya. Saat pertanyaan itu terlontar, dimanakah Allah ? Maka Allah menjawab: Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada, Aku lebih dekat dari urat leher kalian .atau dimana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku…dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu ….
Sebenarnya tidak ada alasan bagi kita jika dalam mencari tuhan melalui tahapan terbalik…
Pada tahap pertama beliau nampak alam dan segala kejadian adalah satu bersama Allah. dan pada tahap kedua nampak alam sebagai bayangan Allah; dan pada tahap ke tiga beliau nampak Allah adalah berasingan dari pada segala sesuatu di alam ini. Kalau hal ini hanya sebatas penjelasan terstruktur kepada muridnya, saya anggap hal ini tidak menjadi persoalan, … akan tetapi jika tahapan-tahapan ini merupakan methodology dalam mencari tuhan, … saya kira ini berbahaya, karena yang akan berjalan adalah fikirannya atau gagasannya, … yang akhirnya timbul khayalan atau halusinasi. 
Di dalam islam memulainya dengan pengenalan kepada Allah terlebih dahulu yaitu dengan dzikrullah (mengingat Allah), … kemudian kita di perintah langsung mendekati-Nya, karena Allah sudah sangat dekat..tidak perlu anda mencari jauh-jauh melalui alam-alam yang amat luas dan membingungkan ..alam itu sangat banyak dan bertingkat-tingkat. Tidak perlu kita memikirkannya…cukupkan jiwa ini mendekat secara langsung kepada Allah … karena orang yang telah berjumpa alam-alam belum tentu ia tunduk kepada Allah, karena alam disana tidak ada bedanya dengan alam di dunia ini karena semua adalah ciptaan-Nya !!
Akan tetapi jika anda memulai dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, maka secara otomatis anda akan diperlihatkan / dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas. Maka saya setuju dengan dalil yang kedua, barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya. Sebab kalau kita kenal dengan pencipta-Nya, maka kita akan kenal dengan keadaan diri kita dan alam-alam dibawahnya, karena semua berada dalam genggaman-Nya…karena Dia meliputi segala sesuatu …karena Dia ada dimana saja kita ada, … dan Dia sangat dekat.
Betapa rumitnya perjalanan yang dilalui oleh Eckankar, seperti apa yang yang saya tulis pada bab Membuka hijab….dan bagi yang tidak kenal Alqur’an akan mudah sekali berhenti dan tersesat kepada alam-alam itu …karena intuisi itu amat banyak yang muncul dari segala suara alam-alam tersebut (tolong anda baca tahapan spiritual yang di tulis pada bab Membuka hijab, karena akan membantu penjelasan saya ini )
Kesimpulan :
Islam mengajarkan didalam mencari tuhan, telah diberi jalan yang termudah dengan dalil barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya … hal ini telah ditunjukkan oleh Allah bahwa Allah itu sangat dekat, … atau dengan dalil …barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami, pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS: Al ankabut: 69 )
“Wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeda).” (QS : Al Anfaal: 29)
Ayat-ayat ini membuktikan di dalam mendekatkan diri kepada Allah tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan-jalan yang di temukan oleh kaum filsafat atau ahli spiritual di luar islam, … karena mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahapan-tahapan alam-alam … Islam di dalam menemuhi Tuhannya harus mampu memfanakan alam-alam selain Allah dengan konsep laa ilaha illallah … laa syai’un illallah … laa haula wala quwwata illa billah … tidak ada ilah kecuali Allah … tidak ada sesuatu (termasuk alam-alam) kecuali Allah, … tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah semata ….maka berjalanlah atau melangkahlah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita ….
Demikian mudah-mudahan Allah membukakan hati kita …
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ini ada sebuah tulisan yang mungkin bisa jadi perenungan teman teman sekalian. saya ambil dari Soeprie</p>
	<p>Perjalanan Mencari Yang Haq<br />
Jumat Februari 16th 2007, 3:03 adalah </p>
	<p> Ada dua jalan yang ditempuh orang dalam mencari yang haq dengan masing-masing dalilnya :<br />
Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu<br />
Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya. (Dalil ini yang sangat populer dikalangan sufi, meditator , filosof, teolog)<br />
Man `arafa rabbahu faqad `arafa nafsahu<br />
Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.<br />
Pada jalan pertama, biasanya di lakukan oleh para pencari murni, mereka belum memiliki panduan tentang tuhan dengan jelas. Dia hanya berfikir dari yang sangat sederhana …yaitu ketika ia melihat sebuah alam tergelar, muncul pemikiran pasti ada yang membuatnya atau ada yang berkuasa dibalik alam ini, … mustahil alam ini ada begitu saja … dan alam merupakan jejak-jejak penciptanya … Dengan filsafat inilah orang akhirnya menemukan kesimpulan bahwa Tuhan itu ada.<br />
Sebagian meditator atau ahli sufi menggunakan pendekatan filsafat ini dalam mencari Tuhan, yaitu tahapan mengenal diri dari segi wilayah-wilayah alam pada dirinya, misalnya mengenali hatinya dan suasananya, pikiran, perasaannya, dan lain-lain sehingga dia bisa membedakan dari mana intuisi itu muncul, … apakah dari fikirannya, dari perasaannya, atau dari luar dirinya…<br />
Akan tetapi penggunaan jalur seperti ini sering kali membuat orang mudah tersesat, karena pada tahapan-tahapan wilayah ini manusia sering terjebak pada ‘kegaiban’ yang dia lihat dalam perjalanannya, … yang kadang-kadang membuat hatinya tertarik dan berhenti sampai disini, karena kalau tidak mempunyai tujuan yang kuat kepada Allah pastilah orang itu menghentikan perjalanannya …. Karena disana dia bisa melihat fenomena / keajaiban alam-alam dan mampu melihat dengan kasyaf apa yang tersembunyi pada alam ini … akhirnya mudah muncul ‘keakuannya’ bahwa dirinyalah yang paling hebat …akan tetapi jika dia kuat terhadap Tuhan adalah tujuannya, pastilah dia selamat sampai tujuannya…..<br />
Teori yang dilakukan tersebut adalah jalan terbalik, karena dalam pencariannya ia telusuri jejak atau tanda-tanda yang ditinggalkannya (melalui ciptaan / alam), … ibarat seseorang mencari kuda yang hilang, yang pertama di telusuri adalah jejak tanda kaki kuda, kemudian memperhatikan suara ringkik kuda dan akhirnya di temukan kandang kuda dan yang terakhir dia menemukan wujud kuda yang sebenarnya ….Hal ini sebenarnya sangat menyulitkan para pelaku pencari Tuhan, … karena terlalu lama di dalam mengidentifikasi alam-alam yang akan di laluinya ….<br />
Dalil yang ke dua : adalah melangkah kepada yang paling dekat dari dirinya …yaitu Yang Maha Dekat, … langkah ini yang paling cepat di tempuh dibanding dalil pertama… Karena dalil pertama banyak dipengaruhi oleh para filosof pada jaman pertengahan dalam hal ini filsafat Yunani. Teologi Kristen dan Hindu telah banyak mempengaruhi filsafat ini. sehingga Al Ghazali gencar mengkritik kaum filosof dengan menulis kitab tentang tidak setujunya dengan ide filsafat masa itu yaitu Tahafut Al Falasifah / kerancuan filsafat ….<br />
Alghazali membantah pemikiran yang dimulai dengan rangkaian berfikir terbalik, … beliau mengajukan gagasan bahwa ummat islam harus memulai pemikirannya dari sumber pangkal ilmu pengetahuan yaitu Tuhan, bukan dimulai dari luar yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya, artinya sangat berbahaya karena di dalam filsafat memulai berfikirnya dari tahapan yang real menuju esensi dibalik semuanya berasal. Sedangkan di dalam Islam menunjukkan keadaan Tuhan serta jalan yang akan di tempuh sudah di tulis dalam Alqur’an agar ummat manusia tidak tersesat oleh rekaan-rekaan pikiran yang belum tentu kebenarannya…<br />
Pencarian kita telah di tulis dalam Alqur’an dan Allah menunjukkan jalannya dengan sangat sederhana dan mudah …tidak menunjukkan alam-alam yang mengakibatkan menjadi rancu dan bingung … karena alam-alam itu sangat banyak dan kemungkinan menyesatkan kita amat besar…<br />
Mari kita perhatikan cara Tuhan menunjukkan para hamba yang mencari Tuhannya .<br />
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perinta-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)<br />
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya.” (QS. Al Qaaf: 16)<br />
Ayat-ayat diatas, mengungkapkan keberadaan Allah sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara utuh. Alqur’an mengungkapkan jawaban secara dimensional dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia seutuhnya. Saat pertanyaan itu terlontar, dimanakah Allah ? Maka Allah menjawab: Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada, Aku lebih dekat dari urat leher kalian .atau dimana saja kalian menghadap di situ wujud wajah-Ku…dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu ….<br />
Sebenarnya tidak ada alasan bagi kita jika dalam mencari tuhan melalui tahapan terbalik…<br />
Pada tahap pertama beliau nampak alam dan segala kejadian adalah satu bersama Allah. dan pada tahap kedua nampak alam sebagai bayangan Allah; dan pada tahap ke tiga beliau nampak Allah adalah berasingan dari pada segala sesuatu di alam ini. Kalau hal ini hanya sebatas penjelasan terstruktur kepada muridnya, saya anggap hal ini tidak menjadi persoalan, … akan tetapi jika tahapan-tahapan ini merupakan methodology dalam mencari tuhan, … saya kira ini berbahaya, karena yang akan berjalan adalah fikirannya atau gagasannya, … yang akhirnya timbul khayalan atau halusinasi.<br />
Di dalam islam memulainya dengan pengenalan kepada Allah terlebih dahulu yaitu dengan dzikrullah (mengingat Allah), … kemudian kita di perintah langsung mendekati-Nya, karena Allah sudah sangat dekat..tidak perlu anda mencari jauh-jauh melalui alam-alam yang amat luas dan membingungkan ..alam itu sangat banyak dan bertingkat-tingkat. Tidak perlu kita memikirkannya…cukupkan jiwa ini mendekat secara langsung kepada Allah … karena orang yang telah berjumpa alam-alam belum tentu ia tunduk kepada Allah, karena alam disana tidak ada bedanya dengan alam di dunia ini karena semua adalah ciptaan-Nya !!<br />
Akan tetapi jika anda memulai dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, maka secara otomatis anda akan diperlihatkan / dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas. Maka saya setuju dengan dalil yang kedua, barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya. Sebab kalau kita kenal dengan pencipta-Nya, maka kita akan kenal dengan keadaan diri kita dan alam-alam dibawahnya, karena semua berada dalam genggaman-Nya…karena Dia meliputi segala sesuatu …karena Dia ada dimana saja kita ada, … dan Dia sangat dekat.<br />
Betapa rumitnya perjalanan yang dilalui oleh Eckankar, seperti apa yang yang saya tulis pada bab Membuka hijab….dan bagi yang tidak kenal Alqur’an akan mudah sekali berhenti dan tersesat kepada alam-alam itu …karena intuisi itu amat banyak yang muncul dari segala suara alam-alam tersebut (tolong anda baca tahapan spiritual yang di tulis pada bab Membuka hijab, karena akan membantu penjelasan saya ini )<br />
Kesimpulan :<br />
Islam mengajarkan didalam mencari tuhan, telah diberi jalan yang termudah dengan dalil barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya … hal ini telah ditunjukkan oleh Allah bahwa Allah itu sangat dekat, … atau dengan dalil …barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami, pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami… (QS: Al ankabut: 69 )<br />
“Wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeda).” (QS : Al Anfaal: 29)<br />
Ayat-ayat ini membuktikan di dalam mendekatkan diri kepada Allah tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan-jalan yang di temukan oleh kaum filsafat atau ahli spiritual di luar islam, … karena mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahapan-tahapan alam-alam … Islam di dalam menemuhi Tuhannya harus mampu memfanakan alam-alam selain Allah dengan konsep laa ilaha illallah … laa syai’un illallah … laa haula wala quwwata illa billah … tidak ada ilah kecuali Allah … tidak ada sesuatu (termasuk alam-alam) kecuali Allah, … tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah semata ….maka berjalanlah atau melangkahlah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita ….<br />
Demikian mudah-mudahan Allah membukakan hati kita …
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: hayatul_haiyun</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-454</link>
		<pubDate>Fri, 10 Nov 2006 11:01:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-454</guid>
					<description>Assalamualaika Rahima Qumullah..
Kepada yg sedang mencari apa yg dicari dan ketemu apa yg henak ditemukan, mentelaah lah akan diri kamnu sendiri akan Nafas kita yg sedut keluar masuk dan di sedut lagi oleh manusia laoin di dunia ini tak kira apa bangsa dan kaum dan pangkat dan darjat , kesemuanya menghirup Udara yang sama setiap hari.....tak kira dimana kita berada di bumi Indonesia kah atau Malaysia kah Atau di Tanah Suci Kah Atau di Khutub Utara kah kesemuanya menyedut kan dan menghembuskan Udara Oksigen yg sama...Lai Sya Qamislihi Syain Un ( Akui Meliputi Sekalaian Alam,) Firman Allah swt, Jika tidak dengan urusan nya dan ketentuan takdir nya lagi Rahman dan Rahim nya . huru hara lah bumi ini....Renungkan nlah    Wassalamun
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamualaika Rahima Qumullah..<br />
Kepada yg sedang mencari apa yg dicari dan ketemu apa yg henak ditemukan, mentelaah lah akan diri kamnu sendiri akan Nafas kita yg sedut keluar masuk dan di sedut lagi oleh manusia laoin di dunia ini tak kira apa bangsa dan kaum dan pangkat dan darjat , kesemuanya menghirup Udara yang sama setiap hari&#8230;..tak kira dimana kita berada di bumi Indonesia kah atau Malaysia kah Atau di Tanah Suci Kah Atau di Khutub Utara kah kesemuanya menyedut kan dan menghembuskan Udara Oksigen yg sama&#8230;Lai Sya Qamislihi Syain Un ( Akui Meliputi Sekalaian Alam,) Firman Allah swt, Jika tidak dengan urusan nya dan ketentuan takdir nya lagi Rahman dan Rahim nya . huru hara lah bumi ini&#8230;.Renungkan nlah    Wassalamun
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-372</link>
		<pubDate>Mon, 14 Aug 2006 02:04:00 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-372</guid>
					<description>Untuk menjawab pertanyaan arti kalimat:

&lt;em&gt;&quot;yaa illahi anta maksudi wa ridhoka mathlubi&quot;&lt;/em&gt;

&quot;Yaa Illahi, engkau yang kumaksud, Ridho-Mu yang kuikut.&quot;

Pada posting-posting komen di atas, maksud kalimat ini adalah:

Tak ada harapan lain, Kecuali Ridho-Nya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Untuk menjawab pertanyaan arti kalimat:</p>
	<p><em>&#8220;yaa illahi anta maksudi wa ridhoka mathlubi&#8221;</em></p>
	<p>&#8220;Yaa Illahi, engkau yang kumaksud, Ridho-Mu yang kuikut.&#8221;</p>
	<p>Pada posting-posting komen di atas, maksud kalimat ini adalah:</p>
	<p>Tak ada harapan lain, Kecuali Ridho-Nya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: cakra</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-369</link>
		<pubDate>Sun, 13 Aug 2006 16:19:41 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-369</guid>
					<description>Assalamu Alaikum

saya ingin sedikit menyumbangkan pendapat dan pemikiran saya mengenai hal-hal diatas taruhlah masalah tasawuf dengan kalimat sederhana. sebelum teman/saudara2 sekalian membicarakan masalah tasawuf, sebaiknya selidiki/kaji dulu darimana dan apa tujuan dari tasawuf itu sendiri ini sangat penting agar saudara2 yang ingin memasuki dunia tasawuf tidaklah menyimpang kalo nggak mau dibilang sesat atau tersesat.

perlu diketahui setelah generasi pertama sebagian kaum sufi (yang mrk itu ahli dalam tafsir Al-Qur'an, ahli hadits dan ilmu fiqh dll) maka sebagian mereka itu menyimpang dari syariat bahkan dicap sesat dan menyesatkan. banyak diantara mereka dihukum mati oleh ulama2/pemerintahan pada zamannya karena dianggap membahayakan Islam itu sendiri diantaranya al-hallaj dan al harits.

saya ingin menanggapi mas chamid dan orang2 yang sepaham dengannya. maaf kalo saya memvonis bahwa orang2 seperti mas chamid itu telah jauh menyimpang kalo nggak mau dikatakan sesat dan sangat berbahaya bagi orang2 awam yang masih belum banyak tau masalah2 seperti ini.

saya berharap semoga ALLAH Azza Wajalla menunjukinya kepada jalan-Nya yang lurus dan agar mas chamid dan orang2 yang sepaham dengannya bisa segera bertobat dan kembali ke jalan-Nya yang lurus sebelum terlambat. untuk lebih baiknya silahkan saudara2 membaca buku &quot;perangkap syetan (talbis iblis)&quot; karangan seorang ulama besar Ibnul jauzy (bukan ibnu Qayyim al-jauziyyah) sebelum memasuki/mempelajari tasawuf.

Para ulama hingga saat ini banyak yang mencela sebagian yang mengaku kaum sufi karena penyimpangan2 mereka terhadap syariat mungkin karena ketidaktahuan mereka atau mungkin juga karena mereka yang nggak mau belajar ilmu2 Islam yang wajib dipelajari. Dan salah satu penyakit (talbis iblis) dari sebagian orang2 yang mengaku sufi adalah mereka tidak mau mempelajari ilmu2 syariat dan menganggap ilmu syariat itu hanya kulit bukan isi tidak penting, yang penting adalah isinya, yang penting adalah rasa, yang penting adalah hati, yang penting adalah pengetahuan dibalik alam nyata yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Siapa yang beranggapan seperti ini (saya yakin banyak dan memang banyak saya temui yang seperti ini bahkan dari orang yang mengaku sebagai guru2 tasawuf) maka bukanlah dia mengatakan seperti ini melainkan krn kebodohannya.

Rasulullah adalah suri tauladan dan yang harus diikuti begitu juga para sahabat, tabi'in, tabiit tabi'in yang menempuh jalan yang lurus yang mereka oleh Allah dimuliakan didunia dan diakhirat siapa yang mengikuti mereka maka dia adalah golongan yang selamat sebab mereka adalah orang2 yang mengikuti Al-Qur'an dan As-sunnah yang shahih.
 
Siapa yang ingin mengharap wajah-Nya maka ikutilah mereka dan mereka adalah orang2 yang paling kuat dalam menjalankan syariat tidak ada orang yang lebih baik dari mereka setelah zaman mereka (3 generasi terbaik yang diisyaratkan Rasulullah) menurut pendapat saya (kalo benar itu datangnya dari Allah dan kalo salah itu datangnya dari diriku dan dari syetan) tidaklah orang membicarakan masalah hakikat kecuali hanya menambah kesalahan dan penyimpangan sebab hakikat itu tidaklah bisa di utarakan dengan kata2 tapi itu dirasakan oleh orang yang memang telah menduduki level itu dan hanya orang yang bersangkutan dan Allah saja yang mengetahuinya dan orang2 yang selevel atau diatas mereka. Jika ada orang yang mencoba membicarakan/membahas tentang hakikat kepada orang yang belum sampai apalagi orang awam yang belum tau apa2 maka akan sangat sangat berbahaya sekali bagi orang awam tersebut sebab akan menyesatkan mereka.

orang2 yang mencapai ma'rifat diketahui dari semakin kuatnya, banyaknya, khusyu'nya dan dalamnya ibadah dan pengetahuan mereka tentang ilmu2 syariat dan semakin besarnya rasa takutnya kepada Allah Tabaraka Wata'ala. 

itulah tharikat yang benar, selain dari ini maka itu jalan yang salah.

saya menghimbau saudara2 untuk lebih mempelajari ilmu2 yang wajib dipelajari bagi umat Islam karena ilmu ini tidak bakalan pernah habis untuk dipelajari tidak usahlah membuang2/menghabiskan waktu dalam masalah2 yang tidak terlalu penting untuk dibahas. Ikutilah al-Qur'an dan As-sunnah yang shahih karena itu sudah cukup janganlah kalian mencari yang lain dari ini sebab kalian tidak akan pernah menemukan kebenaran dan tidak akan pernah sampai kepada Allah pencipta alam semesta beserta isinya jika tanpa melewati Al-Qur'an dan as-sunnah.

Siapa yang mengikuti Al-Qur'an dan As-sunnah karena mengharap wajah-Nya maka insya Allah akan mendapat petunjuk dari-Nya.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalamu Alaikum</p>
	<p>saya ingin sedikit menyumbangkan pendapat dan pemikiran saya mengenai hal-hal diatas taruhlah masalah tasawuf dengan kalimat sederhana. sebelum teman/saudara2 sekalian membicarakan masalah tasawuf, sebaiknya selidiki/kaji dulu darimana dan apa tujuan dari tasawuf itu sendiri ini sangat penting agar saudara2 yang ingin memasuki dunia tasawuf tidaklah menyimpang kalo nggak mau dibilang sesat atau tersesat.</p>
	<p>perlu diketahui setelah generasi pertama sebagian kaum sufi (yang mrk itu ahli dalam tafsir Al-Qur&#8217;an, ahli hadits dan ilmu fiqh dll) maka sebagian mereka itu menyimpang dari syariat bahkan dicap sesat dan menyesatkan. banyak diantara mereka dihukum mati oleh ulama2/pemerintahan pada zamannya karena dianggap membahayakan Islam itu sendiri diantaranya al-hallaj dan al harits.</p>
	<p>saya ingin menanggapi mas chamid dan orang2 yang sepaham dengannya. maaf kalo saya memvonis bahwa orang2 seperti mas chamid itu telah jauh menyimpang kalo nggak mau dikatakan sesat dan sangat berbahaya bagi orang2 awam yang masih belum banyak tau masalah2 seperti ini.</p>
	<p>saya berharap semoga ALLAH Azza Wajalla menunjukinya kepada jalan-Nya yang lurus dan agar mas chamid dan orang2 yang sepaham dengannya bisa segera bertobat dan kembali ke jalan-Nya yang lurus sebelum terlambat. untuk lebih baiknya silahkan saudara2 membaca buku &#8220;perangkap syetan (talbis iblis)&#8221; karangan seorang ulama besar Ibnul jauzy (bukan ibnu Qayyim al-jauziyyah) sebelum memasuki/mempelajari tasawuf.</p>
	<p>Para ulama hingga saat ini banyak yang mencela sebagian yang mengaku kaum sufi karena penyimpangan2 mereka terhadap syariat mungkin karena ketidaktahuan mereka atau mungkin juga karena mereka yang nggak mau belajar ilmu2 Islam yang wajib dipelajari. Dan salah satu penyakit (talbis iblis) dari sebagian orang2 yang mengaku sufi adalah mereka tidak mau mempelajari ilmu2 syariat dan menganggap ilmu syariat itu hanya kulit bukan isi tidak penting, yang penting adalah isinya, yang penting adalah rasa, yang penting adalah hati, yang penting adalah pengetahuan dibalik alam nyata yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Siapa yang beranggapan seperti ini (saya yakin banyak dan memang banyak saya temui yang seperti ini bahkan dari orang yang mengaku sebagai guru2 tasawuf) maka bukanlah dia mengatakan seperti ini melainkan krn kebodohannya.</p>
	<p>Rasulullah adalah suri tauladan dan yang harus diikuti begitu juga para sahabat, tabi&#8217;in, tabiit tabi&#8217;in yang menempuh jalan yang lurus yang mereka oleh Allah dimuliakan didunia dan diakhirat siapa yang mengikuti mereka maka dia adalah golongan yang selamat sebab mereka adalah orang2 yang mengikuti Al-Qur&#8217;an dan As-sunnah yang shahih.</p>
	<p>Siapa yang ingin mengharap wajah-Nya maka ikutilah mereka dan mereka adalah orang2 yang paling kuat dalam menjalankan syariat tidak ada orang yang lebih baik dari mereka setelah zaman mereka (3 generasi terbaik yang diisyaratkan Rasulullah) menurut pendapat saya (kalo benar itu datangnya dari Allah dan kalo salah itu datangnya dari diriku dan dari syetan) tidaklah orang membicarakan masalah hakikat kecuali hanya menambah kesalahan dan penyimpangan sebab hakikat itu tidaklah bisa di utarakan dengan kata2 tapi itu dirasakan oleh orang yang memang telah menduduki level itu dan hanya orang yang bersangkutan dan Allah saja yang mengetahuinya dan orang2 yang selevel atau diatas mereka. Jika ada orang yang mencoba membicarakan/membahas tentang hakikat kepada orang yang belum sampai apalagi orang awam yang belum tau apa2 maka akan sangat sangat berbahaya sekali bagi orang awam tersebut sebab akan menyesatkan mereka.</p>
	<p>orang2 yang mencapai ma&#8217;rifat diketahui dari semakin kuatnya, banyaknya, khusyu&#8217;nya dan dalamnya ibadah dan pengetahuan mereka tentang ilmu2 syariat dan semakin besarnya rasa takutnya kepada Allah Tabaraka Wata&#8217;ala. </p>
	<p>itulah tharikat yang benar, selain dari ini maka itu jalan yang salah.</p>
	<p>saya menghimbau saudara2 untuk lebih mempelajari ilmu2 yang wajib dipelajari bagi umat Islam karena ilmu ini tidak bakalan pernah habis untuk dipelajari tidak usahlah membuang2/menghabiskan waktu dalam masalah2 yang tidak terlalu penting untuk dibahas. Ikutilah al-Qur&#8217;an dan As-sunnah yang shahih karena itu sudah cukup janganlah kalian mencari yang lain dari ini sebab kalian tidak akan pernah menemukan kebenaran dan tidak akan pernah sampai kepada Allah pencipta alam semesta beserta isinya jika tanpa melewati Al-Qur&#8217;an dan as-sunnah.</p>
	<p>Siapa yang mengikuti Al-Qur&#8217;an dan As-sunnah karena mengharap wajah-Nya maka insya Allah akan mendapat petunjuk dari-Nya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-368</link>
		<pubDate>Sun, 13 Aug 2006 13:01:24 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-368</guid>
					<description>Saya menerima komentar-komentar spam, komentar yang mengajak pengunjung untuk mengklik link tertentu ke kolom komentar di sini supaya pengunjung mengklik link tersebut sehingga  pengirim (mas chamid) bisa mendapatkan laptop gratis. 

Pertama, saya tidak mentolerir spam.  

Kedua, saya sedikit kecewa karena pengirimnya dan identitas protokol internetnya adalah milik chamid (anda pernah meminta saya memuat nomor hp dan alamat mail anda, dan menganjurkan supaya semua pengunjung belajar makrifat dan tarekat pada anda... masak masih tertarik laptop gratisan dengan cara spamming...)

Sayang sekali. Reputational Suicide. Definitely banned.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Saya menerima komentar-komentar spam, komentar yang mengajak pengunjung untuk mengklik link tertentu ke kolom komentar di sini supaya pengunjung mengklik link tersebut sehingga  pengirim (mas chamid) bisa mendapatkan laptop gratis. </p>
	<p>Pertama, saya tidak mentolerir spam.  </p>
	<p>Kedua, saya sedikit kecewa karena pengirimnya dan identitas protokol internetnya adalah milik chamid (anda pernah meminta saya memuat nomor hp dan alamat mail anda, dan menganjurkan supaya semua pengunjung belajar makrifat dan tarekat pada anda&#8230; masak masih tertarik laptop gratisan dengan cara spamming&#8230;)</p>
	<p>Sayang sekali. Reputational Suicide. Definitely banned.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: hilmanfs</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-362</link>
		<pubDate>Wed, 09 Aug 2006 06:34:24 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-362</guid>
					<description>Asslm. wr wb

Yang menjadi masalah dalam Ana Al-Haq nya Al-Hallaj karena dia berkata :

&quot;Ana Al-Haq, Laa ilaaha illa Ana&quot;

artinya :

Akulah Al-Haq, Tidak ada sesembahan selain Aku!

inilah yang menjadi polemik hebat Al-Hallaj sehingga mati di kayu salib.

Buat aku sendiri , Ana Al-Haq Al-Hallaj dapat berarti :

- Al-Hallaj fana, dan menyaksikan Kebenaran, lalu dia berujar tanpa dia kehendaki tp Tuhan yg menghendaki (syatahat)

- Al Hallaj fana, dan menyaksikan hakikat , dan hakikat itu berkata Ana Al-Haq, Laa ilaaha illa Ana

- Al Hallaj mendapat manifestasi Sifat Allah Al-Haq, dibawah cahaya manifestasi itu dia berkata Ana Al-Haq.

Hal lain , paham Lahut dan Nasut dari Al-Hallaj menjadi polemik.  Mirip dengan Tuhan Bapa dan Tuhan Yesus dalam Kristus. 

Ibnu Arabi` mengatakan bahwa Al-Hallaj adalah Wali/Santo yang berada dalam wilayah kekuasaan dan mewarisi spirit kenabian Isa Al-Masih.  Itu lah mengapa ucapan dan tindakannya sangat mirip dengan Isa Al Masih.  

Mungkin pertanyaan kenapa Kristen men-Tuhan-kan Isa Al-Masih, bisa jadi pula terjadi karena perilaku dan sikap Isa AL-Masih yang mirip dengan Al-Hallaj ini, dan disalah artikan oleh murid muridnya, dan di-Tuhan kan.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Asslm. wr wb</p>
	<p>Yang menjadi masalah dalam Ana Al-Haq nya Al-Hallaj karena dia berkata :</p>
	<p>&#8220;Ana Al-Haq, Laa ilaaha illa Ana&#8221;</p>
	<p>artinya :</p>
	<p>Akulah Al-Haq, Tidak ada sesembahan selain Aku!</p>
	<p>inilah yang menjadi polemik hebat Al-Hallaj sehingga mati di kayu salib.</p>
	<p>Buat aku sendiri , Ana Al-Haq Al-Hallaj dapat berarti :</p>
	<p>- Al-Hallaj fana, dan menyaksikan Kebenaran, lalu dia berujar tanpa dia kehendaki tp Tuhan yg menghendaki (syatahat)</p>
	<p>- Al Hallaj fana, dan menyaksikan hakikat , dan hakikat itu berkata Ana Al-Haq, Laa ilaaha illa Ana</p>
	<p>- Al Hallaj mendapat manifestasi Sifat Allah Al-Haq, dibawah cahaya manifestasi itu dia berkata Ana Al-Haq.</p>
	<p>Hal lain , paham Lahut dan Nasut dari Al-Hallaj menjadi polemik.  Mirip dengan Tuhan Bapa dan Tuhan Yesus dalam Kristus. </p>
	<p>Ibnu Arabi` mengatakan bahwa Al-Hallaj adalah Wali/Santo yang berada dalam wilayah kekuasaan dan mewarisi spirit kenabian Isa Al-Masih.  Itu lah mengapa ucapan dan tindakannya sangat mirip dengan Isa Al Masih.  </p>
	<p>Mungkin pertanyaan kenapa Kristen men-Tuhan-kan Isa Al-Masih, bisa jadi pula terjadi karena perilaku dan sikap Isa AL-Masih yang mirip dengan Al-Hallaj ini, dan disalah artikan oleh murid muridnya, dan di-Tuhan kan.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Ario</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-360</link>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2006 10:14:01 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-360</guid>
					<description>Salam,

Maaf apabila saya ingin pula menyumbang sebuah pemikiran yang masih awam.

Menurut saya istilah manunggaling kawulo gusti adalah meniadakan sosok manusia itu menjadikan sebuah kehampaan diri yang tampak hanyalah Allah semata, jika kita lihat dari segi penciptaan, manusia tercipta atas rahmat Allah, tumbuh atas rahmat Allah, dapat berbicara atas kehendak Allah, dapat melihat atas kehendak Allah, mendengar atas kehendak Allah, hidup dan bernafas atas kehandak Allah, dan manusia tak memiliki satu apapun di dunia ini melainkan Allah Yang Maha Memiliki, manusia tak memiliki hak apapun, maka dari itu hidup manusia ini juga bukan milik dirinya, bagaimana manusia dapat menyebut bahwa dirinya itu ada dan mempunyai hak? Bagaimana manusia itu dapat menyebut bahwa manusia dapat menghidupi dirinya sendiri? 

Allahlah satu-satunya yang berkuasa dan berhak menyebut bahwa Allah benar-benar ada. Manusia adalah seogok daging yang lemah, lumpuh, tak berdaya dan mati. Allah telah menghidupkannya, Allah telah meminjamkannya Ruh-Nya dan itu bukan hak dan milik kita. Semua yang ada didunia ini adalah milik-Nya. Kita tak berhak mengatakan bahwa kita memiliki sesuatu. Hidup kita adalah milik-Nya dan kita tidak berhak untuk mengambil dan memilikinya. Kita hanya diwajibkan menjaga milik-Nya. 

Maka dari itu apakah kita masih bisa berkata bahwa kita itu ada, bahwa kita itu exsis, bahwa kita itu berhak? Kita adalah sebuah kekosongan, dan yang hidup hanyalah Allah. Maka kembalikanlah diri kita Allah. Kembalikanlah Ruh kita kepada Allah dengan bersih sama ketika kita diberikan pinjaman Ruh yang suci oleh-Nya. Maka disaat kita telah siap untuk mengembalikan Ruh kita kepada Allah saat itu kita akan merasakan kemanunggalan dengan Allah.

Semoga pendapat saya dapat mengupas tentang pertanyaan Siapakah Saya? dan Siapakah Allah? Dapatkah Manunggaling Kawulo Gusti?</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Salam,</p>
	<p>Maaf apabila saya ingin pula menyumbang sebuah pemikiran yang masih awam.</p>
	<p>Menurut saya istilah manunggaling kawulo gusti adalah meniadakan sosok manusia itu menjadikan sebuah kehampaan diri yang tampak hanyalah Allah semata, jika kita lihat dari segi penciptaan, manusia tercipta atas rahmat Allah, tumbuh atas rahmat Allah, dapat berbicara atas kehendak Allah, dapat melihat atas kehendak Allah, mendengar atas kehendak Allah, hidup dan bernafas atas kehandak Allah, dan manusia tak memiliki satu apapun di dunia ini melainkan Allah Yang Maha Memiliki, manusia tak memiliki hak apapun, maka dari itu hidup manusia ini juga bukan milik dirinya, bagaimana manusia dapat menyebut bahwa dirinya itu ada dan mempunyai hak? Bagaimana manusia itu dapat menyebut bahwa manusia dapat menghidupi dirinya sendiri? </p>
	<p>Allahlah satu-satunya yang berkuasa dan berhak menyebut bahwa Allah benar-benar ada. Manusia adalah seogok daging yang lemah, lumpuh, tak berdaya dan mati. Allah telah menghidupkannya, Allah telah meminjamkannya Ruh-Nya dan itu bukan hak dan milik kita. Semua yang ada didunia ini adalah milik-Nya. Kita tak berhak mengatakan bahwa kita memiliki sesuatu. Hidup kita adalah milik-Nya dan kita tidak berhak untuk mengambil dan memilikinya. Kita hanya diwajibkan menjaga milik-Nya. </p>
	<p>Maka dari itu apakah kita masih bisa berkata bahwa kita itu ada, bahwa kita itu exsis, bahwa kita itu berhak? Kita adalah sebuah kekosongan, dan yang hidup hanyalah Allah. Maka kembalikanlah diri kita Allah. Kembalikanlah Ruh kita kepada Allah dengan bersih sama ketika kita diberikan pinjaman Ruh yang suci oleh-Nya. Maka disaat kita telah siap untuk mengembalikan Ruh kita kepada Allah saat itu kita akan merasakan kemanunggalan dengan Allah.</p>
	<p>Semoga pendapat saya dapat mengupas tentang pertanyaan Siapakah Saya? dan Siapakah Allah? Dapatkah Manunggaling Kawulo Gusti?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: obifan</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-336</link>
		<pubDate>Mon, 03 Jul 2006 09:11:27 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-336</guid>
					<description>kecermatan dan kehati-hatian diperlukan untuk menjelaskan ungkapan ungkapan sufi.

salam

 </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>kecermatan dan kehati-hatian diperlukan untuk menjelaskan ungkapan ungkapan sufi.</p>
	<p>salam
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: firdaus</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-331</link>
		<pubDate>Tue, 27 Jun 2006 16:56:14 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-331</guid>
					<description>ah ada g jd kepikiran ma tmn g..dia nanya sepatu g dari kulit apa plastik , g bilang dari kulit..dia nanya lagi kulit apa , g bilang ga tau..dia bilang kok ga tau kan tiap ari lu pake..ah banyak yang g ga tau pohon yang tiap ari g lewatin aja kaga g tau jenisnya..orang 2 yang ktm dijalan g ga tau namanya..sampe makanan yang udah lewatin mulut g gue ga tau prosesnya...dah dilambung apa diusus..g ga tau berapa harus g kasih vitamin ke rambut g ..ah banyak yang g ga tau..yang wujud2 g ga tau..g heran banyak yang bicara mslh gaib..dan lebih parah tentang Allah SWT..pdhl dah jelas lihat perbuatannya..lihat perbuatannya jgn membahas zatnya..ah..hebatnya manusia sekarang..
wallahu'alam</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ah ada g jd kepikiran ma tmn g..dia nanya sepatu g dari kulit apa plastik , g bilang dari kulit..dia nanya lagi kulit apa , g bilang ga tau..dia bilang kok ga tau kan tiap ari lu pake..ah banyak yang g ga tau pohon yang tiap ari g lewatin aja kaga g tau jenisnya..orang 2 yang ktm dijalan g ga tau namanya..sampe makanan yang udah lewatin mulut g gue ga tau prosesnya&#8230;dah dilambung apa diusus..g ga tau berapa harus g kasih vitamin ke rambut g ..ah banyak yang g ga tau..yang wujud2 g ga tau..g heran banyak yang bicara mslh gaib..dan lebih parah tentang Allah SWT..pdhl dah jelas lihat perbuatannya..lihat perbuatannya jgn membahas zatnya..ah..hebatnya manusia sekarang..<br />
wallahu&#8217;alam
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Siswadi</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-153</link>
		<pubDate>Thu, 13 Apr 2006 00:17:14 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-153</guid>
					<description>memahami apa yang telah diucapkan oleh al-Hallaj dan syekh siti jenar mengenai&quot;ana al-haq&quot;bukan lah kata yng mudah untuk diucapkan namun butuh perjuangan yang tak kalah berat rintangan yang mereka hadapi.kesenangan dunia ditinggalkan nafsu di kesampingkan.kita manusia biasa, kebanyakan tak memahami hakikat dari katkata itu.mereka yang telah mencapai derajat ma'rifatullah mengucapkan kata itu disaat menyatu dengan Allah (hulul), kita tak berhak membuat pernyataan mereka salah tidak justru kita yang salah kita terlalu gegabah menafsirkan perkataan orang lain sementara kita manusia penuh dosa,perut masih penuh dgn makanan haram, rumah dipenuhi harta korupsi di masnyarakat mengaku suci.hanay mereka yang sudah mencapai tingkat hakikat lah yang mampu merasakan kenikmatan pertemuan.
mungkin cukup samapai disini dulu lain kali saya akan lanjutkan lagi. 
semoga ada manfaatnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>memahami apa yang telah diucapkan oleh al-Hallaj dan syekh siti jenar mengenai&#8221;ana al-haq&#8221;bukan lah kata yng mudah untuk diucapkan namun butuh perjuangan yang tak kalah berat rintangan yang mereka hadapi.kesenangan dunia ditinggalkan nafsu di kesampingkan.kita manusia biasa, kebanyakan tak memahami hakikat dari katkata itu.mereka yang telah mencapai derajat ma&#8217;rifatullah mengucapkan kata itu disaat menyatu dengan Allah (hulul), kita tak berhak membuat pernyataan mereka salah tidak justru kita yang salah kita terlalu gegabah menafsirkan perkataan orang lain sementara kita manusia penuh dosa,perut masih penuh dgn makanan haram, rumah dipenuhi harta korupsi di masnyarakat mengaku suci.hanay mereka yang sudah mencapai tingkat hakikat lah yang mampu merasakan kenikmatan pertemuan.<br />
mungkin cukup samapai disini dulu lain kali saya akan lanjutkan lagi.<br />
semoga ada manfaatnya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Freemind</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-90</link>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2006 15:28:27 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-90</guid>
					<description>Salud Mas Chamid..

Saya sangat setuju dgn pendapat anda.. tp ada yg agak beda menurut pandangan saya. saya jg mencoba memakai bahasa hakikat. Sifat manusia pd hakekatnya adalah pencerminan sifat Allah meski dlm kadar minimalis. Wujud qidam baqa dst itu terdapat jg di manusia. Menyangkut hal ini seyakin2nya manusia diberi sifat &quot;kun faya kun&quot; atas dirinya... kemana dia mau melangkah maka melangkahlah dia.. Allah selalu meridhoi / mengijinkan hambanya untuk bertindak. Namun tindakan ini adalah tanggungjawab masing2 individu. apapun hasilnya hrs dipertanggungjawabkan oleh masing2.

Kalimat &quot;la haulawala quwwata illabillahil aliyyil adzim&quot; sesungguhnya hanya penggambaran kepasrahan seseorang dlm melangkah. Tentunya hrs ada kesemangatan dlm kepasrahan itu. Soal hasil urusan belakangan yg penting saya berusaha sekuat mungkin.

Soal tulisan anda : &quot;Hakikat adalah Allah, sebagai tujuan ahir dari segala tujuan. memang paham ahli sunah mengajarkan : syariat, tarikot, dan hakikat. tapi kalo kita bisa sampai pada tujuan ahir / hakikat tanpa syariat dan tarikot knp juga harus susah2 melakukan syariat dan tarikot.&quot; ini saya setuju namun ada yg kurang mungkin.. ada 5 langkah : syariat, tarekat, makrifat, hakekat dan karomah. hal ini adalah paket dalam hidup. jika dijalankan 1-1 akan pincang. ada analogi buat 5 langkah itu. Syariat, tarekat, makrifat, hakekat dan karomah dianalogikan membaca, melakukan, merasakan, menyimpulkan dan menyempurnakan. contoh gini : ada roko merk X. ga bisa tiba2 menyimpulkan roko X itu begini. aturan mainnya adalah dibaca dulu, dibuka bungkusnya lalu dibakar, diisep, oh.. rasanya gini dan terakhir sempurna sdh siklusnya dan bisa disampaikan ke orang lain. orang2 disyareat kebanyakan adalah hanya membaca dan merasa dah sempurna padahal blom tau jalannya apalagi tau rasanya. gambaran sederhana saja.

Kembali ke topik awal. inti penekanan ada di &quot;Dalam tradisi puisi sufi, Gusti, atau Raja dengan huruf besar menyimbolkan Allah. Sedangkan ‘gusti’, atau ‘tuan’ dengan huruf kecil, menyimbolkan jiwa yang telah suci dan tenang (nafs muthma’innah) yang memimpin dan menjadi tuan bagi sang raga untuk menuju Allah&quot;

Ada kalimat yg menyatakan (menyadur post Mas Chamid) &quot; ” alastu birobbikum, qolu balaa syahidna… sebelum roh di tiupkan ke jasad …&quot; kutiupkan sebagian RuhKu
Ada lg kalimat &quot;Aku tak jauh dr urat lehermu&quot;
Dr kalimat2 diatas artinya ada 3 objek. 
- Kutiupkan = ada yg meniup = Allah
- Sebagian RuhKu = Rohulloh / Ruh buat menghidupkan manusia sebut saja jiwa yg suci ato hati nurani ato kata hati dll
- Urat lehermu = ada wadah tempat tampungan Ruh

Maka bs disimpulkan dalam Aku ada Allah. Allah disini perwakilan Allah dlm bentuk jiwa yg suci. dia tdk berkata bohong. salah ya salah, benar ya benar, akal pikir yg jahil saja yg menawar2 untuk bertindak ngawur.

Melihat jabaran diatas mungkin akan mirip dgn paham Trinitas Nasrani. mrk sesungguhnya tdk memecah Allah jd 3. tp 3 dlm 1. cuma masalah pemakaian bahasa saja yg bikin ricuh.

demikian pendapat saya. mohon maaf bila terkesan menggurui. tak ada maksud sedikitpun. mohon masukan dan koreksinya..

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Salud Mas Chamid..</p>
	<p>Saya sangat setuju dgn pendapat anda.. tp ada yg agak beda menurut pandangan saya. saya jg mencoba memakai bahasa hakikat. Sifat manusia pd hakekatnya adalah pencerminan sifat Allah meski dlm kadar minimalis. Wujud qidam baqa dst itu terdapat jg di manusia. Menyangkut hal ini seyakin2nya manusia diberi sifat &#8220;kun faya kun&#8221; atas dirinya&#8230; kemana dia mau melangkah maka melangkahlah dia.. Allah selalu meridhoi / mengijinkan hambanya untuk bertindak. Namun tindakan ini adalah tanggungjawab masing2 individu. apapun hasilnya hrs dipertanggungjawabkan oleh masing2.</p>
	<p>Kalimat &#8220;la haulawala quwwata illabillahil aliyyil adzim&#8221; sesungguhnya hanya penggambaran kepasrahan seseorang dlm melangkah. Tentunya hrs ada kesemangatan dlm kepasrahan itu. Soal hasil urusan belakangan yg penting saya berusaha sekuat mungkin.</p>
	<p>Soal tulisan anda : &#8220;Hakikat adalah Allah, sebagai tujuan ahir dari segala tujuan. memang paham ahli sunah mengajarkan : syariat, tarikot, dan hakikat. tapi kalo kita bisa sampai pada tujuan ahir / hakikat tanpa syariat dan tarikot knp juga harus susah2 melakukan syariat dan tarikot.&#8221; ini saya setuju namun ada yg kurang mungkin.. ada 5 langkah : syariat, tarekat, makrifat, hakekat dan karomah. hal ini adalah paket dalam hidup. jika dijalankan 1-1 akan pincang. ada analogi buat 5 langkah itu. Syariat, tarekat, makrifat, hakekat dan karomah dianalogikan membaca, melakukan, merasakan, menyimpulkan dan menyempurnakan. contoh gini : ada roko merk X. ga bisa tiba2 menyimpulkan roko X itu begini. aturan mainnya adalah dibaca dulu, dibuka bungkusnya lalu dibakar, diisep, oh.. rasanya gini dan terakhir sempurna sdh siklusnya dan bisa disampaikan ke orang lain. orang2 disyareat kebanyakan adalah hanya membaca dan merasa dah sempurna padahal blom tau jalannya apalagi tau rasanya. gambaran sederhana saja.</p>
	<p>Kembali ke topik awal. inti penekanan ada di &#8220;Dalam tradisi puisi sufi, Gusti, atau Raja dengan huruf besar menyimbolkan Allah. Sedangkan ‘gusti’, atau ‘tuan’ dengan huruf kecil, menyimbolkan jiwa yang telah suci dan tenang (nafs muthma’innah) yang memimpin dan menjadi tuan bagi sang raga untuk menuju Allah&#8221;</p>
	<p>Ada kalimat yg menyatakan (menyadur post Mas Chamid) &#8221; ” alastu birobbikum, qolu balaa syahidna… sebelum roh di tiupkan ke jasad …&#8221; kutiupkan sebagian RuhKu<br />
Ada lg kalimat &#8220;Aku tak jauh dr urat lehermu&#8221;<br />
Dr kalimat2 diatas artinya ada 3 objek.<br />
- Kutiupkan = ada yg meniup = Allah<br />
- Sebagian RuhKu = Rohulloh / Ruh buat menghidupkan manusia sebut saja jiwa yg suci ato hati nurani ato kata hati dll<br />
- Urat lehermu = ada wadah tempat tampungan Ruh</p>
	<p>Maka bs disimpulkan dalam Aku ada Allah. Allah disini perwakilan Allah dlm bentuk jiwa yg suci. dia tdk berkata bohong. salah ya salah, benar ya benar, akal pikir yg jahil saja yg menawar2 untuk bertindak ngawur.</p>
	<p>Melihat jabaran diatas mungkin akan mirip dgn paham Trinitas Nasrani. mrk sesungguhnya tdk memecah Allah jd 3. tp 3 dlm 1. cuma masalah pemakaian bahasa saja yg bikin ricuh.</p>
	<p>demikian pendapat saya. mohon maaf bila terkesan menggurui. tak ada maksud sedikitpun. mohon masukan dan koreksinya..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: hadi hermawan</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-88</link>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2006 13:08:57 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-88</guid>
					<description>maaf kalau salah, mengenai manunggaling roso, tercantum di hadis  tentang AKUnya AKU, kemudian datangnya NABI KIDIR yg akan membunuh manusia yg tidak tidak ketemu AKUnya AKU</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>maaf kalau salah, mengenai manunggaling roso, tercantum di hadis  tentang AKUnya AKU, kemudian datangnya NABI KIDIR yg akan membunuh manusia yg tidak tidak ketemu AKUnya AKU
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-81</link>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2006 13:42:25 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-81</guid>
					<description>Salaam, sahabat-sahabat.

Sungguh saya tidak mengharapkan blog ini jadi ajang perdebatan. Oleh karena itu, saya mengharapkan komen yang dikirim adalah komen yang santun, dengan argumen yang jelas.

Banyak komen yang masuk, jika hanya sekedar 'kalian seperti anak kecil, kayak saya doong' atau kata-kata keras dengan tiga atau empat tanda seru, atau hanya sebuah komen tapi tanpa landasan dan alur berfikir, tentu tidak akan saya muat. Silahkan bikin forum sendiri saja kalau mau :) 

After all, bukan itu tujuan blog ini. Sementara all comments saya moderasi. 

Oh ya, tentu saja saya bukan ahli ma'rifat... saya belum mengenal Dia... itu jelas. Mohon maaf kepada sahabat-sahabat yang kebetulan lebih memahami persoalan ma'rifat, Manunggaling kawulo gusti dan lain sebagainya, jika ternyata saya masih bodoh dan hanya orang sok tahu, karena memang saya hanya seorang yang sedang belajar. Terimakasih atas sedekah 'sok tahu'nya.. :)

&lt;em&gt;Anyway&lt;/em&gt;, terimakasih juga atas segala komen yang disampaikan maupun atensinya. 

Semoga kita senantiasa diajari-Nya pengetahuan yang benar...

Oh ya, buat sahabat-sahabat yang meminta pembaca untuk sebaiknya belajar ilmu tentang ma'rifat kepada anda dan meminta saya untuk memuat nomor hp/alamat emailnya di sini supaya bisa dihubungi, beritahu saja saya. Sementara ini tidak saya cantumkan karena saya khawatir e-mail anda akan dipenuhi spam (lewat automatic tracker), atau hp anda akan penuh dengan message yang mempertanyakan persoalan tersebut. 

Tapi jika memang sudah yakin, beritahu saya saja, mungkin saya akan memuat nomor hp dan alamat anda di sini. 

</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Salaam, sahabat-sahabat.</p>
	<p>Sungguh saya tidak mengharapkan blog ini jadi ajang perdebatan. Oleh karena itu, saya mengharapkan komen yang dikirim adalah komen yang santun, dengan argumen yang jelas.</p>
	<p>Banyak komen yang masuk, jika hanya sekedar &#8216;kalian seperti anak kecil, kayak saya doong&#8217; atau kata-kata keras dengan tiga atau empat tanda seru, atau hanya sebuah komen tapi tanpa landasan dan alur berfikir, tentu tidak akan saya muat. Silahkan bikin forum sendiri saja kalau mau <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
	<p>After all, bukan itu tujuan blog ini. Sementara all comments saya moderasi. </p>
	<p>Oh ya, tentu saja saya bukan ahli ma&#8217;rifat&#8230; saya belum mengenal Dia&#8230; itu jelas. Mohon maaf kepada sahabat-sahabat yang kebetulan lebih memahami persoalan ma&#8217;rifat, Manunggaling kawulo gusti dan lain sebagainya, jika ternyata saya masih bodoh dan hanya orang sok tahu, karena memang saya hanya seorang yang sedang belajar. Terimakasih atas sedekah &#8217;sok tahu&#8217;nya.. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
	<p><em>Anyway</em>, terimakasih juga atas segala komen yang disampaikan maupun atensinya. </p>
	<p>Semoga kita senantiasa diajari-Nya pengetahuan yang benar&#8230;</p>
	<p>Oh ya, buat sahabat-sahabat yang meminta pembaca untuk sebaiknya belajar ilmu tentang ma&#8217;rifat kepada anda dan meminta saya untuk memuat nomor hp/alamat emailnya di sini supaya bisa dihubungi, beritahu saja saya. Sementara ini tidak saya cantumkan karena saya khawatir e-mail anda akan dipenuhi spam (lewat automatic tracker), atau hp anda akan penuh dengan message yang mempertanyakan persoalan tersebut. </p>
	<p>Tapi jika memang sudah yakin, beritahu saya saja, mungkin saya akan memuat nomor hp dan alamat anda di sini.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: alif</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-75</link>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2006 12:41:51 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-75</guid>
					<description>hehehe... kok pada rame soal manunggaling kawulo gusti dan ana al haqq sih. kalian ini kayak anak kecil. semuanya masih sibuk mengukur panjang garis pantai dan menebak indahnya samudra dari kejauhan. mana bisa? 

kalian cuma orang2 sok benar. punya satu mulut tapi banyak mulut. punya gelas ukur tapi gak pernah minum. 

udah deh, damai aja. kalau mau tau soal kebenaran yang hakiki, mau comot ayat apa saja juga bisa buat nerangin. dg ayat bismillaahirrahmaanirrahiim saja, kita bisa belajar tentang ahadiyah sampai insan kamil, tentang segala aneka ruh, tentang surga neraka, tentang reinkarnasi, tentang bulu sampai sumsum. gitu aja kok ribut. maunya semua benar ya?

yeee… anak kecil! kagak pantes ngomongin ana al haqq. masih pada mau benernya sendiri…

candra/alif malik, — kyai kirik. kagak butuh surga, kagak takut neraka –
bcb depok, 0812-263-6135 

----------------------------

ini hadiah kecil buat kalian yang suka tengkar. hehehe. sebuah puisi kecil:

Adaku Tiada

Allah, aku kesepian
Dalam sendiriku, yang ada hanya Engkau
Di mana aku, tak perlu lagi ditanya
Di mana Engkau, tak usah lagi dijawab
Sepiku SendiriMu
SepiMu sendiriku

Allah, aku sunyi
Dalam diamku, tiada ucap selain namaMu
Tak ada yang sentuh heningku
Tak ada yang jangkau sepiMu
Aku dalam selaput Rahasia Dikau	

Allah, aku sedih
Dalam pedihku, perpisahan kuratapi
Dalam perihku, perjumpaan kudambai
Duka ini abadi
Kurindu RinduMu, kucinta CintaMu

Allah, aku binasa
Daku tiada ada selain sirna
Diriku lenyap, DiriMu senyap
Musnah sudah segala wajah
Maha Agung Engkau 
Dzat Yang Ada Awal Kekal

Depok, 17 Ramadan 1426 H       						
Alif Malik
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>hehehe&#8230; kok pada rame soal manunggaling kawulo gusti dan ana al haqq sih. kalian ini kayak anak kecil. semuanya masih sibuk mengukur panjang garis pantai dan menebak indahnya samudra dari kejauhan. mana bisa? </p>
	<p>kalian cuma orang2 sok benar. punya satu mulut tapi banyak mulut. punya gelas ukur tapi gak pernah minum. </p>
	<p>udah deh, damai aja. kalau mau tau soal kebenaran yang hakiki, mau comot ayat apa saja juga bisa buat nerangin. dg ayat bismillaahirrahmaanirrahiim saja, kita bisa belajar tentang ahadiyah sampai insan kamil, tentang segala aneka ruh, tentang surga neraka, tentang reinkarnasi, tentang bulu sampai sumsum. gitu aja kok ribut. maunya semua benar ya?</p>
	<p>yeee… anak kecil! kagak pantes ngomongin ana al haqq. masih pada mau benernya sendiri…</p>
	<p>candra/alif malik, — kyai kirik. kagak butuh surga, kagak takut neraka –<br />
bcb depok, 0812-263-6135 </p>
	<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
	<p>ini hadiah kecil buat kalian yang suka tengkar. hehehe. sebuah puisi kecil:</p>
	<p>Adaku Tiada</p>
	<p>Allah, aku kesepian<br />
Dalam sendiriku, yang ada hanya Engkau<br />
Di mana aku, tak perlu lagi ditanya<br />
Di mana Engkau, tak usah lagi dijawab<br />
Sepiku SendiriMu<br />
SepiMu sendiriku</p>
	<p>Allah, aku sunyi<br />
Dalam diamku, tiada ucap selain namaMu<br />
Tak ada yang sentuh heningku<br />
Tak ada yang jangkau sepiMu<br />
Aku dalam selaput Rahasia Dikau	</p>
	<p>Allah, aku sedih<br />
Dalam pedihku, perpisahan kuratapi<br />
Dalam perihku, perjumpaan kudambai<br />
Duka ini abadi<br />
Kurindu RinduMu, kucinta CintaMu</p>
	<p>Allah, aku binasa<br />
Daku tiada ada selain sirna<br />
Diriku lenyap, DiriMu senyap<br />
Musnah sudah segala wajah<br />
Maha Agung Engkau<br />
Dzat Yang Ada Awal Kekal</p>
	<p>Depok, 17 Ramadan 1426 H<br />
Alif Malik
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: chamid</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-73</link>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2006 00:47:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-73</guid>
					<description>untuk mas kuswandani,

jadi apakah maksud mas ini, kalo kebaikan dari Allah sedangkan kejahatan dari manusia itu sendiri????

lebih jelasnya lagi tolong baca buku &quot;suluk syeh siti jenar&quot; 6 jilid. dengan pengantar KH Mustofa Bisri.

...begitu banyak orang berpendapat tentang Aku, Tapi aku adalah rahasia Ku. dan aku adalah milik KU</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>untuk mas kuswandani,</p>
	<p>jadi apakah maksud mas ini, kalo kebaikan dari Allah sedangkan kejahatan dari manusia itu sendiri????</p>
	<p>lebih jelasnya lagi tolong baca buku &#8220;suluk syeh siti jenar&#8221; 6 jilid. dengan pengantar KH Mustofa Bisri.</p>
	<p>&#8230;begitu banyak orang berpendapat tentang Aku, Tapi aku adalah rahasia Ku. dan aku adalah milik KU
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-70</link>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2006 10:16:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-70</guid>
					<description>Sebenarnya akan jauh lebih bermanfaat jika ayat tersebut dicantumkan... itu ayat yang mana ya? </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sebenarnya akan jauh lebih bermanfaat jika ayat tersebut dicantumkan&#8230; itu ayat yang mana ya?
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: alif</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-69</link>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2006 10:11:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-69</guid>
					<description>ana al haqq. apa yang diucapkan hallaj itu mahabenar. dia sebenarnya tidak sedang berproklamasi, melainkan sedang membaca al qur'an. pada surat apa kalimat itu terdapat, saya tidak akan beberkan di sini. silakan temukan sendiri. yang jelas, arti ayat itu menurut terjemahan depag adalah &quot;Akulah kebenaran, dan segala perkataanKu adalah kebenaran.&quot;

alif malik,
bcb depok</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>ana al haqq. apa yang diucapkan hallaj itu mahabenar. dia sebenarnya tidak sedang berproklamasi, melainkan sedang membaca al qur&#8217;an. pada surat apa kalimat itu terdapat, saya tidak akan beberkan di sini. silakan temukan sendiri. yang jelas, arti ayat itu menurut terjemahan depag adalah &#8220;Akulah kebenaran, dan segala perkataanKu adalah kebenaran.&#8221;</p>
	<p>alif malik,<br />
bcb depok
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: kuswandani</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-67</link>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2006 11:14:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-67</guid>
					<description>menanggapi lagi tulisan mas chamid, dalam petikannya:
jika misalnya saya melakukan sholat, esensinya itu juga Allah yang 
menggerakkan, jika saya melakukan maksiat Hakikatnya itu juga Allah yang 
menggerakkan. karena hakikatnya Aku adalah Tidak ada dan tidak punya 
apa2. semua adalah Allah &quot;waidza aroda syaian an yaqula lahu kun fayakun&quot; 
( Rukun Iman ke 6 : percaya pada takdir baik dan buruk. jika seumpama 
saya rajin sholat, beribadah kpd Allah berarti Allah menakdirkan baik 
kepada saya, dan begitu juga sebaliknya)

ini membuat saya merinding juga. 
jika maksiat manusia hakekatnya Allah yang menggerakan, maka ketika diciptakan neraka untuk pembersihan, khawatir orang2 kemudian memahaminya, lho kok manusia berbuat salah yang hakekatnya Allah yang menggerakan, tapi kok dimasukkan ke neraka? Allah gak adil dong..... dan buat apa sebenarnya neraka dan surga itu tercipta kalau semua gerak manusia bersumber &quot;hakekat&quot;nya dari Allah?

saya pribadi menilai konsep semua hakikat datang dari Allah, semua langkah kaki, gerak tangan, isapan nafas, kerling mata dan seterusnya Allah sebagai hakikat tertinggi yang menggerakkan. tidak ada peran manusia di situ........ ini benar bagi mereka yang telah memasuki jenjang kualitas penghambaan yang telah mencapai puncaknya. kalau dalam konsep tasawuf lain ini ditujukan kepada mereka yang telah menemukan 'rasul' dalam dirinya. yang tangannya adalah tangan Allah, matanya mata Allah, gerakannya adalah gerakan atas kehendak Allah. 

tapi.... tapi bukan kepada setiap manusia......

seseorang berbuat maksiat maka yang menggerakan orang itu berbuat adalah bersumber dari dirinya sendiri..... mohon dibuka  ayat quran, (hanya sebagai penguat saja, walaupun itu memang makhluq Allah juga tapi sesuatu yang suci) yang berbicara tentang, ketika seserorang berbuat baik maka itu datang dari Allah, dan sebaliknya ketika seseorang melakukan kejahatan maka itu dari dirinya sendiri..... insya Allah mas chamid sudah hapal dengan ayat ini....

 dalam konsep yang saya yakini hari ini.... seseorang -dalam bahasa ekstrimnya- harus menjadi qadariyyah dulu, semua berawal dari kehendak diri, kehendak manusia, ingin mencari Allah atau tidak, ingin mengenal Allah atau tidak, ingin dapat memahami hakikat hidup atau tidak..... lalu Allah menyambut para hamba yang ingin mengenal-Nya, hingga suatu saat. -sebuah hadis qudsi menyebutkan- ketika seseorang sudah mengabdi dengan baik, sudah melaksanakan ibadah sunnat dengan baik, maka Allah akan menyambutnya, menjadi tangannya, menjadi telinganya, menjadi langkah kakinya kemanapun dia pergi.... jadilah dia sebagai seorang yang jabariyyah.... semuanya, hakekatnya pada dasarnya adalah Allah semata yang Maha Tunngal yang Maha Menggerakan Yang Maha berkuasa...... Hakekatnya semuanya bersumber dari Dia Ta'ala semata......
wallahu a'lam bish-shawab.
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>menanggapi lagi tulisan mas chamid, dalam petikannya:<br />
jika misalnya saya melakukan sholat, esensinya itu juga Allah yang<br />
menggerakkan, jika saya melakukan maksiat Hakikatnya itu juga Allah yang<br />
menggerakkan. karena hakikatnya Aku adalah Tidak ada dan tidak punya<br />
apa2. semua adalah Allah &#8220;waidza aroda syaian an yaqula lahu kun fayakun&#8221;<br />
( Rukun Iman ke 6 : percaya pada takdir baik dan buruk. jika seumpama<br />
saya rajin sholat, beribadah kpd Allah berarti Allah menakdirkan baik<br />
kepada saya, dan begitu juga sebaliknya)</p>
	<p>ini membuat saya merinding juga.<br />
jika maksiat manusia hakekatnya Allah yang menggerakan, maka ketika diciptakan neraka untuk pembersihan, khawatir orang2 kemudian memahaminya, lho kok manusia berbuat salah yang hakekatnya Allah yang menggerakan, tapi kok dimasukkan ke neraka? Allah gak adil dong&#8230;.. dan buat apa sebenarnya neraka dan surga itu tercipta kalau semua gerak manusia bersumber &#8220;hakekat&#8221;nya dari Allah?</p>
	<p>saya pribadi menilai konsep semua hakikat datang dari Allah, semua langkah kaki, gerak tangan, isapan nafas, kerling mata dan seterusnya Allah sebagai hakikat tertinggi yang menggerakkan. tidak ada peran manusia di situ&#8230;&#8230;.. ini benar bagi mereka yang telah memasuki jenjang kualitas penghambaan yang telah mencapai puncaknya. kalau dalam konsep tasawuf lain ini ditujukan kepada mereka yang telah menemukan &#8216;rasul&#8217; dalam dirinya. yang tangannya adalah tangan Allah, matanya mata Allah, gerakannya adalah gerakan atas kehendak Allah. </p>
	<p>tapi&#8230;. tapi bukan kepada setiap manusia&#8230;&#8230;</p>
	<p>seseorang berbuat maksiat maka yang menggerakan orang itu berbuat adalah bersumber dari dirinya sendiri&#8230;.. mohon dibuka  ayat quran, (hanya sebagai penguat saja, walaupun itu memang makhluq Allah juga tapi sesuatu yang suci) yang berbicara tentang, ketika seserorang berbuat baik maka itu datang dari Allah, dan sebaliknya ketika seseorang melakukan kejahatan maka itu dari dirinya sendiri&#8230;.. insya Allah mas chamid sudah hapal dengan ayat ini&#8230;.</p>
	<p> dalam konsep yang saya yakini hari ini&#8230;. seseorang -dalam bahasa ekstrimnya- harus menjadi qadariyyah dulu, semua berawal dari kehendak diri, kehendak manusia, ingin mencari Allah atau tidak, ingin mengenal Allah atau tidak, ingin dapat memahami hakikat hidup atau tidak&#8230;.. lalu Allah menyambut para hamba yang ingin mengenal-Nya, hingga suatu saat. -sebuah hadis qudsi menyebutkan- ketika seseorang sudah mengabdi dengan baik, sudah melaksanakan ibadah sunnat dengan baik, maka Allah akan menyambutnya, menjadi tangannya, menjadi telinganya, menjadi langkah kakinya kemanapun dia pergi&#8230;. jadilah dia sebagai seorang yang jabariyyah&#8230;. semuanya, hakekatnya pada dasarnya adalah Allah semata yang Maha Tunngal yang Maha Menggerakan Yang Maha berkuasa&#8230;&#8230; Hakekatnya semuanya bersumber dari Dia Ta&#8217;ala semata&#8230;&#8230;<br />
wallahu a&#8217;lam bish-shawab.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: chamid</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-66</link>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2006 01:50:04 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-66</guid>
					<description>mengenai manunggaling kawulo gusti.

yang di maksud &quot;kawulo&quot; di sini bukan perorangan / manusia saja. yang di maksud kawulo di sini adalah semua mahluk Allah swt, baik yang di katakan hidup / mati. jadi  istilah manunggaling kewan gusti, manunggaling bumi gusti DLL hanyalah spesifikasi dari &quot;Manunggaling kawulo gusti&quot;

alasannya karena &quot;Kullu maujudin siwa Allah Adam, wakullu adamin mahluq&quot;


jadi kawulo di sini bukan hanya manusia saja, tetapi meliputi mahluk Allah yang laen, baik yang hidup / yang mati.

terima kasih 

wassalamualaikum...........</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>mengenai manunggaling kawulo gusti.</p>
	<p>yang di maksud &#8220;kawulo&#8221; di sini bukan perorangan / manusia saja. yang di maksud kawulo di sini adalah semua mahluk Allah swt, baik yang di katakan hidup / mati. jadi  istilah manunggaling kewan gusti, manunggaling bumi gusti DLL hanyalah spesifikasi dari &#8220;Manunggaling kawulo gusti&#8221;</p>
	<p>alasannya karena &#8220;Kullu maujudin siwa Allah Adam, wakullu adamin mahluq&#8221;</p>
	<p>jadi kawulo di sini bukan hanya manusia saja, tetapi meliputi mahluk Allah yang laen, baik yang hidup / yang mati.</p>
	<p>terima kasih </p>
	<p>wassalamualaikum&#8230;&#8230;&#8230;..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Herry</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-61</link>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2006 14:06:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2006/01/02/sedikit-tentang-anal-haqq-samakah-dengan-akulah-allah/#comment-61</guid>
					<description>Anda benar, mas Kus. Dalam pengertian yang lebih sederhana, memang 'manunggaling kawulo-gusti' adalah jasad yang sudah tunduk pada jiwa mutma'innah nya. 

Tapi dalam level pengertian yang lebih dalam, memang sebenarnya jasad dan jiwa mutma'innahnya yang telah tunduk pada Ruh Al-Quds. Hanya saja masalah Ruh Al-Quds ini agak sulit membahasakannya.

Terimakasih banyak masukannya. :) </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Anda benar, mas Kus. Dalam pengertian yang lebih sederhana, memang &#8216;manunggaling kawulo-gusti&#8217; adalah jasad yang sudah tunduk pada jiwa mutma&#8217;innah nya. </p>
	<p>Tapi dalam level pengertian yang lebih dalam, memang sebenarnya jasad dan jiwa mutma&#8217;innahnya yang telah tunduk pada Ruh Al-Quds. Hanya saja masalah Ruh Al-Quds ini agak sulit membahasakannya.</p>
	<p>Terimakasih banyak masukannya. <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
