<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Mampukah SQ Menyentuh Aspek Esoteris Agama : Sebuah Apresiasi Kritis terhadap Spiritual Quotience</title>
	<link>http://suluk.blogsome.com/2005/06/21/mampukah-sq-menyentuh-aspek-esoteris-agama-sebuah-apresiasi-kritis-terhadap-spiritual-quotience/</link>
	<description>Herry Mardian's site: Kumpulan artikel, renungan, tulisan, dan jurnal tentang Allah, jati diri, makna Al-Qur'an, makna agama dan makna hidup.</description>
	<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 22:51:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: adjipamungkas</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2005/06/21/mampukah-sq-menyentuh-aspek-esoteris-agama-sebuah-apresiasi-kritis-terhadap-spiritual-quotience/#comment-1317</link>
		<pubDate>Sat, 15 Mar 2008 10:40:38 +0000</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2005/06/21/mampukah-sq-menyentuh-aspek-esoteris-agama-sebuah-apresiasi-kritis-terhadap-spiritual-quotience/#comment-1317</guid>
					<description>salam mas widy kajian serambi suluk makassar tetap jalan ....btw mas widy di sarankan mengikuti kembali kelas bina qalbu..untuk merefresh dasar pengetahuannya silahkan menghubungi ..panitia kbq di 08124261945 atau ke kajian bq setiap hari minggu di gedung akper yapma (yayasan pendidikan makasar) jl maccini raya </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>salam mas widy kajian serambi suluk makassar tetap jalan &#8230;.btw mas widy di sarankan mengikuti kembali kelas bina qalbu..untuk merefresh dasar pengetahuannya silahkan menghubungi ..panitia kbq di 08124261945 atau ke kajian bq setiap hari minggu di gedung akper yapma (yayasan pendidikan makasar) jl maccini raya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: widy thayf</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2005/06/21/mampukah-sq-menyentuh-aspek-esoteris-agama-sebuah-apresiasi-kritis-terhadap-spiritual-quotience/#comment-1091</link>
		<pubDate>Tue, 16 Oct 2007 09:23:29 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2005/06/21/mampukah-sq-menyentuh-aspek-esoteris-agama-sebuah-apresiasi-kritis-terhadap-spiritual-quotience/#comment-1091</guid>
					<description>Apakah kajian serambi suluk di makassar telah berakhir? mohon infonya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Apakah kajian serambi suluk di makassar telah berakhir? mohon infonya.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: s</title>
		<link>http://suluk.blogsome.com/2005/06/21/mampukah-sq-menyentuh-aspek-esoteris-agama-sebuah-apresiasi-kritis-terhadap-spiritual-quotience/#comment-954</link>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 06:09:27 +0100</pubDate>
		<guid>http://suluk.blogsome.com/2005/06/21/mampukah-sq-menyentuh-aspek-esoteris-agama-sebuah-apresiasi-kritis-terhadap-spiritual-quotience/#comment-954</guid>
					<description>Ass wr wb
Iqra bismi robikal ladzi kholak.....
hi . dari pada gak ada komentarnya jadi ane isi nyambung gak nyambung ga dipikirin dech

Iqra..  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

Baca !...
Ketika ayat ini turun maka rosul (Muhammad) bertanya ma’aqro/apa yang harus saya baca? Ada juga yang menyebutkan beliau, berkata ma’ ana ma qori/saya tidak bisa membaca (ummi).
Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.

Seperti itukah ?
Arti kata dari baca seperti dalam beberapa kamus adalah menyampai-kan,menelaah,mendalami,meneliti,mengetahui ciri-ciri sesuatu yang semuanya itu bermuara pada arti menghimpun.
 
Renungan
Bila kita berjalan dan bertemu seseorang (baik terpelajar ataupun tidak) lalu kita katakan baca!...(tentunya berkenalan dulu dech) maka kemungkinan yang timbul adalah :
	~ dia menjawab apa yang harus saya baca?.
	~ dia akan berkata saya tidak bisa membaca.
Tentunya kedua reaksi diatas adalah sangat relevan dan bisa dimengerti.

Tinjauan
 Mari kita lihat pemaparan Alquran 

  Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. Qs 32:9
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.qs 16:78
 Dan dialah yang Telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. amat sedikitlah kamu bersyukur.qs 23:78
 yang dimaksud dengan bersyukur di ayat Ini ialah menggunakan alatt-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah s.w.t. serta taat dan patuh kepada-Nya. 

Dan masih banyak lagi ayat di al quran yang menerangkan ini.
Pendengaran,penglihatan dan hati sungguh inilah 3 pokok yang diberikan oleh Allah kepada manusia untuk menjadikannya sebagai kalifah/pemimpin.
Pendengaran,manakah yang menjadikan mendengar? Telinga ataukah pendengaran itu sendiri.
Penglihatan, manakah yang melihat ? mata atau penglihatannya sendiri.
Hati, manakah hati? Apakah hati seperti yang kita kenal berupa segumpal darah ataukah hati/qalb yang dengannya kita dapat petunjuk

8.  Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
9.  Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
10.  Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.  (qs.as Syam 91:8-10)

Baca!...
Inilah perintah pertama yang diturunkan oleh Allah kepada rosul Muhammad se-bagai manusia seperti halnya kita.

93.  ….. Katakanlah: &quot;Maha Suci Tuhanku, bukankah Aku Ini Hanya seorang manusia yang menjadi ra-sul?&quot;

Shibghah Allah[91]. dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan Hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. (qs 2:138)

Sungguh Allah dengan ilmuNya adalah pencelup/perancang/pencipta yang maha sempurna,Dia bentuk sebuah rancang bangun pasti alam dengan sangat hebat,dengan satu persiapan yang sungguh sangat teliti.
Maka diturunkan/dilahirkanlah manusia kebumi dengan tidak membawa apa-apa kecuali 3 hal yang berpasangan; telinga beserta pendengarannya,mata beserta penglihatannya dan hati yang dengan itu manusia dapat mengeta-hui/mengenal dan mengambil pelajaran/ajaranNya.

  Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.q.s 16-78
lihat juga Al mukminun 78, qs 32:9 dan masih banyak lagi.

Proses mem-Baca :
 Adalah suatu proses menyusun/menghimpun sejumlah gambaran/data/simbol yang bertebaran dihadapannya baik itu yang terdengar,ataupun terlihat,hingga menjadi suatu kesimpulan sesaat/permanent berdasar pada tingkat kesadaran/intelektualitas sesorang dimana hati/kecondongan hati adalah faktor penentu dari tindak lanjut, atas apa yang tersampaikan dari tujuan /maksud/makna dari yang terhimpun.

Baca!...
Maka dihamparkan/dipergelarkanlah kepada rosul Muhammad satu kenyataan hidup yang syar (atas pemikiran dzulumat) dan Nur (atas ajaran Allah menurut sunah rosul-rosul terdahulu),ditingkahi kehidupan campur-aduk atas keduanya.(perjalanan muhammad sebelum turun ayat ini,dimana pada saat itu kehidupan umat manusia adalah jahiliyah/barbar). Adakah jawaban dari pencariannya,mana yang benar? seperti inikah yang ditinggalkan oleh rosul-rosul terdahulu?..... mana yang benar?....mana?...hingga akhirnya…
Rosul Muhammad berkata saya tidak bisa mem-baca-nya dari sudut pandang saya.

Baca!…baca!…baca!...
Bacalah,menurut ajaran Allah yang dengan ilmuNya yang telah menciptakan.
Barulah beliau mengikuti seperti apa yang diajarkan oleh Allah melalui malaikat Jibril. Inilah momen/saat terpenting yang menjadikan beliau seorang nabi/rosul.
Sehingga apa yang didapat dari mem-baca adalah menjadi sesuai dengan ke-hendak dari siapa yang menghamparkan/mempergelarkan bacaan. Beliau menjadikan dirinya objek atas subjek bacaannya.beliau membiarkan qalb untuk menentukan Pandangan dan sikap hidupnya menurut ajaran Allah SWT, dan berlaku sami’na wa ‘athona mendengar dan taat,tunduk,patuh. 

Misal:
Ketika kita berkata pada rekan-rekan kita :saya pusing. Maka akan banyak sikap yang berbeda dari mereka, ada yang menanggapi kita untuk pulang,minum obat,istirahat,ada yang berdiam diri,ada yang segera mengambil sikap/tanggap dan banyak tanggapan lain.
Kenapa?...karena dari cara mereka mem-baca adalah menempatkan dirinya se-bagai subjek dan bacaannya adalah objek dan hati/kecondongan hati menentu-kan sikap/tindak lanjut dari apa yang mereka kehendaki. Dan ini tentunya belum tentu sama dengan apa yang kita maksud.

Hati/kecondongan hati
Adalah penentu dari hasil mem-baca,
ketika hati condong tunduk pada akal pemikiran berdasar pada tingkat kesadaran/intelektualitas dirinya,maka sungguh ia telah berlaku aniaya. Hingga Pandangan dan sikap hidupnya menurut ajaran Allah adalah  atas pemikiran dzulumat menurut sunah sayatin dan mereka berlaku sami’na wa’ashyoina mendengar/mengetahui tapi kami tidak mentaati/tidak mau yang demikian

: &quot;Kami mendengar tetapi tidak mentaati&quot;. dan Telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi Karena kekafirannya. Katakanlah: &quot;Amat jahat[74] perbuatan yang Telah diperin-tahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).q.s.2-93
 “Sesungguhnya dalam diri anak Adam terdapat bisikan dari setan dan bisikan dari malaikat”. (HR. At Tirmizy no: 2988).

Qalb
…………?
Rujukan  Qs An Nur (24) :35
udah adah tuh diatas

tidak bisa baca tulis (ummi) atau apapun itu bukanlah suatu penghalang bagi orang yang mau memahami karena 
telah tebukti seorang yang ummi (tidak bisa baca tulis) tapi menjadi seorang yang Masyhur,menjadi seorang pemimpin yang hebat dan diakui oleh seluruh umat dimuka bumi.
sesungguhnya Allah telah menganugrahkan pada kita 3 hal yaitu Pendengaran,Penglihatan dan Hati/Qalb. maka biarkanlah diri kita untuk tunduk,patuh pada satu kenyataan hidup yang Allah pergelarkan buat kita. Sesungguhnya dengan Qalb yang senantiasa terjaga dengan mengingat Allah, maka Allah akan membimbing kita dengan Nur Nya.
Bacalah! apapun itu adalah menurut ajaran Allah Al quran menurut sunah rosul karena kita tak akan pernah sanggup untuk mengetahuiNya.  Jadikan diri kita sebagai objek dari apa yang telah Allah ajarkan pada kita Al quran menurut sunah rosul,hingga apa yang kita baca (Al quran menurut sunah rosul) adalah ber-balik menjadi pandangan dan sikap hidup kita, menjadikan satu tatanan kehidupan rancang/bangun budaya yang mengisi/melengkapi satu rancang/bangun pasti alam  yang telah Allah ciptakan.


Ya Rabb…
Sungguh tiadalah hak bagiku menentukan/menghakimi segala sesuatu.
Apa yang tertulis ini hanya pembuktian betapa sempitnya akal untuk menjangkauMU ,ampunilah aku atasnya. Astagfirullah al adhim
Ya Rabb…
Bimbinglah kami dengan Nur Mu agar kami temukan jalan untuk menghadapMU
Sungguh telinga ini tuli,mata ini buta, hati ini keras kecuali Engkau dengan Nur Mu yang selalu dengan lembut menerangi dan memanggilku untuk selalu teringat akan hari pertemuan.
Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Illahi anta maksudi wa ridhoka matlubi
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntum minadholimin.


Reference:
Al baqarah 7 / Al an am 46,110 / An Nahl 78,107,108 / Al A’raaf 179
Al Haaj 46 / Al mu’minun 78 / As Sajdah 9 / Al Ah qaaf 26 / Al Mulk 23

suntuk lagi ga bisa tidur jadi ngelantur gini 
suka/tidak suka tetap aja dianggap komentar :smile:
kapan donk alamat Yayasan Paramarta nya  





</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Ass wr wb<br />
Iqra bismi robikal ladzi kholak&#8230;..<br />
hi . dari pada gak ada komentarnya jadi ane isi nyambung gak nyambung ga dipikirin dech</p>
	<p>Iqra..  Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,</p>
	<p>Baca !&#8230;<br />
Ketika ayat ini turun maka rosul (Muhammad) bertanya ma’aqro/apa yang harus saya baca? Ada juga yang menyebutkan beliau, berkata ma’ ana ma qori/saya tidak bisa membaca (ummi).<br />
Ummi artinya ialah orang yang tidak tahu tulis baca. menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan ummi ialah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. menurut sebagian yang lain ialah orang-orang yang tidak diberi Al Kitab.</p>
	<p>Seperti itukah ?<br />
Arti kata dari baca seperti dalam beberapa kamus adalah menyampai-kan,menelaah,mendalami,meneliti,mengetahui ciri-ciri sesuatu yang semuanya itu bermuara pada arti menghimpun.</p>
	<p>Renungan<br />
Bila kita berjalan dan bertemu seseorang (baik terpelajar ataupun tidak) lalu kita katakan baca!&#8230;(tentunya berkenalan dulu dech) maka kemungkinan yang timbul adalah :<br />
	~ dia menjawab apa yang harus saya baca?.<br />
	~ dia akan berkata saya tidak bisa membaca.<br />
Tentunya kedua reaksi diatas adalah sangat relevan dan bisa dimengerti.</p>
	<p>Tinjauan<br />
 Mari kita lihat pemaparan Alquran </p>
	<p>  Kemudian dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. Qs 32:9<br />
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.qs 16:78<br />
 Dan dialah yang Telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. amat sedikitlah kamu bersyukur.qs 23:78<br />
 yang dimaksud dengan bersyukur di ayat Ini ialah menggunakan alatt-alat tersebut untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah s.w.t. serta taat dan patuh kepada-Nya. </p>
	<p>Dan masih banyak lagi ayat di al quran yang menerangkan ini.<br />
Pendengaran,penglihatan dan hati sungguh inilah 3 pokok yang diberikan oleh Allah kepada manusia untuk menjadikannya sebagai kalifah/pemimpin.<br />
Pendengaran,manakah yang menjadikan mendengar? Telinga ataukah pendengaran itu sendiri.<br />
Penglihatan, manakah yang melihat ? mata atau penglihatannya sendiri.<br />
Hati, manakah hati? Apakah hati seperti yang kita kenal berupa segumpal darah ataukah hati/qalb yang dengannya kita dapat petunjuk<br />
<br />
8.  Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.<br />
9.  Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,<br />
10.  Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.  (qs.as Syam 91:8-10)</p>
	<p>Baca!&#8230;<br />
Inilah perintah pertama yang diturunkan oleh Allah kepada rosul Muhammad se-bagai manusia seperti halnya kita.</p>
	<p>93.  ….. Katakanlah: &#8220;Maha Suci Tuhanku, bukankah Aku Ini Hanya seorang manusia yang menjadi ra-sul?&#8221;</p>
	<p>Shibghah Allah[91]. dan siapakah yang lebih baik shibghahnya dari pada Allah? dan Hanya kepada-Nya-lah kami menyembah. (qs 2:138)</p>
	<p>Sungguh Allah dengan ilmuNya adalah pencelup/perancang/pencipta yang maha sempurna,Dia bentuk sebuah rancang bangun pasti alam dengan sangat hebat,dengan satu persiapan yang sungguh sangat teliti.<br />
Maka diturunkan/dilahirkanlah manusia kebumi dengan tidak membawa apa-apa kecuali 3 hal yang berpasangan; telinga beserta pendengarannya,mata beserta penglihatannya dan hati yang dengan itu manusia dapat mengeta-hui/mengenal dan mengambil pelajaran/ajaranNya.</p>
	<p>  Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.q.s 16-78<br />
lihat juga Al mukminun 78, qs 32:9 dan masih banyak lagi.</p>
	<p>Proses mem-Baca :<br />
 Adalah suatu proses menyusun/menghimpun sejumlah gambaran/data/simbol yang bertebaran dihadapannya baik itu yang terdengar,ataupun terlihat,hingga menjadi suatu kesimpulan sesaat/permanent berdasar pada tingkat kesadaran/intelektualitas sesorang dimana hati/kecondongan hati adalah faktor penentu dari tindak lanjut, atas apa yang tersampaikan dari tujuan /maksud/makna dari yang terhimpun.</p>
	<p>Baca!&#8230;<br />
Maka dihamparkan/dipergelarkanlah kepada rosul Muhammad satu kenyataan hidup yang syar (atas pemikiran dzulumat) dan Nur (atas ajaran Allah menurut sunah rosul-rosul terdahulu),ditingkahi kehidupan campur-aduk atas keduanya.(perjalanan muhammad sebelum turun ayat ini,dimana pada saat itu kehidupan umat manusia adalah jahiliyah/barbar). Adakah jawaban dari pencariannya,mana yang benar? seperti inikah yang ditinggalkan oleh rosul-rosul terdahulu?&#8230;.. mana yang benar?&#8230;.mana?&#8230;hingga akhirnya…<br />
Rosul Muhammad berkata saya tidak bisa mem-baca-nya dari sudut pandang saya.</p>
	<p>Baca!…baca!…baca!&#8230;<br />
Bacalah,menurut ajaran Allah yang dengan ilmuNya yang telah menciptakan.<br />
Barulah beliau mengikuti seperti apa yang diajarkan oleh Allah melalui malaikat Jibril. Inilah momen/saat terpenting yang menjadikan beliau seorang nabi/rosul.<br />
Sehingga apa yang didapat dari mem-baca adalah menjadi sesuai dengan ke-hendak dari siapa yang menghamparkan/mempergelarkan bacaan. Beliau menjadikan dirinya objek atas subjek bacaannya.beliau membiarkan qalb untuk menentukan Pandangan dan sikap hidupnya menurut ajaran Allah SWT, dan berlaku sami’na wa ‘athona mendengar dan taat,tunduk,patuh. </p>
	<p>Misal:<br />
Ketika kita berkata pada rekan-rekan kita :saya pusing. Maka akan banyak sikap yang berbeda dari mereka, ada yang menanggapi kita untuk pulang,minum obat,istirahat,ada yang berdiam diri,ada yang segera mengambil sikap/tanggap dan banyak tanggapan lain.<br />
Kenapa?&#8230;karena dari cara mereka mem-baca adalah menempatkan dirinya se-bagai subjek dan bacaannya adalah objek dan hati/kecondongan hati menentu-kan sikap/tindak lanjut dari apa yang mereka kehendaki. Dan ini tentunya belum tentu sama dengan apa yang kita maksud.</p>
	<p>Hati/kecondongan hati<br />
Adalah penentu dari hasil mem-baca,<br />
ketika hati condong tunduk pada akal pemikiran berdasar pada tingkat kesadaran/intelektualitas dirinya,maka sungguh ia telah berlaku aniaya. Hingga Pandangan dan sikap hidupnya menurut ajaran Allah adalah  atas pemikiran dzulumat menurut sunah sayatin dan mereka berlaku sami’na wa’ashyoina mendengar/mengetahui tapi kami tidak mentaati/tidak mau yang demikian</p>
	<p>: &#8220;Kami mendengar tetapi tidak mentaati&#8221;. dan Telah diresapkan ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi Karena kekafirannya. Katakanlah: &#8220;Amat jahat[74] perbuatan yang Telah diperin-tahkan imanmu kepadamu jika betul kamu beriman (kepada Taurat).q.s.2-93<br />
 “Sesungguhnya dalam diri anak Adam terdapat bisikan dari setan dan bisikan dari malaikat”. (HR. At Tirmizy no: 2988).</p>
	<p>Qalb<br />
…………?<br />
Rujukan  Qs An Nur (24) :35<br />
udah adah tuh diatas</p>
	<p>tidak bisa baca tulis (ummi) atau apapun itu bukanlah suatu penghalang bagi orang yang mau memahami karena<br />
telah tebukti seorang yang ummi (tidak bisa baca tulis) tapi menjadi seorang yang Masyhur,menjadi seorang pemimpin yang hebat dan diakui oleh seluruh umat dimuka bumi.<br />
sesungguhnya Allah telah menganugrahkan pada kita 3 hal yaitu Pendengaran,Penglihatan dan Hati/Qalb. maka biarkanlah diri kita untuk tunduk,patuh pada satu kenyataan hidup yang Allah pergelarkan buat kita. Sesungguhnya dengan Qalb yang senantiasa terjaga dengan mengingat Allah, maka Allah akan membimbing kita dengan Nur Nya.<br />
Bacalah! apapun itu adalah menurut ajaran Allah Al quran menurut sunah rosul karena kita tak akan pernah sanggup untuk mengetahuiNya.  Jadikan diri kita sebagai objek dari apa yang telah Allah ajarkan pada kita Al quran menurut sunah rosul,hingga apa yang kita baca (Al quran menurut sunah rosul) adalah ber-balik menjadi pandangan dan sikap hidup kita, menjadikan satu tatanan kehidupan rancang/bangun budaya yang mengisi/melengkapi satu rancang/bangun pasti alam  yang telah Allah ciptakan.</p>
	<p>Ya Rabb…<br />
Sungguh tiadalah hak bagiku menentukan/menghakimi segala sesuatu.<br />
Apa yang tertulis ini hanya pembuktian betapa sempitnya akal untuk menjangkauMU ,ampunilah aku atasnya. Astagfirullah al adhim<br />
Ya Rabb…<br />
Bimbinglah kami dengan Nur Mu agar kami temukan jalan untuk menghadapMU<br />
Sungguh telinga ini tuli,mata ini buta, hati ini keras kecuali Engkau dengan Nur Mu yang selalu dengan lembut menerangi dan memanggilku untuk selalu teringat akan hari pertemuan.<br />
Hai jiwa yang tenang.<br />
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.<br />
Illahi anta maksudi wa ridhoka matlubi<br />
La ilaha illa anta subhanaka inni kuntum minadholimin.</p>
	<p>Reference:<br />
Al baqarah 7 / Al an am 46,110 / An Nahl 78,107,108 / Al A’raaf 179<br />
Al Haaj 46 / Al mu’minun 78 / As Sajdah 9 / Al Ah qaaf 26 / Al Mulk 23</p>
	<p>suntuk lagi ga bisa tidur jadi ngelantur gini<br />
suka/tidak suka tetap aja dianggap komentar  <img src='http://suluk.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' /><br />
kapan donk alamat Yayasan Paramarta nya
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
