Cangkir Sang Ujian

© 2004 — Herry Mardian
Engkaukah itu, Sang Ujian?
tersenyum, seperti bidadari
yang menunggu di balik sinar mentari pagi
pada setiap hari yang baruTitik air matamu
ketika kau di utus pada kami“Tapi aku hanya utusan,” katamu menangis
ketika semua benci padamu
dan campakkan cangkir dari tanganmuTakdirmu perih.
Senyummu pedih.
Tapi engkau, sang kekasih yang luka,
tak hirau air matamu.Tanganmu tetap melambai, santun memanggil
“Ayo, ke mari. Minumlah. Jangan ragu.
Ini, kubawakan untukmu secangkir iman. Dari Tuhan.”
(HerryMardian, 09022004, 17:41)


