Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Friday, November 6, 2009

Akar Ketidakyakinan

: :

“Ketika manusia hidup, mereka mengkhawatirkan kematian. Ketika kenyang, mereka khawatir kelaparan. Maka ketidakyakinanlah yang selalu mereka peroleh. Para orang suci tak lagi memikirkan yang telah berlalu, dan tidak menghawatirkan apa yang belum terjadi. Tak juga mereka terpaku pada masa kini. Merekalah yang terus menapaki Jalan Kesejatian dari ’saat ini’ ke ’saat ini’ berikutnya.”

(Bodhidharma, Patriarkh ke-28, pendiri ordo Zen, dan pencipta kungfu Shaolin)

: :

Gambar dari wikipedia. Terjemahan oleh Herry Mardian.

:

Komentar

Monday, November 2, 2009

Pohon dan Buahnya

Oleh Muhammad Raheem Bawa Muhaiyaddeen
(diterjemahkan oleh Dimas Tandayu dan Herry Mardian).

Anakku, hidupmu pun demikian. Walaupun kau telah tumbuh begitu tinggi, sama seperti pohon: keterikatan akalmu, pemikiranmu, dan hasratmu masih pada bumi dan keduniaan. Seperti itulah kondisimu saat ini.

pohon kepel

SEORANG MURID bertanya pada Bawa Muhaiyaddeen, “Bisakah Guru menjelaskan kondisi spiritualku, di mana aku sedang berada saat ini?”

Sang Guru menjawab, “Sebuah benih haruslah ditanam di saat yang tepat. Ketika ia mulai tumbuh, akarnya menyelusup jauh ke dalam tanah, memeluk dari semua penjuru. Segera benihnya tumbuh menjadi sebuah pohon. Seiring perjalanan waktu, pohonnya akan semakin membesar, lalu berbunga dan berbuah. Tatkala berbuah, buahnya tampak tidak lagi memiliki ikatan dengan tanah. Walaupun pohonnya terikat ke dengan tanah, namun buahnya justru terhubung kepada manusia dan seluruh makhluk hidup. (selanjutnya…)

Wednesday, September 16, 2009

Introvert

Oleh Jonathan Rauch, diterjemahkan oleh Hery Mardian
http://www.theatlantic.com/doc/200303/rauch

introvertPERNAH kenal seseorang yang selalu butuh waktu menyendiri, beberapa jam setiap harinya? Yang menyukai obrolan-obrolan tenang seputar perasaan atau gagasan? Yang bisa begitu dahsyat ketika memberikan presentasi di hadapan banyak orang namun tampak canggung ketika ngobrol-ngobrol kecil dalam kelompok, atau skill basa-basinya agak lemah dan ecek-ecek? Yang harus diseret-seret untuk datang ke pesta, lalu perlu menghabiskan waktu sisanya untuk pemulihan diri? Yang justru mengeluh, mengrenyitkan alis, menghela nafas atau meringis; jika disapa dengan cara diledek atau digoda oleh orang yang sebenarnya bermaksud beramah-tamah? (selanjutnya…)

Tuesday, September 1, 2009

Pendidikan Hati (2)

Dikutip dari sebagian isi Bab III buku “Cinta Bagai Anggur”, dengan seijin penerbit.

Tetapi apakah sebenarnya “diuji” itu? Seorang guru menguji para siswanya untuk mengetahui tingkat kemampuan mereka, mengetahui tingkat pemahaman mereka. Si guru tidak tahu sedalam apa para siswanya telah belajar. Tapi bukankah Allah mengetahui?

SETIAP nabi mempunyai tugas spesifik. Peran Nabi Isa a.s. adalah untuk menampilkan tiadanya kepemilikan dan kepedulian akan keduniawian.
(selanjutnya…)

Thursday, August 27, 2009

Esensi Ilmu Pengetahuan

Seseorang zalim penuh ketidakadilan jika dia tahu seratus persoalan tak mendasar dalam ilmu pengetahuan, namun ia tak mengenal jiwanya sendiri.

Ia tahu sifat setiap benda, namun seperti keledai ketika menerangkan tentang dirinya sendiri.

“Aku tahu semua yang sunnah dan bid’ah menurut syariat.” Lalu bagaimana mungkin kau tidak mengetahui bahwa kau termasuk yang sunnah atau cuma seorang nenek nyinyir yang gemar bicara?

(selanjutnya…)

Friday, August 21, 2009

Tentang Tauhid: Imam An-Nifari

Dari Al-Mauqif wal Mukhatabah, Imam An-Niffari,
(dikutip dari sebuah catatan dari Zamzam Ahmad Jamaluddin).

Allah swt berseru kepada hamba-Nya:

Wahai hamba! Engkau tidak memiliki sesuatu pun, kecuali apa-apa yang telah Aku kehendaki untuk menjadi milikmu. Tidak juga engkau memiliki dirimu sendiri, karena Akulah Penciptanya! Tidak pula engkau sekedar memiliki jasadmu, karena Aku Sang Pembentuknya! Hanya dengan Pertolongan-Ku engkau dapat berdiri, dan dengan Kalimat-Ku engkau hadir di dunia ini. (selanjutnya…)

Thursday, June 4, 2009

Bangku Belakang

Oleh Sofie Dewayani, dimuat di Koran Tempo edisi 17 Mei 2009.

PADA hariku yang lelah, warnet adalah tempat istirah. Di dunia maya aku bisa menyapa teman-teman lama. Ceria, tertawa, seperti dulu waktu SMA. Cerita nostalgia, kabar bahagia, terpampang bergantian seperti pajangan. Mataku menelan lembar demi lembar layar, menyusuri kota demi kota. Teknologi memang gila. Ruang dan waktu dirangkumnya dalam satu sentuhan jemari saja.

Tak heran orang menyebutnya dunia maya. Jejaring pertemanan ini meleburkan peristiwa dan masa. Aku bisa tergelak oleh kisah lama, tersenyum memandangi potret kelabu masa remaja. Aku menyeletuk sekadarnya, tapi lebih sering menyaksikannya saja. Aku tak ingin beranjak dari bangku belakang. Seperti dulu, waktu SMA.
(selanjutnya…)

Saturday, May 16, 2009

Break Me Free

loney in crowd
City light, sparkling under the moon’s smiling.
People gone, their children’s hair they’re caressing.
Lonely in crowd, longing for something,
not sure of it, i guess this just the beginning.

there’s a call inside me i’m trying to hear
echoes my mind, grows my fear
look for the feeling been gone long
recognize it, can’t be wrong

(selanjutnya…)

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites