Suluk .:. Bayangan Sekeping Cermin…™

Thursday, June 4, 2009

Bangku Belakang

Oleh Sofie Dewayani, dimuat di Koran Tempo edisi 17 Mei 2009.

PADA hariku yang lelah, warnet adalah tempat istirah. Di dunia maya aku bisa menyapa teman-teman lama. Ceria, tertawa, seperti dulu waktu SMA. Cerita nostalgia, kabar bahagia, terpampang bergantian seperti pajangan. Mataku menelan lembar demi lembar layar, menyusuri kota demi kota. Teknologi memang gila. Ruang dan waktu dirangkumnya dalam satu sentuhan jemari saja.

Tak heran orang menyebutnya dunia maya. Jejaring pertemanan ini meleburkan peristiwa dan masa. Aku bisa tergelak oleh kisah lama, tersenyum memandangi potret kelabu masa remaja. Aku menyeletuk sekadarnya, tapi lebih sering menyaksikannya saja. Aku tak ingin beranjak dari bangku belakang. Seperti dulu, waktu SMA.
(selanjutnya…)

Saturday, May 16, 2009

Break Me Free

loney in crowd
City light, sparkling under the moon’s smiling.
People gone, their children’s hair they’re caressing.
Lonely in crowd, longing for something,
not sure of it, i guess this just the beginning.

there’s a call inside me i’m trying to hear
echoes my mind, grows my fear
look for the feeling been gone long
recognize it, can’t be wrong

(selanjutnya…)

Saturday, March 7, 2009

Justru Karena Kami Yahudi

Rabbi Weberman

Disampaikan oleh Rabbi Mordechi Weberman di bawah perlindungan the Palestine Right of Return Coalition (Al-Awda NY/NJ), pada sebuah demonstrasi di depan Konsulat Israel, Jumat 26, Juli 2002. Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Herry Mardian.

ORANG-ORANG bertanya mengapa kami berdemonstrasi dengan orang-orang Palestina. Mengapa kita mengibarkan bendera Palestina? Kenapa kami mendukung tuntutan-tuntutan Palestina?

“Kalian adalah orang-orang Yahudi!” kata mereka pada kami. Apa yang kalian lakukan? (selanjutnya…)

Monday, February 9, 2009

Sampaikanlah Walau Satu Ayat?

preacher small

[TANYA] mengapa para sufi “terkesan” (kesan itu bisa jadi bener bisa jadi salah…) menutup diri dan, memilih2 “murid” dalam memberikan bimbingan… sedangkan kita diwajibkan untuk menyebarkan kebaikan walau hanya 1 ayat…

mengapa tidak ber”syiar” seperti para ulama-ulama atau mereka yang mengaku-aku sebagai ulama… hehehehe. Makasih Mas. [Dewo]
(selanjutnya…)

Monday, December 15, 2008

Pendidikan Hati

Dikutip dari sebagian isi Bab III buku “Cinta Bagai Anggur”, dengan seijin penerbit.

Selama engkau tidak menceraikan dunia dan segala sifat keduniawiannya, kau tidak akan pernah mengenal Tuhan. Pada persoalan ini, kau harus memahaminya dengan sangat berhati-hati! Nabi Isa a.s. adalah Nabi yang menjadi contoh pelepasan diri dari dunia material secara sempurna. Di sisi lain, kau juga mengenal seorang nabi besar lain, Raja Sulaiman a.s. Beliau adalah manusia yang paling kaya dari yang terkaya, juga yang paling berkuasa.

Intinya adalah menceraikan dunia dengan qalb. Kemiskinan materi bukanlah inti persoalannya.

SEORANG sufi besar, Ibrahim bin Adham rah. [1] sebelumnya adalah sultan kerajaan Balkh. Dia tinggalkan kedudukannya sebagai raja di dunia ini demi merajai kehidupannya yang berikutnya.

Teladan dari beliau mengilustrasikan bahwa selama ini kita mungkin mengira bahwa kitalah pihak yang mencari dan mendapatkan, namun sebenarnya tidak demikian. Sebenarnya Allah-lah yang mencari kita, dan kita semata-mata hanya menjawab panggilan-Nya saja.

Pada tingkatan kita sekarang, seringkali kita tidak segera memutuskan untuk memenuhi undangan Allah. Kita menunda. Kita mempertimbangkan dan merenungkannya. (selanjutnya…)

Saturday, December 6, 2008

“Cinta Bagai Anggur” Sudah Bisa Dipesan

cover

Judul: “Cinta Bagai Anggur: Tuangan Hikmah Dari Seorang Guru Sufi di Amerika.”
Karya: Syaikh Muzaffer Ozak, dikompilasikan oleh Syaikh Ragip Frager
Alih bahasa: Nadia Dwi Insani, Herry Mardian, Herman Soetomo
Penerbit: Pustaka Prabajati

17 x 23 cm, 202 hal.
ISBN: 978-979-15115-0-6
Harga: Rp. 48.000,-

: : : : : : : :

Back Cover:

PADA tahun 1980, Dr. Robert Frager, Ph.D untuk pertama kalinya bertemu dengan Syaikh Muzaffer Ozak, pimpinan Tarekat Halveti-Jerrahi dari Turki. Ia, sebagai pendiri dan direktur Institute of Transpersonal Psychology di California Utara, ketika itu mengundang beliau sebagai pembicara di universitasnya.

Frager dan seluruh mahasiswanya, serta seluruh hadirin, dibuat takjub dan terpaku dengan narasi Sang Syaikh yang terasa begitu intens dan dalam. Bukan pembahasan akademis-teoretik tentang Islam dan tashawwuf yang membuat mereka diam terpaku, melainkan tuangan kisah hikmah yang digunakan Syaikh untuk menjelaskan hakikat-hakikat agama dan kehidupan kepada audiens. (selanjutnya…)

Wednesday, November 5, 2008

Kegaiban Hari Esok

Oleh Zamzam A. J. Tanuwijaya, Yayasan Paramartha (diedit dan diperbaiki seperlunya oleh Herry Mardian).

Orang yang beruntung adalah orang yang bisa menjadikan keghaiban hari esok sebagai hidangan bagi hatinya.

KETIKA Nabi Musa as diperintahkan Allah swt untuk membawa bani Israil ke tepi laut apakah ia sudah mengetahui bahwa Allah swt akan membukakan laut bagi mereka ? Tidak sama sekali. Ia hanya meyakini bahwa di tempat itu Allah swt akan menurunkan pertolongannya, tanpa diketahui apa bentuknya.

Musa a.s. dan umatnya, dalam tekanan kebingungan yang hebat, terjebak diantara laut dan kepulan debu gurun yang dihamburkan ke angkasa oleh ribuan kereta perang Fir’aun Merneptah. Cacian-cacian kepada sang Nabi mulai berhamburan dari lisan-lisan umatnya sendiri, karena Musa, nabi mereka, malah mengarahkan mereka terkepung dan terdesak ke laut Merah.
(selanjutnya…)

Monday, October 27, 2008

Solitary, Together.

Dari telurusan harddisk Herman Soetomo
logo
A disciple said, “All masters say that spiritual treasure is discovered through solitary search. So, then, why are we all together here?”
(selanjutnya…)

eXTReMe Tracker
'SULUK .:. BAYANGAN SEKEPING CERMIN ™' © 2006 by Herry Mardian  |  Seluruh isi situs ini ada di bawah lisensi Creative Commons License.
Dilarang mengutip untuk tujuan komersial (termasuk buku), atau tanpa mencantumkan sumber, nama penulis, dan link ke sumber tulisan.
Indonesia Top Blog Religion Blogs - Blog Top Sites