Akar Ketidakyakinan

: :
“Ketika manusia hidup, mereka mengkhawatirkan kematian. Ketika kenyang, mereka khawatir kelaparan. Maka ketidakyakinanlah yang selalu mereka peroleh. Para orang suci tak lagi memikirkan yang telah berlalu, dan tidak menghawatirkan apa yang belum terjadi. Tak juga mereka terpaku pada masa kini. Merekalah yang terus menapaki Jalan Kesejatian dari ’saat ini’ ke ’saat ini’ berikutnya.”
(Bodhidharma, Patriarkh ke-28, pendiri ordo Zen, dan pencipta kungfu Shaolin)
: :
Gambar dari wikipedia. Terjemahan oleh Herry Mardian.
:
PERNAH kenal seseorang yang selalu butuh waktu menyendiri, beberapa jam setiap harinya? Yang menyukai obrolan-obrolan tenang seputar perasaan atau gagasan? Yang bisa begitu dahsyat ketika memberikan presentasi di hadapan banyak orang namun tampak canggung ketika ngobrol-ngobrol kecil dalam kelompok, atau skill basa-basinya agak lemah dan ecek-ecek? Yang harus diseret-seret untuk datang ke pesta, lalu perlu menghabiskan waktu sisanya untuk pemulihan diri? Yang justru mengeluh, mengrenyitkan alis, menghela nafas atau meringis; jika disapa dengan cara diledek atau digoda oleh orang yang sebenarnya bermaksud beramah-tamah? 




